Advertisement

iklan

5 Hal Fatal Dalam Trading

112680

Untuk sukses, trader tak harus mencari sistem trading super ampuh, karena memang sistem semcam itu tidak ada. Cukup dengan mengetahui hal fatal apa yang dilakukan, lalu berusaha memperbaikinya.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Berbagai hasil survey mengungkap bahwa hampir 90% trader mengalami kerugian bahkan banyak yang kehilangan seluruh modalnya. Sisanya 10% yang masih bertahan berusaha keras untuk dapat mencapai level breakeven dan sebagian mereka memang bisa memperoleh profit, dan yang paling penting: secara konsisten. Bagaimana mereka yang sebagian kecil itu bisa memperoleh profit dengan konsisten? Menurut Jeffrey Kennedy, senior instructor dari Elliott Wave International, tidak ada formula khusus atau aturan tertentu yang mesti dituruti, hanya saja para trader harus bisa menghindari 5 hal fatal yang membuat sebagian besar mereka jadi pecundang.

Trader tidak harus mencari sistem trading ‘holy grail’ agar bisa profit dengan konsisten, karena sistem tersebut memang tidak ada. Cukup dengan mengetahui beberapa hal fatal yang mungkin mereka lakukan dan berusaha untuk memperbaikinya, ditambah dengan ide trading yang sesuai dengan karakter dan kepribadiannya, seorang trader bisa mengubah diri dari pecundang menjadi pemenang. Berikut penuturan Jeffrey Kennedy tentang 5 hal fatal dalam trading.

                                                 5 Hal Fatal Dalam Trading (Bagian


Kenapa Trader Bisa Mengalami Kerugian?

Jika Anda telah lama berkecimpung dalam dunia trading, apakah di pasar forex, saham, komoditi atau option, pasti Anda tidak meragukan lagi bahwa seolah-olah ada tangan ‘monster’ yang tidak terlihat dan bisa meraih masuk dalam account trading Anda untuk mengambil keluar dana Anda. Maksud kami bukan tangan dari broker Anda, bukan itu. Kami anggap Anda telah pintar memilih broker yang jujur dan bonafide. Tidak peduli berapa buku tentang trading yang telah Anda baca, atau berapa seminar yang telah Anda ikuti, atau berapa jam dalam sehari Anda menganalisa chart trading, tangan ‘monster’ itu tetap ada, dan Anda tidak bisa mencegahnya untuk berhenti menguras account trading Anda.

Hal itu menimbulkan sebuah pertanyaan: kenapa trader bisa mengalami kerugian? Atau mungkin pertanyaannya: bagaimana Anda bisa menghentikan ulah tangan ‘monster’ tersebut? Tidak peduli Anda trader pemula, trader musiman atau mengaku seorang trader yang profesional, kemampuan Anda untuk menghentikan tangan ‘monster’ tersebut adalah berkaitan langsung dengan bagaimana Anda memahami dan mengatasi ke 5 hal fatal dalam trading. Setiap hal fatal mewakili setiap jari tangan ‘monster’ tersebut yang bisa menyebabkan petaka pada account trading Anda.

 

Hal Fatal 1: Tidak Memiliki Metode Trading

Jika tujuan Anda adalah menghasilkan profit konsisten dalam trading, maka Anda harus menentukan sebuah metode trading terbaik yang telah Anda uji, dan tidak selalu berganti-ganti metode untuk kondisi pasar yang sama. Selain itu Anda harus benar-benar paham dan mengerti detail metode trading yang telah Anda pilih. Apakah metode tersebut sederhana dan ringkas, atau sangat kompleks, yang penting Anda bisa menggunakannya dengan nyaman dan pas. Cara trading yang hanya dengan menebak atau berdasarkan insting tidak akan bisa bertahan lama karena tidak ada dasarnya.

Menentukan arah trend dengan alasan yang berubah-ubah akan mengacaukan konsep dasar trading yang telah Anda miliki. Metode trading, baik yang dasar maupun yang menyangkut management resiko harus Anda miliki dan Anda gunakan. Metode dasar misalnya bagaimana Anda menentukan arah trend, indikator teknikal apa yang Anda gunakan dan kapan Anda harus masuk buy atau sell. Management resiko berhubungan dengan metode Anda dalam menentukan level stop loss dan mengoptimalkan profit Anda (menggunakan teknik trailing stop, averaging, dan sebagainya).

Untuk mengatasi hal fatal yang pertama ini, Anda cukup menuliskan metode apa yang sekiranya cocok dan nyaman Anda gunakan. Jika Anda masih ragu atau belum menemukannya, Anda bisa mulai lagi belajar untuk mencari cara analisa pasar yang sesuai hingga didapatkan sebuah metode trading yang pas dan siap digunakan. Tentukan alat analisa yang Anda gunakan, dan yang penting adalah bagaimana Anda menggunakannya. Apakah Anda menggunakan teori gelombang Elliot, bar chart, indikator stochastic, RSI atau kombinasi beberapa indikator, yang harus Anda perhatikan adalah bagaimana Anda bisa dengan mudah dan cepat menggunakan metode tersebut.

