Advertisement

iklan

5 Kesalahan Trader Pemula Paling Fatal

Jika Anda berminat terjun ke dunia forex, sebaiknya hindari 5 kesalahan trader pemula berikut ini.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Memulai terjun di dunia forex merupakan pengalaman yang menarik. Namun Anda patut waspada agar terhindar dari risiko secara umum, dengan belajar dari lima jenis kesalahan trader pemula berikut:

 

1. Kurangnya Modal

Minimnya kepemilikan modal awal para trader pemula menjadi faktor kesalahan yang mereka lakukan, dan hal tersebut secara bersamaan juga akan dengan cepat "membunuh" mereka. Karena alasan ini, banyak trader justru menghancurkan akun trading miliknya selama bulan pertama atau di minggu-minggu awal.

Modal trading dapat hilang dan habis, bahkan sebelum Anda dapat belajar mengenai proses trading yang benar. Dalam kebanyakan kasus, ketidakamanan akun muncul dari kesalahan yang dibuat oleh trader pemula, atau kegagalan dalam mengambil keputusan untuk mengelola dana dengan baik.

Kurangnya modal adalah kesalahan trader pemula

 

Berikut adalah kesalahan trader pemula yang sering dilakukan:

  • Belum cukup memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam dunia trading.
  • Para trader pemula tidak familiar dengan prinsip-prinsip manajemen risiko.
  • Cenderung menganggap remeh risiko-risiko dalam setup trading, sehingga mudah terjerumus pada transaksi impulsif yang merugikan.

Kebiasaan lain yang terlihat di antara para trader pemula adalah menggunakan Stop Loss ketat ketika trading dengan lot kecil, bahkan juga akun trading dengan dana minim. Perlu diketahui, lot ataupun modal trading yang kecil bukanlah biang utama penghancur akun Anda, melainkan Stop Loss ketat. Jika Anda menggunakan Stop Loss yang terlalu dekat dari Entry, maka peluang posisi Anda untuk tertutup dengan kerugian akan lebih besar dan sering.

Oleh karena itu, usahakan agar dana di akun trading Anda selalu memadai huntuk bisa mengantisipasi perubahan kondisi pasar. Hal ini akan memberikan fleksibilitas yang diperlukan dalam membuat keputusan trading.

Seperti aktivitas bisnis pada umumnya, Anda juga harus memastikan agar modal trading mencukupi. Jangan mencoba meminimalisir risiko dengan hanya menyetor sebagian modal yang Anda miliki. Jangan tanggung dalam mendanai akun, dan gunakanlah dana tersebut secara tepat melalui manajemen risiko yang baik.

 

2. Overtrading

Overtrading adalah kondisi ketika Anda membuka posisi dengan ukuran besar yang terdiri dari beberapa lot, dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan paling maksimal. Padahal jika melihat karakter pasar forex secara umum, Anda bisa mudah kehilangan setengah atau bahkan semua modal jika menerapkan cara tersebut.

Overtrading juga bisa diakibatkan oleh beberapa hal berikut:

  1. Terlalu sering masuk pasar.
  2. Mencoba banyak posisi sekaligus merupakan penyebab overtrading
  3. Melakukan aktivitas analisa pasar secara berlebihan (over-analyzing) dan terlalu banyak mengakomodir informasi dari berita atau indikator teknikal. Ini juga merupakan kesalahan trader pemula yang kerap menjerumuskan pada kerugian besar.
  4. Kurang memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip money management.

Cara Alternatif Menghindari Overtrading

Lalu bagaimana cara menghindari Overtrading? Pertama-tama, buatlah aturan money management dan taatilah prinsip-prinsipnya. Modal yang Anda gunakan untuk trading adalah media Anda untuk mendapatkan profit lebih banyak, maka perlakukanlah modal tersebut dengan baik. Tanggung jawab Anda tentunya melindungi dana tersebut. Jika dana justru seringkali hilang, maka kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan juga akan semakin kecil.

Selain itu, memiliki tujuan trading dapat membantu Anda tetap termotivasi dan disiplin, agar bisa menghindari kesalahan trader pemula yang saat ini. Dalam hal tersebut, Anda harus ingat agar tetap realistis dan sesuai dengan kebutuhan dan kondisa Anda saat ini. Jika Anda berani menyiapkan dana yang besar untuk melakukan trading disertai keyakinan untuk mencapai target yang besar, maka Anda juga harus siap "gagal" jika belum sesuai ekspektasi. Jangan terpengaruh pada emosi sesaat.

