Advertisement

iklan

5 Revolusi Yang Menggebrak Dunia Trading Forex

Pasar forex telah eksis selama lebih dari 20 tahun. Tak heran, telah banyak hal revolusioner yang hadir dari pasar dengan volume terbesar di dunia ini. Apa sajakah itu?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seiring dengan perkembangan teknologi, telah banyak revolusi trading yang membuat para pelaku pasar harus siaga dan terus belajar. Baik dari sisi internal maupun eksternal, revolusi trading forex terjadi setiap hari. Mulai dari kebijakan kecil yang dibuat satu broker hingga peraturan baru yang mengubah aktivitas trading secara keseluruhan, menarik untuk dijadikan bahan obrolan bersama rekan-rekan sesama trader.

Jadi, apa saja 5 revolusi trading forex modern yang telah terjadi?

revolusi trading forex

 

Daftar Revolusi Trading Forex Yang Membuat "Hidup Tak Lagi Sama"

Dalam 1 dekade terakhir, dunia trading forex benar-benar berubah. Revolusi-revolusi trading forex ini didasari oleh tren yang muncul, teknologi, perubahan hukum dan peraturan, dan lain sebagainya. Mari kita simak satu per satu:

 

1. Dampak Ekstrem Berita Dan Faktor Geopolitik

Tak dapat dipungkiri, tensi geopolitik, ekonomi global, dan dampak krisis finansial masa lalu hingga saat ini telah membuat trader dan investor semakin tidak tenang. Akibatnya, perubahan harga di semua pasar makin sensitif terhadap rilis berita fundamental.

Volatilitas dan risiko geopolitik yang diakibatkan oleh terorisme, perubahan kebijakan ekonomi, peluang perdagangan dari kemelut Brexit, dan retorika politik yang memecah belah saat ini terjadi silih berganti. Berita dan geopolitik sekarang menjadi katalis utama yang menggerakkan pasar setiap hari.

Bahkan di tahun 2020, seluruh dunia dihantam oleh pandemi COVID-19 yang merontokkan sektor ekonomi dengan masif. Banyak trader yang terhenyak ketika indikator teknikal mereka "nge-prank" alias menunjukkan banyak fake signal, dan terpaksa mengakui bahwa analisa fundamental dan intermarket juga dibutuhkan pada momen ini.

revolusi trading forex analisa intermarket(Baca Juga: Trading Forex Dengan Analisa Intermarket)

Para intraday trader mendapatkan pelajaran berharga dari kondisi ini. Sebaliknya, para long-term trader justru harus memandang dari sisi yang berbeda. Lantas, apakah ini membuat semua trader harus selalu menyimak berita terbaru dan fokus pada setiap perubahan sentimen yang terjadi? Robert Colville dari The Lazy Trader punya petuahnya:

"Stay update, tetapi jangan terpaku pada berita terbaru dan data ekonomi saja. Tradinglah dengan bijak dan berdasarkan sinyal yang terbukti. Dalam jangka panjang, prinsip dan strategi trading yang sama justru lebih bisa bertahan menghadapi revolusi trading forex."

 

2. Kemajuan Internet

Bagi Anda para sesepuh dunia trading, mari sedikit bernostalgia. Trading forex dulu sangat ribet dan bikin deg-degan. Bukan cuma karena harga, tapi juga karena infrastruktur tradingnya belum secanggih saat ini.

Pada masa pra-internet, Anda harus telepon dulu ke broker ketika ingin membuka dan menutup posisi. Sangat tidak praktis. Lalu ketika masa-masa internet baru ditemukan, platform trading mendadak nge-freeze saat akan mengeksekusi harga gara-gara koneksi lemot. Kita dicekam rasa ketakutan karena tidak yakin posisi yang dipasang meleset atau sudah tepat.

Itulah sebabnya, koneksi internet merupakan revolusi trading forex yang menggebrak dunia. Berkat Internet seperti yang kita kenal sekarang, trading forex jadi jauh lebih mudah untuk diakses dan tidak lagi menjadi monopoli segelintir orang.

revolusi trading forex partner(Baca Juga: Benarkah Forex Trading Adalah Bisnis Online Paling Menjanjikan?)

