iklan

7 Fakta Menarik Dari Hasil Survei Trader Indonesia

Survei trader di Seputarforex membuktikan, trader yang pernah dicurangi broker ternyata lebih sedikit dibanding mereka yang belum pernah dicurangi. Apa saja fakta menarik lainnya?

iklan

iklan

Lika-liku dunia trading memang bisa berbeda untuk setiap trader yang menjalani. Tak pelak, cukup sulit menyimpulkan pilihan menarik apa saja yang menjadi favorit bagi kebanyakan trader.

"Strategi trading apa yang paling banyak dijalankan?"
"Pair mana yang dianggap paling menguntungkan?"
"Berapa lama butuh latihan di akun demo?"

Adalah segelintir pertanyaan yang menarik tapi sulit dijawab dengan pasti. Setiap trader bisa memiliki jawaban berbeda, dan tidak ada jawaban yang benar ataupun salah. Meskipun begitu, mengetahui pilihan yang menjadi opsi kebanyakan trader bisa menjadi referensi menarik untuk mendukung aktivitas trading Anda.

Survei trader Indonesia

Terkait kebutuhan tersebut, Seputarforex memiliki rubrik survei yang telah diikuti oleh puluhan ribu trader Indonesia. Seperti apa jawaban mayoritas trader yang mengikuti survei tersebut? Berikut adalah 7 fakta menarik yang kami simpulkan dari data per 8 Februari 2021.

 

1. Berapa Target Pips Per Hari?

Target pips harian kerap ditanyakan trader pemula yang masih bingung menentukan batas keuntungan ideal. Beberapa pakar menyarankan untuk tidak menetapkannya dalam standar pips harian, tapi himbauan ini agaknya tak berlaku bagi day trader ataupun scalper.

Pada dasarnya, mengetahui berapa target pips per hari dianggap bisa memberikan fokus lebih baik dalam menentukan ataupun menjalankan rencana trading. Dari survei yang dilakukan, terlihat bahwa dari pilihan target 10 pips, 20 pips, 30 pips, 50 pips, dan 100 pips per hari, 26 persen trader di Seputarforex menentukan target harian sekitar 30 pips.

Berapa target pips per hari

Angka 30 pips merupakan target ideal untuk strategi intraday yang diterapkan di time frame rendah. Trader bisa mendapatkannya dengan memasang satu posisi atau memecahnya dalam beberapa posisi. Pilihan favorit kedua untuk target pips per hari adalah 50 pips, kemudian diikuti olah 20 pips. Menariknya, target harian 100 pips ternyata lebih banyak difavoritkan ketimbang target 10 pips yang hanya dipilih 291 responden.

 

2. Apa Tujuan Melakukan Trading Forex?

Seberapa banyakkah trader yang serius ingin menjajaki dunia forex? Apakah hanya Anda satu-satunya trader yang hanya ingin coba-coba karena ada dana menganggur? Survei yang dilakukan di Seputarforex sayangnya tak memasukkan faktor "coba-coba" sebagai parameter.

Namun demikian, Anda bisa melihat bahwa jumlah trader yang menjadikan trading forex sebagai income tambahan ternyata menjadi yang paling banyak. Hampir 49% dari 1446 responden lebih memilih trading forex sebagai income tambahan ketimbang hobi sambilan atau penghasilan utama.

Tujuan trading forex

Ini artinya, mayoritas trader Indonesia sudah serius beraktivitas di pasar forex, tapi belum cukup yakin untuk menjadikan pekerjaan ini sebagai sumber penghasilan utama. Well, setidaknya trader di Tanah Air tidak didominasi oleh mereka yang hanya ingin bermain-main atau berspekulasi dengan mengorbankan modal sesuka hati.

 

3. Berapa Jumlah Modal Untuk Trading?

Jawaban paling ideal untuk pertanyaan ini adalah yang sesuai dengan kesiapan dan kemampuan trader. Selain itu, cara pikir yang realistis sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan jumlah modal trading. Prinsip high risk high return adalah pedoman yang harus selalu ditanamkan agar tak keliru menetapkan modal trading.

Walaupun besaran modal trading bisa fleksibel, ternyata mayoritas trader Seputarforex memilih kisaran 100 Dollar sebagai jumlah ideal.

Modal Trading

Dari 2015 responden yang ikut serta dalam survei ini, modal 100 Dollar mengumpulkan 27 persen suara, diikuti oleh modal 1,000 Dollar dan 10 Dollar yang masing-masing meraup sekitar 14 persen dan 11 persen suara. Fakta menarik ini mengindikasikan bahwa trader Tanah Air masih memiliki kesiapan modal yang relatif minim. Tak heran jika broker-broker penyedia deposit minimal rendah banyak sekali dicari dan memiliki pangsa pasar yang menjanjikan di Indonesia.

 

4. Gaya Trading Apa Yang Digunakan?

Persoalan gaya trading seringkali menjadi hot topic di kalangan trader. Pasalnya, ada berbagai macam gaya trading yang bisa dipilih dengan plus minusnya masing-masing. Banyak yang mengatakan jika gaya trading terbaik itu tergantung kepribadian. Namun jika bisa disimpulkan, manakah gaya trading yang paling banyak dipilih oleh trader Indonesia?

Dalam survei yang diadakan Seputarforex, sekitar 42 persen responden ternyata lebih memilih trading dengan cara manual. Artinya, mereka tidak mengandalkan robot atau tool trading otomatis apapun untuk melakukan analisa maupun eksekusi order.

