5 Hal Penghancur Diri - 90% Trader Melakukan Ini

Banyak trader pemula melakukan kesalahan besar yang mengakibatkan mereka kehilangan modal trading-nya. Apa saja kesalahan itu?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ada hal-hal yang kita lakukan sebagai trader yang menarik kembali perjalanan kita dari menuju sukses dan membuat kita kehilangan uang. Dan ada hal-hal lain yang di lakukan yang hanya berujung untuk menghancurkan diri mereka sendiri.

5 Hal Penghancur Diri - 90% Trader Melakukan



Hal-hal tersebut dilakukan setiap hari oleh 90% dari trader yang kehilangan uang di market secara konsisten. Jika kita ingin menjadi pemenang trading jangka panjang maka kita harus mengambil pelajaran secara mendalam dan mengatasi naluri alami dengan melakukan hal sebaliknya.

1. Seorang trader yang berharap harga kembali, Alih-alih memotong kerugian/cut loss, dia malah menahannya untuk sehari hingga seminggu. Ini menghancurkan modal, mental trader dan menimbulkan rasa sakit emosional yang seharusnya tidak perlu. Bahkan, Loss/kekalahan pertama merupakan Loss yang terbaik.

2. Seorang trader yang bertrading dengan opini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih rendah daripada orang yang bertrading atas dasar price action. Sebagian besar trader menghasilkan uang dengan mengikuti trend dan chart pattern,  bukannya berdasarkan opini mereka sendiri.

3. Seorang trader yang melakukan trading pada posisi yang besar dimana dia tidak tahu mampu menahan kerugiannya, biasanya ini menjadi penyebab meledaknya account mereka. Olehnya seorang trader harus selalu memiliki stop loss dan selalu mengelola risiko terlepas dari keyakinan mereka terhadap open posisi tersebut.

4. Seorang trader yang Percaya bahwa dia benar terhadap posisinya dan market yang salah adalah jalan menuju kehancuran. Market selalu benar karena harga adalah realitas. Bagaimana kita tahu kapan kita salah? Ketika kita kehilangan uang itu adalah bukti dan jawanya.

5. Seorang trader yang tanpa henti mencari prediksi, bukannya belajar bagaimana bertrading dengan metode yang kuat sambil mengelola mental dan manajemen risiko, dipastikan akan menuju kegagalan.

 

Asaeri sudah mengenal trading forex selama bertahun-tahun, kemudian menyadari kurangnya referensi bacaan mengenai trading di Indonesia. Oleh karenanya, Asaeri suka membuat ulasan mengenai pentingnya tata psikologi dan inspirasi-inspirasi lain bagi trader nusantara.


Bam Aditya
Prediksi itu beda kan dari analisa? Pernah sempet keterusan nyari sistem2 yg paling tepat sih dulu. Nggak taunya ternyata kayak gitu itu sia2.

ernah dikasi masukan kalo di dunia ini nggak ada sistem yang sempurna, semua pasti bakal punya peluang loss sekecil apapun itu. Dulu sempet tertarik nyari sistem analisa yang profitnya tinggi, apa itu juga masuk kategori tanpa henti mencari prediksi???
Agus.trading
trading pake lot besar tanpa stop loss itu bener2 account killer. buat ukuran trader ritel yg baru belajaran, itu sama aja kaya tindakan sengaja bunuh akun. makany trus bnyk nubi yg cari akun2 trdng yg depositny rendah ato yg bisa untk trading pake lot micro tapi leverageny tinggi supaya balanceny tetep tinggi. padahal makin tinggi leverage itu juga bisa gedein resiko. makany selain ukuran posisi sama stop loss, leverage itu jg penting buat minimize resiko yg ga perlu, terutama buat para nubi
Budimanadam
ane ttp mikir soal btsn lev kok ps mau open akun. jd walopun dp kecil trdngnya pake lot mikro, tp ane g prnh pake lev sampe ribuan. paling pol 500. itupun klo kerasa ketinggian ane bs request bwt gnti lev ke brokernya
Horison
Tapi di pembahasan tentang mechanical sam discretionary trader, trader-trader tipe discretionary yang cenderung bertindak berdasarkan opini dan pengalaman itu malah tergolong yang sudah profesional. Mereka dikatakan profesional itu pasti ada sebabnya, salah satunya adalah persentase keberhasilan trading mereka dan dari profit yang diperoleh, yang tentunya lebih besar dari sekedar trader biasa yang masih lebih banyak mengandalkan mechanical. Jadi sebenarnya ketidakberhasilan trader yang lebih banyak menggunakan opini itu tidak selalu benar kan?
Sumitro Fk
agan bener jugaa...mungkin yg disini lupa kasi poinx aja, kl ini cm berlaku buat trader yg masi pemula..terus yg dimaksud opini ini mungkin jg yg bener2 opini, murni tanpa analisa sm sekali.. sementara yg diskresioner, ataupun trader professional yg sering pake opini itu biasanya mereka ndak terus pake opini 100%, tapi mereka juga masih pake analisa price action.mereka rata2 cuma batasin pemakaian indikator aja, dan kl di situasi2 tertentu mereka lebih berani intervensi cz uda di backup sama pengalalaman.
Jimmy Harisa
Dimana-mana penyebab kehancuran dalam trading adalah keserakahan, yang menyebabkan overtrading.