Advertisement

iklan

10 Tips Cara Cepat Sukses Investasi Saham

Hanya membuka rekening di broker saham handal saja belum cukup untuk meraih sukses. Apa saja yang perlu dilakukan? Berikut ini sepuluh tips paling top untuk cepat sukses investasi saham.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Di masa kini, banyaknya pemecatan serta rendahnya jaminan pensiun membuat banyak orang mencari metode untuk menginvestasikan dana yang dimiliki dan membuat dana tersebut bekerja untuk mereka. Dalam hal ini, investasi pasar saham merupakan salah satu pilihan yang bisa ditempuh. Anda tidak butuh modal yang terlalu besar untuk mulai berinvestasi, dan dengan bekal pengetahuan maka setiap orang memiliki potensi untuk sukses.

sukses investasi saham - ilustrasi
Langkah pertama menuju sukses investasi saham adalah menemukan pialang/broker saham yang handal dan berpengalaman. Di masa kini, setiap orang bisa membuka rekening secara online di pialang terdaftar guna ikut serta dalam jual-beli saham di pasar saham. Namun, hanya membuka rekening di broker saham handal saja belum cukup untuk meraih sukses. Apa saja yang perlu dilakukan? Berikut ini sepuluh tips paling top untuk cepat sukses investasi saham.

1. Investasi vs trading di pasar saham

Investor pasar saham profesional memahami bahwa mereka tidak bisa menghasilkan uang dengan cepat bila hanya berinvestasi saham demi dividen. Trading saham dengan mengincar capital gain adalah satu-satunya cara yang mungkin menghasilkan keuntungan dengan cepat di pasar saham.

Perbedaan antara investasi dan trading saham adalah pada keterlibatan Anda dan pemahaman bagaimana pasar saham bekerja, perubahan musiman di pasar saham, level tinggi dan rendah saham-saham tertentu, swing trading, dan lain sebagainya. Trading di pasar saham berfokus pada pembelian saham dengan margin rendah tertentu dan menjualnya pada margin yang lebih tinggi. Namun perlu dicermati bahwa setiap saham memiliki karakteristik berbeda, sehingga trader saham harus menggunakan pendekatan yang berbeda-beda pula.

2. Pahami dasar-dasar investasi saham

Tanpa memahami dasar-dasar investasi saham, Anda tidak bisa bertahan lama. Sebaliknya, pengabaian pada dasar-dasar tersebut malah menempatkan seluruh dana Anda dalam bahaya kerugian besar. Salah satu pendekatan terbaik untuk dipelajari adalah filosofi Warren Buffett tentang menjadi seorang investor. Warren Buffett tidak sekedar berkoar-koar membual tentang prinsip-prinsip investasinya, melainkan menjalankan prinsip-prinsip tersebut setiap hari.

Jika pengetahuan terkait dasar-dasar investasi pasar saham Anda masih terbatas, maka jangan ragu untuk membeli buku-buku untuk pemula yang ditulis oleh investor-investor terkemuka seperti Warren Buffett. Buku-buku tersebut umumnya berisi strategi dan tips bagaimana menaklukkan pasar saham dengan membuat keputusan cerdas di saat yang tepat. Buku-buku tersebut tidak perlu diperlakukan seperti aturan yang saklek, Anda bisa menggunakannya sebagai referensi untuk mengembangkan metode Anda sendiri.

3. Pahami perbedaan analisa teknikal dan fundamental saham

Sebelum Anda terjun ke dunia investasi saham yang bervolatilitas tinggi, Anda perlu memahami kedua tipe analisa itu. Analisa teknikal bertujuan mengevaluasi saham dengan fokus khusus pada harga dan volume, sedangkan analisa fundamental berpusat pada pengetahuan mendalam mengenai tren saham dan ekonomi, serta kemampuan menganalisa chart dan data finansial. Jika Anda tidak familiar dengan analisa-analisa tersebut, maka pelajarilah keduanya sebelum membeli saham apapun.

sukses investasi saham - ilustrasi

4. Hati-hati beli saham berharga rendah

Jika Anda termasuk investor berkantong tipis, maka pahamilah bahwa saham-saham tertentu yang berharga rendah itu bisa jadi justru berisiko tinggi karena kurangnya informasi dan performa secara historis. Anda bisa kehilangan seluruh modal awal bila ikut serta berjual-beli saham tanpa sistem trading bagus. Sebelum membeli, pelajari perusahaan asal saham-saham berharga rendah tersebut secara  menyeluruh. Jika Anda menemui kesulitan dalam mendapatkan informasi mengenai suatu perusahaan, maka tinggalkan saja sahamnya; jangan bertaruh ataupun menanamkan uang Anda pada kucing dalam karung. Dibutuhkan waktu lama dan keterlibatan mendalam untuk berinvestasi pada saham-saham berharga rendah. Oleh karena itu, bila Anda ingin cepat sukses, mungkin akan lebih baik bila jual-beli saham yang relatif lebih liquid saja.

