7 Hal Kecil Dalam Trading Untuk Meningkatkan Profit

113903

7 hal kecil dalam trading ini kerap diabaikan, padahal ada profit besar yang bisa diperoleh jika berfokus pada hal-hal tersebut.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Di balik hal kecil dalam trading yang terlihat biasa saja dan tidak menarik, biasanya tersembunyi kekuatan luar biasa yang mampu meningkatkan profit Anda. Pertanyaanya, mungkinkah kita bisa mendapatkan hal yang lebih besar jika berfokus pada hal kecil tersebut?

Mau Profit Berlipatganda? Fokuslah Pada 7 Hal Kecil Dalam Trading Ini

Jawabannya tentu saja bisa! Sama seperti ketika membeli sebuah rumah, Anda tidak bisa melihat rumah itu bagus dari penampilan fisiknya saja. Cobalah fokus pada satu bagian yang menarik dari rumah tersebut, misalnya terdapat taman yang luas di bagian belakangnya. Di situ Anda bisa bersantai bersama keluarga, menikmati udara segar, bahkan membangun kolam ikan yang minimalis.

Dengan pemahaman tentang hal-hal yang sebenarnya sepele dari rumah tersebut, maka Anda bisa menjualnya dengan nilai yang lebih tinggi di kemudian hari. Sama halnya dengan trading, Anda bisa meraih keuntungan yang lebih besar jika melakukan hal kecil dalam trading berikut ini:

 

1. Terlalu Kaku Dengan Satu Analisa Dan Mengentengkan Analisa Lain

Sebuah kerikil kecil yang dibiarkan tergeletak di jalan raya mungkin dianggap sebagai sesuatu yang sepele. Tapi batu kerikil tersebut bisa memicu kecelakaan beruntun bagi pengendara yang tak sengaja melindasnya. Ban kendaraan bisa pecah, lalu kendaraan menjadi oleng, dan menabrak pengendara lainnya.

Hal serupa juga bisa terjadi pada trading. Sedikit saja ada analisa yang Anda lewatkan bisa berakibat fatal. Misalnya anda cenderung menganalisa secara fundamental, tanpa mempertimbangkan analisa dari sinyal teknikal. Maka hal kecil dalam trading ini bisa mengurangi akurasi Anda dalam membuat skenario open posisi terbaik. Padahal, Anda bisa meraih kesuksesan yang lebih memuaskan jika mampu mengkombinasikan kedua teknik ini dalam trading.

 

2. Membuat Jurnal Trading

Menulis di jurnal trading adalah rutinitas yang banyak direkomendasikan para trader sukses. Namun, sedalam apa Anda menulis jurnal trading tersebut? Apakah menurut Anda jurnal yang ditulis sudah detail? Umumnya, sebuah jurnal trading berisikan mengenai tanggal/waktu trading, nama pair yang ditradingkan, open posisi, target profit, Stop Loss, dan lain sebagainya.

Mau Profit Berlipatganda? Fokuslah Pada 7 Hal Kecil Dalam Trading Ini

(Baca juga: Jurnal Trading Sebagai Alat Evaluasi)

Namun apakah menurut Anda itu semua sudah cukup? Tentu saja belum! Masih ada beberapa hal lain yang harus Anda tuliskan dalam jurnal tersebut, misalnya apa alasan Anda membuka posisi tersebut, apakah trading Anda sukses atau gagal, serta evaluasi apa yang akan dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkannya. Dengan membuat jurnal trading secara betul-betul rinci, maka Anda akan bisa mengukur seberapa sukses strategi yang Anda pakai dalam periode tertentu.

 

3. Software Trading Hanya Pembantu, Alat Trading Utama Adalah Diri Anda Sendiri

Sejumlah trader rela menggunakan berbagai macam indikator kustom dan robot trading berharga mahal, bahkan juga berbagai platform trading yang rumit, dengan harapan untuk mendapatkan informasi tertentu yang bisa mereka dapatkan secara eksklusif sebagai sinyal trading.

Mau Profit Berlipatganda? Fokuslah Pada 7 Hal Kecil Dalam Trading Ini

(Baca juga: 5 Aplikasi Mobile Untuk Belajar Trading Forex)

Namun, perlu diingat bahwa alat-alat tersebut hanyalah pembantu saja. Alat trading yang paling utama adalah diri Anda sendiri. Seberapa disiplin Anda dalam menerapkan Money Management yang baik, sehingga Anda bisa memperoleh profit yang konsisten. Selain itu, faktor psikologi juga menjadi hal kecil dalam trading yang harus diatur dengan baik, supaya Anda tidak bertrading secara emosional.

 

4. Jangan Sepelekan Informasi "Tersembunyi" Dari Bar dan Candlestick

Anda belum dikatakan sebagai trader yang fokus dengan hal kecil dalam trading jika masih mengabaikan peran penting dari bar dan candlestick. Seorang Trader Sukses, Barbara Rockefeller, mengungkapkan bahwa informasi yang diberikan bar harga jarang berbohong, serta lebih baik dibandingkan indikator lainnya yang sinyalnya terlambat.

Menurut penuturannya, trader dengan mudah bisa mengetahui posisi market sedang bullish jika open bar saat ini berada dekat low bar sebelumnya, kemudian ditutup dekat level high bar yang mendahuluinya. 

Mau Profit Berlipatganda? Fokuslah Pada 7 Hal Kecil Dalam Trading Ini

(Baca juga: Apa Itu Candlestick: Grafik Candlestick Dan Pengertiannya)

Begitu pula dengan candlestick. Barbara menambahkan bahwa candlestick memiliki peran penting bagi short-term trader yang ingin mendapatkan kesederhanaan analisa pola grafik. Dia mencontohkan pola Engulfing sebagai sinyal candlestick yang paling bisa diandalkan. Karena sinyal ini bisa menunjukan arah harga, serta petunjuk untuk melakukan Stop. Tapi tak hanya engulfing saja, masih banyak pola lainnya seperti Hanging Man, Harami, dan Gravestone Doji untuk dijadikan alternatif. 

Jika perlu Anda bisa mempelajari jenis-jenis pola candlestick tersebut dan belajar untuk menyusun strategi trading darinya. Walaupun memerlukan waktu yang cukup panjang, tetapi pemahaman terhadap pola candlestick bisa memudahkan Anda mengambil aksi dalam trading forex.

 

5. Terapkan Aturan MM 5 Persen

Memang tidak ada salahnya selalu optimis, tapi Anda harus memahami kenyataan bahwa dalam trading pun, potensi loss juga bisa terjadi.  Karena itu, jangan ragu menerapkan hal kecil dalam trading berupa aturan untuk meminimalisir loss.

Mau Profit Berlipatganda? Fokuslah Pada 7 Hal Kecil Dalam Trading Ini

(Baca juga: 5 Aturan Money Management Paling Simpel dan Populer)

Aturan yang terkenal dalam dunia trading Forex adalah rule MM (Money Management) 5 persen. Dengan aturan ini, seorang trader tidak akan merisikokan dananya lebih dari 5 persen dalam satu waktu, bukan per trading. Jadi terlepas dari berapapun posisi trading yang Anda buka, baik itu dua, lima, atau sepuluh posisi sekaligus, jumlah maksimum loss yang bisa Anda risikokan tetap tak boleh lebih dari 5 persen.

Misalnya Anda memiliki saldo sebesar $100, berarti maksimal loss yang bisa Anda risikokan tidak boleh lebih dari $5. Apabila transaksi Anda sudah merugi 5 persen, maka segeralah melakukan cut loss secara manual. Alternatif lainnya yakni memasang Stop Loss sejak awal.

Mungkin Anda bertanya-tanya, masih loss 5%, kenapa sudah di-stop? Bukankah kalau trade-nya dibiarkan floating saja, nanti bisa balik profit lagi? Memang ada kemungkinan seperti itu, tapi berapa lama Anda akan menunggu hingga posisi trading tersebut berubah positif? Jika dana akun Anda tidak memadai, yang terjadi adalah akun Anda bisa terkenal Margin Call.

Dalam kasus lain, jika risiko per transaksi sudah 5%, tapi Anda membiarkannya tetap ter-floating, maka kerugian yang terjadi bisa melonjak 25%, bahkan 50%. Persentase yang sangat besar ini tentunya akan berisiko menghanguskan modal Anda.

 

6. Jangan Menentukan Target Pip Harian Anda

Kenapa Anda tidak disarankan untuk menentukan target pip harian? Hal ini dikarenakan pola pergerakan pasar selalu berubah setiap hari. Dengan adanya target pip harian, maka Anda akan cenderung memburu pasar hingga target pip yang ditentukan tercapai. Hal ini akan berimbas pada overtrading yang sangat berisiko tinggi.

Mau Profit Berlipatganda? Fokuslah Pada 7 Hal Kecil Dalam Trading Ini

Sebaliknya, jika target pip harian sudah tercapai, Anda akan berhenti trading terlalu dini. Hal ini bisa membuat Anda melewatkan momentum trading yang mungkin sesuai dengan strategi Anda. Jadi, jangan pernah fokus pada berapa pip yang bisa Anda peroleh per hari, tapi fokuslah pada strategi trading yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini.

 

7. Kenali Watak Dan Kebiasaan Suatu Pair Mata Uang

Anda tidak boleh melupakan hal kecil dalam trading ini. Pasalnya, pilihan pair mata uang yang tepat akan membuka peluang besar bagi Anda untuk memperoleh profit yang maksimal. Namun, sebelum Anda menjatuhkan pilihan pada salah satu pair, alangkah baiknya jika mengenali lebih dulu watak dan kebiasaan pair tersebut. Amati pergerakannya dengan menggunakan time frame yang berbeda-beda. Setelah itu, lihat kapan pair tersebut mengalami pergerakan aktif. Dari sini Anda akan bisa memprediksi kapan waktu yang tepat untuk melakukan open position pada pair tersebut. 

Mau Profit Berlipatganda? Fokuslah Pada 7 Hal Kecil Dalam Trading Ini

(Baca juga: 6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang)

Setelah mengenali watak dan kebiasaanya, barulah Anda bisa memilih pair mata uang yang ingin ditradingkan. Anda juga bisa memilih pair berdasarkan volatilitas dan news saat ini. Biasanya, news paling sering memberikan dampak bagi pergerakan mata uang major seperti EUR, GBP, USD, AUD, dan JPY. Pemahaman ini akan membantu Anda memilih pair yang tepat, aman, dan nyaman untuk digunakan. 

 

Akhir Kata

Seorang trader yang ingin mendapatkan hasil maksimum tidak selalu harus benar. Namun,  Anda harus fokus pada hal kecil dalam trading dan melakukannya dengan benar. Pasalnya, banyak kerugian besar yang bisa terjadi jika Anda tidak menghiraukan hal-hal kecil tersebut. Jika Anda membiasakan diri untuk fokus pada hal-hal kecil tersebut, maka profit akan bisa Anda peroleh dengan lancar.

 

Selain memperhatikan beberapa hal kecil dalam trading di atas, Anda juga juga perlu mempelajari beberapa hal yang harus dihindari untuk menjadi trader sukses. Anda bisa mendapatkan informasi lebih lengkap melalui artikel berikut: Ingin Jadi Trader Sukses Di Forex? Hindari 10 Hal Ini.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.


Fatir Novanda
Betul, hal-hal kecil kalau tidak dihiraukan bisa berakibat negatip. Mungkin ada yg nggak betul2 merusak, tpi efeknya nanti malah ke kita sendiri. Kayak mencatat open trading kita sbg evaluasi, itu sebetulnya nggak wajib dan sering pula dikesampingkan karna kebanyakan trader fokusnya di strategi dll.

Tapi kalau nggak ada evaluasi juga nantinya trader nggak akan bisa ngambil pelajaran dari trading yg udah lalu, baik yg loss maupun yg profit. Padahal itu berguna bgt dan akan merugikan kalau sampe trader terus ngulangi kesalahan yg sama karna nggak bisa belajar dari pengalaman.
Oziro
ckp bgus, tp sebaikx jg ada contoh detail & lbh lngkp ttg hal2 kecil itu, apa sj dn apa akibatx kl tdk dikelola, trus bgmn cr mengelolax yg baik. lgpula arah market dn titik jenuh harga itu sprtix bkn hal yg kecil jg. krn jstru krn mencari itulah trdr jd terlalu fokus dn srg lupa mengantisipasi loss atau membuat jrnl trdng. sy rasa hal2 yg kecil tp pnting itu msk k dlm kategori hal yg tdk wajib tp sgt krusial....
Hamid Ferdi
buat pemula gimana ya cara ngeliat hal2 kecil tapi bermanfaat ini? apa selama ini yang ane pahami ditingkatan pemula itu cuma garis besar aja ya belom masuk ke hal2 kecil yang dimaksud disini?
Tri Rusdian
Menurut saya malah sebenarnya tidak ada hal kecil dalam trading itu, tapi yang ada hal yang sering diabaikan.Jika trader mau memperhatikan sebenarnya setiap hal yang mendukung trading adalah hal besar dan akan berperan dalam usaha meraih profit jangka panjang. Hanya saja trader kemudian lebih suka mengesampingkan hal-hal tersebut dan lebih fokus terhadap aspek-aspek lain yang dianggap lebih menarik, seperti beragamnya indikator dan strategi yang bisa digunakan. Dalam mencari strategi terbaik, trader mungkin akan lalai menyusun rencana tradingnya padahal itu adalah hal yang sangat penting. Juga tentang pengendalian emosi, akan lebih banyak trader yang mengesampingkannya padahal itulah yang bisa menentukan tindakan trader untuk bisa mencapai kesuksesan.
Erik Hartanto
thanx ini sangat mencerahkan bagi sya..
cuma supaya lebih bermanfaat mmg sebaiknya ada contoh yg lebih lengkap & real.. krn sya sebagai pemula jg enggak bisa mengenali mana hal2 kecil yg disebutkan disini itu termasuk apa sj,jdi klo ada contohnya nanti akan lbh berguna buat sya mengenali hal2 kecil itu