7 Cara Menghindari Margin Call

118241

Margin Call seringkali menjadi penyebab terbesar munculnya rasa takut untuk melakukan trading forex. Ketahui cara-cara menghindarinya melalui artikel di bawah ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dalam dunia trading forex, ada hal-hal yang sering menjadi momok bagi para trader, mulai dari menemui Fake Signal, terkena Requote, Broker Scam, atau yang paling sering terjadi: Margin Call. Baik trader pemula maupun yang telah berpengalaman akan berusaha sebisa mungkin untuk menghindari Margin Call.

Sebenarnya, Margin Call terjadi karena jumlah Loss pada posisi terbuka terus membesar dan menggilas Ekuitas yang tersisa di akun trading, sehingga jumlahnya tidak lagi memenuhi syarat minimum margin yang ditentukan broker. Percaya atau tidak, hampir semua trader forex pernah bertemu dengan Mr. MC ini.

Yang membedakan antara trader pemula dengan trader profesional adalah: Trader profesional mengetahui bagaimana cara menghindari Margin Call dari trading mereka ke depannya, sementara trader pemula tidak bisa belajar dari kesalahan setelah mendapat peringatan Margin Call.

Melalui artikel ini, SeputarForex menghadirkan cara-cara menghindari Margin Call yang dapat diterapkan oleh siapapun, terutama trader pemula.

Menghindari Margin Call

 

7 Cara Menghindari Margin Call

Margin Call terjadi saat saldo akun trading Anda turun hingga melebihi batas minimum margin yang dipersyaratkan broker. Ketika margin telah mencapai batas tersebut, Anda akan mendapatkan Margin Call dari broker, dan semua trading yang masih berjalan secara otomatis akan ditutup oleh Stop Out.

Jika Anda adalah trader yang masih bingung bagaimana cara menghindari Margin Call, berikut ini adalah cara-caranya:

 

1. Bagi Pemula, Pilihlah Pasangan Mata Uang Mayor

Dalam forex, ada 2 jenis pasangan mata uang yang sering ditradingkan, yaitu pasangan mata uang mayor dan Exotic. Bagi para trader pemula, sebaiknya memilih pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, USD/CHF, dan semacamnya. Pasangan-pasangan mata uang mayor memiliki spread yang rendah dan likuiditas tinggi, sehingga lebih mudah untuk menghindari Margin Call yang disebabkan oleh volatilitas tak terduga.

 

2. Lakukan Hedging

Untuk menghindari Margin Call, trader juga perlu mempelajari tentang metode Hedging, yaitu memasang 2 posisi di arah berlawanan pada saat yang sama. Sebagai contoh, Anda sedang menderita kerugian dari posisi Buy suatu pair. Agar Loss yang terjadi tidak terus membesar, maka Anda kemufian membuka posisi Sell pada pair yang sama. Harapannya, Anda kemudian bisa memutuskan untuk menutup salah satu posisi tersebut ketika arah harga sudah lebih terkonfirmasi.

Hedging juga bisa dilakukan di beberapa pasangan mata uang yang masih saling berhubungan. Dalam hal ini, perlu diingat bahwa faktor korelasi antar pasangan mata uang dalam forex sangat penting diperhatikan, terutama bagi trader pemula atau newbie. Jika salah memahami korelasi dalam membuka posisi trading akan malah memperbesar risiko. Misalnya, buy pada EUR/USD dan GBP/USD akan makin menambah risiko, kecuali mungkin pada momen tertentu saja. Sama halnya buy EUR/USD dan sell USD/CHF pada tempo bersamaan juga akan menambah risiko.

Selain perihal korelasi pair, masalah yang penting diperhatikan dalam melakukan hedging adalah broker. Saat ini, ada broker-broker yang melarang aksi Hedging, sehingga pastikan broker tempat Anda melakukan trading memperbolehkan strategi trading ini.

Melakukan Hedging

(Baca Juga: Tips Memilih Broker Untuk Hedging)

 

3. Perhatikan Jumlah Equity Yang Anda Miliki

Secara sederhana, Equity merupakan jumlah keseluruhan dana atau deposit yang dimiliki oleh seorang trader Forex. Dalam trading forex, parameter perhitungan yang perlu kita perhatikan bisa berbentuk margin, Balance, serta Floating Profit/Loss. Equity memudahkan kita untuk melakukan pemantauan terhadap dana di akun trading, karena telah mencakup perhitungan bersih dari parameter-parameter tersebut.

Untuk menghindari Margin Call, trader harus selalu menyadari besar Equity-nya. Jika tidak memungkinkan untuk membuka posisi, lebih baik keluar dari pasar. Trader pemula cenderung mengikuti emosi dalam menaruh posisi trading, tanpa memperhatikan Equity yang mereka miliki. Hal inilah yang menyebabkan Margin Call terjadi, karena tanpa sadar telah melakukan trading melebihi ketahanan modal yang dimiliki.

