Advertisement

iklan

5 Momen FUD Terheboh Di Dunia Kripto

Penulis

+ -

Penyebaran berita FUD merupakan bagian dari taktik psikologi yang memainkan emosi negatif para trader dan investor. Bagaimana cara menghindari pengaruhnya?

iklan

iklan

Selain FOMO, salah satu istilah unik lain dalam trading kripto adalah FUD. FUD adalah singkatan dari Fear, Uncertainty, Doubt atau kalau dalam Bahasa Indonesia, memiliki arti Ketakutan, Ketidakpastian, Keraguan.

Realitanya, penyebaran berita FUD merupakan bagian dari taktik psikologi yang memainkan emosi negatif para trader dan investor kripto dalam mempengaruhi pergerakan harga di pasar. Biasanya, berita FUD dimanfaatkan oleh investor besar yang ingin menaikkan atau menurunkan harga koin agar mereka bisa mendapatkan keuntungan besar.

Mereka akan menyebarkan ketakutan dan keraguan akan ketidakpastian pada komunitas dan pegiat kripto yang ada. Namun, trader yang sudah berpengalaman biasanya akan cenderung mengabaikan hal tersebut dan melakukan HODL pada aset mereka sampai harga stabil kembali.

Apa Itu FUD?

 

Perbedaan Antara FUD dan FOMO

Meskipun FUD dan FOMO memiliki kemiripan, yaitu dapat mempengaruhi faktor emosional dengan rasa takut para trader atau investor kripto, keduanya tetap memiliki sedikit perbedaan.

FOMO atau Fear Of Missing Out merupakan istilah yang biasanya ditujukan pada para pemula karena hanya ingin ikut-ikutan masuk ke dunia perdagangan aset kripto agar tidak ketinggalan hype.

Sebenarnya fenomena ini adalah hal yang paling wajar saat ini, mengingat bahwa kecenderungan manusia untuk selalu eksis, hingga ketakutan jika melewatkan hal-hal menarik dan viral. Para pelaku pasar aset kripto biasanya akan FOMO jika sedang terjadi hal besar atau munculnya pendapat seorang yang dianggap pakar kripto.

FUD adalah opini atau pendapat yang bisa memengaruhi para trader atau investor secara emosional. Hal tersebut akan membuat mereka menjadi ragu atau bahkan berubah pikiran mengenai rencana dan strategi berinvestasi Bitcoin atau aset kripto lainnya. Sementara FOMO adalah perilaku orang-orang yang telah terpengaruh pada pendapat seseorang akan kondisi pasar kripto.

 

Contoh Kasus FUD Terbesar

Melihat dari tujuannya untuk mempengaruhi psikologis pasar, maka para pelaku FUD pasti menyebarkan berita atau opini yang bersifat menakut-nakuti. Berikut beberapa contoh berita FUD terbesar yang berhasil mempengaruhi perubahan harga pasar kripto:

 

Kelahiran Aset Kripto Milik Facebook

Rencana peluncuran Libra Facebook adalah salah satu berita FUD terbesar dalam dunia aset kripto. Ketakutan tersebut diawali dengan desas-desus bahwa Mark Zuckerberg, siap untuk merilis aset kriptonya sendiri.

Pendiri Facebook Akan Meliris Koin Libra

Setelah berita tersebut disebar oleh media, tiba-tiba terjadi lonjakan fluktuasi harga pada seluruh aset kripto. Hal ini diduga karena banyak orang menjadi percaya bahwa keberadaan koin Libra bisa menjadi kebutuhan sebagai adopsi aset kripto secara mainstream atau umum.

Meskipun sebagian orang antusias dengan perkembangan koin milik Facebook, namun hal tersebut justru menimbulkan kekhawatiran di antara regulator dan pejabat AS.

Ketakutan itupun dinilai wajar, pasalnya Facebook bisa menjangkau miliaran orang dan berpotensi mengancam stabilitas moneter global. Selain itu, sejumlah besar orang juga masih skeptis dan khawatir tentang bahaya privasi koin Libra.

Baca Juga: Komite Perbankan AS Peringatkan Bahaya Libra Facebook

Akibatnya, dunia politik sempat memanas dengan muncul tuduhan privasi terhadap Facebook. Mengingat sejarah perusahaan dalam menangani tuduhan semacam itu di masa lalu, kondisi tersebut akhirnya menjadi salah satu momen terbesar FUD dalam dunia kripto. Bahkan ketakutan tersebut masih ada, setelah koin Libra berganti nama menjadi DIEM.

 

Cuitan Donald Trump Mengenai Penggunaan Aset Kripto

Menyusul kontroversi mengenai Libra (sekarang DIEM), Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat cuitan tentang Bitcoin, Libra, dan kripto secara keseluruhan, dengan menuduh bahwa aset kripto hanya digunakan kriminal untuk tindak kejahatan terlarang.