 

Hal Fatal 2: Tidak Disiplin

Jika Anda telah menemukan metode trading yang cocok dan telah sepakat untuk menggunakannya, maka Anda harus benar-benar mengacu hanya pada sistem yang telah Anda buat. Jika Anda tidak disiplin dalam mengikuti metode dan sistem Anda, berarti Anda telah membuat kesalahan fatal. Jika cara analisa chart dan cara setup Anda berbeda dari yang telah Anda lakukan seminggu lalu, maka kemungkinan Anda kurang memahami metode Anda dengan detail atau Anda tidak disiplin mengikuti metode yang telah Anda buat.

Bisa saja pada saat tertentu Anda ingin mencoba metode lain karena merasa tidak yakin pada metode Anda. Sikap ingin coba-coba inilah yang berakibat fatal. Bisa hampir dipastikan sekali Anda mencoba metode lain, Anda akan mengulanginya hingga metode acuan yang telah Anda buat tidak pernah digunakan. Tindakan terbaik ketika Anda kurang yakin pada metode Anda adalah dengan tidak masuk pasar, dan melakukan evaluasi. Salah satu kunci sukses dalam trading yaitu menerapkan metode tertentu yang terbaik dengan konsisten, apapun yang terjadi. Untuk menghindari kesalahan fatal ini, Anda dianjurkan untuk selalu melakukan evaluasi guna menyempurnakan metode trading Anda, tetapi hindari untuk berganti metode dengan tiba-tiba ketika sedang trading.

                                          5 Hal Fatal Dalam Trading (Bagian

 

Hal Fatal 3: Harapan Perolehan (Return) Yang Tidak Realistis

Sering ada iklan semacam ini: “… dengan investasi hanya sebesar $100 Anda berpeluang mendapatkan $20,000…”. Jenis iklan seperti itu merugikan industri keuangan dan investasi. Yang menjadi sasaran adalah para ‘investor’ yang kurang mendapatkan edukasi dengan benar mengenai dunia investasi. Mereka adalah korban dari harapan yang tidak realistis. Anda bisa mencoba pada account trading Anda dengan target profit atau perolehan (return) seperti yang ada pada contoh iklan tersebut. Pasti susah Anda capai tanpa memperhitungkan besar resikonya.

Jika Anda trader pemula, berapa target perolehan realistis yang hendak Anda capai dalam setahun, 50%, 100% atau 200%? Banyak trader berpengalaman menganjurkan agar para pemula berusaha untuk bisa breakeven pada tahun pertama, atau memasang target perolehan 0%. Itu sudah cukup realistis dan bagus jika bisa dicapai. Seiring dengan waktu, pengalaman trading dan pembelajaran yang diperoleh dari pasar, pada tahun ke 2 dan seterusnya mereka akan bisa menentukan target perolehan yang realistis.

 

Hal Fatal 4: Tidak Sabar

Tangan ‘monster’ ke 4 yang bisa menyebabkan petaka pada account trading Anda adalah ketidak sabaran. Para analis dan pengamat forex mengatakan bahwa dalam suatu periode waktu pasar hanya bergerak trending 20%, dan 80% bergerak sideways (ranging) atau dengan trend pendek yang tidak jelas arahnya. Itulah sebabnya para trader handal percaya mereka hanya punya 2 atau 3 peluang yang benar-benar bagus untuk masuk pasar dalam suatu periode waktu tertentu.

Jika Anda seorang trader jangka panjang, biasanya tidak lebih dari 10 peluang trading dalam setahun yang benar-benar berkualitas. Atau jika Anda trader jangka pendek, mungkin hanya ada 2 atau 3 peluang yang bagus dan berkualitas dalam seminggu. Sesuaikan metode dan sistem trading Anda dengan pengetahuan peluang trading yang berkualitas. Jangan memaksakan diri hingga over trading dengan memberondong pasar, tetapi jadilah penembak pasar yang jitu. Usahakan untuk bersabar hingga peluang itu muncul.

 

Hal Fatal 5: Tidak Menerapkan Money Management

Barangkali ini adalah ibu jari tangan ‘monster’, kesalahan terbesar yang berakibat fatal. Secanggih apapun pengetahuan Anda tentang analisa pasar, trading tanpa money management adalah sangat fatal. Seorang trader profesional mungkin saja lemah dalam analisa teknikal, tetapi selalu paham money management dengan benar. Tanpa membatasi besarnya resiko yang proporsional sesuai dengan balance account Anda, maka Anda berpotensi untuk mengalami kerugian yang tidak terkontrol dan berujung pada margin call.

Menerapkan money management dimulai dengan menentukan stop loss dan target profit yang dihitung berdasarkan risk/reward ratio. Risk/reward ratio akan menentukan hasil trading dalam jangka panjang (baca: jumlah posisi trading dan risk/reward ratio). Di samping itu, selalu perhatikan ukuran lot atau position size yang sesuai dengan besarnya resiko, maka Anda akan bisa terhindar dari akibat yang paling fatal: margin call.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Sahid
makasih banyak bos, nggak sabar lanjut ke part 2.
btw apa sudah ada cara menghentikan si tangan monster? kalo diibaratkan sebagai loss, semestinya si tangan monster nggak bisa dihentikan karena loss hal yg selalu ada dn cuma bisa dimanage supaya jumlahnya nggak terlalu banyak.
Martin S
@ Sahid:
Menurut penulisnya (Jeffrey Kennedy) tangan monster bisa dihentikan jika Anda bisa mengatasi ke 5 hal fatal tersebut (baca juga yang bagian ke 2 nya). Aksi tangan monster tsb dalam jangka panjang akan mengakibatkan loss, jadi harus dihentikan. Ke 5 hal fatal tersebut adalah: tidak memiliki metode trading, tidak disiplin dalam menjalankan rencana trading, harapan yang tidak realistis, tidak menerapkan money management dan tidak sabar.
Mudin Effendy
metode trading yang dasar seperti apa master? seperti metode analisa yang tdk ada manajemen resikonya begitukah? memang ada metode yang seperti itu? bukankah semua metode baiknya dilengkapi dengan manajemen resiko? jika tdk ada manajemen resiko bagaiman caranya trader untuk membatasi lossnya? apa cukup dengan open dan close secara manual saja tanpa cara manajemen resiko tertentu?
Martin S
@ Mudin Effendy:
Metode trading dasar biasanya mengacu pada analisa yaitu analisa teknikal, fundamental dan sentimen. Dengan pemahaman metode dasar Anda bisa menentukan arah trend, penggunaan indikator teknikal yang umum, mengetahui pengaruh data fundamental dan tahu sentimen pasar berdasarkan price action atau formasi candlestick.

Management resiko termasuk dalam money management yang adalah metode untuk meminimalkan kerugian dan memaksimalkan profit. Tanpa money management, dalam jangka panjang trader akan cenderung merugi.
Andre An
Yg g memiliki metode biasax trader yg bner2 baru n masih coba2 diakun demo. Skrg ini sepertix lbh banyak yg sudah punya metide drpd yg belum. Bhkn karna adax metode trading yg berasa diwajibkan bnyk trader bersemangat cr yg holy grail, tanpa bnr2 paham g ada yg namax holy grail dlm trading.

Mnggunakan metode itu perlu, apalagi dgnkn scr konsisten. Tp fokus utk metode jg perlu diatur spy ada pertimbangan bwt aspek2 lainx. Ane prtama tau strategi trdng, mcm2 analisa lngsung tertarik n kbnykn ngabisin waktu berkutat cr metode yg plg baik tnp tau kl yg sederhana dn mudah itu jstru yg terbaik.
Gus Sujono
Saat trader sudah mulai mengenal trading memang sepertinya daya tarik utama ada pada macam-macam cara dan strategi trading, beserta perangkat-perangkatnya yang bisa digunakan. Dengan membaca hal2 tentang indikator yang bisa memberikan sinyal open para pendatang baru bisa dengan mudah percaya bahwa keuntungan bisa diraih hanya dengan menggunakan indikator yang paling tepat dan canggih. Sepertinya itu hanya sebuah proses, karena apa yang dipahami trader memang bisa bertahap. Paling tidak itu lebih baik daripada masuk ke forex karena hanya tertarik dengan imimng-iming yang tidak realistis. Trader bisa belajar untuk menambah pengetahuan dulu dari awal, atau belajar dari pengalaman.
Martin S
@ Andre An:
Untuk mengetahui suatu metode trading bisa profitable atau tidak harus di-backtest (kalau mungkin juga bisa di-forward test). Dari backtest bisa diketahui persentasi profit atau winning rate-nya.
Mafudz
agak mengejutkan ternyata 10% trader yg ndak mengalami kerugian itu sebagian masi ada yg berusaha berakeven. ini artinya lebih dikit lagi trader yg betul betul bisa profit dri trading fx ini. sy heran, kenapa bnyak yg sudah tau ttg ini tp masih mau daftar sebagai trader? kira2 apa yg bisa membuat para trader itu yakin kl dirinya ndak akan termasuk kedalam 90% yg merugi itu?
Martin S
@ Mafudz:
Mereka bisa yakin karena ada yang sukses sebagai trader meskipun jumlahnya sedikit. Mereka juga yakin dengan mempelajari dan mempraktekkan pengalaman para trader sukses akan bisa sukses juga terutama berpikir positif, bisa mengendalikan emosi dan disiplin dalam menerapkan rencana trading.
Nano Ninda
Trading dengan strategi saja, terkadang masih berakibat fatal jika tidak disiplin. Apalagi kalau trading tanpa strategi. Sama saja dengan misi bunuh diri.