4 Ketakutan Trader Yang Merugikan Menurut Mark Douglas

Tahukah Anda? Faktor emosi dalam trading bisa menyebabkan kerugian. Ketahui 4 ketakutan trader menurut Mark Douglas berikut cara mengatasinya di artikel ini.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dalam trading, adanya faktor emosi tak melulu mengakibatkan kerugian bagi trader. Sebaliknya, faktor emosi bisa turut berperan dalam menentukan keberhasilan, asal digunakan sesuai dengan porsinya. Oleh karena itu, tak jarang kita mendengar bahwa faktor keberhasilan yang konsisten dalam trading adalah dengan melibatkan tiga hal yang disebut 3M; Mind, Money dan Method. Seberapa pentingkah 3M ini untuk trading?

Untuk menjadi seorang trader dengan konsistensi profit yang baik, maka sebaiknya Mind, Money dan Method ini dikombinasikan secara bersama-sama. Mind menggambarkan kondisi mental yang seringkali mempengaruhi atau bahkan mendominasi pikiran trader, sementara Money dan Method lebih berhubungan pada kondisi keuangan dan strategi trading yang hendak digunakan. Dari sini dapat dilihat bahwa Mind memiliki pengaruh paling besar dalam menentukan tingkat keberhasilan trading.

4 Ketakutan Trader Menurut Mark Douglas

Mengutip nasihat seorang trader senior sekaligus psikolog trading, Mark Douglas, dalam bukunya "Trading in The Zone", ada 4 ketakutan trader yang sangat merugikan jika tak segera diatasi. Apa sajakah itu?

 

1. Takut Salah

Poin pertama ini biasanya menjadi titik ketakutan trader karena ia tidak percaya dengan strategi yang digunakan. Biasanya, hal ini diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai strategi itu sendiri. Apabila ia mendengar ada trader yang sukses menjalankan sebuah strategi tertentu, maka ia akan segera menyelidiki penggunaan strategi tersebut. Padahal, strategi yang digunakan oleh satu trader dengan trader lainnya mungkin beragam, dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda pula. Jadi apabila mental trading Anda suka ikut-ikutan saja, maka jangan mengharapkan keberhasilan yang konsisten.

Hari ini Anda mendengar trader A menggunakan strategi A. Anda lantas mengikuti strateginya. Sebulan kemudian, Anda mendengar trader B berhasil profit menggunakan strategi B, beralihlah pula Anda mengikuti strategi B. Lambat laun, penggunaan strategi yang bermacam-macam dan tanpa pandangan yang jelas ini, bisa menuntun Anda ke "jalan buntu". Hingga akhirnya Anda pun mengikuti berbagai seminar, membeli banyak buku, tapi tidak dipelajari secara mendalam. Di akhir perjalanan, Anda pun merasa kapok dan akhirnya menyerah sama sekali terhadap market.

Biasanya, sifat semacam ini dimiliki oleh trader yang konservatif juga perfeksionis. Ia menuntut sebuah strategi yang sempurna, tapi tak ingin Cut Loss sama sekali. Bukannya berfokus untuk menghasilkan uang, trader semacam ini lebih ingin menjadi benar. Akibatnya, ia susah percaya terhadap strategi yang diterapkan, bahkan pada kemampuannya sendiri sekalipun.

kesulitan trader memahami strategi

 

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Nasihat trader senior untuk mengatasi mental block semacam ini adalah dengan mengetahui betul peluang maupun risiko yang mungkin diterima selama trading. Dengan menyadari bahwa tidak ada satupun strategi trading yang benar-benar akurat, maka sikap perfeksionis dapat dihindari. Memiliki sikap tegas diperlukan untuk menghadapi market yang seringkali sulit diprediksi. Yang mesti diutamakan dan patut dijadikan cambuk selama trading yaitu berusahalah mewujudkan sebuah "Happy Ending"; tiap akhir bulan atau akhir periode tertentu, modal makin berkembang. Percayalah pada strategi dan diri Anda sendiri, agar bisa fokus sepenuhnya pada proses eksekusi.

 

2. Takut Ketinggalan Momen

Ketakutan trader berikutnya adalah ketinggalan momen. Trader semacam ini biasanya selalu terburu-buru dalam trading, karena khawatir ketinggalan momen. Saat sebuah tren pair tertentu baru naik, saat itu pula trader mulai open posisi. Namun seringkali, alih-alih tren itu berlanjut, harga justru berbalik arah (Reversal) dan malah menyebabkan kerugian.

Sikap yang terlalu terburu-buru dalam trading ini disebabkan trader kurang percaya atas analisa yang dibuatnya, sehingga timbul keragu-raguan saat hendak mengambil keputusan. Ketika pair yang dianalisa bergerak sesuai prediksi, maka ia segera memasang order, tak peduli apakah sinyal tradingnya sudah terkonfirmasi atau belum.

Satu hal yang perlu diketahui dalam market adalah: momen akan selalu datang. Apabila Anda ingin mengantisipasi momen tertentu dan merasa takut tertinggal, maka saran trader senior adalah tinggalkan saja. Trading terbaik bagi beberapa orang adalah saat tidak ada news (berita berdampak), sehingga market akan lebih mudah diprediksi. Jika Anda trading saat ada rilis berita berdampak besar pada market forex (misalnya Non Farm Payroll AS), maka pergerakan pair seringkali tidak dapat diprediksi.

ketakutan trader akan ketinggalan moment

(Baca Juga: Tips Trading Saat NFP Ala Cory Mitchell)

Sekali saja Anda salah entry posisi, maka keuntungan yang sempat diprediksikan bisa saja berubah jadi kerugian berlipat-lipat. Untuk itu, percayalah bahwa akan selalu ada momen-momen lain selama trading, karena tidak ada istilah "Tidak Ada Kesempatan Kedua" dalam pasar forex.

