Advertisement

iklan

12 Tips Trading Forex Sukses Ala Rayner Teo

Banyaknya indikator teknikal yang digunakan dalam trading tak jarang menimbulkan kebingungan bagi trader pemula. Namun, Rayner Teo punya tips "ampuh" yang layak dicoba.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyaknya tips trading forex yang pernah disampaikan di berbagai seminar membuat trader pemula sedikit kesulitan mengikuti pelajaran trading mana yang terbaik. Ditambah, jenis indikator yang beragam membuat trader bingung hendak menggunakan yang mana, mulai dari RSI, Fibonacci, MACD, dan masih banyak lagi. Mereka lantas bertanya-tanya manakah di antara sekian banyak tips yang terbukti berhasil untuk diterapkan dalam memulai trading.

Hal inilah yang kemudian membuat Rayner Teo, seorang trader sukses serta pendiri TradingwithRayner asal Singapura, membagikan tips trading forex yang sudah terbukti "ampuh" untuk diterapkan. Simak tipsnya berikut ini:

 

1. Semakin panjang range pasar, semakin sulit harga mengalami break.

Saat pasar sedang ranging, perhatikan bahwa semakin panjang Support dan Resistance yang membentengi pergerakan harga, semakin valid batas-batas tersebut. Dari hal ini, Anda bisa lebih yakin untuk menjadikan Support Resistance sebagai acuan open posisi, ataupun menentukan target Stop Loss dan Take Profit.

 

2. Kondisi sideways bisa ditradingkan jika dibatasi oleh range harga yang jelas.

Dalam hal ini, harga berosilasi atau bergerak di dalam range yang tetap di antara level Support dan Resistance horizontal. Untuk mengetahui apakah kondisi sideways layak ditradingkan atau tidak, bisa dilihat dengan melakukan "zoom out", atau melihat pergerakan harga pada time frame yang lebih tinggi.

Sideways

(Baca juga: Indikator Yang Berfungsi Baik Di Pasar Sideways)

Apakah pasar tampak jelas bergerak trending, baik uptrend atau downtrend? Jika tidak tampak trending, maka artinya harga bergerak sideways. Jika sideways, maka tentukan apakah harga bergerak dalam range yang jelas, atau bergerak sideways tetapi tidak beraturan (choppy). Pada kondisi choppy, maka sebaiknya Anda tidak melakukan trading karena sangat tidak disarankan.

 

3. Ambil kesempatan entry saat terjadi volatilitas rendah.

Volatilitas pasar yang rendah sebenarnya menguntungkan trader, karena biasanya membuat pasar bergerak ranging (sideways). Dari penelitian DailyFX, banyak trader yang mendulang profit dari kondisi ini, apalagi jika volatilitas rendah terjadi dalam sehari penuh. Ini karena level Support dan Resistance cenderung kuat dan konsisten, sehingga memuluskan strategi buy pada Support ataupun sell pada Resistance, yang lazim disebut strategi pullback atau buy low sell high. Namun, penting pula untuk diperhatikan bahwa entry pada kondisi volatilitas yang sangat rendah sekali juga baiknya dihindari, misal saat Perayaan Hari Natal dan Tahun Baru.

 

4. Trading dengan teknik breakout.

Breakout adalah kondisi pergerakan harga yang bisa menembus batas Support atau Resistance. Banyak trader percaya jika mereka bisa memperoleh profit maksimal dari kondisi tren yang sedang menguat. Jika Anda ingin trading breakout saat keadaan Downtrend, pertama-tama tentukan level Support, kemudian level terendah (Low) saat ini. Apabila Downtrend sedang kuat, maka harga pasti akan membentuk level terendah baru, agar keadaan Downtrend bisa berlanjut. Teknik yang paling efektif untuk Entry Breakout pada keadaan ini adalah dengan menggunakan Pending Order, yaitu Sell Stop atau sell di bawah harga pasar sekarang. Level entry (sell) harus ditentukan di bawah level terendah saat ini.

USD/JPY Sell Stop

Sementara untuk Breakout saat Uptrend, carilah level Resistance dan High terakhir. Kemudian gunakan Pending Order Buy Stop untuk membuka order buy di atas harga sekarang.

 

5. Ketahui posisi sinyal terbaik untuk open posisi.

Higher Lows yang mengarah ke Resistance menunjukkan sinyal kuat untuk buy. Pada posisi ini, kekuatan beli melemah sedangkan kekuatan jual menguat. Ketika para trader sudah menganggap level harga saat ini sudah terlalu tinggi, maka mereka akan cenderung mengakhiri aksi buy dengan melakukan profit-taking.

Sebaliknya, Lower Highs yang mengarah ke Support artinya sinyal lemah untuk sell. Hal ini karena kekuatan jual melemah, sementara kekuatan beli menguat. Tekanan yang terlalu besar pada sisi bullish tersebut menyebabkan harga berpotensi menguat. Akibatnya, ketika sudah menyentuh support, harga akan naik pesat.

 

6. Ketahui cara menentukan Low Risk dan High Reward saat trading.

Posisi terbaik untuk entry adalah dekat dengan level Support dan Resistance. Jika mengandalkan Support dan Resistance dalam forex, maka Anda dapat melakukan buy ketika harga selesai tertutup di atas Support. Sementara jika ingin melakukan sell, maka pastikan jika harga selesai tertutup di bawah level Resistance. Ingat, jangan memasang posisi Stop Loss dan Take Profit terlalu dekat dari jarak entry Anda. Akan lebih baik jika Anda memperbesar jarak entry dengan Take Profit.

 

7. Jangan pasang Stop Loss di level harga yang umum.

Jika kebanyakan trader pasang Stop Loss tepat di bawah level Support dan di atas Resistance, Anda sebaiknya sedikit menjauh dari "zona" tersebut. Anda bisa menentukan Stop Loss berdasarkan volatilitas harga pasar. Pada kondisi pasar yang bergejolak, Anda dapat menetapkan Stop Loss yang cukup besar, guna menghindari noise ataupun loncatan harga yang mungkin terjadi dan berdampak merugikan. Sebaliknya, pada saat kondisi pasar tenang dan volatilitas rendah, Stop Loss tidak perlu terlalu besar

 

8. Trading mengikuti tren dapat menghasilkan profit yang lebih besar.

Trading mengikuti tren (trend following) dipercaya dapat memberikan keuntungan dalam jangka panjang, jika diimbangi dengan kemampuan mengelola posisi dan emosi yang baik. Jika ingin bertahan dalam trading forex, maka ada baiknya Anda mengikuti siklus (pergerakan arah) tren, bukan sebaliknya. Jika tren sedang naik, Anda bisa mengikuti pergerakan pasar dengan pasang posisi buy. Sebaliknya jika tren sedang turun, Anda dapat memasang posisi sell. Namun, Anda sebaiknya juga belajar cara mengkonfirmasi kelanjutan arah tren.

Profit dari mengikuti tren

(Baca juga: 3 Cara Mengetahui Penerusan Tren)

 

9. Gunakan opsi Limit Order.

Limit Order adalah Pending Order yang ditentukan di atas atau di bawah harga pasar sekarang, tergantung dari arah trading yang Anda lakukan. Jika Anda trading Long (akan membuka posisi buy), maka Anda bisa membuka entry Buy Limit di bawah harga pasar sekarang. Jika nantinya harga bergerak turun hingga ke level entry yang Anda inginkan, maka order buy akan tereksekusi. Sebaliknya jika Anda trading Short (akan membuka posisi sell), maka Anda bisa membuka entry Sell Limit di atas harga pasar sekarang. Bilamana nantinya harga bergerak naik hingga ke level entry yang Anda inginkan, maka order sell akan tereksekusi. Dengan menggunakan bantuan Limit Order, Anda tidak perlu memandangi layar komputer seharian penuh.

 

10. Pullback terbaik yaitu pullback pertama setelah harga breakout.

Banyak trader yang entry dengan menunggu harga pullback, atau ketika harga kembali bergerak sesuai arah tren, setelah mengalami koreksi sesaat. Setelah kondisi pasar bergerak ranging beberapa saat, maka tidak dapat dipungkiri bahwa harga bisa menembus batas Support maupun Resistance (breakout). Nah, kesempatan terbaik untuk entry pada kondisi seperti ini adalah pada saat pullback pertama setelah breakout.

pullback setelah breakout

 

11. Pergerakan pasar tidak selalu bisa retest pada level yang Anda harapkan.

Jika Anda berharap harga bisa turun setelah mengalami kenaikan, tapi kenyataan justru harga berlanjut naik dan membentuk tren bullish, maka Anda perlu mempertimbangkan posisi trading dulu sebelum entry. Karena itu, Anda perlu mencari konfirmasi sinyal sebelum entry, dengan cara menggunakan indikator lain, metode analisa lain (seperti Price Action, Price Pattern, dsb.), atau menggunakan rekomendasi sinyal dari sumber lain.

 

12. Trading saat terjadi False Break sebenarnya bisa menguntungkan.

Namun, Anda tidak boleh terburu-buru untuk segera entry. Perhatikan dulu letak Support dan Resistancenya, tunggu sampai harga kembali ke posisi ranging, baru kemudian Anda bisa entry dengan mengikuti pergerakan False Breakout tersebut. Yang mesti Anda hindari adalah menggeser Stop Loss ke level yang lebih besar, dengan harapan harga akan kembali bergerak pada arah yang Anda prediksikan. Untuk mengantisipasi False Break terjadi, Anda dapat mengkonfirmasi dengan bantuan Price Action.

 

Selain beberapa tips trading forex di atas, Anda juga bisa menemukan tips trading forex lainya melalui artikel Strategi Forex KISS, Cara Sederhana Menjadi Trader Sukses.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex.

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.