Advertisement

iklan

6 Indikator Ampuh Pendeteksi Sideways

Pasar Sideways seringkali menjadi momok bagi para trader karena dianggap sulit untuk membuka posisi. Apa saja indikator yang cocok untuk mengenali kapan Sideways berakhir?

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Ketika trading forex, ada kalanya pasar menunjukkan kondisi pasar yang datar. Pair ini mau kemana? Apakah akan naik atau turun? Tidak ada tren yang terbentuk. Jika asal-asalan buka posisi, kerugian siap mengintai. Karena itulah, berbagai indikator pendeteksi Sideways diciptakan untuk membantu trader masuk pasar meski volatilitas sedang lemah.

Sideways adalah periode pergerakan harga yang lemah dan dapat terjadi pada instrumen perdagangan apapun. Secara visual, kondisi Sideways terlihat seperti volatilitas yang lemah, tetapi secara fundamental, artinya hampir tidak ada likuiditas di pasar. Ketika menggunakan indikator volume, kondisi flat 60-100 point mungkin menunjukkan adanya "kehidupan", tapi sebenarnya, volume trading yang riil tidak sebesar itu.

indikator pendeteksi sideways

Periode flat ini terjadi biasanya sebelum atau sesudah berita berdampak yang tidak terantisipasi, sehingga pelaku pasar kehabisan amunisi untuk buka posisi lagi. Trading ketika pasar dalam kondisi Sideways bisa sulit dan berbahaya, terutama bagi para penggemar trading agresif. Lalu, bagaimana caranya keluar dari pasar ketika sedang Sideways?

Ada beberapa indikator pendeteksi Sideways yang sangat bermanfaat untuk dipelajari. Melalui indikator-indikator ampuh ini, Anda bisa mengetahui waktunya keluar dari pasar dan mempersiapkan strategi untuk masuk lagi ke pasar.

 

Ciri Indikator Pendeteksi Sideways

Berbagai metode dan indikator forex untuk pasar Sideways telah banyak diciptakan. Mulai dari yang simpel hingga yang ribet, algoritma indikator-indikator teknikal tersebut harus memenuhi kualifikasi berikut:

  1. Analisis yang komprehensif tentang volume trading;
  2. Perhitungan deviasi relatif dan absolut dari nilai rata-rata;
  3. Perhitungan kekuatan pasar (analisis Supply And Demand saat ini);
  4. Perhitungan pergerakan di waktu mendatang (berdasarkan harga dan waktu);
  5. Tampilan visual tergantung pada jenis indikator.

Selain itu, perlu diperhatikan bahwa indikator untuk pasar Sideways sangat mengandalkan logika. Indikator pada umumnya memang memiliki berbagai jenis, parameter, elemen grafis dan warna, tetapi karakteristik khusus untuk indikator di pasar Sideways adalah menampilkan channel harga dengan batasan, arah, dan tingkat volatilitas. Berikut adalah indikator forex pendeteksi Sideways yang banyak digunakan.

 

Indikator Overlay Di Pasar Sideways

1. Indikator Williams' Alligator

Williams' Alligator adalah contoh paling sederhana dari indikator pendeteksi Sideways dan terdiri dari serangkaian Moving Averages. Jika garisnya bergerak berlawanan, artinya ada tren yang terbentuk. Sebaliknya, jika garisnya saling bertumpukan atau paralel, maka pasar sedang Sideways. Apabila Alligator "membuka mulut", pembentukan tren baru dimulai.

indikator william aligator

 

2. Bollinger Band

Jika Indikator Bollinger Bands pada chart berbentuk horizontal dengan kisaran yang sempit, maka pasar sedang Sideways. Semakin sempit channel yang terbentuk, semakin kuat pula tren yang akan terjadi. Trader perlu menunggu hingga Bollinger Bands melebar dan mengambil kesempatan masuk pasar dari batas atas atau bawah.

Bollinger band indikator forex pasar sideways(Baca Juga: Menggunakan Indikator Bollinger Band)

 

3. Parabolic SAR

Parabolic SAR juga menjadi salah satu indikator favorit saat pasar sedang Sideways. Semakin dekat dan halus titik sinyal dengan grafik harga, semakin dapat dikonfirmasikan bahwa pasar sedang flat.

parabolic sar indikator pasar sideways(Baca Juga: Cara Menggunakan Indikator Parabolic SAR)

Selain 3 indikator overlay di atas, ada juga golongan Oscillator yang bisa diandalkan sebagai indikator pendeteksi  Sideways. Indikator Oscillator ini mampu menunjukkan level Overbought/Oversold berdasarkan histori harga.

Semakin dekat garis ke level nol, Sideways akan semakin sempit dan lebih tahan lama. Sebagian besar indikator yang akan disebutkan di bawah ini adalah modifikasi Stochastic Oscillator atau Williams% R, cara membacanya adalah dengan memperhatikan satu atau dua garis sinyal dalam rentang dari 0 hingga 100.

 

Indikator Oscillator Ketika Pasar Sideways

1. Accelerator Oscillator (AO)

Melalui optimasi yang cermat, Accelerator Oscillator (AC) adalah indikator yang cocok untuk pasar Sideways. Ketika volatilitas rendah tengah terjadi, bilah histogram akan mengecil dan berfluktuasi di sekitar garis dasar.

indikator pasar sideways awesome oscillator(Baca Juga: Cara Menggunakan Indikator Awesome Oscillator)

 

2. Relative Strenght Index (RSI)

Berbicara soal Oscillator pendektesi Sideways, RSI tentu layak masuk daftar. Indikator ini menunjukkan rasio rata-rata kenaikan harga penutupan dengan rata-rata harga penutupan. Absennya kondisi divergen yang sering menjadi sinyal trading pada RSI, menjadi pertanda bahwa market sedang Sideways.

 

3. Average Directional Index Movement (ADX)

Indikator ADX berfungsi untuk identifikasi arah dan kekuatan tren. Algoritma perhitungannya yang canggih telah terbukti minim delay dan memprediksi pergerakan lebih lanjut. Parameter yang digunakan adalah pergerakan garis utama ADX di level 20. Apabila sinyal ADX di bawah level tersebut, maka trend terindikasi melemah dan harga cenderung bergerak Sideways.

Sayangnya, sinyal ADX kurang optimal sebagai indikator pendeteksi Sideways untuk entry. Indikator gubahan Welles Wilder ini lebih ideal jika dimanfaatkan sebagai sinyal exit ketika pasar memasuki kondisi Sideways.

 

Yang Perlu Diketahui Soal Indikator Pendeteksi Sideways

Sebenarnya, masih ada indikator-indikator ampuh untuk pasar Sideways lain yang bisa digunakan seperti Trend Filter, level Murray, serta Awesome Oscillator. Namun, perlu diingat bahwa mayoritas indikator Oscillator hanya menunjukkan kondisi yang tengah terjadi adalah trending atau Sideways, tanpa memberi prediksi kapan trend akan berakhir, sehingga trader bisa ketinggalan masuk ke pasar.

Kondisi Sideways adalah momen yang tepat untuk menahan diri dari aktivitas trading. Masalah utama trader pemula atau mereka yang super-aktif adalah kurangnya kesabaran untuk menunggu pergerakan Sideways, sehingga mereka sering memaksakan strategi trading di pasar trend meskipun kondisi harga sedang kurang menguntungkan. Dalam hal ini, 6 indikator pendeteksi Sideways di atas diharapkan mampu membantu trader pemula lebih bijak mencari peluang trading.

 

Dengan penggunaan yang cermat, penggunaan indikator pendeteksi Sideways yang kompleks bisa dijadikan strategi trading yang menguntungkan. Namun, perlu diingat bahwa seampuh apapun indikatornya, Anda wajib membuat sistem trading yang tidak hanya bergantung pada keberuntungan.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.