6 Kesalahan Fatal Dalam Trading

70694

Apabila anda melakukan kesalahan-kesalahan berikut, bisa dipastikan anda gagal sebagai trader.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Kali ini saya ingin membicarakan 6 kesalahan yang bisa dikatakan fatal dalam ber-trading, karena apabila anda melakukan kesalahan-kesalahan berikut, bisa dipastikan anda gagal sebagai trader. Nah, mari kita simak apa saja 6 kesalahan fatal tersebut:

 

1. Tidak Memiliki Trading System

Tidak memiliki trading system adalah kesalahan fatal yang pertama. Apabila anda tidak memiliki trading system, berarti anda akan cenderung trading berdasarkan pendekatan yang boleh dikatakan berantakan plus acak-acakan. Bagaimana bisa anda mengharapkan kesuksesan dari metode yang acak-acakan?

Sebaliknya, memiliki trading system berarti anda memiliki pedoman dan tujuan serta cara pencapaian tujuan yang jelas dalam ber-trading. Memiliki trading system meningkatkan kemungkinan untuk sukses, karena anda mempunyai pedoman untuk masuk, keluar market ataupun standing aside. Dengan kata lain, anda berada dalam jalur yang pasti untuk mencapai tujuan anda. (Baca juga: Belajar Forex Dengan Membuat Sistem Trading Handal)

 

2. Tidak Disiplin

Kalaupun anda menyatakan memiliki trading system, tapi kalau anda sendiri tidak disiplin dalam mengikuti sistem yang anda tetapkan tersebut, berarti anda melakukan kesalahan fatal yang kedua. Banyak teman trader yang menyatakan memiliki trading system, tapi dalam prakteknya, mereka tetap saja sering trading dengan impulsive tanpa menghiraukan sistem yang sudah ditentukannya sendiri. Lah, jadinya trading system tersebut fungsinya hanya buat semacam pajangan aja deh.

trading system pajangan

 

3. Tidak Belajar

Mengaku trader tapi tidak pernah mencoba untuk selalu meng-update kemampuan teknis, tidak pernah mengikuti perkembangan berita sehubungan dengan forex, tidak pernah membaca buku tentang forex, tidak mengikuti seminar forex, dan tidak bergabung dalam komunitas trader forex.

Yah, ada banyak cara sih untuk selalu "belajar". Anda tidak harus selalu mengikuti seminar forex yang ada. Tidak harus juga aktif dalam forum forex. Tapi setidaknya anda selalu berusaha meningkatkan kemampuan anda dalam bertrading lah. Mungkin cukup dengan diskusi informal dengan sesama temen trader, atau hanya sekedar memantau berita, atau sekedar mambaca-baca buku atau e-book yang berkaitan dengan forex. Setidaknya, janganlah menjadi "trader dalam tempurung" lah. Hehehe!

Omong-omong, saya seringkali memantau harga meskipun saya tidak sedang trading. Sampai-sampai saya sering dibilang aneh, karena suka memantau harga meskipun sedang cuti trading. Terus terang bagi saya, tetap memantau market membuat saya masih ikut merasakan gairah market, meskipun saya tidak melakukan open position. Dan itu bisa dibilang keasyikan tersendiri buat saya.

 

4. Tidak Mempedulikan Money Management

Money management bertujuan agar anda bisa mengendalikan resiko dan kerugian sehingga tidak mengalami kesalahan fatal yang mengakibatkan account anda menjadi "layu sebelum berkembang". Hehe! Jadi kalau anda tidak memperdulikan money management, itu berarti anda merelakan deposit anda untuk amblas tanpa tujuan yang jelas.

 

5. Tidak Mempedulikan Aspek Psikologi Dalam Ber-trading

Seorang trader yang mampu mengendalikan emosi dalam ber-trading, akan bisa memahami bahwa tidak semua posisi harus menghasilkan profit untuk mendapatkan pertumbuhan modal yang positif. Loss sesekali tidak menjadikan mereka menjadi "gemes" dan kemudian melakukan balas dendam. Toh, kemungkinan loss tersebut sudah diperhitungkan dalam trading plan.

Jadi, silahkan trading dengan niatan balas dendam karena loss yang baru saja anda alami, dijamin dendam tersebut akan membuat account anda makin berdarah-darah.

 

6. Terlalu Berani Menanggung Resiko Berlebihan

Apakah anda mau menanggung resiko loss 100 pips untuk hanya mengambil profit 10 pips? Atau malahan, anda sering bertrading tanpa stop loss? Waduuh… jangan deh! Ingatlah bahwa kita di sini bertindak sebagai investor. Kita trader, bukan gambler. Jadi, jangan mengambil resiko yang tidak sepadan dengan reward yang bakal kita peroleh. Ok!

Itulah kesalahan-kesalahan yang bisa dikatakan menjadi penyebab utama kegagalan kita dalam di dunia forex trading yang "kejam" ini. Mm… tapi justru kejamnya itu yang bikin kita ketagihan yah? Lebay deh ahh! Eh, tapi serius nih, Anda ingin menjadi trader yang sukses? Iya sudah… Please, jangan lakukan kesalahan-kesalahan di atas yah… Jujur, saya sering sedih kalo melihat temen-temen trader yang pada berguguran.  Jadi, yuk mari kita berusaha untuk selalu survive dan meramaikan pasar.

 

Buat Anda yang ingin dapat ringkasan simpel dari materi di atas, infografi ini bisa disimpan buat reminder pribadi supaya Anda nggak melakukan kesalahan fatal dalam trading:

Kesalahan Fatal Dalam Trading

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab berikut.

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.