 

3. Trading Tanpa Perencanaan

Memulai trading tanpa perencanaan yang konkrit, sama halnya dengan Anda menyerahkan uang atau dana secara cuma-cuma kepada pasar, karena pasar akan sangat mudah mengambil keuntungan dari trader yang tidak memikirkan strategi perencanaan dengan baik dan sesuai kebutuhan. Perlu untuk diketahui, jika pasar cenderung bergerak melawan posisi Anda, kapan Anda akan menghentikan kerugian? Lalu jika pasar bergerak positif, kapan pula Anda menentukan untuk mengambil profit?

Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut harusnya bisa menjadi acuan Anda dalam menentukan posisi exit yang strategis. Kendalikan keinginan untuk melakukan trading secara spontan dan coba-coba, tanpa mengacu pada rencana manajemen risiko. Namun jika Anda telah memiliki keyakinan yang kuat, maka silahkan untuk mengeksekusinya.

Bekerja keras adalah kunci agar perencanaan trading Anda di masa depan semakin matang. Sehingga, sebaiknya atur rencana untuk menentukan kapan harus memasang Stop Loss dan kapan waktu yang tepat mengambil profit.

 

4. Trading Tanpa Stop Loss

Trading tanpa Stop Loss, entah disadari atau tidak nyatanya banyak dilakukan oleh para trader pemula. Padahal memasang Stop Loss adalah salah satu fitur yang dibutuhkan oleh trader, agar mereka bisa mengontrol kerugian saat harga bergerak melawan posisi trading. Stop Loss sendiri dapat diartikan sebagai nilai batasan harga terendah, yang ditentukan untuk membatasi kerugian.

Saat pergerakan harga menyentuh nilai ini, maka secara otomatis akan menutup order atau posisi Anda.

Beberapa cara memasang Stop Loss

  • Stop Loss manual.
  • Stop Loss otomatis.
  • Trailing Stop

Cara pasang Stop Loss

(Baca juga: Cara Menentukan Stop Loss)

 

5. Overleveraging

Overleveraging menjadi faktor penyebab para trader banyak mengalami kerugian, karena mereka cenderung tidak memperhatikan Leverage pada proses trading. Konsep Leverage memang memiliki dua sisi yang berlainan, yakni bisa sangat menguntungkan, tetapi di sisi lain bisa sangat merugikan.

Overleveraging sendiri adalah trading dengan menggunakan ukuran posisi yang terlalu besar dibanding dengan margin yang tersedia. Disadari atau tidak, risiko Overleveraging sering menyerang para pemula yang berkeinginan untuk cepat kaya dari trading.

Misalnya, karena Andy ingin mendapatkan profit $1000 dalam seminggu, sementara modalnya hanya $10, maka ia menggunakan leverage tinggi. Namun bukannya untung, posisinya malah cepat tersambar Margin Call. Masih tertarik untuk mengambil risiko dengan melakukan Overleverage?

 

Kesimpulan

Sebelum Anda memutuskan untuk terjun di dunia forex sebagai trader profesional, ada baiknya untuk belajar hal-hal dasar yang dapat memberikan pandangan baru, agar Anda dapat menentukan langkah tepat dalam memulai trading.

Lima kesalahan trader pemula di atas mungkin bisa membantu Anda untuk mengidentifikasi, apakah Anda termasuk trader yang pernah melakukan kesalahan tersebut, atau justru sama sekali tidak mengalaminya. Harapannya, Anda bisa lolos dari kerugian yang bisa dihindari saat melakukan trading forex.

Nah, apakah Anda juga pernah mengalami hal yang diuraikan pada tulisan ini? jika iya, maka kami sangat terbuka untuk Anda berbagi pengalaman dan bercerita di kolom komentar. Karena dengan begitu, kita bisa sama-sama belajar dan menjadi bahan rujukan bagi pembaca.

 

Agar lebih mudah menghindari 5 kesalahan trader pemula di atas, ada baiknya Anda juga memahami psikologi seperti apa yang sebaiknya ditanamkan jika masih menjadi newbie di pasar forex. Nah, pembahasan selengkapnya mengenai hal tersebut bisa dilihat di artikel Psikologi Forex Untuk Trader Pemula.

Lulusan Sosiologi Brawijaya Malang. Menyukai aktivitas menulis dan sempat aktif di Organisasi Pers Fakultas dan Jurusan. Saat ini bergabung sebagai Online Journalist di Seputarforex.com.