5 Cara Mudah Investasi Saham Untuk Pemula

Investasi saham untuk pemula tidak hanya berhenti pada membuka rekening sekuritas dan melakukan deposit saja, terapkan cara berikut agar investasi saham makin mudah.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Halo sobat trader dan investor di seluruh Indonesia, apa kabar? Pada artikel kali ini, kami ingin membagikan 5 cara mudah investasi saham untuk pemula, terutama untuk sobat yang baru saja mendaftar dan memiliki akun di perusahaan sekuritas. Pasti terlintas di benak sobat, "Bagaimana saya harus memulai untuk berinvestasi saham dan kira-kira saham apa yang cocok untuk saya investasikan?".

Langsung saja, yuk simak cara mudah investasi saham yang kami berikan berikut ini. Dijamin nantinya sobat bisa menentukan langkah sendiri untuk berinvestasi saham setiap bulannya, meskipun sobat adalah seorang pemula.

cara mudah investasi saham pemula

 

Cara Mudah Investasi Saham: Persiapkan Modal Dan Strategi

1. Membuat Anggaran Dana

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat anggaran dana yang akan disisihkan setiap bulan. Besarnya persentase dana tergantung berapa persen yang sanggup kita anggarkan. Katakanlah, kita sanggup menyisihkan 20% dari penghasilan kita untuk membeli saham secara rutin setiap bulan.

Contoh: seorang karyawan memiliki penghasilan bulanan sebesar 1,000,000 rupiah. Dia memutuskan untuk menganggarkan 20% dari penghasilannya tersebut untuk membeli saham pilihannya. Maka diperoleh perhitungan 1,000,000 x 20% = 200,000 rupiah untuk dianggarkan setiap bulan.

Semakin besar pemasukan yang sobat miliki, maka akan semakin besar pula dana yang akan menjadi anggaran untuk membeli saham dan tentunya akan terbuka peluang yang lebih besar untuk memiliki saham-saham lapis 1.

 

2. Belilah Saham-Saham dari Perusahaan yang Anda Kenal

Pepatah mengatakan "jangan membeli kucing dalam karung". Hal ini juga berlaku dalam dunia saham. Jangan membeli saham dari perusahaan yang belum pernah sobat dengar sebelumnya. Ini sangat penting bagi yang ingin berinvestasi. Ingat, kita akan berinvestasi dalam jangka waktu yang panjang dan menjadi salah seorang pemilik perusahaan tersebut. Membeli saham perusahaan, otomatis kita juga adalah pemilik perusahaan.

cara mudah investasi saham pemula

(Baca Juga: Ciri-Ciri Saham Menguntungkan Untuk Jangka Panjang)

 

3. Memilih Saham dengan Kapitalisasi Besar

Cara mudah investasi saham selanjutnya adalah dengan memperhatikan kapitalisasi pasar, karena berhubungan erat dengan likuiditasnya. Kapitalisasi pasar yang besar sangat kita butuhkan, agar pergerakan saham yang kita investasikan benar-benar liquid. Kriteria yang akan kita gunakan adalah: pilih saham yang memiliki kapitalisai pasar lebih dari 20 triliun.

Berikut akan kami contohkan cara melakukan screening saham berdasarkan kapitalisasi pasar. Perhatikan ilustrasi di bawah ini:

cara mudah investasi saham perhatikan market caps


Pada ilustrasi tersebut, kami mencoba menganalisa dengan menggunakan software trading IPOT dari sekuritas Indopremier pada tanggal 16 April 2019. Yang ditandai dengan nomor 1 adalah kapitalisasi pasar. Kolom Market Cap diisi dengan angka >= 20,000 B yang artinya 20 triliun. Setelah dilakukan stock screening, terjaring sebanyak 59 saham yang memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 20 triliun (nomor 2). Ini merupakan petunjuk pertama bahwa saham-saham yang terjaring tersebut merupakan target untuk kita investasikan dalam jangka panjang.

 

4. Manfaatkan Tool Simple Moving Average (SMA)

Moving Average merupakan petunjuk kedua yang dapat kita manfaatkan untuk mengetahui bahwa saham yang akan kita investasikan dalam kondisi uptrend. Pastikan bahwa sobat hanya akan berinvestasi pada saham yang dalam kondisi uptrend minimal 3 tahun terakhir untuk investasi jangka menengah, dan chart dalam kondisi uptrend 5 tahun terakhir untuk pilihan saham yang akan diinvestasikan dalam jangka panjang.

Hindarilah saham yang dalam kondisi downtrend. Untuk Moving Average silahkan menggunakan 2 buah garis Simple Moving Average atau yang biasa disingkat dengan SMA dengan pengaturan garis pertama menggunakan SMA 100, sedangkan garis yang kedua menggunakan SMA 200. Perhatikan ilustrasi berikut ini:

cara mudah investasi saham perhatikan SMA

Pada ilustrasi tersebut menunjukkan chart dari saham FASW dengan time frame weekly dalam kurun waktu lebih kurang 3 tahun terakhir meningkat dari harga terendah 945 rupiah per lembar saham pada awal tahun 2016 dan sempat menyentuh harga tertinggi 8,875 rupiah per lembar saham pada bulan Juli 2018. Artinya terdapat kenaikan sebesar 839.15% dalam kurun waktu 3 tahun.

Kita menggunakan time frame weekly dengan tujuan untuk melakukan investasi jangka panjang. Garis berwarna pink adalah garis SMA 100, sedangkan garis berwarna hijau adalah SMA 200. Jika terdapat beberapa deretan candlestick berada di atas garis SMA 100 dan SMA 200, maka dapat disimpulkan bahwa saham tersebut dalam kondisi uptrend. Begitu pula sebaliknya, jika deretan candlestick berada di bawah garis SMA 100 dan SMA 200 maka saham tersebut dalam kondisi downtrend.

 

5. Menginvestasikan Anggaran Dana Secara Rutin

Tips terakhir yang kami berikan, investasikanlah dana yang sudah sobat anggarkan untuk membeli saham pilihan sesuai dengan langkah nomor 3 dan nomor 4 di atas secara rutin setiap bulan pada tanggal yang sama. Jika sobat mulai membeli saham pada tanggal 6 Januari, maka pada tanggal 6 Februari, 6 Maret dan seterusnya, setorlah anggaran yang sudah sobat siapkan sebelumnya untuk membeli saham yang sama. Lakukanlah hal ini secara berkesinambungan setiap bulan.

Nah itu dia tips yang dapat kami berikan, khususnya bagi sobat yang baru saja mulai mencoba berinvestasi saham. Semoga apa yang kami berikan dapat memberikan manfaat, sukses untuk kita semua.

Kini, sobat telah tahu cara mudah investasi saham untuk pemula yang bisa dipraktikkan. Jika sudah memahami dasar-dasar tersebut dan ingin belajar lebih banyak, baca juga artikel 10 tips cara cepat sukses investasi saham. 

Disclaimer: penyebutan beberapa produk murni untuk tujuan pembelajaran.

Wiraswasta kelahiran Lombok Timur dan seorang Independent Stock Trader di Bursa Efek Indonesia. Awal ketertarikannya di dunia trading dimulai ketika cryptocurrency masih berjaya, tapi sejak terjadi crash di pasar kripto, ia mengubah haluannya menjadi long-term trader di pasar saham. Trading plan yang digunakan mencakup analisis teknikal dan fundamental.