iklan

8 Pantangan Day Trader Penyebab Kebangkrutan

Penulis

Suka day trading? Jika ya, perhatikan 8 pantangan day trader berikut. Dari kesalahan mengantisipasi berita hingga salah pilih broker, ada beragam pantangan yang sebaiknya diwaspadai.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Menjadi day trader forex bukanlah proses yang sederhana. Walaupun tujuannya simpel karena hanya menargetkan profit harian, day trading nyatanya menuntut fokus dan komitmen yang tidak main-main. Itupun jika Anda sudah menemukan strategi day trading yang pas dan profitable.

Terlepas dari masalah tersebut, ada pula pantangan day trader yang wajib dihindari jika Anda ingin sukses day trading. Apabila tak hati-hati, berbagai kesalahan tersebut bisa menyebabkan kebangkrutan pada akun trading Anda. Apa sajakah itu?

Pantangan Day Trader

 

1. Trading Tanpa Rencana

Trading plan adalah struktur yang menggarisbawahi strategi Anda, dan menentukan bagaimana, apa, serta kapan transaksi dilakukan. Selain itu, rencana trading juga memuat manajemen risiko, dan mengatur bagaimana exit dilakukan dalam skenario profit ataupun loss. Tanpa rencana trading, Anda praktis berjudi karena pasar forex diliputi ketidakpastian.

Ahli strategi DailyFX, Nick Cawley, juga memasukkan pantangan day trader ini dalam daftar kesalahan yang pernah membuat karir trading-nya jatuh. Menurutnya, selain mempersiapkan strategi dari segi teknis, trading plan juga hendaknya diterapkan dengan mindset yang benar. "Anda harus berada di 'tempat yang baik' dan tidak sedang capek, sedih, repot, atau emosional," demikian ujar Nick.

 

2. Mengabaikan Stop Loss

Tidak menggunakan Stop Loss mungkin bisa menjadi alternatif bagi sebagian trader. Namun, hal ini tidak berlaku jika Anda menjadi seorang day trader. Pasalnya, fluktuasi pasar dalam time frame day trading cenderung tinggi terutama di sesi overlap. Dengan demikian, risiko kerugian tentu semakin besar dan semakin sulit dikendalikan.

Saat pasar berbalik melawan posisi Anda, bisa jadi harga tak kembali terkoreksi di hari yang sama. Apabila seperti itu, maka tak ada pilihan selain Cut Loss. Daripada Cut Loss di level kerugian yang belum tentu bisa Anda terima, mengapa tidak memanfaatkan Stop Loss untuk menghentikan kerugian sesuai batas toleransi Anda?

Jangan Mengabaikan Stop Loss(Baca juga: 4 Cara Menentukan Batas Toleransi Risiko Anda)

Inilah pentingnya Stop Loss bagi day trader. Mengabaikannya adalah pantangan yang akan menggiring Anda ke jurang kebangkrutan. Nick Cawley bahkan menyebutnya sebagai "real account killer". Ia menyarankan untuk tidak menentukan Stop Loss dari angka exit yang Anda kira-kira sendiri. Faktanya, ada strategi khusus untuk menentukan Stop Loss agar sesuai dengan manajemen risiko sekaligus kondisi pasar.

 

3. Salah Antisipasi Berita

Mengantisipasi berita bukanlah hal terlarang. Namun yang menjadi masalah dari langkah ini adalah kesalahan dalam memprediksi arah pergerakan harga pasca rilis berita. Kebanyakan pemula menganggap jika trading dengan berita hanya persoalan naik turun harga pasca rilis suatu data atau event. Padahal, harga justru seringkali bergerak tajam di kedua arah sebelum memperlihatkan dinamika yang jelas di salah satu sisi.

Bagi day trader, mengantisipasi berita pantang dilakukan dengan menebak arah pergerakan harga beberapa detik setelah data dirilis. Dalam hiruk-pikuk pergerakan pasar, spread bisa melebar dan akan sulit menemukan likuiditas untuk mengeksekusi order di harga yang diharapkan.

Daripada memprediksi arah harga, akan lebih baik untuk menyusun strategi masuk pasar setelah rilis berita. Dengan demikian, Anda bisa mengambil keuntungan dari volatilitas tanpa risiko-risiko tidak jelas yang beredar di sekitar publikasi suatu data berdampak. Contoh metode yang dimaksud bisa Anda pelajari di Rahasia Dan Realita Strategi News Trading.

 

4. Keliru Memahami Korelasi Pair

Anda mungkin pernah mendengar tentang metode diversifikasi. Strategi ini bergantung pada pengetahuan, skill, dan apa yang Anda tradingkan. Jika ingin mencoba teknik ini di pasar forex, Anda mungkin bisa memulainya dengan trading beberapa pair sekaligus. Namun yang patut diwaspadai, Anda justru bisa memperbesar risiko jika tidak hati-hati.

Mengapa bisa demikian? Pasangan mata uang dalam forex pada dasarnya saling berkorelasi. Jika Anda tidak memahami korelasi ini dan secara kebetulan membuka posisi yang sama di pair-pair berkorelasi positif, maka risiko kerugian justru akan semakin meningkat.

Korelasi Pair Forex(Baca juga: Panduan Trading Forex Dengan Teknik Korelasi Pair)

Jadi apabila Anda ingin mencoba diversifikasi pair untuk mengurangi risiko, pelajari dulu korelasi pair dalam forex dengan seksama. Pastikan Anda hanya menerapkan posisi yang sama pada pair-pair berkorelasi negatif, atau membuka posisi yang berlawanan di pair-pair berkorelasi positif. Selain itu, nilai korelasi pair juga tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Dibutuhkan analisa pasar yang mumpuni untuk memanfaatkan korelasi pasangan mata uang dengan tepat.

