Advertisement

iklan

5 Strategi Day Trading EUR/USD

Penulis

+ -

Tanpa adanya strategi trading yang tepat, maka cukup sulit untuk meraup cuan pada pasangan EUR/USD. Yuk simak sederet strategi day trading terbaik yang bisa Anda pelajari di bawah ini.

iklan

iklan

Sebagai mata uang terbesar di dunia, pasangan EUR/USD menawarkan likuiditas yang sangat baik untuk semua trader forex. Meskipun pernah mengalami periode volatilitas tinggi, terutama pada tahun 2010 dan 2011 akibat krisis ekonomi Yunani. namun baru-baru ini pasangan tersebut mulai mengalami volatilitas yang lebih rendah dan spread ketat.

Kurangnya volatilitas ini dapat menjadi tantangan bagi trader harian. Harga yang stabil pada pasangan EUR/USD dapat membatasi potensi margin keuntungan para trader. Risikonya memang menjadi lebih rendah, tetapi begitu juga imbalannya. Terlepas dari stabilitasnya, masih ada peluang untuk memanfaatkan volatilitas EUR/USD dengan memperhatikan beberapa strategi trading berikut.

Baca Juga: Waktu Terbaik Untuk Day Trading EUR/USD

trading eurusd

 

1. Melacak Pergerakan Harga

Melalui analisa grafik saja, ada beberapa indikator yang dapat memberikan Anda peluang trading pada EUR/USD. Dengan memperhatikan pergerakan harga, trader bisa lebih awal mengetahui pergerakan yang berpotensi menghasilkan keuntungan dari volatilitas EUR/USD.

 

2. Prinsip Harga Pembukaan

Di pasar yang likuid, prinsip harga pembukaan dapat menjadi sinyal handal apakah pasar akan dibuka atau ditutup di atas harga pembukaan pada hari tertentu. Penerapan prinsip ini sedikit lebih sulit pada forex dibandingkan jenis trading lainnya karena pasar forex tidak pernah tutup. Namun banyak trader menggunakan 7:00 GMT sebagai hari pembukaan secara de facto.

Untuk menerapkan prinsip harga pembukaan, bandingkan harga pasangan trading pada pukul 7:00 GMT dengan harganya pada pukul 9:00 GMT. Jika harga berada di atas tanda pembukaan, prinsip harga pembukaan mengatakan ada kemungkinan 65 persen pasangan akan menutup hari dengan hasil positif.

Jika harga 9:00 GMT di bawah tanda pembukaan, ada kemungkinan 65 persen pasangan akan menutup hari dengan hasil negatif. Trader harian dapat menggunakan strategi ini untuk memperkirakan bagaimana harga akan bergerak sepanjang hari, membatasi kerugian, atau sebaliknya, tetap sabar menunggu dengan harapan akan menuai profit.

Baca Juga: Mengetahui Pembukaan Market Tanpa Indikator

 

3. Fraktal

Pola berulang dalam pasangan EUR/USD dapat menunjukkan pergerakan masa depan yang baik untuk trading. Fraktal adalah salah satu pola paling dasar yang digunakan dalam analisa grafik, tetapi mampu memberikan sinyal bagi para trader saat memantau grafik forex.

Fraktal terdiri atas setidaknya lima bar yang mencerminkan titik balik harga trading. Dalam fraktal bearish, bar tengah akan lebih tinggi daripada dua lower highs yang ada di setiap sisi. Ini menunjukkan bahwa harga telah mencapai puncak dan berpotensi menuju penurunan. Fraktal bullish sebaliknya terjadi saat bar tengah lebih rendah dari dua bar di setiap sisi, ini menandakan potensi upswing.

 

4. Average True Range (ATR)

Average True Range (ATR) merupakan perhitungan volatilitas pasangan trading dari waktu ke waktu, umumnya selama 14 hari. Meskipun ATR tidak memiliki pengaruh sebagai prediktor pergerakan harga, ia dapat digunakan untuk mengidentifikasi di mana EUR/USD menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi dari biasanya, sehingga menjadikannya indikator menarik untuk trading harian.

 

5. Pertimbangan Lainnya

Walaupun time frame 1 hari (1D) selalu menjadi faktor penting bagi saat mempertimbangkan trading forex, tetapi waktu dalam setahun (1Y) juga memiliki peran penting dalam peluang trading EUR/USD.

Misalnya, hari libur perbankan Inggris dapat memperlambat aktivitas trading untuk pasangan ini, yang dapat memengaruhi pola grafik dan indikator lainnya. Demikian pula, trader harus memperhatikan hari libur di Amerika Serikat dan Eropa yang dapat mengurangi aktivitas trading.

Risiko dalam trading selama periode lambat tidak mesti terjadi karena perubahan likuiditas dan volatilitas, namun bisa juga disebabkan karena indikator tren yang digunakan untuk menganalisa pasangan mata uang cenderung kurang akurat dan andal.

Demikian pula, trader harian harus mencermati peristiwa rilis data di Amerika Serikat dan Eropa yang bisa berdampak pada harga mata uang. Di AS misalnya, Nonfarm Payrolls (NFP) yang dirilis di Jumat pertama setiap bulan dapat memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai trading EUR/USD. Contoh lain misalnya ketika Bank Sentral Eropa mengumumkan pada Maret 2019 bahwa mereka akan menunda kenaikan suku bunga hingga 2020, harga EUR/USD pun merosot.

chart eurusd

Meskipun nilai pasangan ini berangsur membaik dari waktu ke waktu, penurunan tiba-tiba seperti yang tampak pada grafik di atas adalah sesuatu yang harus diperhatikan oleh trader harian ketika memantau kalender ekonomi dan merencanakan trading.

 

Kesimpulan

Meskipun sudah menguasai tips-tips trading EUR/USD, adanya berbagai tantangan dalam meraup profit menjadikan trading pada pasangan mata uang ini bisa menjadi agak rumit dilakukan. Jika ingin mengidentifikasi peluang terbaik untuk trading EUR/USD, trader harus memperhatikan grafik dengan cermat dan hati-hati akan peak trading, di mana trader retail berbondong-bondong mencari profit di saat pasar sepi.

 

Apabila di atas dijelaskan tentang strategi day trading, Anda juga bisa memanfaatkan time frame Weekly untuk meraup cuan. Bagaimana caranya? Simak artikel berjudul Strategi Trading Forex Dengan Time Frame Weekly berikut ini.

297721
Penulis

Memiliki latar belakang sarjana Ilmu Hubungan Internasional, namun kemudian masuk ke dalam bidang jurnalistik sejak 2017. Pernah bekerja sebagai jurnalis di desk humaniora, olahraga, dan ekonomi pada salah satu surat kabar nasional. Saat ini tengah menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Indonesia sembari bekerja sebagai freelancer penulis berita, artikel, maupun konten. Mulai tertarik dan mendalami dunia trading dan investasi sejak 2021.