3 Pelanggaran Aturan Broker Forex yang Sering Dilakukan Trader

288070

Ada beberapa pelanggaran aturan broker forex yang kerap dituduhkan atas trader. Jika mengetahui pokok-pokoknya, niscaya Anda dapat menghindarinya.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Trader yang sudah lama malang-melintang di belantara forex hampir pasti pernah menerima email teguran atau peringatan dari broker. Isinya berkisar mulai dari "gagal withdraw karena dana tidak mencukupi" hingga "Anda diduga melakukan pelanggaran xxx sehingga keuntungan dibatalkan", dan masih banyak lagi. Teguran dan peringatan seperti itu berhubungan dengan berbagai pelanggaran aturan broker forex yang sering dilakukan trader tanpa sengaja, karena memang tidak tahu atau mengira kalau broker memperbolehkannya.

Pelanggaran semacam itu dapat mengakibatkan trader mengalami kerugian yang cukup besar. Padahal, jika mengenalinya sejak awal, maka trader bisa menghindari dengan mudah. Nah, untuk membantu Anda mengenali "ranjau" semacam ini, simaklah tiga jenis pelanggaran aturan broker forex yang sering dilakukan trader berikut ini.

 

1. Tarik Dana (Withdrawal) Saat Ada Posisi Floating

Pada dasarnya, trader bisa menarik dana dari broker kapan saja. Namun, jika Anda melakukannya saat masih ada posisi yang belum close, alias masih floating, maka upaya menarik dana bisa gagal. Mengapa? Karena fluktuasi harga di pasar bisa berpengaruh negatif hingga balance Anda tak mencukupi jumlah withdrawal. Selain itu, banyak broker melarang penarikan dana saat ada posisi floating karena available margin (free margin) bisa anjlok mendadak setelah withdrawal, hingga mengakibatkan Anda rentan kena margin call (MC).

Oleh karena itu, pastikan bahwa Anda menarik dana dari akun hanya setelah semua posisi di-close. Saat mengisi formulir penarikan dana, pastikan juga bahwa setiap kolom sudah diisi sebagaimana mestinya, tanpa kekeliruan seperti salah ketik yang bisa berakibat fatal.

3 Pelanggaran Aturan Broker - Withdrawal

(Baca juga: Kenapa Saya Gagal Withdraw di Broker Forex?)

 

2. Trading Forex dengan IP Berubah-ubah

IP (Internet Protocol) adalah "alamat" bagi komputer atau gadget Anda yang memberi tahu internet kemana mereka bisa mengirim email atau data lainnya. Alamat IP bagi komputer atau gadget Anda bisa tetap, juga bisa berubah-ubah. Konon ada upaya yang bisa dilakukan agar IP tak berganti-ganti, tetapi umumnya IP yang kita gunakan dapat berubah meski kita menggunakan satu ISP yang sama.

IP tetap atau berubah-ubah semestinya tidak menjadi masalah besar. Namun, ada beberapa trader mendapatkan teguran karena dituduh IP berubah-ubah, kemudian uang dalam akun tak bisa di-withdraw. Jadi, apakah trading forex harus dengan satu IP yang sama saja, atau boleh berubah-ubah?

Lazimnya broker forex memperbolehkan trading forex dengan IP berubah-ubah. Namun, ada situasi tertentu yang mungkin membuat mereka melarangnya, misalnya saat kontes trading forex atau promosi akun berbonus besar. Dalam kasus-kasus seperti itu, trader yang ingin berpartisipasi dalam kontes trading atau mendapatkan akun berbonus besar, seringkali dilarang menggunakan IP yang berubah-ubah.

Untuk menanggulangi masalah ini, sebaiknya Anda mencermati syarat dan ketentuan kontes atau bonus yang ingin diikuti. Konfirmasi langsung dengan kontak layanan pelanggan broker apabila masih belum jelas. Pelanggaran aturan broker forex yang satu ini bisa dihindari dengan mudah jika Anda mencermati Terms and Condition saat pendaftaran awal.

3 Pelanggaran Aturan Broker Forex - IP

(Baca juga: Apakah Broker Mengizinkan Trading Forex dengan VPN?)

 

3. Arbitrase...atau Dituduh Melakukan Arbitrase

Arbitrase merupakan suatu teknik trading yang kontroversial, memanfaatkan selisih kuotasi harga dari dua atau lebih broker forex. Teknik ini berpotensi merugikan broker, sehingga mayoritas broker melarang arbitrase meskipun memperbolehkan segala jenis teknik trading lainnya. Namun, seringkali terjadi pula suatu broker menuduh trader melakukan arbitrase, padahal sang trader tak melakukan hal itu. Apa pasal?

Dalam hal ini, ada satu hal yang perlu diperhatikan oleh trader: broker tidak akan tahu apakah Anda melakukan arbitrase atau tidak, kecuali jika beberapa broker Anda punya penyedia likuiditas yang sama, atau Anda menggunakan tools terlarang yang dapat dideteksi oleh pihak broker. Karenanya, kebanyakan tuduhan arbitrase yang dijatuhkan terhadap trader itu justru tak berbukti dan tak beralasan. Tak usah berpikir panjang-panjang, karena boleh jadi kesalahannya bukan terletak pada Anda sebagai trader.

Bahkan, jika menerima surat dari broker yang muatannya menuduh Anda melakukan arbitrase (padahal Anda sama sekali tak melakukan hal itu) sehingga mereka memangkas profit Anda secara sepihak, maka Anda bisa menganggap bahwa broker bertindak curang. Dalam insiden semacam itu, Anda mungkin tidak akan bisa mendapatkan kembali uang Anda yang 'digunting' broker. Namun, Anda tentunya bisa pindah ke broker forex lain yang lebih bonafid.

Aisha telah melanglang buana di dunia perbrokeran selama nyaris 10 tahun sebagai Copywriter. Saat ini aktif sebagai trader sekaligus penulis paruh waktu di Seputarforex, secara khusus membahas topik-topik seputar broker dan layanan trading terkini.