Advertisement

iklan

7 Rahasia Price Action Yang Wajib Anda Ketahui

Penulis

+ -

Tak banyak yang tahu jika Price Action memiliki 7 rahasia tersembunyi. Mulai dari teori order absorption hingga cara trading dengan Trendline, singkap rahasia Price Action selengkapnya di sini.

iklan

iklan

Trading dengan Price Action merupakan salah satu cara analisa teknikal sederhana tanpa indikator. Metodenya yang langsung menjadikan pola-pola harga sebagai sinyal membuat akurasinya tak diragukan lagi. Namun demikian, tak sedikit yang meyakini jika kemampuan membaca Price Action adalah strategi yang tak mudah dikuasai. Itulah mengapa, rahasia Price Action kemudian menjadi salah satu topik pembelajaran yang menarik untuk ditelaah.

7 rahasia Price Action berikut mungkin tak lagi bersifat "rahasia" bagi para trader profesional. Namun buat Anda para pemula atau yang masih haus akan ilmu Price Action, tips-tips di bawah ini bisa menjadi masukan untuk meningkatkan kualitas analisa Price Action dengan cara yang sederhana.

Rahasia Price Action (Baca juga: 7 Top Price Action Traders)

 

1. Order Absorption

Selama ini, kita sudah terbiasa dengan prinsip "semakin sering Support Resistance diuji, maka semakin kuat posisinya". Namun dalam skenario breakout, hal yang terjadi justru sebaliknya.

Pakar trading dari Tradeciety meyakini jika kekuatan buyer dan seller mengalami perubahan keseimbangan tiap kali harga menguji Support Resistance. Misalnya saja, ketika harga menyentuh Resistance dalam pergerakan uptrend, maka seller akan masuk untuk memanfaatkan peluang pembalikan dari level penting tersebut. Namun di pengujian berikutnya, kekuatan seller yang masuk seringkali berkurang. Sehingga meskipun resistance kembali diuji, maka posisinya bukan semakin kuat, melainkan semakin lemah.

Inilah yang dinamakan dengan order absorption. Ciri-ciri utamanya terlihat pada kembalinya harga ke level Support Resistance yang semakin cepat setelah berbalik dari pengujian (retest). Contohnya bisa dilihat pada chart berikut ini:

Rahasia Price Action - Order Absorption

Dalam pembahasan mengenai cara mengetahui kekuatan trend tanpa indikator, fenomena ini disebut sebagai jarak retest yang semakin menyempit dan mengindikasikan breakout. Sama seperti pemahaman tersebut, "order absorption" merupakan sinyal breakout yang patut diwaspadai. Pola chart seperti Triangle dan Cup and Handle juga didasarkan pada teori order absorption ini.

 

2. Lima Fase Pergerakan Harga

Sudah jadi rahasia umum jika arah pergerakan harga dibagi dalam 3 jenis: uptrend, downtrend, dan sideways. Namun apabila di-breakdown lebih lanjut, sebenarnya terdapat 5 fase dalam tiap-tiap arah pergerakan harga. Memahami 5 fase ini dapat membantu Anda untuk membaca pergerakan harga sebagai peta kekuatan pasar.

Fase Pergerakan Harga

 

A. Trend

Tandanya: Buyer (uptrend) atau seller (downtrend) kuat mendominasi.

Jika suatu harga terus naik dalam suatu periode, maka kondisi itu bisa dikatakan sebagai reli, bull market, atau uptrend. Sebaliknya, penurunan harga secara konsisten dinamakan dengan bear market, sell-off, atau downtrend.

 

B. Koreksi

Tandanya: Kekuatan oposisi meningkat dalam jangka pendek.

Koreksi adalah pergerakan pendek yang melawan arus trend. Selama uptrend, koreksi berarti harga mengalami penurunan dalam jangka pendek. Begitu pula sebaliknya jika harga sedang downtrend.

 

C. Konsolidasi

Tandanya: Kekuatan buyer dan seller seimbang; pergerakan trend berhenti sementara.

Ini merupakan fase sideways yang ditandai dengan pergerakan harga secara mendatar dalam batas-batas Support Resistance yang jelas. Sekali lagi, penting untuk mengingat bahwa saat mengalami konsolidasi, harga bergerak dalam suatu koridor dan tak ada impuls yang memicu dimulainya suatu trend.

 

D. Breakout

Tandanya: Kekuatan salah satu pihak (buyer atau seller) mengakhiri keadaan imbang dari fase konsolidasi.

Setelah kekuatan buyer dan seller yang seimbang menyebabkan sideways, maka cepat atau lambat rasio kekuatan di antara dua sisi pasar akan mulai berubah. Perubahan inilah yang menyebabkan terjadinya breakout setelah harga terkonsolidasi. Apabila buyer atau seller berhasil mengkonfirmasi dominasinya, maka harga akan menembus batas Support (jika seller yang menang) atau Resistance (jika buyer yang menang). Ini akan memulai sebuah trend baru.

 

E. Reversal

Tandanya: Kekuatan oposisi berhasil merebut dominasi pasar.

Jika koreksi tidak berlanjut ke trend utama atau berubah menjadi fase konsolidasi, maka harga akan mengalami reversal. Tanda-tandanya bisa dilihat pada intensitas koreksi yang terus meningkat. Sama halnya seperti breakout, reversal juga menandai dimulainya trend baru (Baca juga: 3 Strategi Trading Dengan Trend Reversal).

 

3. Prioritaskan Pola Di Lokasi Strategis

Apa yang Anda lakukan jika menemukan pola candlestick atau Chart Pattern penting yang mensinyalkan reversal atau konsolidasi? Langsung menggunakannya sebagai acuan entry? Untuk meningkatkan peluang keuntungan, sebaiknya hindari langkah seperti itu. Fokuskan kewaspadaan hanya pada pola-pola penting yang terdeteksi di lokasi strategis, seperti Support Resistance (SR) ataupun area Supply Demand (SD). Rahasia Price Action ini sebenarnya sudah banyak yang tahu, tapi sering diabaikan oleh trader amatir.

Area-area strategis seperti SR dan SD terbentuk bukan tanpa alasan. Jadi, berkumpulnya aksi harga di sekitar lokasi strategis bisa memberikan konfirmasi yang lebih baik pada sinyal Price Action untuk dimanfaatkan sebagai indikasi entry maupun exit. Lebih lanjut, pastikan juga bahwa indikasi harga di area Support Resistance atau Supply Demand didukung oleh sinyal tambahan.

Sebagai contoh, apabila Anda mendapati pembentukan pola Head and Shoulders yang terkonfirmasi menembus Support di time frame H1, maka jangan langsung menentukan posisi sell sebelum ada konfirmasi tambahan. Grafik di bawah ini mencontohkan teknik mencari konfirmasi tambahan dengan melihat pergerakan harga di time frame lebih tinggi.

Pola harga di area strategis

Terlihat bahwa sinyal sell dari pola Head and Shoulders di H1, dikonfirmasi oleh pergerakan harga di time frame Daily yang memantul turun dari batas Resistance.

 

4. Pola Harga Tidak Harus Persis Dengan Teori

Mengapa banyak trader pemula kesulitan atau bahkan gagal trading dengan Price Action? Salah satunya adalah karena "keluguan" mereka untuk mencari pola yang sama persis seperti teorinya. Padahal, pergerakan harga itu dinamis alias selalu berubah sepanjang waktu. Apabila Anda hanya trading pada pola yang sama persis dengan apa yang Anda pelajari, maka para pemain besar justru akan memanfaatkan kenaifan tersebut untuk mengeruk keuntungan.

Jadi, ketahuilah bahwa rahasia Price Action adalah tidak terpaku pada teori. Berhentilah mencari pola-pola yang sempurna saat trading secara real. Belajarlah untuk berpikir dan bertrading seperti trader profesional; yakni dengan memahami kaidah pembentukan pola-pola harga sehingga tahu benar cara mengenali pola yang valid meski bentuknya tidak sama persis dengan teori di buku-buku forex.

Berikut adalah beberapa contoh pola harga yang seringkali tidak sesuai dengan ekspektasi:

Pola harga tidak harus persis teorinya

 

5. Empat Prinsip Membaca Candlestick

Seperti yang sudah banyak diketahui, candlestick merupakan salah satu jenis grafik harga paling difavoritkan karena deskripsinya yang detail dan mudah dibaca. Anatomi candlestick sendiri sebenarnya sederhana, tapi ada banyak cara interpretasi yang membuat trader pemula bingung tak karuan saat pertama kali belajar candlestick.

Cara membaca candlestick

Menurut Tradeciety, sebenarnya cara mudah membaca candlestick terletak di 4 prinsip, yaitu:

  1. Panjang Shadow : Semakin panjang Shadow, maka semakin tinggi ketidakpastian dan volatilitasnya.
  2. Shadow Bullish vs. Bearish: Shadow yang lebih memanjang ke arah bawah umumnya menandakan penolakan pasar untuk melanjutkan penurunan harga. Sebaliknya, Shadow yang lebih memanjang ke atas artinya terjadi penolakan untuk melanjutkan kenaikan harga.
  3. Posisi Body: Apakah Body candle lebih mendekat ke sisi Top atau Bottom? Posisi Body yang lebih mendekat di sisi Top menandakan tekanan bullish, begitu pula sebaliknya.
  4. Ukuran Body: candle dengan Body besar dan Shadow kecil umumnya mencerminkan kekuatan trend yang besar. Di sisi lain, candle dengan Body kecil dan Shadow panjang bisa diartikan sebagai ketidakpastian pasar.

 

6. Jangan Risaukan Perbedaan Jam Server Broker

Seringkali, trader mempertanyakan perbedaan chart di berbagai broker. "Kenapa di broker A sudah ada candle bearish sementara di broker B belum?" Lalu, "Bagaimana bisa candle di broker A memiliki Shadow yang amat panjang sedangkan candle broker B tidak demikian?" Pertanyaan-pertanyaan serupa sering muncul di forum-forum trader, termasuk di forum Tanya Jawab Seputarforex.

Perlu diketahui, chart trading dari setiap broker belum tentu didasarkan pada jam server yang sama. Ada yang mengikuti jam server yang berpusat di London, New York, Singapura, dan area lainnya yang memiliki zona waktu berbeda-beda. Oleh karena itu, adanya perbedaan bentuk candle antar broker sebagian besar dikarenakan oleh perbedaan waktu server tersebut. Broker yang menganut jam server London misalnya, tentu akan mengikuti waktu penutupan harga yang berlangsung lebih dulu ketimbang jam server New York.

Contoh di bawah ini menunjukkan perbandingan chart yang cukup signifikan antara dua broker dengan jam server berbeda:

Perbandingan jam server broker

Meskipun chart di atas menampilkan pair dan time frame yang sama (EUR/USD H4), tapi terlihat bahwa ada beberapa perbedaan pola candlestick. Misalnya saja, ketika broker A menunjukkan formasi Engulfing, chart broker B tidak memperlihatkan pola serupa.

Apakah ini mempengaruhi analisa Price Action? Jawabannya tidak, selama Anda konsisten mengelola strategi dengan chart dari broker yang sama. Perhatikan bahwa meskipun broker B tidak menunjukkan pola Engulfing di poin (1), tapi kemudian terbentuk pola-pola lain dengan Shadow (wick) panjang yang menunjukkan sinyal reversal di poin (2) dan (4). Kedua sinyal ini tidak tampak di broker A. Sementara itu, poin (3) memperlihatkan bahwa chart di broker A memiliki Pin Bar, sedangkan broker B tidak menunjukkan hal yang sama. Jika dirangkum secara keseluruhan, baik broker A maupun broker B sama-sama menunjukkan dua sinyal dari pola candlestick, meskipun lokasi dan polanya berbeda-beda.

Menurut analis berpengalaman yang berkontribusi di Tradeciety, kondisi seperti itu umum terjadi dan tak perlu dipusingkan. Terlalu banyak membandingkan chart antar broker hanya akan membuat analisa Price Action Anda semakin rancu dan tidak konsisten. Dalam jangka panjang, rerata sinyal yang muncul dari pola candlestick di chart setiap broker tidak akan jauh berbeda. Trader hanya perlu teliti mengenali dan mengkonfirmasi kemunculan pola candlestick pada chart masing-masing.

 

7. Breakout Pertama Dari Trendline Bukan Sinyal Entry

Rahasia Price Action yang terakhir datang dari penggunaan Trendline. Tool ini merupakan salah satu alat bantu analisa yang paling dasar dan mudah dimengerti. Namun, penerapannya bisa dibilang sedikit tricky karena pembuatan Trendline bersifat subjektif alias bisa berbeda-beda untuk setiap trader.

Untuk menghindari kesulitan tersebut, sebaiknya jangan langsung ambil posisi setelah harga break dari Trendline. Anda juga tak perlu terlalu lama menunggu peluang dari pullback , karena ada rekomendasi yang lebih realistis untuk mencari peluang entry dari breakout Trendline.

Caranya yaitu menunggu sampai harga menembus High atau Low terakhir sebelum terjadi penembusan. Umpamanya Anda melihat peluang sell setelah harga turun menembus Trendline naik, maka tunggu sampai penurunan harga melewati Low sebelumnya untuk memasang posisi Entry. Hal yang sama juga bisa diterapkan jika Anda menemukan peluang buy saat harga breakout dari Trendline naik.

Grafik berikut ini bisa menggambarkan strategi yang dimaksud:

Rahasia Price Action dengan Trendline

 

Rahasia Price Action Hanya Ampuh Jika...

Anda bersikap realistis.

Artinya, jangan memaksakan sinyal yang sebenarnya tidak valid hanya untuk melanggengkan perspektif pribadi. Analisa Price Action sebagian besar bergantung pada pemahaman untuk membaca pergerakan harga dan memanfaatkan pola yang ideal. Sehingga, Anda akan rentan membuat keputusan-keputusan subjektif yang bisa merugikan jika tidak didasari oleh pemahaman dasar tentang Price Action sendiri.

 

Tahukah Anda? Price Action merupakan salah satu metode andalan dalam strategi Naked Trading atau trading tanpa indikator. Dari sekian banyak teknik Price Action yang ada, mana sajakah yang paling mudah diterapkan untuk pemula? Simak info lengkapnya di "3 Strategi Naked Trading Simpel Untuk Pemula".

292718
Penulis

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.

Adi Nurohman
Apakah platform olymptrade bisa di percaya kak? maaf saya pemula
Seputarforex
Mengenai keamanan trading di Olymptrade, Anda bisa menyimak ulasan selengkapnya di thread berikut ini. Terima kasih.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini