7 Modus Kejahatan Keuangan Yang Mengincar Pengguna ATM

275983

Hati-hati modus kejahatan keuangan semakin hari semakin marak. Ketahui dan waspadai 7 modus berikut agar Anda tidak menjadi korban selanjutnya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Aksi kejahatan keuangan yang mengintai pengguna ATM akhir-akhir ini kian meningkat. Munculnya berbagai kecanggihan teknologi perbankan ternyata dimanfaatkan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Bahkan modus kejahatan seputar rekening bank dan ATM semakin hari semakin bervariasi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mewaspadai beberapa modus di bawah ini yang biasanya dilakukan oleh para pelaku kejahatan ATM itu.

7 Modus Kejahatan Keuangan Yang Mengincar Pengguna ATM
1. Mengintip PIN Pengguna ATM

Cara pertama yang sudah lama dilakukan untuk membobol rekening nasabah lewat ATM adalah mengintip PIN korban dari belakang. Si pelaku kejahatan ini berusaha mengetahui PIN melalui belakang korban yang tengah melakukan transaksi di mesin ATM. Tindak kejahatan akan berlanjut seusai korban selesai melakukan transaksi, pelaku akan langsung merampas kartu ATM korban serta menggunakannya untuk menguras isi rekening bank Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda waspada dan menutup keypad saat akan memasukkan PIN.

 

2. Teknik Skimming

Modus kejahatan yang sudah sejak lama digunakan adalah dengan menggunakan metode skimming. Modus ini berhasil diidentifikasi untuk pertama kalinya pada tahun 2009 di Woodland Hills, California. Skimming adalah suatu tindak kejahatan cukup canggih yakni melakukan penggandaan informasi dalam pita magnetik (magnetic stripe) yang ada pada kartu ATM untuk mendapatkan kendali atas rekening korbannya.

Pelaku kriminal metode skimming tersebut akan menempelkan alat yang bernama skimmer pada tempat nasabah memasukkan kartu ATM (slot mesin ATM) sehingga data milik nasbah ATM dari magnetic stripe bisa diketahui dan dikuasai oleh pelaku.

Perlu diketahui, pita magnetik atau magnetic stripe tersebut merupakan sebuah garis lebar berwarna hitam dan terletak di bagian belakang kartu ATM. Sedangkan kegunaan magnetic stripe tersebut adalah untuk menyimpan data (informasi tertentu) seperti halnya kaset tape. Selain menggunakan pita magnetik, ada pula pelaku kejahatan skimmer memanfaatkan alat lain seperti kamera pengintai (spycam) supaya pelaku dapat mengetahui PIN kartu ATM dengan melihat gerak tangan nasabah.

(artikel ditulis oleh Utari untuk Seputarforex.com)

3. Menggunakan Metode Lebanese Loop

Cara selanjutnya yang kerap dilakukan pelaku kejahatan keuangan sebagai suatu alternatif dari metode skimming adalah dengan menggunakan metode Lebanese Loop. Modus kejahatan Lebanese Loop ini menggunakan pita atau strip tipis untuk menghalangi slot kartu ATM. Hal ini menyebabkan apabila nasabah memasukkan kartu ATM di mesin yang sudah dipasangi strip tersebut, kartu ATM akan tertahan.

Setelah itu, pada saat mesin ATM meminta untuk memasukkan PIN secara terus menerus (karena mesin tidak bisa membaca kartu tersebut), pelaku kejahatan mengintip dan berusaha untuk menghafal PIN Anda. Ketika kartu ATM tidak bisa difungsikan dengan normal, pemegang kartu ini menganggap kartunya telah tertelan mesin dan meninggalkan mesin ATM. Kemudian, pelaku kejahatan akan mengambil kartu ATM yang terjebak di slot ATM dan dapat menguras uang nasabah.

 7 Modus Kejahatan Keuangan Yang Mengincar Pengguna ATM

 

4. Modus Penipuan Kartu ATM Tertelan Mesin

Modus kejahatan keuangan keempat terkait ATM adalah penipuan kartu ATM tertelan di dalam mesin ATM. Aksi penipuan ini biasanya juga diikuti dengan penipuan modus call center. Pertama, pelaku kejahatan akan membuat mesin ATM dalam kondisi rusak atau sengaja dibuat tidak bisa difungsikan. Hal semacam ini dapat membuat kartu ATM nasabah tidak dapat difungsikan sehingga korban sangat panik dan menganggap kartu ATM-nya terjebak dalam mesin ATM tersebut.

Kondisi itu dimanfaatkan oleh si pelaku dengan berpura-pura menawarkan bantuan serta memberitahu korban untuk menghubungi nomor call center palsu yang menempel di mesin. Karena bingung dan takut, korban akan menuruti anjuran pelaku tersebut. Lewat sambungan telepon, pelaku kejahatan lain akan menyuruh korban untuk memasukkan PIN. Dengan diikuti rasa panik yang berlebihan, korban tentu saja akan mematuhi seluruh perkataan oleh pelaku kejahatan ini dan tindakan kejahatan tidak bisa terelakkan.

 

5. Mengganjal Slot Kartu ATM Dengan Korek Api

Aksi kejahatan semakin hari semakin tak terduga, hanya berbekal korek api, pelaku kriminal dapat melancarkan aksi kejahatannya yaitu membobol rekening ATM nasabah. Si Pelaku kejahatan ATM ini biasanya memilih mesin ATM secara acak dan memasukkan satu batang korek api ke slot kartu ATM. Tujuan pelaku mengganjal slot kartu ATM adalah agar ketika korban memasukkan kartunya pada slot tersebut, kartu akan tertahan dan tidak bisa ditarik kembali.

Bermodus memberikan bantuan, pelaku akan menipu korban yang sedang panik dengan meminta PIN dan meyakinkan korban bahwa kartu ATM korban telah tertelan mesin ATM. Setelah korban meninggalkan mesin ATM, pelaku akan mulai menguras habis uang korban.

 

6. Modus Menukarkan Uang

Modus penipuan ATM kian bervariasi. Modus terbaru kali ini adalah penipuan dengan modus menukarkan uang. Pelaku biasanya memiliki penampilan baik atau orang tua yang mampu meyakinkan korbannya. Pelaku akan berpura-pura meminta tolong korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening tujuan pelaku karena saldo rekeneningnya kosong setelah ia salah memilih menu tarik tunai bukan transfer. Sesudah meminta bantuan untuk mengirimkan uang, pelaku tersebut mengganti uang dengan uang tunai dengan nominal sama. Akan tetapi, uang pelaku yang diberikan adalah uang palsu.

 7 Modus Kejahatan Keuangan Yang Mengincar Pengguna ATM

7. Modus Menukar Kartu ATM

Perlu diperhatikan bahwa sindikat pelaku kejahatan keuangan tidak pernah berhenti mencari sasaran pengguna ATM yang lengah. Mereka akan beraksi untuk membobol ATM nasabah dengan modus tukar kartu ATM. Sindikat modus penukar ATM ini umumnya mengincar pengguna kartu ATM yang melakukan transaksi di mesin ATM yang terletak di minimarket.

Aksi dimulai ketika pelaku pertama berpura-pura menjadi nasabah dan melakukan transaksi di mesin ATM. Setelah selesai, ia mempersilahkan calon korbannya untuk menggunakan mesin ATM. Namun, kartu ATM korban tak bisa masuk ke dalam slot ATM dan hal ini membuat korban ketakutan. Pelaku pertama memberikan bantuan kepada korban tersebut dengan berusaha untuk mendorong kartu ke slot. Saat itu, pelaku kedua muncul dan mengambil perhatian korban sehingga pelaku pertama mempunyai kesempatan untuk menukar kartu korban dengan kartu palsu dan melemparkan kartu itu ke rekannya. Korban tidak sadar kartu ATMnya ditukar dan kedua pelaku lalu kabur meninggalkan mesin ATM.

 

Penutup

Setelah Anda mengetahui 7 modus kejahatan keuangan yang mengincar pengguna ATM, sebaiknya selalu waspada dan berhati-hati terhadap tingkah orang di sekitar yang belum Anda kenal. Apabila merasa curiga dan mengetahui hal-hal aneh terkait kondisi ATM, jangan melanjutkan transaksi disana. Pastikan Anda selalu memeriksa mesin ATM yang akan digunakan dan lingkungan sekitar, misalnya seperti perubahan-perubahan sejumlah fitur di sekitar slot kartu ATM, jangan sampai kartu ATM Anda terjebak modus pelaku kejahatan keuangan ini.

 

Selain pembobolan kartu ATM, kejahatan keuangan lainnya adalah Phishing yang bisa mengancam rekening bank Anda. Ketahui seluk-beluknya di artikel Awas Penipu Mengancam Rekening Bank Anda Lewat Phishing.

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.

19 SEP 2019
BANK
BANK CENTRAL ASIA 5 5
BANK DANAMON INDONESIA 5.9 5.9
BANK MANDIRI 4.3 6.5
BNI 46 5.5 6.1
BANK RAKYAT INDONESIA 5.8 6
BANK TABUNGAN NEGARA 6.4 6.4
Selengkapnya