 

5. Memperbesar Posisi Yang Rugi

Pernah mendengar istilah Averaging? Secara garis besar, strategi ini dilakukan dengan memperbesar ukuran trading setiap kali harga bergerak melawan posisi Anda. Harapannya, harga akan segera berbalik sehingga kerugian sebelumnya bisa berubah menjadi keuntungan.

Menambah posisi dengan keyakinan seperti itu sangat berbahaya, mengingat harga bisa terus bergerak melawan posisi trading sementara risiko kerugian semakin membengkak. Jika terus dibiarkan, tak menutup kemungkinan loss yang terakumulasi akan meruntuhkan ketahanan dana akun Anda.

Teknik Averaging ada untuk diterapkan oleh para profesional yang telah berpengalaman menganalisa peluang reversal. Mereka juga memiliki pengalaman yang dibutuhkan untuk menanggung risiko besar dari teknik Averaging Down.

Bagi trader yang masih mencari jalan kesuksesan, sebaiknya batasi ukuran trading sesuai toleransi risiko dan gunakan Stop Loss dengan disiplin. Apalagi jika Anda seorang day trader, Averaging adalah praktik money management yang sebaiknya tidak dilakukan.

 

6. Dikendalikan Emosi

"Selama trading, saya merasakan banyak hal -senang, sedih, frustasi- tanpa sadar. Contohnya, jika saya sedang mengalami kerugian, mudah sekali untuk memaksakan trading lagi agar bisa menebus kekalahan sebelumnya. Padahal dalam kondisi normal, saya tidak akan menindaklanjuti setup trading serupa. Di sisi lain, saat saya sedang profit, saya akan mulai merasa tak terkalahkan dan saya akan terus-menerus masuk pasar karena berpikir keberuntungan saya akan berlanjut. Dua-duanya adalah hal yang salah," kenang Nick Cawley saat membagikan pengalaman buruknya karena emosi trading.

Trading dengan Emosi(Baca juga: Cara Mengatasi Emosi Dalam Trading)

Pantangan day trader yang satu ini sangat berbahaya karena bisa merembet ke berbagai hal, mulai dari overtrading hingga mengambil risiko lebih besar dari yang direncanakan. Day trader juga lebih rentan terhadap pengaruh emosi karena adanya keterbatasan waktu dalam menahan posisi. Mereka yang tidak bisa menerima kerugian, akan mudah panik dan melakukan trading balas dendam karena belum mendapatkan profit harian yang diinginkan. Jika sudah seperti ini, maka tindakan yang dilakukan day trader hanya akan berbasis emosi dan mengabaikan trading plan.

Untuk menghindari hal serupa, tanamkan dalam diri Anda bahwa profit dan loss adalah hal yang wajar dalam trading. Jika day trading hari ini tak menghasilkan keuntungan, Anda bisa mencari peluang di hari berikutnya dan menghindari kesalahan sebelumnya.

 

7. Salah Memilih Broker

Day Trading merupakan strategi yang memerlukan kondisi khusus di beberapa aspek, terutama dalam hal eksekusi order dan biaya trading. Memilih broker forex yang tidak kompatibel adalah pantangan day trader, karena dari broker-lah Anda mendapatkan platform untuk mengeksekusi order.

Untuk itu, sebaiknya tingkatkan ketelitian dalam memilih broker dan pelajari sungguh-sungguh spesifikasi trading yang ditawarkan. Broker terbaik untuk day trading secara umum hampir serupa dengan broker ideal untuk scalping. Menemukannya bahkan bisa lebih mudah karena day trading bukanlah strategi yang banyak mendapat "perhatian khusus" sehingga sering dibatasi seperti scalping.

Selain itu, penting pula memastikan broker dari segi identitas dan keamanannya. Hal ini agar Anda terhindar dari praktik broker curang atau bahkan scam.

 

8. Terlalu Fokus Pada Outlook Fundamental

Memperhatikan update berita forex memang disarankan untuk mengetahui kondisi pasar. Namun dalam hal ini, sebaiknya saring informasi sebaik mungkin agar outlook fundamental yang mungkin tersirat dalam berita tidak mempengaruhi strategi day trading Anda.

Outlook Fundamental dari berita

Pandangan fundamental untuk bias jangka panjang tidak relevan bagi seorang day trader yang memanfaatkan pergerakan jangka pendek. Info-info yang bisa berlawanan dengan outlook saat ini justru berpotensi membentuk bias yang mengaburkan peluang day trading.

Jadi, apabila Anda telah memiliki rencana day trading yang sudah teruji dan bisa diterapkan secara konsisten, disiplin-lah menggunakannya untuk mencari peluang trading. Memperhatikan perkembangan fundamental bisa dilakukan untuk sekedar menambah pengetahuan, tapi jangan terlalu memaksakan aspek ini untuk mengidentifikasi sinyal entry dan exit.

 

Itulah 8 pantangan day trader yang sebaiknya Anda waspadai. Tidak sedikit trader yang masuk ke jurang kegagalan karena lalai memperhatikan hal-hal di atas. Pelajaran lain yang tak kalah menarik juga bisa Anda simak secara langsung di Fakta Mengejutkan 5 Day Trader Terkenal.

Download Seputarforex App

294986
Penulis

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone