Advertisement

iklan

4 Perbedaan Trading Saham Biasa Dan Saham CFD

287719

Ada trading saham biasa, ada trading saham CFD. Sepintas sama-sama trading saham, tetapi sebenarnya ada konsekuensi berbeda yang harus dihadapi trader.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Ada berbagai cara untuk memperdagangkan saham perusahaan-perusahaan terkemuka dunia. Bisa dengan trading saham biasa, maupun trading saham CFD (Contract for Difference). Jumlah broker internasional yang menawarkan kedua fitur ini secara berdampingan semakin bertambah, tetapi banyak trader masih belum memahami: apa bedanya trading saham biasa dengan trading saham CFD?

Pada dasarnya, saham merepresentasikan kepemilikan Anda atas suatu perusahaan. Umpamanya Anda telah membeli saham Microsoft, maka itu berarti Anda punya kepemilikan tertentu dalam perusahaan Microsoft. Sebagai salah satu "pemilik Microsoft", tentunya Anda punya bukti kepemilikan secara tertulis serta berhak mendapatkan bagian dari keuntungan Microsoft dalam besaran yang proporsional dengan persentase kepemilikan Anda.

Di sisi lain, CFD (Contract for Difference) merepresentasikan peluang bagi trader untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga saham, tanpa benar-benar memiliki saham tersebut. Dengan kata lain, jika Anda melakukan buy saham Microsoft dalam perdagangan saham CFD, maka Anda tak punya kepemilikan apapun atas perusahaan Microsoft. Perbedaan ini membawa konsekuensi panjang bagi trader. Berikut rincian selengkapnya.

Perbedaan Trading Saham Biasa Dan Saham CFD

 

1. Tak Ada DoM Dalam Trading Saham CFD

Saat trading saham biasa, trader bisa melihat berapa banyak harga dan volume pada sisi buy maupun sell atas suatu saham dalam sebuah tabel (Depth of Market/DoM). Namun, trader saham CFD tak bisa menyaksikannya, karena mereka tak benar-benar melakukan pembelian maupun penjualan atas saham fisik.

Perbedaan tersebut membawa konsekuensi positif dan negatifnya masing-masing. Dalam transaksi saham biasa, setiap order harus antri terlebih dahulu sesuai dengan urutan buy dan sell yang muncul di bursa. Sedangkan order saham CFD akan langsung tereksekusi tanpa antri sama sekali.

 

2. Trader Saham CFD Tak Bisa Mendapatkan Dividen

Ada dua jenis keuntungan dalam trading saham biasa, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain diperoleh dari selisih antara harga jual dan harga beli saham, sedangkan dividen merupakan pembagian laba perusahaan secara berkala (biasanya setahun sekali) yang proporsional dengan kepemilikan saham perusahaan tersebut. Oleh karena itu, saham dapat dijadikan wahana trading (jangka pendek) maupun investasi (jangka menengah-panjang).

Trading saham CFD hanya menargetkan cuan dari selisih harga jual dan harga beli saham saja. Mereka tak benar-benar memiliki saham perusahaan yang dibelinya, sehingga tak berhak mendapatkan dividen. Karenanya, saham CFD bukan merupakan aset investasi yang bagus untuk jangka panjang, dan lebih cocok untuk trading jangka pendek saja.

 

3. Modal Untuk Trading Saham CFD Lebih Rendah

Saham CFD merupakan salah satu produk keuangan ter-leverage yang disediakan oleh broker CFD, bukan broker saham. Karena ditunjang oleh fasilitas leverage yang cukup besar, maka trader hanya perlu menyediakan dana dalam jumlah kecil saja untuk trading saham CFD, ketimbang trading saham biasa.

Contohnya, jika Anda ingin membeli 100 lembar saham Microsoft yang harganya USD112.83, maka Anda perlu menyediakan uang sebesar USD11,283 plus fee broker saham. Broker saham juga bisa menyediakan leverage, tetapi besarnya hanya sekitar 1:2 hingga 1:3 saja, sehingga Anda tetap harus menyiapkan uang lebih dari USD5,000

Berbeda halnya jika Anda hanya ingin trading saham Microsoft melalui broker CFD. Broker CFD mampu menyediakan leverage hingga 1:25, 1:50, atau bahkan 1:100. Artinya, untuk membeli 100 lembar saham Microsoft tadi, Anda hanya membutuhkan dana sekitar USD1,128 atau lebih rendah.

 

4. Trading Saham CFD Dikenakan Spread

Dalam trading saham biasa, trader hanya perlu membayar fee dalam persentase tertentu yang sifatnya fixed kepada broker. Harga saham yang berlaku saat pembelian maupun penjualan, merupakan harga pasar. Namun, dalam trading saham CFD, pembelian dan penjualan akan dikenakan pula spread dalam jumlah tertentu. Artinya, trader perlu membayar fee broker plus spread saat trading saham CFD.

Untungnya, broker saham CFD biasanya mengenakan fee lebih rendah ketimbang broker saham biasa. Oleh karena itu, biaya trading saham CFD bisa jadi tetap lebih murah daripada biaya trading saham biasa. Meski demikian, trader perlu memerhatikan bahwa spread kemungkinan akan memengaruhi level Entry, Stop Loss, dan Take Profit dalam trading saham CFD.

 

Simpulan

Demikianlah, sejumlah perbedaan mendasar antara trading saham biasa dan trading saham CFD. Secara umum, uraian dapat dirangkum sebagaimana tampak dalam tabel ini:

Hal Trading Saham Biasa Trading Saham CFD
Kepemilikan Fisik Ya Tidak
Depth of Market Ya Tidak
Eksekusi Order Antri Langsung Tereksekusi
Dividen Ya Tidak 
Modal Awal Lebih Banyak Lebih Sedikit
Leverage Hanya antara 1:1-1:3 Hingga 1:50 atau lebih 
Biaya Trading Fee Broker Fee Broker + Spread 

Di luar perbedaan-perbedaan tersebut, terdapat pula sejumlah persamaan antara trading saham biasa dan saham CFD. Saat ini, keduanya sama-sama dapat ditransaksikan secara elektronik melalui laptop/PC maupun ponsel. Proyeksi pergerakan harga saham juga sama-sama bisa dianalisis dari perspektif teknikal maupun fundamental.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.