OctaFx

iklan

7 Pengalaman Mengejutkan Seputar Bitcoin

284294

Mulai dari dirampok, menjual seluruh harta benda, hingga menjadi milyarder muda, berikut adalah banyak pengalaman-pengalaman unik yang terjadi pada para pengguna Bitcoin.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kemunculan mata uang kripto selama beberapa tahun belakangan, cukup untuk memberi kita berbagai pengalaman mengejutkan dengan Bitcoin. Ada beragam cerita yang menarik karena beberapa dari mereka pernah merasakan "roller coaster" Bitcoin. Seperti apa saja contohnya? Ini dia 6 pengalaman mengejutkan seputar Bitcoin yang pernah terjadi pada para penggunanya.

 

7 Pengalaman Mengejutkan Dengan

 

1. Ditodong Saat Menjual Bitcoin Seharga $1,100

Seorang pria berusia 28 tahun asal Brooklyn menggunakan "Craigslist" atau situs iklan baris untuk menjual Bitcoin pada kenalannya. Ia menggunakan situs web untuk menghindari gangguan pertukaran Bitcoin online. Namun, tidak disangka rencananya ini tidak berjalan mulus dan berujung pada malapetaka. Orang asing yang akan membeli Bitcoin mengajaknya ke dalam mobil tempat mereka seharusnya menyelesaikan transaksi.

Tidak disangka, seorang pria asing bersembunyi di kursi belakang dan langsung menodongkan pistol. Pria malang yang menjadi korban dipaksa mentransfer Bitcoin miliknya. Pada saat itu, jumlah Bitcoin yang diserahkan kepada perampok bernilai $1,100. Kemudian, para perampok mengambil ponsel pria itu dan melarikan diri.

 

2. Peretasan Terbesar Bitcoin Senilai 800,000 BTC

Mt. Gox adalah bursa Bitcoin terbesar di dunia ketika pencurian Bitcoin terbesar dalam sejarah terjadi. Diduga, seorang hacker mencuri sekitar 800,000 BTC (setara dengan $400,000) dari bursa tersebut. Insiden ini pun membuat Mt. Gox gulung tikar. Jika diukur dengan nilai Bitcoin saat ini, maka kerugian sebesar 800,000 Bitcoin sudah bernilai lebih dari $520 juta.

CEO Mt. Gox, Mark Karpeles, mengeluarkan pernyataan berkaitan dengan insiden peretasan dan pencurian tersebut. Ia mengatakan, "Kami memiliki kelemahan dalam sistem dan Bitcoin kami lenyap. Kami telah menyebabkan masalah dan ketidaknyamanan bagi banyak orang, dan saya merasa sangat menyesal atas apa yang telah terjadi."

Penyelidikan yang dipimpin oleh penegak hukum atas insiden ini sempat disorot, tapi tidak ada kelanjutan karena kurangnya bukti. Pada akhirnya, Mark Karpeles dituduh melakukan penggelapan atas hilangnya 800,000 BTC tersebut.

 

3. Orang Yang "Membuang" 7,500 Bitcoin

Beberapa tahun lalu saat penambangan Bitcoin masih mudah dilakukan dan harganya masih sangat murah, seorang pria bernama James Howells menambang 7,500 Bitcoin dan menyimpannya di hard drive. Pada tahun 2009, Bitcoin tidak begitu berharga untuk ditambang sehingga James tidak menggunakan koin yang dia miliki.



James Howells, Penambang Bitcoin

Saat membersihkan mejanya beberapa tahun kemudian, dia menemukan hard drive tua yang langsung dibuang ke tempat sampah, tanpa menyadari jika masih ada Bitcoin di dalamnya. Padahal ketika dibuang, Bitcoin yang terdapat di hard drive tersebut sudah bernilai lebih dari $600,000, dan telah mencapai $80 juta jika dihitung dengan nilai tukar saat ini. Untungnya, nasib baik masih berpihak kepada James. Meskipun hard drive-nya telah terbuang, dia masih menyimpan data-data yang dibutuhkan untuk menyelamatkan hartanya.

"Setelah saya berhenti menambang, laptop yang saya gunakan rusak dan beberapa bagian yang masih berfungsi saya jual di eBay. Namun, saya menyimpan data hard drive di laci rumah karena mengetahui bahwa salah satu isinya adalah kunci pribadi Bitcoin saya. Sehingga jika Bitcoin menjadi berharga pada suatu hari, saya akan tetap memiliki koin hasil tambang itu," katanya pada Telegraph.

 

4. Anak Berusia 15 Tahun Dapat Keuntungan 100 Kali Lipat Dari Bitcoin

Erik Finman berkenalan dengan Bitcoin pada tahun 2012. Kakanya mengiriminya 0.2 Bitcoin untuk sekadar memberi wawasan tentang mata uang kripto tersebut. Ketika neneknya memberi hadiah $1,000 untuk Paskah, Erik yang kala itu berumur 15 tahun saat itu memutuskan untuk menambah pundi-pundi Bitcoin-nya dengan uang tersebut.


Erik Finman, pengguna Bitcoin

(Baca juga: 7 Kisah Sukses Pengguna Bitcoin)



Satu setengah tahun kemudian, dia menjual Bitcoin tersebut seharga $100,000; sungguh pengembalian investasi luar biasa. Pengusaha muda yang terkenal karena kisah mengejutkan dengan Bitcoin itu memutuskan untuk menggunakan keuntungannya pada pembuatan Botangle[dot]com, sebuah layanan bimbingan online untuk sistem peer-to-peer.

 

5. Menjual Bitcoin Terlalu Dini

Kisah mengejutkan dengan Bitcoin selanjutnya datang dari user Reddit bernama SuperDuperDerp’s. Dia bercerita bahwa: "Saya pertama kali masuk ke Bitcoin pada tahun 2012. Satu Bitcoin pada saat itu bernilai $4. Saya langsung terpikat dan tahu bahwa Bitcoin akan menjadi besar suatu hari nanti. Sayangnya saya juga sangat miskin dan hanya mampu membeli BTC senilai $400 (100 BTC)."

Dia melanjutkan, "Harga tidak bergerak banyak, jadi saya berhenti memeriksanya setelah beberapa minggu. Ketika saya kembali memantau harga Bitcoin sebulan kemudian, nilainya terus meningkat menjadi $8 per koin. Terkejut karena rezeki kecil saya, dan berpikir terlalu dini bagi Bitcoin untuk benar-benar melonjak, saya menjual 100 BTC seharga $800 dan berencana untuk membeli lagi ketika harga turun."

Namun hal itu tidak pernah terjadi. User Reddit tersebut berkata: "Saya menyaksikan harganya naik dan terus merangkak sampai akhirnya saya membeli kembali 8 BTC di harga $100. Sekarang saya hanya memiliki 2 BTC. Jika saja saya tidak menjual 100 BTC yang saya miliki di awal, tentu kehidupan saya saat ini sudah berubah."

 

6. Mempertaruhkan Segalanya Demi Bitcoin

Didi Taihuttu, istrinya, dan tiga anak mereka mempertaruhkan semua yang mereka miliki demi Bitcoin. Pengalaman mengejutkan dengan Bitcoin ini dimulai pada Oktober 2017, ketika keluarga asal Belanda yang terdiri dari lima orang itu sedang dalam proses menjual hampir semua harta benda mereka.

Mereka menjual rumah serta semua barang-barang yang dimiliki, untuk bertahan hidup hanya dengan Bitcoin. Mereka kemudian  pindah ke tempat perkemahan di Belanda, menunggu harga Bitcoin untuk benar-benar melonjak.

Hal ini baru berjalan beberapa bulan, dan ayah tiga anak berusia 39 tahun ini mengatakan dia tidak menyesali apa pun. Dia menyatakan, "Kami hanya menjual barang-barang kami. Menjual apa yang bisa hilang dari kami. Ya, kami bisa kehilangan semua barang material, semua uang... Tapi pada akhirnya, saya pikir sebagai sebuah keluarga, kami akan tetap bahagia selama berkumpul bersama."

Dia pernah menambang Bitcoin, tetapi sekarang hanya memperdagangkannya bersama dengan kripto lain seperti Ethereum, Ripple, Neo, Dogecoin dan Stellar Lumens. Sekarang, keluarga tersebut masih dalam proses melikuidasi aset dan berinvestasi kembali pada beberapa Altcoin. Pendapatan dari perdagangan sudah cukup untuk makanan dan kebutuhan sehari-hari, yang menurutnya adalah semua yang dibutuhkan saat ini.

Saudara laki-laki, saudara perempuan dan mertua Taihuttu pernah menyebutnya gila, tetapi itu tidak menghentikannya untuk melakukan eksperimen sosial. Taihuttu mendokumentasikan pengalaman mereka di media sosial, dan mereka bahkan membuka penggalangan dana dalam bentuk Bitcoin. "Banyak orang telah kehilangan kepercayaan mereka dalam sistem moneter saat ini, saya pikir mata uang kripto merupakan alternatif besar bagi semua orang," demikian ungkapnya.

 

Keluarga Taihutu, Mengejutkan dunia dengan menggunakan bitcoin

 

Menanggapi hal ini, Adam White, manajer umum GDAX, bursa mata uang kripto terbesar AS, mengatakan bahwa strategi Taihuttu sangat berisiko. Ia juga menjelaskan bahwa para investor seharusnya tidak mengambil risiko lebih dari yang mereka mampu tanggung.

Akan tetapi, motivasi Taihuttu lebih dari sekedar menguangkan kembali investasi dengan ROI yang besar. Dia menjelaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk mengambil bagian dalam revolusi yang mengubah dunia keuangan. "Kita sedang berada dalam revolusi yang mengubah sistem moneter. Kami hanya beruntung menyadari bahwa kami bisa menjadi bagian darinya sekarang," kata Taihuttu kepada media.

 

Dimungkinkan Oleh Desentralisasi Blockchain

Aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum dibangun di atas teknologi yang disebut Blockchain, sesuatu yang diyakini para ahli telah mengubah cara kita "berinteraksi" dengan uang. Alasan mengapa Blockchain, teknologi yang mendasari Bitcoin sangat kuat adalah karena tidak ada pihak yang benar-benar mengendalikannya. Artinya, Anda tidak memerlukan pihak ketiga seperti bank untuk menyelesaikan transaksi. Sebaliknya, jaringan terdesentralisasi di seluruh dunia-lah yang menangani aktivitas transaksi virtual ini.

Desentralisasi yang ditawarkan oleh Blockchain juga berarti bahwa mata uang kripto tidak terikat pada satu negara atau pemerintah. Beberapa orang mengatakan teknologi yang mendasari ini memiliki potensi yang lebih besar daripada mata uangnya. Bagi Taihuttu dan keluarganya, potensi itu tampaknya sepadan dengan risikonya.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.