Advertisement

iklan

8 Strategi Trading Populer Dan Pro Kontranya

Apapun sistem trading yang digunakan tak luput dari pro dan kontra, beberapa diantaranya adalah strategi trading populer ini. Apa saja itu?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Strategi trading forex sering didefinisikan sebuah metode yang digunakan oleh trader untuk membuka posisi Sell dan Buy pada pair mata uang tertentu. Dalam praktiknya, sebagian besar strategi trading populer dibangun dari analisa fundamental, teknikal, ataupun kombinasi dari keduanya.

Strategi Trading Populer

Ada banyak pilihan strategi trading forex yang bisa diikuti oleh trader, mulai dari yang paling populer hingga yang mengaplikasikan penyesuaian khusus. Faktanya, setiap trader memiliki gaya, psikologi, dan modal trading yang berbeda-beda, sehingga kriteria strategi trading paling ideal untuk masing-masing trader pun bervariasi.

Namun yang diketahui, setiap strategi trading forex tidak ada yang sempurna dan pasti memiliki pro kontra. Nah, kali ini penulis telah meringkas 8 strategi trading populer beserta pro dan kontranya. Apa saja itu?

 

1. Price Action

Price Action adalah strategi trading populer yang kerap digunakan trader untuk mencari sinyal reversal. Sistem trading ini memanfaatkan pola candlestick yang terbentuk di chart. Beberapa istilah yang muncul dalam strategi trading Price Action antara lain; up bar, down bar, inside bar, dan outside bar. Definisi serta fungsi dari istilah-istilah tersebut bisa Anda pelajari di ulasan dasar-dasar strategi Price Action.

Price Action bisa digunakan di berbagai variasi periode trading, baik long, mid, maupun short-term. Berikut adalah detail pro kontra strategi trading forex dengan Price Action yang perlu Anda pertimbangkan:

  • Pro:
    - Mudah diterapkan dan dianggap akurat.
    - Tidak memerlukan banyak indikator, sehingga chart lebih rapi dan mudah dipahami.
    - Cocok untuk pemula.

  • Kontra:
    - Perlu menghafal banyak pola candlestick.
    - Trader yang kurang berpengalaman akan mudah terjebak pada sinyal palsu.
    - Dibutuhkan effort yang lebih besar dalam membaca market.
    - Diperlukan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan entry (tergantung TF yang di pakai).
    - Diperlukan ketelitian untuk mengenali pola candlestick.

 

2. Range Trading

Pada umumnya, orang akan malas trading saat pasar forex sedang sideways, atau harga bergerak di dalam range yang tetap di antara level Support Resistance. Namun bagi trader profesional, range sideways bukanlah halangan untuk mendapatkan pundi-pundi profit. Strategi trading populer yang digunakan saat pasar sedang sideways adalah metode range trading.

Tidak ada aturan spesifik untuk penggunaan strategi trading ini, karena hampir semua time frame dapat dipakai. Penerapan manajemen risiko serta pemasangan Stop Loss dan Take Profit sangat diperlukan, khususnya untuk mengantisipasi candle breakout

Strategi range trading cenderung menggunakan indikator jenis oscillator, seperti Relative Strength Index (RSI), Commodity Channel Index (CCI), dll. Teknik Price Action terkadang juga digunakan dalam strategi trading ini sebagai validasi pantulan harga atau peluang breakout pada zona Support Ressistance.

Contoh Strategi Range Trading:

Strategi Range Trading(Baca Juga: Tips Trading Pada Kondisi Sideways)

Pada chart USD/JPY di atas, terlihat adanya tren sideways yang cukup panjang. Zona Support dan Resistance yang sudah ditandai bisa menjadi patokan entry dan exit yang dipadukan dengan konfirmasi sinyal oversold (merah) dan overbought (biru) dari oscillator RSI.

  • Pro:
    - Kesempatan trading mudah ditemukan.
    - Risk/Reward Ratio menguntungkan.

  • Kontra:
    - Membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan profit, sangat tidak cocok untuk Scalper.
    - Membutuhkan pemahaman yang kuat di analisa teknikal.

 

3. Position Trading

Position trading adalah strategi trading long-term yang berfokus di aspek fundamental. Bagi Anda yang memerlukan pemahaman lebih lanjut tentang cara trading dengan analisa fundamental, sebelumnya bisa menyimak video berikut terlebih dahulu:

Dalam penerapan Position Trading, analisa teknikal juga bisa digunakan untuk mencari poin entry dan exit. Fluktuasi pasar yang lebih kecil tidak dipertimbangkan dalam strategi ini, karena tidak mempengaruhi gambaran pasar yang lebih luas.

Strategi trading populer dengan Position Trading dapat digunakan di semua pasar, mulai dari saham hingga valas. Position trading biasanya menggunakan time frame besar seperti mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Memahami bagaimana faktor ekonomi mempengaruhi pasar merupakan senjata terampuh dalam menyusun skenario-skenario trading dengan strategi ini.

  • Pro:
    - Bisa mendatangkan profit maksimal.
    - Risk/Reward Ratio positif.

  • Kontra:
    - Kesempatan trading sangat jarang.
    - Membutuhkan kemampuan analisa teknikal dan fundamental.

 

4. Trend Following

Strategi trading populer berikutnya yaitu trend following atau trading mengikuti arah trend pasar. Menggunakan strategi trading trend following berarti Anda memanfaatkan sinyal open posisi sesuai arah trend yang sedang berlangsung. Meskipun sering kali dianggap strategi yang mudah digunakan, Anda tidak bisa melakukannya dengan sembarangan. Lebih jelasnya simak artikel 5 Tips Jitu Untuk Trading Mengikuti Trend.

Strategi trading trend following biasanya diterapkan pada jangka waktu menengah ataupun jangka panjang. Alasan utama menggunakan time frame tinggi adalah karena semakin tinggi periode waktu yang digunakan, maka pergerakan trend harga semakin jelas.

Contoh Strategi Trading Trend Following:

Strategi Trend Following

Contoh di atas adalah trading mengikuti trend dengan menggunakan bantuan indikator CCI yang berfungsi untuk mengetahui peluang kembalinya harga ke trend utama dari pullback. Jika grafik harga bergerak di atas level 100, maka bisa dikatakan pullback dari trend penurunan sudah berakhir dan bisa dimanfaatkan untuk memasang entry sell. Sementara bila harga bergerak di bawah level -100, maka ini menandakan berakhirnya pullback dari trend kenaikan dan dapat digunakan sebagai acuan entry buy. Biasanya, beberapa trader juga menggunakan indikator Moving Average untuk trend filter.

  • Pro:
    - Mudah diterapkan dan kesempatan trading mudah ditemukan.
    - Risk/Reward Ratio menguntungkan.

  • Kontra:
    - Membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan profit, sangat tidak cocok untuk Scalper.
    - Membutuhkan pemahaman yang kuat di analisa teknikal.

 

5. Scalping

Salah satu strategi trading populer di Indonesia adalah scalping, yaitu metode trading pada time frame rendah dengan tujuan mendapatkan keuntungan kecil (sekitar 5-15 pips) dalam waktu singkat (1m-30m). Biasanya, para scalper akan membuka posisi hingga puluhan hingga ratusan dalam sehari. Semakin likuid pair mata uang, maka kesempatan para scalper untuk mendapatkan profit semakin lebar, karena likuiditas tinggi mempermudah eksekusi posisi.

Beberapa indikator yang biasanya digunakan oleh para scalper adalah Moving Average (MA), Stockhastic, RSI, dll. Nah untuk pengaplikasinnya bisa dilihat secara detail di artikel scalper mania yang menunjukkan kombinasi indikator untuk memperoleh sinyal.

  • Pro:
    - Cepat mendapatkan keuntungan.
    - Faktor fundamental tak begitu berpengaruh untuk para scalper.

  • Kontra:
    - Akan sangat melelahkan bila dieksekusi secara manual.
    - Ada beberapa broker yang melarang scalping.
    - Jika kurang berpengalaman, akan mudah terjebak noise harga.

 

6. Swing Trading

Strategi trading populer berikutnya yaitu menempatkan eksekusi Buy atau Sell pada titik-titik pembalikan harga, atau biasa disebut dengan swing trading. Sistem trading ini membantu trader mendapatkan keuntungan seoptimal mungkin saat harga sedang bergerak ke arah tertentu. Julukan untuk trader pengguna sistem trading ini yaitu Swing Trader. Swing Trader biasanya mencari pasangan mata uang dengan range trading yang cukup lebar.

Agar strategi ini dapat berjalan dengan maksimal, seorang swing trader memerlukan sistem swing yang efektif dan kemampuan identifikasi arah tren yang baik. Selain itu, strategi ini memiliki risiko yang cukup tinggi, sehingga mengharuskan trader wajib memiliki manajemen risiko yang baik.

  • Pro:
    - Sinyal trading mudah ditemukan.
    - Analisa forex bisa dilakukan dengan lebih leluasa.
    - Potensi profit lebih optimal.

  • Kontra:
    - Membutuhkan pemahaman analisa teknikal yang baik.
    - Swing trading cenderung membosankan bagi trader aktif, karena membutuhkan waktu yang cukup lama.
    - Profit trading tak bisa sering diraih.

 

7. Day Trading

Day Trader adalah istilah untuk menyebut orang-orang yang memiliki gaya trading jangka pendek. Strategi day trading ini lumayan populer dan banyak diminati di Indonesia karena teknik ini cukup membuka dan menutup posisi dalam tempo waktu satu hari atau bahkan kurang dari itu. Untuk time frame yang digunakan adalah cenderung singkat, yaitu rentang H1, H4, dan D1.

  • Pro:
    - Kesempatan trading mudah ditemukan.
    - Risiko yang diterima ada di kisaran menengah.
    - Membutuhkan waktu singkat. 

  • Kontra:
    - Membutuhkan pemahan analisa teknikal yang baik. 
    - Bisa membuat frustasi bila pasar loyo atau cenderung sideways.
    - Memerlukan kejelian melihat sinyal jika tak ingin ketinggalan momentum entry.

 

8. Carry Trade

Strategi carry trade adalah metode trading dengan memanfaatkan selisih bunga rollover (swap) antara dua mata uang. Singkatnya, strategi trading ini BUKAN mencari keuntungan dari perubahan nilai tukar antar mata uang itu sendiri, melainkan mengincar profit dari perbedaan swap di pasangan mata uang yang diperdagangkan.

Dalam menjalankan skenario carry trade, trader akan membeli mata uang dengan bunga tinggi, dan dalam waktu yang bersamaan menjual mata uang dengan bunga rendah. Agar profitnya maksimal, seorang Carry Trader akan mencari pair yang terdiri dari dua mata uang mayor dengan bunga rollover tertinggi dan terendah.

  • Pro:
    - Terhindar dari risiko noise jangka pendek.
    - Rasio risiko dan profit berada di titik median.

  • Kontra:
    - Membutuhkan pemahaman yang kuat terhadap pasar forex.
    - Peluang trading jarang.
    - Membutuhkan pemahaman mendalam tentang analisa fundamental.

 

Delapan strategi trading populer yang telah diulas di atas hanya sebagian kecil saja. Masih banyak lagi sistem trading lainnya yang bisa Anda gunakan. Ingin mencari strategi trading paling pas dengan gaya trading Anda? Pastikan Anda menyimak kumpulan artikel strategi trading forex dari kami sebagai referensi.

Alumni Sastra Inggris Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan telah aktif menjadi content writer lebih dari 6 tahun di berbagai macam platform. Saat ini bergabung di Seputarforex.com sebagai jurnalis berita, artikel dan konten-konten menarik lainnya.