 

3. Teknologi Trading Lewat Ponsel Pintar

Setelah membahas soal internet, teknologi mobil trading tentu tak bisa diabaikan begitu saja. Saat ini, trading forex tidak melulu harus dilakukan di kantor-kantor broker atau terpaku pada layar monitor yang besar.

Siapa sangka, revolusi trading forex berasal dari benda kecil yang cukup dalam satu genggaman. Beragam aplikasi trading bermunculan, cara-cara analisa dan indikator baru diciptakan setiap hari. Saat ini, tidak perlu lagi duduk di depan telepon, membawa lembaran kertas yang rawan hilang, atau dandan rapi untuk jadi seorang trader forex.

Jam trading pun jadi makin fleksibel, karena kita bisa memasang pending order dan tidur nyenyak ketika pasar New York buka. Nanti ketika bangun tidur, kita sudah bisa cek hasil trading semudah baca SMS. Hal ini sungguh luar biasa, karena hanya melalui beberapa ketukan, saldo kita bisa bertambah (jika memasang posisi yang benar), atau sebaliknya.

belajar forex lewat aplikasi(Baca Juga: 5 Aplikasi Mobile Untuk Belajar Trading Forex)

 

4. Beragam Kebijakan Moneter Bank Sentral

Pada poin pertama, kita telah memahami bahwa berita dan kondisi geopolitik menjadi salah satu revolusi trading forex yang berpengaruh besar. Selanjutnya, bahasan kita akan lebih spesifik kepada kebijakan moneter bank sentral dunia.

Trading forex era modern ditentukan oleh peristiwa dan kejadian yang insidental dan jarang terjadi di masa lampau. Pola kehidupan manusia yang semakin berubah, membuat bank sentral menjadi lebih aktif dalam melakukan intervensi pasar.

Salah satunya terjadi ketika pandemi COVID-19 pada peralihan tahun 2019 ke 2020. Bank-bank sentral seluruh dunia berlomba-lomba mengeluarkan pelonggaran moneter untuk menolong perekonomian mereka. Dari Quantitative Easing hingga pemotongan suku bunga, kebijakan-kebijakan bank sentral menjadi katalis yang memiliki kekuatan untuk menggerakkan pasar terutama pada kerangka waktu jangka pendek.

kebijakan moneter sebagai revolusi trading(Baca Juga: Pengaruh Quantitative Easing Pada Mata Uang)


5. Aturan Margin Dan Leverage Baru

Dinamika penggunaan margin dan leverage menjadi salah satu revolusi trading forex yang seru untuk diikuti. Di akhir tahun 2015, National Futures Association (NFA) AS telah memperketat persyaratan margin untuk membatasi leverage yang diperbolehkan. Aksi ini diikuti oleh regulator forex lain yang tersebar di seluruh dunia.

Perubahan regulasi ini adalah akibat dari kerugian yang diderita pada Januari 2015, ketika Swiss National Bank (SNB) secara tak terduga melepas pegging mata uangnya terhadap Euro. Hal ini secara langsung menunjukkan risiko yang tinggi pada margin trading.

snb bomb revolusi trading forex(Baca Juga: Mengenang Kembali "Bom Swiss")

Sejak saat itu, NFA dan regulator forex kelas elite lainnya membatasi penggunaan margin menjadi sekitar 50:1, dan mewajibkan broker forex menuliskan maklumat risiko trading pada materi promosi mereka. Meskipun masih ada broker-broker luar wilayah AS yang menawarkan leverage 200:1 bahkan lebih, langkah tegas NFA dalam membatasi penggunaan margin membuat trader forex lebih hati-hati dalam memilih broker.

 

Dari 5 revolusi trading forex di atas, manakah yang paling mempengaruhi kehidupan Anda? Semoga dari berbagai revolusi trading forex yang telah terjadi, kita bisa semakin waspada dan membuka pikiran dengan potensi apa saja yang dihadirkan oleh pasar forex ke depannya.

292798

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.