5 Tahapan Utama Dalam Mengukur Kematangan Trader Forex

Menjadi seorang trader sukses bukanlah hal mudah. Ada banyak tahapan yang harus dilalui seorang trader hingga menjadi profesional.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Perjalanan seorang trader menjadi berhasil tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh proses hingga kita bisa meraih kesuksesan dalam trading ini

Apa saja tahapan yang biasa dilalui trader hingga menjadi seorang professional?
 

5 tahapan utama trader forex

Level Pertama: Level Unconscious Incompetence

Level paling awal yang dilalui oleh trader pemula.

Pada level pertama ini (Unconscious Incompetence), biasanya trader bisa profit besar, namun itu hanya beginner luck saja (karena keberuntungan semata). Sebagai seorang pemula, biasanya kita tidak akan percaya bahwa kita bisa untung hanya dengan 1 indikator saja. Para pemula di level Unconscious Incompetence biasanya sibuk mencari puluhan strategi dan indikator. Tidak ada trader yang sukses hanya dengan faktor keberuntungan. Quick loss akan datang menyusul quick profit.

Trader level pertama, meski tidak bisa trading dengan benar, tetap percaya diri karena faktor luck menghampirinya. Trader level pertama biasanya merasa spesial, dan akan mampu mendapatkan kunci kekayaan dari trading.

Trader pemula tidak menyadari bahwa 90% trader yang gagal juga mempunyai perasaan euphoria seperti itu. Sang pemula tidak berdasar sistem trading, dikuasai oleh emosi, selalu averaging posisi jika loss karena marah pada market. Trader level unconscious incompetence selalu ambil untung kecil-kecil dan membiarkan profit berubah menjadi loss. Hal itu terjadi karena trader pemula dikuasai oleh greed atau perasaan serakah. Itu wajar dan umum.

Trader unconscios incompetence mengambil profit sedikit-sedikit karena takut dan membiarkan loss membengkak karena takut. 90% orang berhasil trading hanya sampai pada level Unconscious Incompetence ini, setelah itu biasanya kapok. 90% orang yang berhenti trading/kapok dan menganggap ini semua hanya mimpi buruk belaka. 90% Trader berakhir di level Unconscious Incompetence, dan hanya 10% sadar dan pindah ke level berikutnya! Lalu apa level selanjutnya? Pernah dengar istilah Holy Grail Seeker? Level berikutnya dari Unconscious Incompetence! Apa itu? tunggu saja kelanjutannya.


Level Kedua: Holy Grail Seeker Trader.

Di level Holy Grail Seeker, trader mulai sadar bahwa ia tidak bisa trading, tidak memiliki kemampuan untuk trading. Para Holy Grail Seeker sadar bahwa selama di level pertama dulu, pikirannya kabur oleh emosi dan tidak bisa berpikir jernih.

Di level kedua, trader akan mencari holy grail, yaitu sistem yang sempurna, sistem yang 100% profit dan sistem yang tidak pernah rugi.

Trader level kedua atau para Holy Grail Seeker mulai membeli sistem/robot yang ada di internet. Trader pemula level kedua mulai membaca semua website tentang trading mulai dari UK, USA, Australia, Europa sampai Russia, para Holy Grail Seeker membaca semua ebook yang ada, mempraktekan semua sistem trading.

Trader pemula level kedua ini haus akan ilmu seperti seorang pengembara di padang pasir yang haus akan air minum.

Pada level ini kita akan mencoba semua hal tentang indikator, bahkan mungkin akan membuat indikator sendiri. Dan kita kan bermain-main dengan MA, fibonnacci lines, pivot point, Fractals, Divergence, DMI, ADX, dan ratusan indikator lain. Para Holy Grail Seeker menganggap bahwa market terlalu rumit untuk diprediksi hanya dengan 1 indikator saja. Para Holy Grail Seeker mencoba menebak level tertinggi dan terendah harga saham.

Pada level kedua ini, trader akan bergabung dengan trader lain dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang ia anggap “bodoh” pada senior. Kita tahukan, kalau kita tidak bertanya sekarang maka selamanya tidak akan tahu.

Akhirnya di level ini kita akan mendapatkan 5 sampai 10 sistem yang lengkap dan mulai mencoba mana yang paling cocok. Dari 10% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 7% yang berhasil pindah ke level 3! Siapa yang merasa berada di level kedua ini? Apakah kita merasakan hal yang sama dengan trader pemula lain? Nah setelah melewati level kedua ini, apa yang biasanya dilakukan oleh para trader yang masih bertahan itu?

Level 3: The EUREKA Moment

Pada akhir level 2, kamu akhirnya menyadari pokok permasalahan bukan terletak di system. Kamu menyadari bahwa kamu bisa mendapat profit bahkan jika hanya menggunakan system yang simpel seperti moving average saja tanpa ada indicator lain, jika kamu bisa menggunakan kepala kamu dan money management yang benar.

Kamu mulai membaca buku tentang psikologi trading, dan mengidentifikasi dengan karakter yang dijelaskan dalam buku itu. Akhirnya datanglah Level Pencerahan.

Level pencerahan ini membuat otak kamu menyadari satu hal yang penting, di dunia ini tidak ada seorang pun yang mampu memprediksi secara akurat apa yang akan terjadi pada market 30 detik kemudian.

Kamu mulai menguasai satu system trading dan memodifikasinya sehingga sesuai dengan karakter kamu, dan mampu memberikan lebih banyak profit dibandingkan system yang asli.

Kamu mulai trading jika kamu tahu probabilitas untuk profit lebih besar daripada untuk loss, kamu hanya trading jika ada signal dari system kamu, kamu selalu menggunakan stoploss, karena kamu tahu stoploss adalah resiko bisnis yang ada dalam dunia trading.

Ketika stoploss kamu kena, kamu tidak emosi karena kamu tahu tak seorangpun bisa memprediksinya, dan itu bukan kesalahan kamu. Trading berikutnya akan meningkat probabilitas profitnya karena kamu tahu system kamu itu system yang profit.

Kamu secara seketika menyadari bahwa dalam dunia trading hanya ada satu hal yang penting yaitu konsistensi pada system, psikologi trading dan money management kamu. Dan kedisiplinan kamu untuk melakukan trading apapun yang terjadi.

Kamu mempelajari tentang money management, 2% risk, dan hal lainnya. dan hal ini mengingatkan kamu 1 tahun yang lalu ketika ada yang memberi nasehat yang sama padamu dan kamu memilih untuk mengacuhkannya. ketika itu kamu memang belum siap namun sekarang kamu siap.

Di level pencerahan, otak kamu akan menerima bahwa kamu tidak bisa meramalkan pergerakan market, karena memang tak seorang pun bisa.

Dari 7% trader yang ada di level ini, hanya sekitar 5% yang berhasil maju ke level berikutnya.

 
Level 4: Conscious Competence

Sekarang kamu hanya trading jika dan hanya jika system kamu memberi signal.

Kamu cut loss sama gampangnya dengan take profit. karena kamu tahu system kamu akan lebih banyak memberikan profit daripada loss, dan cut loss yang kamu lakukan adalah resiko bisnis yaitu max 2% dari account kamu.

Di level ini kamu memulai target dengan profit 20 point per hari, dan setelah kamu mampu melakukannya secara konsisten selama beberapa minggu, kamu meningkatkan target dengan 40 point per hari. Dan hal itu pada akhirnya mampu kamu lakukan.

Kamu memang masih harus kerja keras untuk mendapatkannya, memperbaiki system kamu, menguasai emosi kamu, dan melaksanakan money managemen yang kamu pegang.

level ini biasanya berjalan sekitar 6 bulan.

katanya Dari 5% trader hanya sekitar 3% yang sanggup maju ke level berikutnya.

Level 5: Unconscious Competence

sekarang kamu sampai di level 5, ini adalah level yang paling diharapkan oleh seluruh trader di dunia ini, di level ini kamu bisa trading secara alami, kamu telah menguasai semuanya, kamu bisa Dancing with the Market, kemanapun arah market berjalan, kamu telah open di posisi yang benar, jadi kamu tinggal melihat profit kamu bergerak dari 2 digit ke 3 digit.

Inilah level puncak dari seorang trader, inilah level utopia, kamu telah menguasai emosi kamu dan kini kamu trading dengan account yang terus membesar tiap harinya dari kumulatif profit yang kamu peroleh.

Kamu akan jadi bintang di trading chat room, dan orang-orang akan mendengarkan apa yang kamu katakan, kamu kenal dengan pertanyaan mereka, karena kamu ada diposisi mereka 2 tahun yang lalu.

Kamu akan memberikan saran bagi mereka, namun kamu tahu bahwa kebanyakan dari mereka tidak akan mendengarkannya karena mereka masih trader level 1.

Kamu tidak akan mempunyai masalah financial lagi, kamu mampu membeli semua benda yang tersedia untuk dijual, kamu bisa membeli pulau dan trading disana asalkan ada jaringan internet, kamu bisa pindah ke hotel bintang 5, dan menjadi penghuni tetap disana.

Kamu mempunyai penghasilan seperti seorang superstar, kamu bisa membuat buku sendiri, kamu bisa trading forex dengan margin yang tanpa batas, dan account kamu akan berlipat-lipat dari account awal.

Katanya, Hanya 3% trader yang bisa mencapai level ini.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Ardan Fauzian
Hmm... menarik.

Tapi sepertinya apa yang terjadi sebenarnya tidak semudah itu mengelompokanya. Sekarang sudah ada kan beberapa pemula yang paham resiko, sudah berusaha mencari bekal sebanyak-banyaknya tentang cara trading terbaik, dan menetapkan stop loss di awal tradingnya.

Meskipun tidak semuanya, tapi tidak semua orang akan semudah itu dikategorikan ke dalam level-level trader di atas.
Ian Wicaksono
ane sangat setuju sekali sama apa yang disebutkan diatas. level trader itu bukan diukur dari profit yang dah didapat, tapi dari cara tradingnya dia sendiri. trtader trader yang merasa puas dapat profit padahal belum punya sistem dan belum konsisten juga tradingnya itu banyakan gg paham kalau profitnya itu cuma untung2an ja. malah kalau mereka paham pun kebanyakan dibiarin ja dan akhirnya trading mereka benar2 pure untungan2 kayak judi. nah begitu gagal mereka jengkel sendiri terus pelampiasan emosinya ke pihak yang salah. ya brokernya lah ya forexnya lah. ckckckck
Rahmat Vitro
Ane kayanya mirip holy grail seeker, walopun ane ndak terlalu gila2 banget sih cari sistem yng holy grail. Habis baca ini ane pikir hampil mustahil sampe dilevel terakhir. Itu kayaknya trader2 yng betul2 top markotop. Best of d best lah. Mungkin ane sampe di eureka moment aja udah senengnya minta ampun. Hehehehe
Riski Fernando
ya, memang sangat susah sekali untuk move ke tahap 2 dari seorang pemula itu. mungkin persentase trader yg gagal bisa sampai 90% itu karena kebanyakan newbie yg tertarik trading itu belum benar-benar paham tentang resiko trading forex atau karena sudah mendapat persepsi yang salah di awal. kadang itu lebih baik sih, newbie yng suda tau dia salah, tapi keras kepala diterusin aja. yng seperti itu yng tidak cocok jadi trader. setidaknya trader yng melakukan kesalahan karena belum sadar dia masih bisa memperbaiki kalau ada niatan. tapi kalau sudah tau tapi lebih memilih acuh, wah... ya itu....
Fahrezi
waw mskipun sdh di level 4 target pip nya masih harian yak kirain yg ms harian itu yg level2 pertama/kedua misalkan jangka trading itu mmg diset sesuai level tradernya (jangka pendek untuk level2 bawah, terus ketika sudah level atas beralih ke jangka panjang), berarti kita baru geser target harian itu pas udah dilevel 4 yak?sebelum itu berarti kita masih bisa kalau mau trading harian gitu?
Firnanda
mantap gan, ini sumber dari mana ya gan?
Arwanajr Trader
Semua yg dipaparkan diatas betul semua. Memang bnyk yg kapok setelah loss trading.. Tp memang yg mendasari semua itu mental LOOSER. mental ini bawaan lahir atau takdir ya.... Apapun istilahnya itu Whateverr bray... Namun sangatlah penting dibutuhkan TEKAD+MENTAL+COMITMEN+NYALI SUPERIOR utk menjadi Great trader. Karena trader bukan profesi ecek ecek bray... Trader itu profesi pilihan yg Elit 100% NGOTAK.
SALAM GO GREAT TRADER, SALAM FREEDOM LIFE!!!