 

4. Kendalikan Emosi Trading

Tips ini tidak hanya berlaku saat menghindari Margin Call, melainkan telah menjadi prinsip dasar dalam trading forex. Banyak trader yang belum bisa mengendalikan emosi trading, merasa panik ketika pasar bergerak tidak sesuai dengan prediksinya. Satu hal yang harus dipahami adalah:

Jika trader mengalami kerugian karena salah posisi atau pasar bergerak di luar prediksi, hal itu tidak berarti strategi tradingnya salah. Setiap trader harus bisa menerima kenyataan bahwa posisinya bisa salah atau tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dengan menyadari sepenuhnya akan hal ini, maka seorang trader tidak seharusnya memikirkan kenapa ia salah posisi, melainkan tetap fokus pada pergerakan harga selanjutnya.

Jika Anda sudah memiliki pemahaman ini, maka Anda tak akan panik dan bereaksi berlebihan saat suatu posisi mengalami kerugian atau bahkan terkena Stop Loss. Anda tak akan bingung "mencari peluang seadanya" untuk tujuan membalas dendam, yang pada akhirnya bisa berujung pada Overtrading dan memperbesar risiko Margin Call. Sebaliknya, Anda akan mampu menerima keadaan dengan kepala dingin, melakukan evaluasi, dan berusaha masuk pasar kembali sesuai rencana yang telah ditetapkan.

hindari over trading

(Baca Juga: Kesalahan Terbesar Trader Adalah Over Trading)


5. Gunakan Manajemen Risiko

Pepatah bilang, sedia payung sebelum hujan. Dalam dunia trading, berlaku "Tentukan Manajemen Risiko sebelum mulai trading". Semua orang memiliki kesiapan untuk meraup profit, tetapi, sudahkah Anda menyiapkan diri untuk merugi? Hal inilah yang sering luput diperhatikan oleh orang-orang, sehingga mereka terjun ke dunia forex tanpa persiapan memadai.

Manajemen risiko dihadirkan sebagai batasan seberapa besar kerugian yang mampu Anda tanggung. Dengan memiliki aturan seperti ini,  Anda bisa lebih dulu membatasi Loss sebelum dana pada akun mencapai batas minimum margin dari broker. Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan pilihan ukuran lot atau Volume yang disediakan, karena ukuran ini akan berpengaruh dalam menentukan risiko pada setiap trading yang akan dilakukan.

Menerapkan manajemen risiko juga berarti Anda sadar dengan ketahanan dana di akun trading, dan bisa bersikap realistis untuk mencegah kerugian melebihi kapasitas tersebut. Karena itu, meskipun pada poin nomor 2 telah diberikan solusi untuk melakukan Hedging, tetapi perhatikan juga kekuatan modal Anda. Apabila sisa dana Anda sudah terlalu mepet untuk membuka posisi baru dan membayar spread dari posisi tersebut, maka sebaiknya jangan ragu untuk melakukan Cut Loss pada posisi yang telah merugi, sebelum kerugian benar-benar menggerus Equity hingga memicu terjadinya Margin Call.

 

6. Jangan Serakah!

Mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat, siapa yang tidak ingin? Tetapi, inilah kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh trader. Membuka terlalu banyak posisi atau memasang lot yang terlalu besar merupakan aksi yang sangat berisiko. Untuk menghindari Margin Call, keserakahan adalah hal yang harus dihilangkan dari kebiasaan trading. Memperoleh keuntungan besar akan selalu beriringan dengan risiko kerugian yang besar pula, sehingga kondisi psikologis Anda sebagai trader menjadi mudah tertekan.

Maka dari itu, sebaiknya tetaplah atur target keuntungan yang risikonya sepadan dengan batas toleransi Anda. Tetaplah disiplin dengan rencana trading tersebut agar terjauh dari Margin Call.

 

7. Belajar Dari Kesalahan

Seperti yang telah dijelaskan pada awal artikel, Margin Call adalah hal yang lazim dialami oleh hampir semua trader. Agar bisa menghindari Margin Call yang berulang-ulang, terus lakukan evaluasi pada gaya trading Anda. Meskipun terlihat sepele, memiliki jurnal untuk memonitor perkembangan trading adalah hal yang bermanfaat. Saat membuat jurnal trading, tidak perlu terlalu rumit. Dari sana, kita bisa melacak kesalahan apa yang mengantarkan kita menuju Margin Call.

Berikut ini adalah cara-cara menghindari Margin Call yang disajikan dalam bentuk infografis untuk semakin menambah pemahaman Anda:

 

Menghindari margin call 


Terjadinya Margin Call adalah karena kebiasaan yang tidak mau membatasi kerugian. Penyebab terbesar dari terjadinya hal ini berasal diri pribadi, sehingga solusi untuk hal ini adalah kemauan Anda untuk merubah kebiasaan tersebut. Jika Anda masih memiliki pertanyaan pada topik Margin Dan Leverage, bergabunglah pada forum tanya jawab Seputarforex untuk bertukar pikiran dengan ahlinya.

