5 Kesalahan Umum Trader Harian

120609

Bagi trader forex berpengalaman, cara trading harian bisa menguntungkan. Namun bagi pemula akan berpotensi menyebabkan kerugian. Apa saja kesalahan yang sering dibuat trader harian?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Trader harian biasanya membuka dan menutup posisi trading pada hari yang sama. Mereka cenderung untuk membuka banyak posisi pada berbagai pasangan mata uang dengan mengandalkan sinyal trading dari indikator teknikal, price action dan rilis berita fundamental. Time frame trading yang digunakan biasanya antara 15 menit hingga 1 jam (hourly).

5 Kesalahan Trader Harian

Bagi yang telah berpengalaman, cara trading harian seperti ini bisa menguntungkan. Namun bagi pemula atau yang belum cukup pengalaman, dalam jangka panjang trading harian bisa berpotensi menyebabkan kerugian. Trader harian pemula sering melakukan kesalahan yang menjeremuskan ke dalam jurang loss.

Berikut 5 kesalahan umum yang sering dilakukan trader harian, yaitu:

1. Averaging Down

Trader harian sering terjebak untuk melakukan averaging down atau membuka posisi baru yang sama ketika posisi sebelumnya sedang mengalami loss. Walaupun mungkin pada awalnya tidak direncanakan, akhirnya dilakukan juga untuk mengejar target profit harian yang telah ditentukan.

Averaging down yang tidak direncanakan adalah gambling dan lebih bersifat emosional. Perlu dipertimbangkan biaya yang diperlukan guna menutup kerugian atau drawdown yang nantinya terjadi. Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah dengan bekerja sesuai dengan manajemen risiko yang telah disepakati dan tidak harus membuka posisi baru jika tidak ada sinyal.

 

2. Trapping Position Jelang Rilis Berita Fundamental

Menerapkan position trap (jebakan posisi) biasanya dilakukan dengan pending order buy stop dan sell stop secara bersamaan. Hal ini biasanya dilakukan trader harian menjelang rilis berita fundamental yang penting dan diperkirakan menyebabkan volatilitas tinggi. Ini adalah cara klasik yang sering dilakukan trader harian. Untuk menghindari volatilitas yang terlalu tinggi, biasanya trader sudah menentukan target profit untuk masing-masing posisi.

Trapping position jelang rilis berita fundamental

(Baca juga: Berita (News) Forex Yang Sering Ditunggu)

Cara ini sering berhasil beberapa tahun lalu terutama ketika rilis data Non-Farm Payroll (NFP) Amerika Serikat. Namun belakangan ini sering gagal akibat volatilitas yang diharapkan sering tidak cukup besar. Risiko trading dengan cara ini adalah kemungkinan terjadinya slippage (loncatan harga) sehingga trader mendapatkan harga lebih tinggi dari pending order buy atau lebih rendah dari pending order sell. Selain itu, spread pun bertambah besar pada saat volatilitas pasar meningkat.

 

3. Buka Posisi Segera Setelah Rilis Berita Fundamental

Biasanya hal ini dilakukan setelah sering gagal dengan cara trapping. Apapun yang terjadi, entry pada saat volatilitas tinggi sangat berbahaya. Selain kemungkinan terjadi slippage, kita juga belum mengetahui pasti efek berita fundamental yang baru dirilis tersebut. Untuk membuka posisi, biasanya trader menunggu sekitar 30 menit setelah rilis berita.

 

4. Menetapkan Risiko Per Trade Terlalu Besar

Risiko per trade yang terlalu besar bukan berarti akan memperoleh profit yang besar. Hal ini dilakukan karena trader harian cenderung ingin trading dengan ukuran lot yang besar untuk memperoleh profit harian yang memadai. Trader dianjurkan untuk menetapkan risiko maksimum per hari tidak lebih dari 2 persen dari balance pada account trading.

Trader harian

5. Harapan Profit Kurang Realistis

Seperti halnya ukuran lot yang cenderung besar, penentuan risk/reward ratio yang terlalu tinggi untuk mengejar target profit harian juga sering dilakukan oleh trader harian. Pada time frame trading yang rendah (dibawah 4-hour) akan cenderung banyak noise, sehingga harus berhati-hati dan realistis ketika menentukan risk/reward ratio.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut perihal ini, selain kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab berikut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Fendi
penasaran nih soal trading harian yang katanya cuma baik buat trader yang berpengalaman aja, sementara buat yang masih baru katanya kurang direkomendasikan. trader harian yang udah berpengalaman itu apa dulunya pas mereka pemula udah belajar trading harian apa mereka dulu mulainya trading jangka panjang dulu? kalo mereka dulu pas belajar sudah pake sistim trading harian berarti sebenarnya tidak apa-apa kan meskipun baru pemula sudah coba trading harian? karna mereka sudah ada yang sukses trading harian dengan permulaan yang sama juga.
Martin S
@ Fendi:
Maksudnya bagi yang sudah berpengalaman bisa menguntungkan, jadi bagi yang belum bisa profit dengan konsisten harus terus belajar dan berlatih. Khususnya untuk trading secara harian (membuka dan menutup posisi pada hari yang sama) memang dibutuhkan pengalaman bagaimana entry dan exit pada saat yang tepat (sebagian besar analisanya didasarkan pada teknikal). Menjadi trader harian atau trader jangka panjang adalah pilihan, ada yang semula trader harian berubah jadi swing trader (jangka menengah panjang), dan sebaliknya.
Riyanto Adi
Masta, mau nanya soal slippage itu. Kl dimasa sekarang itu cara trapping kan kurang berhasil karena dampak ke volatilitasnya ga setinggi dulu, tapi kenapa penyebab gagalny cara trapping itu karena slippage? Bukanny slippage itu lebih karena volatilitas yg tinggi ya masta? Jadi kl volatilitasnya tidak terlalu tinggi, mestiny slippage jg tidak akan terlalu parahkan?Tolong betulkan kalau saya salah, seumpama slippage memang lebih berpengaruh pas news release tapi volatilitasnya ga terlalu tinggi, saya juga pingin tahu penyebabnya kenapa. Thanks...
Martin S
@ Riyanto Adi:
Volatilitas mungkin bisa tidak setinggi dulu (beberapa tahun lalu), tetapi pada saat rilis data fundamental yang penting volatilitas akan selalu naik atau lebih tinggi dari sebelumnya. Ini biasanya terjadi saat rilis data NFP AS atau ketika ada perubahan suku bunga, atau saat konperensi pers petinggi bank sentral. Nah, slippage atau loncatan harga sering terjadi saat peralihan volatilitas tersebut. Dalam hal ini jika Anda order buy stop atau sell stop maka harga yang tereksekusi bisa meleset dari harga yang seharusnya karena harga yang Anda order tidak tersedia di pasar. Misal Anda ada pending order buy stop di level 100, ada kemungkinan harga yang tereksekusi adalah 135 karena level 100 saat itu tidak ada dan yang terdekat adalah level 135.
Surya Abadi
Memang, jika terjadi lonjakan harga setelah rilis berita itu sangat memancing untuk segera order mengikuti (kemungkinan) trennya. Tapi dapat saran yang lumayan juga dari sini, waktu tunggunya 30 menit setelah rilis berita. 30 menit ini apakah waktu tunggu buat kita baru mulai analisa, atau analisa bisa kita lakukan sebelumnya dan 30 menit itu batas waktu minimum kita untuk bisa entri order? Lalu dalam analisanya bagaimana cara yang bisa dilakukan saat kita mau lihat pengaruh berita itu di beberapa timeframe? Apa saja yang perlu dianalisa dan bagaimana menentukan posisi entrinya?
Martin S
@ Surya Abadi:
30 menit adalah batas waktu minimum untuk entry. Analisa dilakukan saat rilis berita.

Misal saat FOMC meeting suku bunga The Fed naik, analisa kita adalah USD menguat. Kita lihat apakah benar USD menguat, kalau benar kita akan entry buy USD dengan misalnya buy USD/JPY atau sell EUR/USD. Nah disini kita tunggu sampai kurang lebih 30 menit setelah rilis suku bunga tsb baru entry.

Untuk time frame trading tergantung kebiasaan Anda entry di time frame berapa, tentunya tunggu mementum yang tepat untuk entry dengan mengacu pada indikator teknikal yang biasa Anda gunakan atau price action yang terjadi.
Untuk keterangan bisa baca: Sistem Trading Triple Screen
Wandaaa
apa ada jns trdr harian yg tdk mngndlkn news? ane jg kepingn bs jd trdr harian yg handal tp pngn mnghndr news... soalx kok tiap kali dngr soal news tradng msti nymbungny k trdr harian....pdhl kn stiap hr itu ada jm2 yg gag rame news.. nah buat trdrd harian apa gbs trdng dijamjam itu aj?
Martin S
@ Wandaaa:
- apa ada jns trdr harian yg tdk mngndlkn news? : banyak.
-buat trdrd harian apa gbs trdng dijamjam itu aj? : bisa banget, malah banyak yang menghindari trading pada saat news. Jadi dalam hal ini trader mengandalkan analisa teknikal dan sentimen (mengamati price action).
Aripin Traders
Setau gue, trader harian emang punya jumlah profit yang rendah per posisi nya, maka nya terus diatur untuk buka banyak posisi supaya profit nya bisa lebih gede. Klo soal memperbesar ukuran itu, gue kurang yakin soalnya ini kan relatif. Tapi klo trader harian kurang dianjurin buat buka banyak posisi + trading pake volume yg gede terus darimana mereka bisa tingkatkan profit? Seperti itu nanti nya kan berapa kalipun mereka profit pasti bakal lama akun mereka bisa nambah. Karna bisa nambah tapi dikit banget jadinya. Apa ada cara yg aman buat trader harian ngembangin akun nya secara signifikan?
Martin S
@ Aripin Traders:
Kalau sorang trader harian bisa profit dengan konsisten hanya dengan (misalnya) entry sehari 2 kali, maka ia tidakĀ  perlu menambah frekuensi trading untuk bisa memperbesar profit, cukup dengan memperbesar ukuran lot-nya saja (atau memperbesar volume tradingnya). Syaratnya tentu saja kalau sudah bisa profit dengan konsisten, karena memperbesar ukuran trading berarti juga memperbesar resiko.