8 Temuan Paling Menarik Dari Survei Kripto

Mulai dari jangka waktu investasi hingga masalah-masalah di bursa kripto, berikut adalah 8 hal menarik yang bisa disimpulkan dari survei kripto.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Survei telah membantu mengidentifikasi beragam masalah dalam industri kripto, mulai dari popularitas mata uang kripto, masalah yang mempengaruhi industri mata uang kripto, minat bank dan industri lainnya terhadap kripto, hingga tingkat (atau preferensi untuk) investasi di antara pengguna kripto  dari berbagai kelompok usia.

Berikut adalah 10 temuan paling menarik dari berbagai survei yang dilakukan di sekitar ruang lingkup industri kripto.

 

1. 42.8% Pengguna Kripto Lebih Memilih Untuk Menjadi Investor Jangka Panjang

Bursa kripto Korea Selatan, Bithumb, mensurvei 2,500 pengguna platformnya pada bulan Mei, dan mempublikasikan hasilnya pada 7 Juni. Hasilnya, sementara 27% dari investor mata uang kripto membidik keuntungan jangka pendek, 42.8% lainnya ingin menahan kepemilikan kripto untuk jangka waktu yang lebih lama. Tujuan mereka jelas: meraih keuntungan dari investasi jangka panjang. Hal ini membuktikan bahwa lebih banyak pengguna yang bertujuan untuk meraih keuntungan jangka panjang, daripada yang ingin mengambil profit jangka pendek.

Investasi kripto

(Baca juga: Investasi Bitcoin Jangka Panjang, Mungkinkah Dilakukan?)

Studi ini tidak jauh dari survei lain yang telah ditemukan sebelumnya. Misalnya, banyak analis percaya bahwa pasar saat ini berada dalam fase "hodling" yang berkepanjangan, setelah kehebohan besar akhir tahun lalu. Survei terbaru di bursa Bithumb juga mengungkapkan bahwa investor kripto yang berusia lebih tua cenderung bertahan lebih lama, ketimbang investor yang berusia muda. Sekitar 50.4% dari semua investor yang ingin menyimpan kripto dalam jangka panjang berusia di atas 50 tahun. Sebagai perbandingan, hanya satu dari tiga investor berusia 20-an (kira-kira 30%) yang ingin melakukan investasi kripto jangka panjang.

 

2. 35% Orang Kaya Di Seluruh Dunia Masuk Ke Investasi Kripto

Lebih dari sepertiga dari individu dengan kekayaan bersih tinggi sedang merencanakan, atau telah berinvestasi dalam mata uang kripto. Angka ini didapat dari survei yang dilakukan oleh deVere Group. Perusahaan tersebut mensurvei individu dari AS, Inggris, Qatar, Uni Emirat Arab, Australia, Hong Kong, Spanyol, Jerman, dan Prancis. Menurut pendiri dan CEO deVere Group, Nigel Green, adopsi kripto dari orang-orang kaya akan meningkatkan ekspansi mainstream kripto di masa depan.

 

3. 20% Dari Lembaga Keuangan Akan Menawarkan Trading Kripto Tahun Depan

Thomson Reuters, sebuah perusahaan informasi keuangan yang berbasis di Ontario, telah merilis hasil survei pada akhir Mei 2018. Rilis tersebut menunjukkan bahwa seperlima dari 400+ broker forex akan mulai menawarkan layanan trading kripto, karena permintaan klien atas jenis asset kripto semakin meningkat. Rencana penmabahan layanan kripto kemungkinan terealisasi antara 3-12 bulan sejak artikel ini ditulis.

Siaran pers Thomson Reuters mengatakan bahwa hasil survei tersebut menunjukkan popularitas kripto yang semakin meningkat di kalangan umum. Michael Go, Kepala Perkembangan Pasar Valas di Asia Pasifik, mengungkapkan bahwa munculnya pasar kripto mengindikasikan momentum kuat untuk pertumbuhan teknologi Blockchain dan kelas asset baru yang dapat diperdagangkan.

 

4. 3 Dari 10 Warga Jerman Mempertimbangkan Untuk Investasi Kripto

Sebuah survei dari Postbank Jerman melaporkan bahwa 29 persen orang Jerman ingin berinvestasi dalam mata uang kripto. Survei yang dilakukan dari akhir Februari hingga akhir Maret 2018 tersebut dilakukan kepada 3,100 orang Jerman. Sekitar 60% responden wanita dan 51% responden pria ingin mengeksplorasi mata uang kripto sebagai cara mendapatkan "kebebasan finansial". Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat Anonimitas Bitcoin yang tinggi justru diperlukan agar investasi mereka aman.

Fakta Unik Bitcoin

(Baca juga: 7 Fakta Unik Bitcoin Yang Harus Anda Ketahui)

 

5. Kripto Masih Populer Di Kalangan Usia 18-34 Tahun

Masih menurut survei Postbank Jerman, 46% orang yang berusia 18 hingga 34 tahun ingin berinvestasi dalam mata uang kripto. Sekitar 6% di antara mereka sudah mulai berinvestasi, dan 14% baru berencana untuk mulai investasi dalam waktu 12 bulan ke depan. Banyak survei lain yang mendukung gagasan bahwa para investor muda terpesona dengan gagasan investasi dalam mata uang kripto, sekalipun investor berusia lebih tua-lah yang sebenarnya memiliki lebih banyak pendapatan untuk dapat diinvestasikan di ruang kripto.

 

6. 40% Masalah Di Bursa Kripto Dinilai Karena Kurangnya Keamanan

Dalam rentang waktu antara 23-30 April 2018, Encrybit mensurvei total 1,108 orang menggunakan formulir Google, dan menemukan sejumlah masalah yang mempengaruhi bursa mata uang kripto. Sekitar 40% responden mengatakan bahwa bursa kripto dihantui oleh masalah keamanan yang sangat besar, mengingat banyaknya pelanggaran keamanan yang selama ini sudah diberitakan.

Bursa kripto

(Baca juga: Bursa Bitcoin Internasional Yang Banyak Dipakai Trader Indonesia)

Misalnya, salah satu alasan utama dari merosotnya harga Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir adalah karena adanya kemungkinan manipulasi harga di Coinbase, Bitstamp, itBit dan Kraken. FSA bahkan telah meminta mereka untuk berbagi data perdagangan terkait dengan kontrak Futures, agar tidak ada kasus insider trading atau bentuk penyelewengan lainnya.

Beberapa contoh kasus serius di bursa besar kripto antara lain:

  • Coinrail yang merupakan salah satu contoh dari peretasan di masa lalu, menyebabkan 10% kemerosotan harga Bitcoin secara instan.
  • Bithumb diretas tahun lalu, yang mengarah kepada pencurian data pribadi 32,000 penggunanya.
  • Youbit, pertukaran mata uang kripto populer lainnya, kehilangan 4,000 Bitcoin (sekitar 17% dari asetnya) karena di-hack bulan Desember 2017.
  • Coincheck  kehilangan token senilai $500 juta karena jaringannya diretas di awal tahun 2018.

Selain keamanan pada platform trading kripto, klien biasanya dikenai biaya tinggi, dan hal ini dipermasalahkan oleh sekitar 37% responden dalam survei Encrybit. Likuiditas menjadi perhatian bagi 36% responden, sementara 33% dari mereka mengatakan bahwa masalah bursa ada pada durasi layanan yang dinilai terlalu lagging. Misalnya, beberapa pengguna mengatakan butuh waktu hingga enam minggu untuk diverifikasi di bursa seperti Kraken dan Coinbase. Yang terakhir, 22% dari responden menyoroti masalah kurangnya instrumen trading yang disediakan di bursa.

 

7. 68% Bursa Dan Penyedia Dompet Kripto Tidak Melakukan Pemeriksaan Identitas Klien

P.A.ID Strategies melakukan survei yang menunjukkan bahwa sebagian besar bursa mata uang kripto tidak memerlukan lebih dari satu alamat email dan nomor telepon dari klien untuk melakukan pemeriksaan Know Your Customer (KYC). Ini menunjukkan kesiapan yang rendah menjelang berlakunya Undang-Undang anti pencucian uang baru (AMLD5), yang akan diberlakukan di wilayah Eropa pada tahun depan. UU tersebut akan menuntu bursa dan penyedia Dompet kripto untuk mengadopsi protokol yang sama seperti layanan perbankan konvensional dalam hal pemeriksaan identitas.

Studi ini menyelidiki prosedur identifikasi klien dari 14 bursa, termasuk Coinbase, Gemini, dan Poloniex, serta 11 penyedia Dompet kripto, termasuk Luno, Bonpay dan Mercatox. Analis utama di P.A.ID mengatakan bahwa pemenuhan regulasi AMLD5 berpotensi memperbaiki reputasi sektor kripto, karena bisa meningkatkan kepercayaan klien.

 

8. Hanya 7% Dari Investor Kripto Yang Ahli Di Bidangnya

Meskipun 11% dari investor memiliki semacam pengalaman menengah dalam trading kripto, sebagian besar dari mereka hanyalah pendatang baru.
Sebuah survei oleh eToro menyimpulkan bahwa sebagian besar investor kripto bekerja di bidang Teknologi dan Informasi. Sisanya, ada beberapa orang yang merupakan salesman, mahasiswa, pensiunan, pekerja di bidang real estate atau seni, dan orang-orang dari industri jasa keuangan.

Menurut survei itu pula, Ripple adalah kripto yang paling bisa memberikan keuntungan, diikuti oleh Litecoin (LTC), Bitcoin Cash (BCH), Ethereum Classic (ETC), kemudian Dash (DASH).

 

Dengan meningkatnya persentase pengguna kripto yang ingin melakukan investasi, tak ada ruginya bagi Anda yang juga berminat, untuk mengetahui berapa besar investasi minimal untuk trading Bitcoin.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.


Adiwiratama
Sore bro yodik, saya mau tanya, kalo mulai bisnis bitcoin mulai dari nol, apa saja yang diperlukan misalnya saya ingin melakukan PTC, apakah bisa menggunakan smartphone atau harus dengan PC? Mohon pencerahannya terimakasih.
Yodik Prastya
Terlepas dari bisnis yang ingin Anda lakukan dengan mata uang kripto (Bitcoin), ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu : - Perangkat keras : PC, Smartphone, Tab, dll. Untuk lebih nyaman, tentu PC menjadi pilihan terbaik, namun Smartphone memastikan bisnis bisa dilakukan darimana saja.
- Koneksi Internet
- Dompet Bitcoin : anda bisa menggunakan dompet yang disediakan oleh exchanger, atau jenis dompet lainnya.
- Modal yang akan ditukarkan dengan nilai BTC
- Pengetahuan tentang Bitcoin. Maksud anda PTC itu paid to click ?