5. Singkirkan emosi

Seusai memahami dasar-dasar investasi pasar saham, Anda perlu menyingkirkan emosi dari aktivitas di pasar saham. Susun kriteria tertentu dimana Anda akan membeli atau menjual saham segera setelah kriteria tersebut terpenuhi. Jangan ambil keputusan untuk membeli ataupun menjual dalam kondisi emosional, karena takut harga merosot, panik rumor yang tidak jelas kebenarannya, atau sejenisnya. Membuat keputusan dalam kondisi emosional berpotensi memberikan hasil mengecewakan. Oleh karena itu, singkirkan emosi-emosi yang tidak perlu. Di luar negeri, investor bahkan memanfaatkan software trading otomatis yang dibangun berdasar kriteria spesifik masing-masing investor demi agar emosi bisa dijauhkan dari keputusan membeli dan menjual saham.

6. Analisa sendiri

Jangan mengandalkan saham-saham yang dipilihkan oleh orang lain tanpa Anda memiliki analisa sendiri terkait kondisi pasar saham terkini. Saham-saham rekomendasi ataupun saham pilihan investor/analis terkemuka bisa jadi cocok untuk mereka, tetapi belum tentu cocok untuk Anda. Antara investor yang masih single dan trading hanya sebagai sampingan, dengan investor yang sudah berkeluarga dan trading saham sebagai mata pencaharian utama, keduanya saja tentu memiliki target dan metode berbeda. Oleh karena itu, mengandalkan rekomendasi orang lain sebenarnya kurang bijaksana. Lakukan analisa teknikal dan penilaian performa saham sendiri untuk memastikan saham-saham yang Anda beli memenuhi kriteria dan akan mendukung pencapaian target Anda.

7. Jangan taruh uang Anda pada sesuatu yang tidak dipahami

Ini adalah saran yang sangat simpel dan efektif. Jika Anda tidak memahami bagaimana kondisi suatu perusahaan saat ini, Anda tidak akan bisa memprediksi bagaimana performa perusahaan tersebut di masa depan. Jadi, belilah saham perusahaan-perusahaan yang Anda pahami, yaitu saham-saham yang bisa Anda analisa dan prediksi sendiri. Sebelum membeli suatu saham, selidiki dan kumpulkan dulu fakta dan data yang relevan.

sukses investasi saham - ilustrasi

8. Bergerak melawan arus

Bergeraklah melawan arus, sebagaimana contoh Warren Buffett. Ketika orang-orang melakukan aksi jual di pasar saham, mungkin Anda harus mempertimbangkan untuk membeli sejumlah saham yang masih berharga murah (undervalued) tetapi memiliki potensi pendapatan luar biasa di masa depan. Sebaliknya, ketika investor lain ramai-ramai membeli saham dan harga-harga di pasar saham merangkak naiki, maka pertimbangkanlah untuk menjual sejumlah saham koleksi Anda untuk mendapatkan profit.

9. Pahami nilai intrinsik emiten

Anda tidak bisa mencapai pengetahuan penuh mengenai nilai terendah sebuah saham secara instan. Namun dengan terus menerus belajar, maka seiring dengan perjalanan waktu Anda akan mampu mengindentifikasi kapan suatu saham jatuh ke nilai pasar terendahnya dan kapan saat untuk membelinya. Analisa semacam itu diperoleh dengan meneliti kinerja emiten secara hati-hati dan membandingkannya dengan emiten-emiten lain dalam satu sektor, termasuk chart performa dan data-data dalam laporan keuangannya. Anda mesti memilih emiten dengan sejarah jelas berupa track record yang bisa dibuktikan dan dianalisa serta dibuat prediksinya.

10. Carilah saham dengan keunggulan tertentu

Berbagai faktor bisa memberi suatu saham keunggulan lebih dibanding rekan satu sektornya, khususnya bila emiten memiliki pengembangan produk spesial yang tidak dimiliki perusahaan lain, daya saing lebih tinggi, paten tertentu, atau kelebihan-kelebihan lain yang sulit ditiru kompetitornya. Prospek cerah di masa mendatang merupakan gelagat bagus bagi investasi saham Anda juga.



Diadaptasi dari artikel "Top 10 Stock Market Investing Tips For Fast Success" di www.everythingaboutinvestment.com

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.