Gaya trading

Yang patut menjadi sorotan, sistem Scalping menjadi pilihan terfavorit kedua setelah gaya trading manual. Dibanding strategi lain yang mengandalkan berita, teknik hedging ataupun martingale, Scalping rupanya memiliki lebih banyak pengikut. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan cara scalping yang relatif simpel dan menjanjikan hasil trading dalam waktu singkat. Meskipun begitu, scalping merupakan gaya trading agresif yang berisiko tinggi dan tidak sewajarnya dipraktikkan tanpa pemahaman mendalam.

 

5. Apa Kriteria Dalam Memilih Broker?

Terlepas dari banyaknya pembahasan soal regulasi sebagai faktor penting dalam menilai kualitas suatu broker, trader Indonesia rupanya masih menomorduakan hal itu. Yang menjadi pertimbangan utama mereka adalah kemudahan penarikan, sebagaimana terlihat dalam hasil survei di bawah ini.

Survei trader indonesia tentang broker

Dari 3881 responden yang berpartisipasi di topik ini, 726 atau 18 persen di antaranya menganggap bahwa faktor penarikan adalah aspek utama dari sebuah broker. Regulasi, kecepatan transaksi, dan spread rendah menyusul dengan perolehan suara sekitar 11 persen.

Secara umum, kemudahan penarikan memang menjadi salah satu tolok ukur keamanan broker. Namun, aspek ini bukanlah salah satu layanan yang mempengaruhi aktivitas trading secara langsung. Kecepatan transaksi dan spread merupakan faktor yang lebih berperan dan biasanya sangat diperhatikan oleh trader-trader secara umum.

Hasil survei di atas membuktikan bahwa mayoritas trader Indonesia lebih percaya dengan pembuktian riil untuk menilai kualitas broker. Sebaik apapun regulasinya, secepat apapun eksekusinya, dan serendah apapun spread-nya, suatu broker dianggap masih meragukan jika penarikan dananya belum terbukti. Terkait hal ini, ada baiknya untuk belajar lebih dalam tentang seluk-beluk masalah penarikan broker.

 

6. Cara Belajar Trading Yang Difavoritkan?

Anda merasa tidak percaya belajar trading sendiri? Takut ketinggalan dengan teman-teman trader lain yang punya mentor atau mengikuti kursus? Tak perlu khawatir, karena meskipun trader yang ikut kelas belajar atau diajari mentor terlihat banyak, jumlahnya tak sebanding dengan mereka yang memutuskan untuk menjadi self-learner.

Cara belajar forex

Ya, belajar sendiri terbukti menjadi opsi terfavorit di survei Seputarforex. Dari 1163 responden yang berpartisipasi, 823 atau 70 persen diantara mereka lebih memilih untuk belajar sendiri ketimbang mengikuti kursus atau belajar ke teman. Jadi apabila Anda masih merasa serba kekurangan dengan cara belajar otodidak, jangan merasa minder karena ilmu trading tidak harus dikuasai dengan cara yang mahal.

 

7. Pernahkah Merasa Dicurangi Broker?

Praktik broker curang memang sering menjadi mimpi buruk bagi trader dan karena itu cukup banyak menjadi bahan diskusi di berbagai forum trading. Mereka yang berpengalaman trading sering berbagi kasus broker curang karena berbagai sebab, mulai dari spread yang tiba-tiba melebar hingga masalah penarikan.

Akan tetapi, survei Seputarforex menemukan fakta bahwa trader yang mengaku belum pernah dicurangi broker ternyata lebih banyak ketimbang mereka yang merasa pernah menjadi korban broker.

Pengalaman dicurangi broker

Dari 160 responden yang berpartisipasi, 49 persen menyatakan belum pernah dicurangi, 27 persen pernah dicurangi sekali, dan 23 persen merasa dicurangi hingga beberapa kali. Fenomena ini membuktikan bahwa sekalipun kita sering melihat keluhan-keluhan terhadap broker curang, dugaan tersebut tidak dialami mayoritas trader.

Kasus dicurangi broker banyak terdengar karena trader-trader yang mengalaminya lebih "lantang" dalam berbagi pengalaman. Di sisi lain, mereka yang masih puas dengan kinerja broker biasanya tidak banyak bersuara di forum-forum sehingga dianggap berjumlah sedikit.

Menjadi korban broker curang sebenarnya bisa dihindari dengan meningkatkan ketelitian. Tidak hanya dalam memilih broker, Anda juga bisa belajar menyikapi situasi dengan lebih bijak saat menemui kendala yang berkaitan dengan layanan broker.

Data survei trader Indonesia yang menjadi referensi dalam artikel ini merupakan akumulasi dari hasil survei yang dibuka selama beberapa tahun dan terus aktif hingga sekarang. Untuk itu, hasil survei bisa terus berubah seiring dengan bertambahnya waktu dan responden-responden baru yang berpartisipasi di dalamnya.

Infografi survei trader Indonesia

Anda pun bisa berkontribusi dalam survei Seputarforex di halaman ini. Selain 7 pertanyaan di atas, ada pula survei mengenai pair favorit, lama belajar di akun demo, dan persoalan-persoalan menarik lain seputar trading forex yang bisa Anda temukan.

 

Download Seputarforex App

295181

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone