6 Hal Yang Dilakukan Para Trader Sukses

174118

Semua trader tentu ingin menjadi sukses. Namun, bagaimana untuk mencapainya? Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meraih keuntungan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Semua trader tentu ingin menjadi sukses. Di dunia forex, peluang profit tak terbatas selalu menarik minat banyak calon trader. Namun faktanya, mendapat kesuksesan di bidang ini tak semudah membalik telapak tangan. Karena begitu sulit, banyak trader jadi percaya mengenai mitos 95% trader akan selalu gagal. Padahal, setiap trader punya peluang sukses yang bisa terwujud jika tahu bagaimana caranya. Nah, menurut Forex Social Traders, ada enam hal yang dilakukan trader sukses untuk membangun keberhasilannya. Apa sajakah itu?

Yang Dilakukan Trader Sukses

 

1. Mulai Dengan Dana Kecil

Kebanyakan para trader yang sekarang sukses memulai trading dengan dana kecil (menurut standard mereka), antara USD 1,000 hingga USD 5,000. Hal ini mungkin membuat banyak orang awam tidak percaya, mengingat perkembangan akun mereka setelah sukses bisa mencapai puluhan atau bahkan ratusan persen dari modal awal. Trading for living dianggap hanya impian, tak akan tercapai apalagi jika memulai dengan dana kecil. Namun faktanya, banyak kisah sukses trader dimulai dengan mengumpulkan dana sedikit demi sedikit untuk dijadikan modal.

Kalau sama-sama berangkat dari dana kecil, lantas mengapa masih ada trader sukses dan gagal? Kuncinya ada pada 5 hal selanjutnya.

 

2. Pantang Menyerah

Kebanyakan trader sukses meraih hasil jutaan dolar pertamanya setelah 5 tahun hingga 15 tahun. Ini menunjukkan bahwa kesabaran dan dedikasi sangat penting, dan menyerah tentu saja bukan pilihan mereka.

Konsisten pada rencana trading, terus belajar, dan kerja keras untuk memperoleh hasil lebih baik adalah yang dilakukan trader sukses sepanjang waktu. Mereka selalu sadar jika keberhasilan adalah buah dari konsistensi yang terakumulasi dari waktu ke waktu, bukan profit semalam yang belum tentu akan terjadi lagi keesokan harinya. Bisa dikatakan, mereka adalah golongan trader yang sudah memiliki rencana trading, pola pikir yang matang, kendali emosi, dan sikap disiplin tinggi.

 

3. Mengutamakan Manajemen Risiko

Para trader sukses menjaga drawdown-nya relatif rendah dibandingkan dengan persentase keuntungan tahunan yang mereka peroleh. Itulah alasan mengapa trader sukses bisa bertahan hingga bertahun-tahun lamanya di tengah risiko pasar forex yang tidak menentu. Hal ini menunjukkan bahwa mereka memang sangat mengutamakan faktor pengendalian resiko dan money management dalam trading.

Mereka paham bahwa "mempertahankan akun dari kerugian besar" jauh lebih penting ketimbang "meraih keuntungan besar dalam sekejap". Dengan kata lain, para trader sukses bekerja dengan prinsip "jaga risiko dulu, profit akan menyusul kemudian". Jika risiko saja belum bisa ditanggulangi, mana mungkin akun trading bisa mengumpulkan keuntungan secara konsisten?

 

4. Realistis

Para trader sukses rata-rata menghasilkan keuntungan bersih (return of investment atau ROI) per tahun sekitar 50%. Jumlah itu terhitung kecil dibanding target keuntungan trader amatir yang kebanyakan menginginkan keuntungan bersih sebesar 20% hingga 30% per bulan. Padahal, angka tersebut sangatlah tidak realistis terutama untuk ukuran pemula. Jika dipaksakan demikian, dalam jangka panjang akan berbahaya.

Tentu saja mungkin Anda pernah menemui beberapa trader forex dengan keuntungan per tahun 1000%, tetapi hal itu diperoleh dengan risiko yang sangat tinggi. Pada tahun berikutnya, mungkin tak seorangpun dari mereka yang bisa bertahan.

 

5. Batasi Risiko, Tapi Biarkan Profit Berjalan

Kebanyakan trader sukses tidak menerapkan risk/reward ratio yang rendah atau menggunakan sistem trading martingale. Di dalam prakteknya, tak seorangpun akan bertahan dalam jangka panjang dengan menggunakan sistem martingale atau strategi dengan risiko yang lebih besar dari target profit. Mereka sangat menekankan aturan cut loss secepat mungkin, dan biarkan profit terus berjalan (cut your losses short and let your profit runs).

cut loss, let profit run

Selain itu, mereka hanya akan masuk pasar bila probabilitas profitnya tinggi. Ketika suatu peluang entry tidak didukung oleh konfirmasi semua sinyal, para trader sukses tak akan gegabah dan memaksa masuk. Intinya, mereka tahu kapan bisa entry dan kapan saat yang tepat untuk menjauh dari pasar.

 

6. Mengelola Dana Investor

Untuk mengembangkan portofolio secara signifikan, para trader sukses tidak hanya trading dengan dananya sendiri. Mereka biasa mengelola dana para investor yang menginginkan untung besar, tapi tak punya cukup waktu untuk direpotkan dengan aktivitas trading. Dengan demikian, trader sukses tidak hanya memperoleh penghasilan dari profit trading, tapi juga komisi dari para investor. Tentu saja, langkah ini diambil ketika keahlian trader sukses telah meningkat dan konsistensi profitnya sudah bisa diandalkan.

 

Kesimpulan

Untuk meraih keberhasilan di pasar forex, hal-hal yang menjadi faktor penentu adalah mulai dengan dana kecil, tidak mudah menyerah, berpikir realistis, dan mengedepankan risiko. Yang dilakukan trader sukses adalah tidak menargetkan keuntungan 50% per bulan atau 1000% per tahun, tapi memaksimalkan manajemen risiko dulu, baru mengumpulkan keuntungan bersih per tahun.

Dalam bertrading, yang perlu dipahami sebagai prinsip utama adalah konsistensi agar bisa bertahan cukup lama untuk menjadi trader sukses. Jadi sebaiknya, rintislah jalan menuju keberhasilan dengan menghindari berbagai tindakan ceroboh dan berisiko yang bisa mengancam kelangsungan trading Anda.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex. Selain itu, Anda juga bisa membaca artikel ini dalam versi catatan singkat di Facebook Fanspage Seputarforex.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Mr Hendri Kusumo
Sy mau kirim saran.Agak bingung dengan maksudnya. Padahal kan jelas disebutkan di poin ke-4 itu, bahwa Para trader sukses tersebut rata-rata menghasilkan keuntungan bersih (return of investment atau ROI) per tahun sekitar 50%. Tapi dikesimpulannya kenapa dikatakan trader sukses tidak pernah menargetkan keuntungan 50%?

Sy mengerti perbedaannya ada di 50% per tahun (realistis) dan 50% per bulan (tidak realistis). Tapi dengan menyebutkan angka yang sama itu bisa sedikit membingungkan karena pertama sy kira apa yang disebutkan di atas tidak sejalan dengan kesimpulannya.

Mungkin bisa disamakan saja apakah yang dipakai di sini per bulan atau per tahun, jadi tinggal mengganti persentasenya saja, supaya lebih mudah dipahami.
Martin S
@ Mr Hendri Kusumo:
Terima kasih atas sarannya.
Dari kalimatnya sudah jelas Pak, ROI per tahun 50%, atau per bulan profit sekitar 4%, sedang target yang tidak realistis adalah 50% per bulan (….para trader yang telah sukses tersebut tidak pernah menargetkan keuntungan 50% per bulan,….).
Abad
dr 6 hal diatas itu sepertinya bisa dicontoh smw, kecuali yg nomer 5. betul nggak gan?soalnya ada pake sistem martingale itu, menurut ane itu termasuk strategi yg mengarah ke unsur judi. apalagi buat yg masih awam, bukannya keuntungan nambah tapi malah resikonya yg dobel2. tapi apa bener yak trader sukses seringan pake martingale? kok bisa seperti ya gan padahal itu kan berbahaya kalo menurut hitungan ane?
Martin S
@ Abad:
Coba dibaca sekali lagi gan, pada point 5 tersebut tidak dianjurkan untuk menggunakan teknik martingale (5. Kebanyakan para trader sukses itu tidak menerapkan risk/reward ratio yang rendah atau menggunakan sistem trading martingale…..). Teknik martingale adalah menggunakan 2 kali ukuran trading sebelumnya setiap kali loss, dan ini dianggap seperti untung-untungan atau judi dengan resiko yang semakin besar..
Faisal Sql
@Abad:Bisa jadi trader yng berhasil itu baru nerapin martingale kalau sinyal tradingnya sudah oke. Bisa juga mereka sudah punya sistem yang handal, dan di kondisi tertentu mereka bisa tau potensi profit dengan bener2 baik makanya mereka berani pakai martingale. Memang dengan sistem martingale profit bisa berlipat lipat, tapi resikonya pun juga seperti itu. Buat jadi trader yng sukses rasanya kita nggak perlu ngikuti semua cara dari trader yng sudah ada. Cukup ambil yng menurut kita baik & sesuai trus buat sendiri jalan menuju sukses itu.
Martin S
@ Faisal Sql:
Coba dibaca sekali lagi gan, pada point 5 tersebut tidak dianjurkan untuk menggunakan teknik martingale (5. Kebanyakan para trader sukses itu tidak menerapkan risk/reward ratio yang rendah atau menggunakan sistem trading martingale…..).

Teknik martingale adalah menggunakan 2 kali ukuran trading sebelumnya setiap kali loss, dan ini dianggap seperti untung-untungan atau judi dengan resiko yang semakin besar..
Ferdy Sendiri
penasaran sama trader yang dah bisa ngelola dananya orang lain. mereka itu kalo sudah berani pegang duit investor berarti masuk kategori pro kan ya? trus sesudah jadi pengelola dana investor, apa mereka sendiri masih trading? gimana kalo suatu saat performanya mereka turun, apa itu juga berakibat ke kepercayaan investor? mana yang lebih penting buat trader-trader macam ini, profit dari tradingnya sendiri atau performa trading yang baik buat narik para investor?
Martin S
@ Ferdy Sendiri:
Yang berani mengelola duit investor tidak hanya trader pro, trader yang belum pro juga bisa asal investor percaya. Dalam hal ini trader tsb mesti bisa meyakinkan investor bahwa trading forex bisa profitable. Si trader bisa menjalankan dana investor saja, atau join dengan investor.

Bisa juga dia sendiri juga trading disamping mengelola account investor. Kalau performa turun, selama investor bisa memberi alasan yang logis biasanya investor masih percaya.

Dalam menjalankan account investor biasanya trader mendapatkan komisi per transaksi dari broker (dahulu broker lokal banyak yang memberlakukan aturan ini), atau ada perjanjian tertentu dengan investor tersebut.
Henry Wae
Wuih, 1000-5000 USD kl buat seukuran trader indo ya tergolong gede itu. Apa di negara lain modal segitu masih termasuk kecil? Iya sih, kl tradingnya di broker2 yg gede modal segitu udah dibilang minim. Tapi buat berlatih jadi trader sukses apa emang perlu minimum modal yg segitu? Mulai di broker2 kecil pake modal yg lebih kecil bisa juga kan? Lagipula tahap pemula kl langsung kasih modal segitu apa enggak kawatir langsung amblas?
Martin S
@ Henry Wae:
Untuk latihan tidak harus minimum modal segitu, Anda bisa menggunakan dana yang relatif kecil dan trading pada account micro. Dengan semakin ketatnya persaingan antar broker, sekarang broker-broker papan atas juga ada yang menawarkan account micro. Anda bisa mencobanya.
Elli Adam
apa yang dimaksud drawdown dan kenapa harus relatif lebih rendah dibandingkan dengan persentase keuntungan?
Martin S
@ Elli Adam:
Drawdown adalah besarnya persentasi kerugian (dibandingkan dengan balance awal). Misal balance awal USD 5,000 dan Anda mengalami loss hingga balance saat ini USD 1,000, maka besarnya drawdown atau persentasi loss account Anda adalah 20%. Agar hasil secara keseluruhan profit maka persentasi profit total tentu harus lebih tinggi dari drawdown-nya.
Farko
Kalo memang hasil bersih 50% per tahun realistis bagi trader pro tersebut, maka modal di atas $5000 adalah suatu keharusan.
Jhon Ce
Lho kog bisa begitu kang? $5000 itu kan duit gedhe. Mana mampu kita-kita.
Oni
Buat kita di indo emang iya bro. Tapi buat orang Eropa sono yang mana jadi dedengkotnya kehidupan trading forex, duit segitu cuma secuprit.
Bondi
Betul itu om. Apalagi biaya hidup di Eropah pake Euro. Nah tambah tipis maning kalo cuma pake $..hehehe.
Reno. K
Emang susah jadi orang yang punya duit rupiah. Pingin ngikut gaya trading orang bule mesti keteteran.
Heri Arifanto
Tenang aja pak. Belum tentu kita terpinggirkan. Kan banyak sekarang broker-broker pada buka akun mikro. Kalo tak pikir-pikir itu justru karena potensi trader yang punya duit level semut makin banyak. alias mengakomodasi yang kayak kita-kita gini.
Tosin Yasid
Hmmmh..makin penasaran. Trader pro punya keuntungan bersih 50%. Misal doi dapet pemodal, nah trus yang dibagi buat pemodale berapa tuh? Jangan-jangan masih ada keuntungan tambahan 50%. Jadi total setahun untung 100%. Investasi mana yang bisa segitu kalo bukan di forex? Pantesan banyak yang menjerumuskan diri dalam dunia jual beli online ini.
Urta
Iya-ya... Pikiran ku kog sama kayak akang. Yang bersihnya aja 50%. Kalo gitu asumsinya beliau harus untung di atas itu buat ngasih bagi hasil investornya kan? Misalkan beliau hidup di AS maka nilai $5000 jelas bukan angka yang fantastis. Malah bisa dibilang hanya pemanasan. 
Martin S
@ Urta:
Biasanya profit sharing atau pembagian keuntungan antara trader dan investor ditentukan dari kesepakatan dan dibuat sebuah agreement (perjanjian). Setahu saya ada yang 30 : 70, yaitu 30% dari profit untuk investor dan 70% dari profit untuk trader. Biasanya trader yang sudah berpengalaman yang menentukan pembagian 30:70 tsb, mungkin juga ada skema pembagian yang lain.
Martin S
@ Tosin Yasid :
Untuk profit sharing dengan investor (pemodal), setahu saya ada yang 30 : 70, jadi 30% dari profit untuk investor dan 70% dari profit untuk trader. Mungkin juga ada skema pembagian yang lain, tergantung dari perjanjian yang disepakati.
Zainal
Sukses itu saat trading plan dan money management dikombinasikan dan membentuk sinergitas yang baik dalam trading Anda.