Rijalkalang
sy kurang paham dg stop loss, makanya tdk pernah sy paham. pernah sy punya akun ril 3 kali. walaupun pada awalnya profit, malah pernah WD sekali, namun akhirnya semuanya amblas. apakah SL dipasang dekat R atau S? Setelah belajar, Hingga sekarang sy hanya tahu apa itu SL, R, S, tidak tahu menentukannya. di Seputar Forex ini sy banyak belajar. indikator2 malah sy sudah banyak unduh, mengaplikasikannya juga sudah di akun demo (sekarang tdk punya akun ril), memang ada beberapa yg profit, namun sekarang ada sekitar 30% floating. beberapa OP yg sy lakukan sesuai dg indikator yg sy pelajari tdk cocok dgn pair mata uang. sekali tolong tolong dijelaskan R, S, SL, juga order pending
Seputarforex
Cara instan untuk menetapkan stop loss adalah: - Saat buka posisi buy, pasang stop loss dekat support terakhir (level terendah sebelumnya). - Saat buka posisi sell, pasang stop loss dekat resisten terakhir (level tinggi yang pernah tercapai sebelumnya). Ada banyak cara untuk mengetahui support dan resisten ini, dibahas lengkap di artikel ini.

Tetapi untuk memutuskan kapan exit suatu posisi itu memang tidak mudah, dan setiap trader biasanya punya kiat sendiri agar profit dan terhindar dari loss. Diantaranya:

- Trader yang menggunakan indikator MACD, misalnya, disarankan agar tutup posisi saat MACD sudah mulai mendatar selama beberapa candle, karena itu artinya pasar sudah tidak trending lagi dan bisa jadi akan berbalik arah. Dengan begitu maka posisi yang sudah profit tidak berubah loss.

- Trader pengguna Fibonacci Retracement bisa jadi saat buy di level 50.0 akan memasang TP di garis Fibonacci berikutnya (61.8) dan SL di garis Fibonacci sebelumnya (38.2). Lebih jelas tentang Stop Loss Fibonacci. Setiap indikator biasanya mengandung tips tersendiri untuk menetapkan stop loss dan kapan harus take profit.

- Ada juga yang menggunakan manajemen risiko. Jadi ini tergantung berapa dana yang dimiliki, setting risk management, lot yang dipakai, dan saat memilih leverage-nya. Dalam hal ini, stop loss itu selaras dengan Take Profit. Jadi contohnya misal Anda pasang target take profit 20 pips, maka jangan pasang stop loss 100 pips, karena nanti akan floating terlalu jauh; jadi pasang SL 30-40 pips saja.

Kemudian tentang pending order. Trader pengguna strategi apapun biasanya akan berhati-hati menjelang rilis berita berdampak besar, karena saat rilis bisa terjadi gejolak harga yang tak normal. Trader juga bisa cut loss ataupun take profit sebelum pasar tutup akhir pekan karena di hari senin bisa terjadi gap.

Atau sebaliknya, pasang pending order dengan ekspektasi tertentu. Pending order dilakukan saat analisa mengekspektasikan harga akan bergerak ke arah tertentu, tetapi saat ini harga belum tercapai. Daripada harus memelototi chart terus-terusan, maka dipasanglah pending order.
Dina
salam knal om @rijalkalang..aku coba bagi pengalaman aku nih. Misal sekarang om pake TF h1, misal juga om pake indi BB..seperti gambar ini ya..
ok..trus si om ada sinyal open sell di no 1, nah si om bisa pake garis upper bb di no 2 sebagai R ato jg sebagai SL ny & garis lower BB di no 3 sebagai S ato sebagai TP nya. Simple kan? Nah kalo pending order.. simple jg ngartiin & gunainny. Kalao aku nih om..pake itu kalo lg pas sibuk aj..tapi kita dah lakuin analisa yg mateng sebelumny. Dah secuil itu aj ya om aku berbaginya..maklum lah masih belum banyak pengalaman..daaa om..

Cathy
@rijalkalang:
SL paling simpel itu fifty-fifty, kalo tp 20 pip, ya sl 20 pip. kalo tp 30 pip, ya sl 30 pip. walo yah, ini juga tergantung pasarnya apa lagi trending, apa ranging, bentar lagi ada berita, atau gimana....
Agus Bastian
ah ndah mesti 1:1, bgantung kekuatan modal sama manajemen resikonya, kalo sering loss mending gedein di atas 1:2, supaya kalo menang bisa nutupin yang loss. Misalnya dia pake sistem trading cap tokek terus prosentase menangnya cuma 40%. Katakanlah dia pake 1:2.5 jadi kalo SLnya 10pip ya TPnya 25pip.  jadi kalo dia trading 5hari dalam seminggu misalnya, 5*25pip=125pip, dibagi prosentase win rate 100*0.4, 50pip.... terus 5*10=50, 50*0.6=30pip.  totalnya 50pip- 30pip = 20pip....
jadi kesimpulannya si doyok tadi masih bisa untung 20pip meskipun win ratenya cuma 40% selama dia pake rasio 1:2.5
Endro
Lupakan forex hampir 100 juta habis di bisnis forex
Mathew
Jangankan 100 juta, lebih dari itu ada.Tapi yang berhasil lebih dari 100 juta juga banyak. 
Juna
trading sebaiknya dilakukan saat good mood supaya tidak baper klw loss
Nur Fx
Bukan mas Juna. Jadi kalau trader itu, mau loss mau profit, tidak boleh merubah Moodnya.
Kusuma Willie
sy mw belajar trding gmn carax? saya g mo loss
Rizal Sf
@Kusuma Willie, untuk belajar mengenai trading silahkan berkunjung ke halaman Sekolah Forex kami.
Roland Supatra
Trading tanpa Stop Loss adalah kesalahan yang paling fatal klw menurut saya.