iklan

5 Cara Menemukan Gaya Trading Forex Sesuai Kepribadian

Penulis

Ingin mendapatkan profit trading konsisten? Cara mudahnya adalah dengan menemukan gaya trading forex sesuai kepribadian. Bagaimana detailnya?

iklan

iklan

Sukses dalam trading forex akan sangat mudah diraih bila trader menemukan gaya tradingnya sendiri. Tahukah Anda? Sebenarnya trading forex erat hubungannya dengan kepribadian trader, sehingga tak mengherankan bila trader memiliki gaya trading forex yang berbeda-beda satu sama lain, mulai dari cara analisa, pemilihan indikator, hingga eksekusi di pasar.

Sayangnya, banyak trader forex cenderung mengabaikan poin penting ini. Para pemula khususnya, kerap kali 'ikut-ikutan' gaya trader lain hingga menjadi ketergantungan dan tidak bisa mandiri. Padahal, jika trader sudah memilki style atau gaya trading forex sendiri, ia akan jauh lebih mudah membuat skenario trading, membaca sinyal entry, dan manfaat paling menguntungkan adalah bisa meraih profit trading secara konsisten.

gaya trading forex

Dalam proses mencari gaya trading sesuai kepribadian, trader biasanya akan menemui banyak lika-liku. Banyak trader yang menyerah pada tahap ini, hingga akhirnya berhenti membangun karakter trading sendiri dan mereka kembali 'ikut-ikutan' gaya trader lain. Lantas, bagaimana cara mudah menemukan gaya trading paling ideal?

 

1. Frekuensi Dan Time Frame Trading Paling Ideal

Hal pertama yang perlu dicari tahu adalah time frame ideal untuk dijalankan sesuai aktivitas sehari-hari. Ada banyak jenis strategi trading yang bisa dicoba trader, tapi setiap strategi strading memiliki set up masing-masing, mulai dari indikator, time frame, durasi trading, hingga target profit yang berbeda-beda. Dilihat dari time frame yang digunakan, sistem trading forex secara garis besar dikategorikan menjadi 4 macam:

  • Scalping
  • Day Trading
  • Swing Trading
  • Long-Term Trading

Nah, untuk mengetahui time frame trading paling cocok, tentu trader harus mencoba strategi trading di atas satu persatu, kemudian silhkan bandingkan satu sama lain. Perlu diingat, pada tahap ini yang dicari adalah time frame ideal, bukan banyak profit yang dihasilkan. Tujuan pada tahap ini adalah adalah mencari durasi dan frekuensi trading paling ideal dan tidak bertabrakan dengan aktivitas-aktivitas lain. Semakin minim gangguan dari aktivitas lain akan lebih bagus, sehingga memungkinkan trader bisa lebih fokus untuk trading.

 

2. Basis Analisa Yang Paling Dikuasai

Dalam trading forex, hampir semua trader sudah mengetahui bahwa ada beberapa jenis analisa dalam pasar forex, yaitu fundamental, teknikal, dan setimen pasar. Nah, cara paling mudah menentukan gaya trading sesuai kepribadian masing-masing adalah dengan mengetahui basis analisa trading yang paling dikuasai.

Faktanya, setiap trader pasti memiliki kecenderungan terhadap salah satu jenis analisa yang dominan digunakan sebelum membuka posisi trading. Antara analisa satu dan lainnya tentu memiliki indikator masing-masing sebagai tolok ukur sinyal trading. Lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini:

  • Analisa fundamental lebih terfokus mengkaji data-data ekonomi seperti tingkat suku bunga suatu bank sentral, Gross Domestic Product (GDP), inflasi, iklim bisnis manufaktur, dan lain-lain yang merangkum aktivitas ekonomi dalam suatu negara. Apakah rilis suatu data fundamental bagus atau mengecewakan biasanya berpengaruh terhadap mata uang negara terkait.

  • Analisa teknikal lebih memperhatikan bentuk-bentuk atau pola pergerakan harga pada chart untuk menentukan probabilitas entry dan exit yang paling menguntungkan. Karena efektivitas dalam penerapannya, jenis analisa teknikal hampir selalu digunakan oleh trader forex di seluruh dunia.

  • Analisa sentimen pasar fokus pada probabilitas arah pergerakan pasar forex yang dianalisa dari kecenderungan mayoritas trader dalam membuka posisi pada pair tertentu. Sentimen pelaku pasar bisa dilihat dengan indikator tertentu, misalnya Indeks Sentimen Spekulatif Pasar (Rasio Jual/Beli) yang kadang-kadang disediakan oleh broker tertentu.

Terlepas dari 3 jenis analisa di atas, tak menutup kemungkinan trader menggunakan analisa lain sebelum akhirnya mantap membuka posisi. Tujuannya adalah untuk mendapatkan konfirmasi sinyal yang lebih valid. Nah, manakah yang paling cocok dengan Anda?

 

3. Toleransi Risiko Trading Yang Bisa Diterima

Langkah berikutnya dalam mengenali gaya trading forex sesuai kepribadian adalah mengetahui toleransi risiko yang paling sesuai dengan diri Anda. Pada dasarnya, mengenali risiko trading tak kalah pentingnya dengan menentukan target profit trading. Namun, masalah ini kerap kali dialami trader pemula yang biasanya belum bisa menentukan berapa toleransi paling ideal saat trading.

toleransi-risiko-trading-forex(Baca juga: 4 Cara Menentukan Batas Toleransi Risiko Anda)

Di media-media mainstream ataupun forum-forum online, banyak trader profesional yang memberikan tips menentukan toleransi risiko ini, ada yang menyarankan 1% hingga 2% saja, tetapi ada pula yang secara khusus menyarankan risiko 5% bahkan lebih untuk setiap trade, terutama bila profil risiko trader memang cenderung agresif.

Besarnya toleransi setiap trader bisa berbeda-beda. Toleransi risiko trading paling ideal adalah yang selaras dengan tujuan, besar modal, serta kondisi atau kenyamanan Anda sebagai trader.

 

4. Melihat Riwayat Dari Jurnal Trading

Sangat penting bagi trader forex untuk mendokumentasikan kesuksesan dan kegagalannya. Meskipun saat ini trader masih meraba-raba strategi trading dengan akun demo, tapi mencari persentase profit dan loss sangat diperlukan. Untuk bisa melakukan hal tersebut, trader bisa membuat jurnal trading yang di dalamnya meliputi strategi trading, level Entry, Exit, level Stop Loss, Target Profit, Lot, jumlah profit, loss, dll.

Pada dasarnya, jika trader bisa meraih profit secara konsisten atau persentase profit lebih besar dibanding loss dalam kurun waktu tertentu dengan suatu gaya trading forex, maka sudah pasti ada kecocokan. Sehingga dapat disimpulkan dari data tersebut, gaya trading yang banyak menghasilkan profit adalah yang paling ideal untuk Anda. Jika sudah demikian, maka langkah yang perlu diambil adalah memperdalam ketajaman strategi tersebut dengan diiringi disiplin menerapkan set up trading.

 

5. Menemukan Mentor Trading

Namun tidak semua trader bisa sukses dengan cara otodidak. Terkadang, trader juga menemui jalan buntu yang tidak bisa dipecahkan sendiri. Nah, bagi trader yang memiliki modal lebih, daripada menghabiskan waktu belajar yang tak kunjung berakhir dan frustasi sendiri, mencari mentor trading adalah langkah tepat yang bisa diambil. Anggaplah biaya sewa mentor trading sebagai investasi di masa depan yang nantinya akan terbayarkan. 

menemukan mentor trading

Peran mentor trading ini sangat besar, terutama bila keempat cara di atas belum efektif membantu Anda menemukan gaya trading forex ideal. Dengan pengalaman serta wawasan yang luas seputar trading forex, sang mentor akan memberi masukan dan membantu evaluasi kesalahan-kesalahan Anda saat trading. Sehingga, lambat laun kemampuan trading Anda akan meningkat ke level selanjutnya.

 

Tahukah Anda? Kehadiran mentor trading sebenarnya masih menjadi bahan perdebatan yang cukup menarik di kalangan trader. Pasalnya, tidak semua mentor ternyata bisa mendatangkan manfaat yang diharapkan. Padahal, biaya jasanya tidaklah murah. Untuk mempertimbangkan aspek ini, Anda bisa menyimak bincang-bincang seru seputar mentor trading di artikel Podcast: Belajar Forex, Haruskah Punya Mentor?

292215
Penulis

Alumni Sastra Inggris, telah aktif menjadi content writer di berbagai platform sejak tahun 2012. Seorang Blogger yang menyukai bidang SEO, copywriting, dan sempat aktif sebagai trader kripto. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone