5 Jenis Kopi Terbaik Di Indonesia, Manakah Favorit Anda?

290580

Indonesia terkenal sebagai negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia. Lantas, apa saja jenis kopi terbaik di Indonesia itu? Manakah yang menjadi favorit Anda?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Istilah zamrud khatulistiwa layaknya memang pantas disematkan untuk Indonesia. Bagaimana tidak; banyaknya gugusan pulau berwarna hijau, lengkap dengan beragam kekayaan alam yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, menjadikan Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya dan beragam jenis komoditas. Pertanian, perkebunan, hingga pertambangan, adalah sektor-sektor komoditas yang potensial bagi Indonesia.

Jenis-jenis Kopi Terbaik Di Indonesia

Dalam sektor perkebunan, Indonesia terkenal sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia. Diketahui, Indonesia menduduki posisi keempat setelah Brazil, Kolombia, serta Vietnam dalam kontestasi negara produsen kopi. Namun, tahukah Anda jenis kopi apa saja yang menjadi best seller di Indonesia? Adakah kopi favorit Anda di antara jenis-jenis kopi terbaik di Indonesia ini? Mari simak ulasannya berikut ya, coffee lovers!

 

Sejarah Singkat Komoditas Kopi Indonesia

Sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, Indonesia menjadi negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia. Bila dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya, kopi menjadi penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan kakao.

Pada masa panen 2017/2018 saja, total produksi kopi Indonesia mencapai 636,000 ton. Jumlah ini diperoleh dari lahan perkebunan kopi seluas 1.24 juta hektar; 933 hektar perkebunan Robusta dan 307 hektar perkebunan Arabika, di mana lebih dari 90% lahan pertanian dikerjakan petani dalam skala kecil. Sementara harga komoditas kopi saat artikel ini ditulis berada di angka USD1,251 per Pound, atau sekitar Rp385,000 per kilogram.

Negara penghasil kopi terbesar di dunia

(Baca Juga: 5 Negara Penghasil Kopi Terbesar Di Dunia)

Pada awalnya, kopi diperkenalkan di Nusantara oleh Belanda yang menanam pohon-pohon kopi di sekitar wilayah kekuasaan mereka, yakni Batavia (kini dikenal sebagai Betawi atau Jakarta). Namun, Belanda kemudian segera mengekspansi produksi kopi ke wilayah Bogor dan Sukabumi di Jawa Barat pada abad ke-17 hingga 18. Karena Indonesia dianggap memiliki iklim ideal dan "rumah" yang pas untuk pertumbuhan kopi, kebun-kebun kopi lain pun segera didirikan di beberapa bagian Pulau Jawa, Sumatra, serta Sulawesi.

Adapun varian kopi yang banyak diproduksi oleh Indonesia adalah jenis Robusta; salah satu kopi berkualitas rendah di pasar komoditas global. Sementara itu, kopi jenis Arabika dengan kualitas tinggi banyak diproduksi oleh negara-negara Amerika Selatan seperti Brazil, Kolombia, El Salvador dan Kosta Rika. Karena jenis kopi yang diekspor Indonesia merupakan jenis kualitas rendah, plus tidak adanya perkebunan kopi yang besar sehingga sulit menjaga volume produksi dan kualitas kopi tetap stabil, maka daya saing kopi Indonesia di pasar internasional pun kurang kuat.

Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Komoditas

(Baca Juga: Faktor Yang Mempengaruhi Harga Komoditas Di Indonesia)

Meskipun demikian, Indonesia memiliki satu jenis kopi yang layak dibanggakan karena dijual dengan harga fantastis. Apalagi kalau bukan kopi luwak. Kopi yang diperoleh dari hasil fermentasi dalam perut luwak ini dipercaya memiliki cita rasa yang khas setelah melalui proses pencernaan luwak.

Tak tanggung-tanggung, jenis kopi satu ini bahkan dijual dengan harga 1.5 juta Rupiah per kilonya. Selain itu, Indonesia juga memiliki beberapa jenis kopi terbaik yang menjadi andalan dalam pasar komoditas lokal. Lantas, apa sajakah jenis kopi terbaik di Indonesia tersebut?

 

Jenis-Jenis Kopi Terbaik Di Indonesia

1. Kopi Gayo (Sumatra)

Sesuai dengan namanya, kopi Gayo adalah salah satu jenis kopi terbaik di Indonesia yang diproduksi di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Biji kopi ini memiliki cita rasa dan aroma yang khas; tidak terlalu pahit juga tidak terlalu kuat. Karena cita rasanya inilah, kopi Gayo sempat mendapat penghargaan dari International Organization of Fair Trade pada 2010 silam, serta menjadi salah satu jenis kopi terenak di dunia versi International Conference on Coffee Science. Pun, kopi Gayo tak ketinggalan mendapat predikat sebagai kopi mahal menurut Specialty Coffee Association of America. Lantas, apakah yang membedakan kopi ini dengan kopi nusantara lain, sehingga harga jualnya pun mahal?

Kopi Gayo, kopi terbaik di Indonesia

Ada beberapa keunggulan kopi Gayo bila dibandingkan dengan kopi lain di Indonesia:

  • Varietas kopi yang ditanam petani Gayo adalah kopi kualitas terbaik, yakni varietas Gayo 1 (G-1), Gayo 2 (G-2) dan P-88. Ketiga varietas tersebut telah dilepas oleh Kementerian pertanian sebagai varietas unggul kopi terbaik di Indonesia.
  • Cara bertani dengan metode pengolahan basah (wet hulling) serta organik menjadi alasan kopi Gayo memiliki cita rasa yang khas dengan harga jual tinggi, yakni Rp200,000 hingga Rp350,000 per kilogram.

 

2. Kopi Kintamani (Bali)

Tak hanya dikenal karena keindahan pantainya, aset kekayaan lain yang dimiliki oleh Pulau Dewata adalah kopi Kintamani. Disebut demikian karena kopi ini juga ditanam di di kawasan Kintamani, salah satu destinasi wisata populer dengan keberadaan Danau Batur yang cantik dan suasana pegunungan nan sejuk. Wilayah yang memiliki ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut ini menjadi ekosistem yang tepat untuk pertumbuhan kopi Kintamani.

Kopi Kintamani dari Bali

Adapun ciri khas dari kopi Kintamani adalah memiliki biji berukuran cukup besar, dengan rasa yang ringan atau cenderung beraroma fruity ala jeruk. Eits... sensasi fruity tersebut bukan berasal dari campuran bahan kimia selama proses tanam, tetapi karena kopi dan jeruk ditanam pada lahan yang saling berdekatan. Cita rasa khas inilah yang tidak Anda dapatkan di jenis kopi manapun. Jika ingin menikmati kopi asal Bali ini, Anda perlu merogoh kocek sekitar Rp200,000 hingga Rp300,000 Rupiah per kilogram.

 

3. Kopi Bajawa (Flores)

Kopi bajawa merupakan kopi yang berasal dari dataran tinggi kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Masyarakat yang tinggal di sana biasa disebut sebagai orang Bajawa, sehingga nama kopi ini berasal dari sebutan penduduk Ngada selaku petani kopi.

Kopi Bajawa Flores, salah satu kopi terbaik di Indonesia

Perkebunan kopi di dataran tinggi kabupaten Ngada ini berada pada ketinggian 1000 hingga 1550 di atas permukaan laut. Level ketinggian daratan, iklim yang sejuk, serta curah hujan sekitar 2500mm per tahun, menjadikan tempat ini sebagai habitat yang pas bagi kopi Bajawa.

Adapun rasa yang diciptakan dari kopi Bajawa ini cenderung tidak terlalu pahit meskipun teksturnya kental, serta memiliki tingkat keasaman rendah, sehingga aman untuk dikonsumsi meski Anda memiliki penyakit lambung. Pun, sensasi rasa dari kopi Bajawa ini bervariasi; ada karamel, vanila, serta coklat. Adapun harga jual untuk kopi asal Flores ini sekitar Rp200,000 hingga Rp400,000 per kilogram.

 

4. Kopi Java (Jawa)

Tahukah Anda? Dari sekian jenis kopi terbaik di Indonesia yang diulas dalam artikel ini, kopi Jawa adalah satu-satunya kopi asal Indonesia yang telah "berprestasi" sejak sebelum tahun 1700-an? Pada saat itu, biji kopi dibawa ke Batavia oleh Komandan Pasukan Belanda (VOC), Adrian Van Ommen. Ia diminta Wali Kota Amsterdam Nicholas Witsen untuk menguji coba kopi di lahan pribadi Gubernur Jendral VOC, Willem van Outhoorn (area itu kini dikenal dengan nama Pondok Kopi, Jakarta Timur).

Pada percobaan pertama, biji kopi gagal dipanen akibat terserang banjir. Namun pada 1699, Belanda mendatangkan jenis kopi baru yaitu Arabika. Saat tiba masa panen, biji-biji kopi ini lantas dikirim ke Hortus Botanicus Amsterdam dan mendapat respon yang sangat baik dari para ilmuwan. Menurut mereka, kopi tersebut memiliki aroma khas dan cita rasa yang belum pernah ada sebelumnya; tingkat keasaman sedang, agak kental, dan memiliki aroma seperti teh. Kopi-kopi tersebut kemudian dikenal sebagai kopi Jawa atau Java.

Kopi Jawa, kopi terbaik di Indonesia

Kini, kopi Jawa yang banyak dikembangkan adalah jenis Arabika dan Robusta. Kopi Jawa jenis Arabika banyak dikembangkan di Jawa Tengah, sementara jenis Robusta dominan dikembangkan di Jawa Timur. Adapun jenis-jenis kopi Jawa yang banyak diminati oleh para coffeelicious adalah kopi Jawa Jampit, Belawan dan Kayu Mas, dengan harga jual sekitar Rp200,000 - Rp300,000.

 

5. Kopi Toraja (Sulawesi)

Kopi Toraja adalah salah satu jenis kopi terbaik di Indonesia yang sudah dikenal di pasar internasional. Kopi ini banyak dibudidayakan di Tana Toraja, tepatnya di Pegunungan Sasean; area dengan ketinggian mencapai 1400 hingga 2100 mdpl. Dengan iklim tropis basah dan curah hujan sedang-tinggi, maka budidaya kopi Toraja pun bisa berkembang sangat baik.

Berbeda dengan bentuk kopi lain di Indonesia, kopi Toraja memiliki warna cokelat tua dengan bentuk biji yang tidak beraturan, sehingga Anda bisa dengan mudah mengenali kopi ini di antara jenis kopi lainnya. Selain itu, ciri khas dari kopi Toraja adalah rasa dan aromanya. Kopi Toraja memiliki rasa fruity dan after-taste yang tidak terlalu pahit. Aroma kopi Toraja juga sangat khas, karena ditanam berdampingan dengan tanaman rempah sehingga menghasilkan aroma yang sangat harum dan nikmat.

Kopi Toraja, kopi terbaik di Indonesia

Berbicara soal harga, kopi Toraja dibanderol Rp150,000 hingga Rp450,000 per kilogram. Bahkan pada tahun 2012 silam, kopi Toraja pernah memecahkan rekor dunia sebagai kopi dengan harga jual tertinggi dalam acara pelelangan "The 2nd Indonesia Specialty Coffee Auction", dengan harga jual mencapai USD45 atau sekitar Rp600,000 per kilogram.

 

Kelima jenis kopi terbaik di Indonesia tersebut bisa Anda lihat pada infografis berikut ini:

Kopi terbaik di Indonesia - Infografi

Tingginya animo masyarakat akan konsumsi kopi menjadikan komoditas ini sebagai salah satu sektor penggerak harga pasar global. Selain kopi, masih ada beberapa jenis komoditas lain yang fluktuasinya mampu memberikan dampak pada pergerakan harga di pasar global. Apa saja itu? Mari simak ulasannya di Jenis - Jenis Komoditas Penggerak Pasar.

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.