Trump Nge-Twit Soal Bitcoin

Trump mengatakan melalui cuitannya,

"Saya bukan penggemar Bitcoin dan cryptocurrency lainnya, yang bukan uang dan nilainya sangat fluktuatif. Aset kripto yang tidak diatur dapat memfasilitasi perilaku yang melanggar hukum, termasuk perdagangan narkoba dan aktivitas ilegal lainnya."

Meski cuitan Trump kerap hanya menjadi berita FUD, namun pernyataannya jelas dianggap serius mengingat posisi dia sebagai Presiden AS saat itu.

Pendapat Trump tersebut menyudutkan pengguna Bitcoin dan aset kripto, bertepatan dengan harga Bitcoin yang sedang merangkak naik. Akhirnya, para pelaku pasar pun melakukan profit-taking dan menyebabkan harga Bitcoin kembali melorot.

 

Peluncuran BAKKT

BAKKT adalah platform perdagangan berjangka aset kripto. Platform ini dibuat oleh NASDAQ dan menjadi isu hangat ketika pertama kali diumumkan di tahun 2018. Sebagian besar pengamat memprediksi bahwa akan ada banyak investor institusional yang masuk, berpotensi dapat menaikkan harga Bitcoin.

Namun, karena peluncuran BAKKT di saat volume trading sedang buruk, maka prediksi tersebut tidak terjadi. Harga Bitcoin merosot tajam hingga hampir mencapai $2,000 dalam satu hari.

 

Isu Peretasan di Binance

Beberapa tahun yang lalu, ada penyebaran isu berita tentang aktivitas pembajakan di Binance. Menurut berita yang beredar di Reddit, exchange Binance telah diretas. Hal ini bermula dari isi pengakuan member Reddit yang menyatakan bahwa saldonya turun 25%. Melihat banyak media yang ikut menyiarkan berita FUD tersebut, akhirnya membuat banyak orang menjadi khawatir dan panik. Ujung-ujungnya, harga pasar menjadi sangat bearish.

Peretasan Binance

Selang beberapa jam setelah berita itu tersebar, Binance memberikan klarifikasi bahwa kejadian tersebut terkait aktivitas trading yang tidak normal, karena sistem manajemen risiko dan menyebabkan penghentian semua penarikan dana. Pihak Binance juga menegaskan bahwa tidak ada dana yang dicuri, alias aman.

Baca Juga: 6 Cara Peretas Mencuri Bitcoin Anda

 

Xi Jinping Mendukung Blockchain

Berita FUD ini terjadi pada tahun 2019 lalu, ketika Presiden China, Xi Jinping membicarakan dan mendukung teknologi blockchain. Dalam pidatonya, Xi Jinping juga menyarankan warga China untuk tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan mengembangkan blockchain di masa depan.

Pidato tersebut bertepatan dengan harga Bitcoin yang sedang turun dan membuat para whales menggunakan momen ini untuk melakukan aksi beli cepat. Akibatnya, para short seller yang tidak menduga hal tersebut menjadi FOMO dan menyebabkan kenaikan harga Bitcoin menuju ke arah pertumbuhan harian tertinggi ketiga sepanjang sejarah.

 

Pelajari Analisa Fundamental Agar Tak Terpengaruh Berita FUD

Nah, agar tidak terjebak seperti berita FUD di atas, Anda harus memiliki bekal pengetahuan yang cukup mengenai analisis fundamental sebelum terjun ke dunia trading dan investasi. Analisa fundamental merupakan dasar untuk menelaah hal-hal yang bisa mempengaruhi sentimen pelaku pasar dan keseimbangan supply and demand.

Dalam analisa fundamental, Anda harus mempelajari variabel kunci suatu jenis kripto terlebih dulu agar bisa memahami pasarnya. Sebagai contoh, Anda bisa memahami ide di balik penciptaan kripto tersebut, fungsionalitas, dan sasaran pasarnya, serta bagaimana prospek di masa depan.

Untuk itu, Anda bisa membaca whitepaper suatu koin kripto, berita tentang karakteristik koin tersebut, tujuan pengembangan beserta tim pengembang, hingga tokenomics-nya.

Bila sudah bisa menganalisis secara fundamental, maka Anda akan lebih mudah untuk membedakan mana yang berita FUD dan bukan. Selain itu, Anda juga bisa mengetahui dengan tepat kapan waktu membeli sebuah koin kripto, serta menentukan jenis kripto yang bagus untuk jangka menengah dan panjang.

 

Tak hanya berita FUD, tapi ada banyak variabel yang berdampak pada naik-turunnya harga kripto. Apa saja? Temukan jawabannya di artikel berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pasar Cryptocurrency Saat Ini.

297858
Penulis

Lulusan Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Menggeluti dunia penulisan sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa tahun 2009. Mulai tertarik dengan dunia forex dan kripto, setelah lulus kuliah hingga sekarang sembari trading.