OctaFx

iklan

7 Faktor Yang Mempengaruhi Harga Perak

Apabila Anda berminat untuk investasi perak atau trading silver (XAG), maka perlu memahami ketujuh faktor yang mempengaruhi harga perak berikut ini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sesuai dengan klasifikasinya sebagai logam mulia, perak berada pada kelompok komoditas yang sama dengan emas, platinum, dan paladium. Namun, faktor yang mempengaruhi harga perak tentu berbeda dengan yang mempengaruhi komoditas lainnya. Apabila Anda berminat untuk investasi perak atau trading silver (XAG), maka perlu memahami faktor-faktor tersebut.

 

1. Permintaan dan Penawaran Perak

Secara umum, harga barang apapun ditentukan oleh kekuatan permintaan (demand) dan penawaran (supply) atas barang tersebut di pasar. Kedua hal itu juga termasuk faktor yang mempengaruhi harga perak.

Permintaan dan Penawaran

Harga perak muncul dengan basis penawaran yang terbatas dan permintaan konstan (grafik sebelah kiri). Namun, pada prakteknya, harga akan berfluktuasi berdasarkan asumsi pelaku pasar mengenai apakah permintaan atau penawaran atas perak akan meningkat atau turun di masa depan (grafik sebelah kanan).

Contohnya jika salah satu tambang perak terbesar mengalami mogok kerja atau suatu bencana, maka harga perak bisa melonjak dalam kurun waktu singkat; karena pelaku pasar khawatir penawaran akan berkurang, sementara permintaan tetap. Demikian pula bila mendadak beredar kabar kalau perak merupakan material utama dalam sebuah teknologi baru yang revolusioner, maka permintaannya akan naik dan harga menanjak.

 

2. Perubahan Teknologi

Dahulu, perangkat fotografi membutuhkan banyak perak dikarenakan karakteristik logam ini yang sensitif terhadap cahaya. Namun, seiring dengan perkembangan jaman dan munculnya fotografi yang tak membutuhkan perak, maka permintaan atas perak dari industri fotografi pun menurun.

Di sisi lain, berkembangnya teknologi energi terbarukan seperti Panel Surya, justru mendongkrak permintaan. Menurut para pakar di Casey Research, setiap Panel Surya membutuhkan sedikitnya 20 gram atau dua pertiga ons perak. Dengan demikian, pesatnya pertumbuhan industri ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga perak.

Faktor yang Mempengaurhi Harga Perak: Panel Surya

 

3. Daur Ulang Perak (Scrap Silver)

Tahukah Anda bahwa perak digunakan dalam hampir semua perangkat elektronik? Sebuah ponsel mengandung sekitar 200-300 miligram, sedangkan sebuah laptop mengandung antara 750 miligram hingga 1.25 miligram perak. Meskipun jumlahnya lebih sedikit ketimbang porsi penggunaan perak pada Panel Surya, tetapi aktivitas daur ulang perak telah menjadi sebuah industri tersendiri yang bernilai tinggi.

Unsur perak pada perangkat elektronik dan perhiasan lawas dapat dilebur kembali untuk memenuhi permintaan perak bagi berbagai industri. Apabila harga perak meningkat, maka hal itu akan mendorong lebih banyak aktivitas daur ulang, sehingga dengan sendirinya mencegah kenaikan harga secara drastis.

Scrap Silver

 

4. Kondisi Ekonomi

Dalam kondisi perekonomian yang baik, orang-orang akan banyak berbelanja perhiasan, arloji, gadget, atau perangkat lain yang mengandung perak. Hal ini bisa mendongkrak permintaan, sehingga termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi harga perak. Selain itu, jika inflasi terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, maka nilai uang akan merosot, tetapi nilai perak dan emas tetap meningkat lantaran sifat logam mulia yang anti-inflasi.

Apabila kondisi perekonomian kurang baik, maka permintaan atas perhiasan dan produk high-tech akan berkurang. Namun, penurunan permintaan tersebut belum tentu menjatuhkan harga perak, karena ada kalanya logam mulia ini dianggap pula sebagai aset Safe Haven.

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Perak: perhiasan

 

5. Minat Atas Aset Safe Haven

Suatu aset disebut sebagai "Safe Haven" jika banyak investor dan trader menganggapnya sebagai sarana investasi yang aman saat terjadi gejolak ekonomi. Emas merupakan salah satu aset Safe Haven utama di dunia. Namun, perak juga seringkali dicari dalam rangka melindungi kekayaan di masa krisis karena reputasinya sebagai "the poor man's gold" (emasnya orang miskin).

Oleh karena itu, walaupun permintaan atas perhiasan dan barang-barang high-tech cenderung menurun pada masa krisis, tetapi harga perak boleh jadi tetap meningkat. Asalkan, penurunan permintaan dari sektor perhiasan dan industri benar-benar diimbangi oleh kenaikan permintaan untuk investasi.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Perak: Dolar AS

 

6. Nilai Tukar Dolar AS

Mayoritas transaksi perdagangan perak secara global dilakukan dengan perantaraan mata uang Dolar AS. Akibatnya, ketika kurs Dolar AS menguat, maka harga perak cenderung melemah, karena logam bersimbol AG ini menjadi lebih mahal untuk negara-negara pengguna mata uang lainnya dan orang-orang enggan membeli. Sebaliknya, ketika kurs Dolar AS melemah, maka harganya jadi lebih murah untuk negara-negara lain, sehingga permintaan atas perak justru bisa meningkat. Fenomena hubungan serupa juga nampak antara pergerakan harga emas dan nilai tukar Dolar AS.

Gold-Silver Ratio

 

7. Gold-Silver Ratio

Gold-Silver Ratio merujuk pada berapa ons perak yang dibutuhkan untuk membeli satu ons emas. Meskipun agak kontroversial, tetapi banyak investor yang menggunakan rasio ini untuk menentukan kapan waktu terbaik mengalihkan investasinya dari emas ke perak, atau sebaliknya.

Bilamana harga perak jatuh, maka Gold-Silver Ratio meningkat. Peningkatan rasio secara moderat bukanlah isu besar. Namun, jika rasio mencapai suatu level tinggi tertentu yang dianggap ekstrim, maka para investor logam mulia akan ramai-ramai membelinya. Berlaku pula aturan yang berkebalikan. Bilamana harga perak melonjak hingga Gold-Silver Ratio menurun ke level rendah yang dianggap ekstrim, maka para investor bisa jadi akan mulai menukar investasi peraknya dengan emas. Pergeseran minat beli dan minat jual ini amat penting dalam perubahan harga perak.

 

Demikianlah tujuh faktor yang mempengaruhi harga perak. Selain itu, ada pula rumor bahwa bank-bank sentral dunia akan mulai mengakumulasi cadangan perak, bukan hanya cadangan emas seperti sekarang. Apabila rumor tersebut terealisasikan, maka harga perak bisa makin melonjak. Namun, sejauh ini kabar terkait masih simpang siur.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.