OctaFx

iklan

3 Pelajaran Dari Kasus Penipuan Bitconnect

Selain mewaspadai penawaran investasi berimbal hasil fantastis, apa saja pelajaran yang bisa diambil dari kasus penipuan Bitconnect?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Meski pasar kripto terus tumbuh dan semakin banyak menarik peminat, beragam kasus penipuan kerap terjadi di dunia kripto. Salah satu contohnya berasal dari BitConnect yang awalnya merupakan bursa Bitcoin, tapi kemudian menyediakan platform investasi kripto dan mengadakan ICO untuk mempromosikan koin buatannya sendiri. Bitconnect yang (tadinya) dikenal sebagai salah satu bursa unggulan pun dengan mudah meraih kepercayaan klien-kliennya. Namun ternyata, ini hanya ujung mula kasus penipuan Bitcoinnect yang berbuntut panjang.

Apa yang terjadi? Usut punya usut, program investasi kripto yang disediakan Bitconnect ternyata tidak lebih dari sekedar skema Ponzi, dan token yang dirilisnya pun dicurigai abal-abal atau banyak dimanipulasi. Pada akhirnya, Bitcoinnect terpaksa mengumumkan penutupan layanan investasi maupun platform jual belinya.

Untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus penipuan uang kripto sejenis, ada 3 hal yang dapat dipelajari dari kasus penipuan Bitconnect. Apa sajakah itu?

Kasus Penipuan Bitconnect

 

1. Jangan Mudah Tergiur Dengan Penawaran Yang Muluk-Muluk

Kasus penipuan Bitconnect diawali dengan jaminan bahwa investor mampu meraih hingga 40 persen keuntungan per bulan melalui program investasi yang mereka tawarkan. BitConnect mengikuti sistem investasi empat tingkat berdasarkan jumlah setoran awal, sehingga semakin banyak uang yang diberikan klien, semakin besar dan cepat pula keuntungan yang didapatkan.

Tidak hanya itu, para investor dijanjikan pengembalian investasi (ROI) satu persen setiap hari. Untuk tujuan ini, perusahaan telah mengembangkan bot perdagangan dan perangkat lunak volatilitas miliknya sendiri yang dijanjikan bisa mendatangkan kekayaan untuk para investor.

Skema penipuan Bitconnect

 

Jadi apabila Anda menginvestasikan 1,000 USD ke akun Bitconnect, Anda dapat menghasilkan lebih dari 50 juta USD dalam waktu tiga tahun, dengan asumsi skema tersebut memang memenuhi janjinya untuk bunga satu persen yang diberikan setiap hari. Tak perlu diragukan lagi, banyak yang menganggap program ini tidak akan berkelanjutan.


"Jika (satu persen per hari) adalah apa yang mereka tawarkan, maka itu adalah Skema Ponzi," kata Vitalik Buterin, pendiri Ethereum yang  menyatakan keprihatinannya dengan skema investasi Bitconnect.


Meskipun peringatan ini sudah diketahui orang banyak, Bitconnect terus menjaring investo dengan mengandalkan strategi pemasaran yang agresif di semua lini. Cara kerja mereka adalah dengan merekrut marketer yang mampu mendapatkan investor baru melalui program afiliasi. Investor baru ini akan mengajak kenalannnya untuk ikut berinvestasi, dan seterusnya dan seterusnya. Di dunia nyata, kita menyebutnya sebagai skema piramida, atau MLM (Multi Level Marketing).

Dengan tujuan menggaet calon investor Bitconnect, sangat banyak marketer yang dilibatkan dan mereka memakai cara yang sangat cerdik untuk menipu. Taktik yang digunakan oleh para promotor di berbagai saluran dan platform media sosial ini adalah dengan menampilkan screenshot "keuntungan" dari program investasi Bitconnect yang menggiurkan. Padahal, sebagian besar keuntungan mereka berasal dari afiliasi dan bukan investasi itu sendiri.

Bitconnect memang mampu berkembang dengan gaya promosi yang menipu, terbukti banyak investor yang terjebak dan menyerahkan uang mereka. Tetapi, kebobrokan metode ini mulai terbongkar ketika platform mengalami masalah hukum pertama mereka.

 

2. Jangan Anggap Remeh Berita Penutupan Perusahaan Kripto

Selama masa kejayaannya, Bitconnect mampu mencapai lebih dari 2.6 miliar USD dalam hal kapitalisasi pasar. Nilai koinnya (BCC atau Bitconnect Coin) bahkan mampu melebihi 400 USD. Sebagai salah satu dari 20 kripto terbesar, token BCC dari BitConnect akhirnya menarik perhatian pihak berwenang. Menyusul investigasi pada bulan November, Registrar of Companies di Inggris mengultimatum Bitconnect dengan pemberitahuan penghentian paksa.

Dalam kurun waktu satu minggu, penghentian paksa Bitconnect menjadi sorotan. Banyak media melaporkan tentang kasus penipuan Bitcoinnect ini, sehingga ribuan investor yang ketakutan pun mulai berspekulasi tentang keamanan dana mereka. Salah satu promotor Bitconnect yang paling terkenal adalah TNW, atau lebih dikenal sebagai Ryan Hildreth. Menyusul skandal penutupan Bitcoinnet, ia langsung menghapus video promosi dari saluran YouTube-nya sendiri, karena khawatir dianggap sebagai salah satu penipu tersebut.

Meskipun begitu, masih banyak promotor yang terus mempromosikan Bitconnect tanpa mempedulikan ancaman hukum. Mereka justru menyatakan bahwa pemberitahuan penutupan paksa hanya mempengaruhi divisi perusahaan tertentu saja (Bitconnect Ltd.), sehingga tidak akan berdampak pada perusahaan utamanya (Bitconnect International PLC).

Saat itu, sebagian besar investor masih percaya dengan alasan yang diberikan promotor Bitconnect. Tidak satu pun dari sinyal peringatan yang mampu menanamkan rasa ragu di benak mereka. Bitconnect pun tanpa lelah bekerja untuk meningkatkan reputasinya di seluruh dunia untuk mengalihkan perhatian publik dari masalah sebenarnya. Tidak hanya itu, Bitconnect juga menandatangani kemitraan dengan Blockchain Expo di California. Perusahaan tersebut bahkan turut menghadiri ICO EVENT di Amsterdam sebagai sponsor, juga menggelar pesta promosi yang cukup mewah di Thailand.

ICO menjadi sarana penipuan Bitconnect

(baca juga: Kontroversi Mengenai ICO)

 

Pencitraan itu tidak berlangsung lama. Pada Januari 2018, Bitconnect 'ditampar' dengan surat penghentian paksa dari Texas Securities Board, yang memerintahkan perusahaan untuk menutup operasinya dan menghentikan distribusi BCC. Lembaga itu mengajukan syarat bagi Bitcoinnect untuk membuat perjanjian dengan Komisaris Sekuritas.

Seminggu setelah kedatangan surat dari dewan Texas Securities, satu lagi surat penghentian datang dari Divisi North Carolina Securities. Surat itu menegaskan bahwa Bitconnect menjalankan operasi yang berpotensi penipuan, yang melibatkan perusahaan dalam serangkaian pelanggaran. Menariknya, pemberitahuan dari North Carolina juga menyatakan bahwa promotor Bitconnect yang telah mengumpulkan keuntungan ribuan Dolar juga melanggar hukum.

Tak lama setelah berita ini tersebar, para promotor yang tadinya setia mulai menjauhkan diri dari Bitconnect. Mereka mengklaim tidak pernah ikut serta sejak awal. Beberapa dari mereka memilih untuk membersihkan seluruh saluran YouTube mereka, sementara yang lain hanya pindah ke promosi mata uang kripto lainnya.

 

3. Konten Unggulan Bukan Jaminan Keamanan

Diduga sebagai strategi untuk meningkatkan performa situsnya, Bitconnect juga meluncurkan segmen berita sendiri. Output kontennya dianggap cukup stabil dan berkualitas bagi Google untuk membuatnya sebagai sumber berita "sah". Konten Bitcoinnect pun sukses tampil di Channel berita Google dan media kredibel lainnya. Saat itu, Bitconnect memiliki aliran konten yang teratur. Siapapun yang mencari kata "bit" di Google pasti akan bertemu dengan berita yang dihasilkan oleh Bitconnect.

Faktanya, Google hanyalah 'mesin' yang menyeleksi konten-konten berita maupun artikel berdasarkan algoritma tertentu. Jadi kecurigaan terhadap Bitconnect tentu tidak menjadi bahan pertimbangan Google dalam memilih konten unggulan. Selama halaman Bitconnect masih banyak dikunjungi dan dipromosikan dengan agresif, maka ia akan mendapat tempat utama di hasil pencarian.

Oleh karena itu, Anda perlu lebih teliti dalam mencari sumber berita maupun artikel di internet. Jangan mudah percaya dengan konten-konten kripto yang diunggulkan Google, karena bursa seperti Bitconnect pun masih bisa mendapatkan tempat yang baik di hasil pencarian.

 

Hati-Hati, Bitconnect Belum Sepenuhnya Ditutup

Meski sudah berkali-kali mendapat teguran dan ditutup paksa oleh pihak berwenang, Bitconnect belum sepenuhnya berhenti beroperasi; entah karena ia memiliki banyak anak perusahaan atau begitu lihai menyamarkan aktivitas penipuannya. Bahkan sampai artikel ini ditulis, situs Bitconnect masih bisa dibuka, begitu pula dengan promosi BCC yang mereka tawarkan.

Mereka beralasan bahwa penutupan kantor di beberapa negara bukan karena ketahuan melakukan praktek curang, tapi lebih disebabkan oleh faktor teknis seperti downtime server dan serangan DDoS.

Berikut ini bunyi pengumuman resmi dari Bitconnect:


"Kami akan segera menghentikan aktivitas dalam program peminjaman (investasi) dan membebaskan semua pinjaman (investor). Dengan pembebasan seluruh pinjaman Anda, kami mentransfer semua saldo di Dompet pinjaman ke saldo dompet BitConnect Anda. Singkatnya, kami menutup layanan peminjaman dan layanan pertukaran. Situs BitConnect.co masih akan beroperasi sebagai penyedia layanan dompet, berita, dan edukasi kripto."

Segera setelah pengumuman yang tidak menyenangkan itu mulai menyebar di internet, para investor yang panik berbondong-bondong melayangkan komentar ke sub-reddit Bitconnect (yang sejak itu terkunci). Koin BCC, runtuh hampir dalam sekejap ke bawah 30 USD, atau mengalami penurunan nilai sebesar 96 persen.


Situs Bitconnect yang masih aktif menandakan jika perusahaan tersebut bisa menawarkan layanan-layanannya pada pengunjung yang membuka lamannya. Mengingat histori Bitconnect yang penuh dengan catatan kelam, ada baiknya Anda menjauhi segala iklan dan penawaran produk dari bursa ini. Jika mencari Wallet atau perlu melakukan transaksi, masih banyak Dompet Bitcoin maupun bursa kripto lain yang lebih kredibel dan bisa diandalkan.


Kasus penipuan Bitconnect ini merupakan salah satu skandal besar karena melibatkan ribuan investor dari berbagai negara. Selain kasus penipuan Bitconnect, masih ada juga beberapa kasus penipuan mata uang kripto lain yang tak kalah fenomenal.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.