Lulusan Sastra Inggris, menyukai dunia tulis menulis sejak SMP. Berpengalaman sebagai Purchasing Staff kontraktor dan industri manufaktur selama 3 tahun sebelum bergabung menjadi penulis di Seputarforex. Masih terus belajar mengenai dunia trading.


Sarimin
menghindari margin call solusinya satu jgn trading apapun mo saham ato forex kwkwkw...
Erwan
menurut saya seh sistem , psikologi, money management itu sama kayaq kaki meja..ilang salah satu habislah sudah.. psikologi tidak lebih penting dr money manajemen, MM tidak lebih penting dari sistem, sistem tdk lebih pnting jga dari psikologi.. semua itu penting..
Farid Wawan
Setuju. bukan masalah penting tidaknya, tapi mana yang mendasari apa sebenarnya. Jadi kita tahu mana dulu yang harus diatur dan diperbaiki supaya semuanya bisa dipelajari dengan mulus. Menurut saya karena keputusan adalah hasil dari tindakan, dan tindakan dibentuk dari pola pikir, psikologi trading yang baik bisa dipelajari dan ditanamkan dulu. Sistem dan money management ada banyak rupanya dan cara penerapannya. Supaya kita bisa memilih yang tepat dan menerapkannya dengan baik maka bisa kita kondisikan dulu psikologi trading yang bisa membantu trading kita
Dewa Naga
Op 2 arah terbukti paling manjur pertahankan posisi
Ridzwan
itu sama dengan hedging kan? yg saya tau langkah seperti itu kalau tidak dijalankan dengan benar malah bisa menambah resiko. belum lagi itu juga ada yg dilarang di beberapa broker. kalaupun kita terpaksa hedging dengan pair lain, kita juga mesti memperhitungka korelasinya dulu. cara seperti ini praktis lebih sulit daripada sekedar cut loss atau memasang stop loss. buat yang sudah berhasil menjalankannya memang terbukti, tapi sepertinya ini juga beresiko untuk yang lainnya...
Serius
ada yang menarik di artikel ini..hindari deposit equity yang terlalu sedikit. nah..ukurannya gmn ya? karena jika kata kunci di forex ini. all about psycology. berarti banyak subyektifitas yg turut nimbrung donk. nah sekarang dengan karakter trader indonesia yang cenderung trader ritel kata sedikit mdnjadi hal yang wajar kan? apalagi dengan dijualnya paket mikro bahkan nano oleh broker-broker luar. makin populerlah kata sedikit ini di indonesia. mungkin kita harus melihat bagaimana para pemain besar di luaran sono yang sukses hdup di industri ini..apakah mereka jg bermain bermain di level mikro-nano?
Arbi Trading
Namanya aja pemain besar, masak mainnya di level micro? Sekali masuk malah yang ada pasang puluhan lot tuh mereka. Barang kali lihatnya dari pengalaman tradingnya. Apa dulu juga bangun karir berangkatnya dari main di akun micro? Kalo sekarang kita cari pemain besar mustahil ada yang masih main di level micro. Mungkin buat ngetes strategi, tapi akun utama jelas kalo nggak di standard ya pro.
Setija
kenapa harus pilih mata uang yg naik turun nya cepet? bukan nya itu malah bisa bikin akun lebih cepet kena margin call? buat menghindari hal2 macem gini kan mesti nya perlu cari cara seaman mungkin, bukan seprofitable mungkin. buat trader nubi yg masi blm seberapa bisa ngikuti analisa harga, apa ndak malah berisiko tuh ambil pair yg arus pergerakan nya cepet?
Muhammad Dani
Pergerakan cepat mungkin dilihat dari sudut pandang likuiditas. Sebenarnya lebih mudah untuk menganjurkan pair yang likuiditasnya tinggi daripada yang pergerakannya cepat. Seperti pair-pair usd dan pair mayor, yang tentunya akan lebih menarik untuk dipilih ketimbang cross pair yang volatilitasnya tidak menentu.
Agus
maksudnya jgn pakai modal sedikit itu..misalnya modal $ 10 pakai lot 0.01 atau $ 0.1. artinya ketahannya 100 poin...ya bentar aja ludes tuh. yg benar ya modal di besarin 10 kali lipat jadi $ 100 , dgn lot tetap 0.01 / $ 0.1. jd punya ketahanan 1000 poin. memang di butuhkan modal kl main forex itu...jgn maunya modal unyil berlipat jd gajah dlm waktu singkat...yg terjadi malah sebaliknya MC terus dan terus.... hahaha (pengalaman pribadi )
Daniel
Margin calls itu penting dn kalian perlu gunakan margin baik2. Ane kasih tau ya, ini tempat terbaik buat belajar naik dan turunnya market forex. Ane yakin kalian bakal manfaatkan pengetahuan ini baik2 buat progres kalian. Ya kan?
Fu
******K MC TRERUSSS
Ecky Trade
Udah habis kena MC sampai habis modal baru belajar beneran disini.. Nyatanya walaupun sudah profesional masih aja pernah CUTLOSE ..