 

Apa Yang Harus Dilakukan?

Guna mengatasi ketakutan trader akan ketinggalan momen ini, sebaiknya ia ditemani seorang mentor. Selain itu, bergabung dalam sebuah forum dapat membantunya untuk lebih berkonsultasi atau bahkan mencurahkan isi hati. Karena dalam pengelolaan emosi, sesi diskusi mengenai kegalauan saat trading dibutuhkan untuk proses "pendewasaan".

diskusi dalam forum trading

Di samping bergabung dalam forum diskusi atau komunitas trading, trader yang sering merasa ketinggalan momen juga disarankan melakukan trading di akun demo sedikitnya 100 kali. Tentunya dalam setiap demo, ia harus menggunakan strategi yang sama, serta melalui bimbingan beberapa trader ahli. Dengan demikian, hasil analisa akan semakin teruji, sehingga tak ada lagi alasan untuk tak percaya akan analisa yang dibuatnya sendiri.

 

3. Takut Loss

Poin ketiga yang menjadi ketakutan trader adalah takut Loss atau sedikit-sedikit Cut Loss (CL), karena sebelumnya ia sering mengalami Loss besar di market. Memang tidak ada satupun trader yang suka kerugian, tapi kenyataannya, banyak trader yang akhirnya "kalah" dan melakukan Cut Loss, bahkan trader profesional sekalipun.

Bedanya, para trader profesional lebih sedikit unggul dari sisi finansial maupun psikologis, sehingga mereka hanya akan Cut Loss ketika harga sudah benar-benar tak akan berbalik mendukung posisi mereka. Sementara itu, trader yang sering Cut Loss karena rasa takut seringkali khawatir tanpa alasan, sehingga mereka sering menutup posisi Loss ketika harga sebenarnya masih berpeluang untuk berbalik lagi.

strategi cut loss

 

Lalu, Seperti Apa Solusinya?

Cara menghadapi market yang tanpa ampun adalah dengan strategi dan mental yang tanpa belas kasih pula. Saat market mulai menunjukkan tanda-tanda berbalik arah, maka kesampingkan semua emosi dan tetaplah berpegang pada rencana trading. Jika entry Anda memang terkonfirmasi salah, maka jangan ragu untuk menutup posisi saat itu juga. Namun bila sinyal masih mendukung posisi Anda, maka jangan keburu Cut Loss meski posisi Anda sedang floating.

Satu hal yang perlu digarisbawahi sehubungan dengan pembalikan arah tren ialah pentingnya konfirmator Reversal itu sendiri. Jika pembalikan arah sudah benar-benar terkonfirmasi, saat itulah baru Anda bisa mengakhiri posisi.

 

4. Takut Profit

Lho, bukannya semua trader senang dengan profit ya?

Memang betul demikian, tetapi tidak dengan trader yang takut profit ini. Trader seperti ini khawatir jika hampir semua posisi yang ia entry menunjukkan floating profit, tetapi kemudian berubah menjadi floating loss. Akibatnya, semua posisi yang "sebenarnya" bisa memberikan profit besar segera ia tutup walaupun perolehan profitnya baru sedikit. Prinsip trader jenis ini adalah "Biarlah profit sedikit, yang penting rutin".

Prinsip profit sedikit asal rutin

Dari ilustrasi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ketakutan trader poin terakhir ini berkaitan dengan floating profit. Ia khawatir jika profitnya berubah menjadi Loss, sehingga akan buru-buru menutup posisi (profit-taking). Trading dengan prinsip "Yang Penting Profit" ini seringkali menguras tenaga. Pepatah "biarkan keuntungan Anda berjalan dan kurangi kerugian Anda" tidak berlaku bagi trader ini. Anehnya, trader ini cenderung membiarkan Loss parah, tetapi saat sedang floating profit, posisi langsung ditutup sesegera mungkin.

 

Agar Tidak Parno, Gunakan Bantuan

Mengambil keuntungan kecil dengan banyak lot atau bahkan banyak posisi tidaklah salah. Kita semua memahami betul bahwa setiap orang memiliki pilihan masing-masing. Yang jadi soal dan salah adalah Anda tak kunjung menutup posisi, saat harga sudah menunjukkan floating Loss yang teramat dalam.

Perlu diketahui bahwa tidak ada yang sempurna dalam market forex. Tren tidak akan sempurna lurus naik ke atas atau lurus langsung menghujam ke bawah. Pembalikan arah akan selalu terjadi, dan disitulah antisipasi dari seorang trader diperlukan. Perhitungan yang cermat disertai dengan kehati-hatian serta disiplin diri, bisa menjadi langkah awal untuk mengantisipasi Reversal. Oleh karena itu, pemasangan level Stop Loss dan Take Profit sebaiknya disesuaikan dengan sinyal atau menggunakan level Fibonacci jika diperlukan.

menggunakan level Fibonacci

(Baca Juga: Strategi Trading Praktis Menggunakan Pola Fibonacci)

 

Trading tidak seharusnya emosional, karena market tidak akan mendengar keluh kesah Anda. Dengan mengikuti strategi trading yang tepat, Anda bisa menghindari jebakan-jebakan pasar. Percayalah, strategi yang telah dibuat dapat menjadi aba-aba kapan harus masuk dan keluar pasar. Jadi, ketakutan-ketakutan trader di atas tidak akan lagi datang menghantui aktivitas trading Anda. Semoga membantu!

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'