OctaFx

iklan

95 Persen Trader Forex Rugi? Itu Hanya Mitos

276644

Peringatan yang menyebutkan bahwa 95 persen trader forex kehilangan uangnya gara-gara trading, adalah mitos. Kumpulan fakta dan data-data berikut ini berhasil mematahkannya.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

95 persen trader forex kehilangan uangnya gara-gara trading. Kalimat tersebut menjadi "disclaimer" yang paling sering diwanti-wantikan terutama kepada trader forex pemula. Untuk sebagian orang yang bermimpi mendapatkan untung besar dari forex, kalimat tersebut bisa jadi menciutkan nyali.

trader-forex-rugi

Namun, untuk sebagian orang lagi yang skeptis, pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya. Apakah itu fakta? Atau hanya mitos? Jangan keder dulu! Artikel ini akan menyelidiki apakah benar 95 persen trader forex mengalami kerugian. Investigasi yang dilakukan oleh penulis The Forex Guy, Dale Woods yang dibantu oleh anggota War Room ini menarik untuk dibahas.


Kompilasi Fakta Trader Yang Mengalami Loss

1. Larangan Regulator China
Dimulai dari kompilasi fakta terlebih dahulu. Menurut artikel Reuters pada tahun 2008, Komisi Regulator Perbankan China melarang bank-bank di negara tersebut untuk menawarkan trading margin Forex kepada klien-klien mereka.

"80 sampai dengan 90 persen trader forex kehilangan uang mereka walaupun bank-bank menyediakan jasa yang secara umum memungkinkan para trader mendapatkan profit juga dari situ," demikian pernyataan regulator tersebut. Kutipan tersebut cukup berguna, tetapi masih jauh dari kesimpulan apakah faktanya memang 95 persen trader forex mengalami kerugian.

2. Profitabilitas Day Trader
Dari abstrak artikel jurnal yang ditulis oleh Douglas J. Jordan dan J. David Blitz yang dipublikasikan di the Financial Analysts Journal (Vol. 59, No. 6, Nov-Dec 2003), tertulis:

"Kami menggunakan dua metodologi berbeda untuk menguji profitabilitas dari sampel day trader di AS. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah day trader yang kehilangan uangnya, dua kali lipat lebih banyak daripada trader yang mendapatkan uang. Hampir 20 persen trader yang dijadikan sample mengaku lebih banyak rugi daripada profit. Kami menemukan bukti bahwa profitabilitas day trader sangat bergantung pada pergerakan Indeks Nasdaq Gabungan."

Data tersebut sangat mendukung pandangan penulis tentang day trading. Day trading lebih sulit dan lebih berisiko daripada swing trading jangka panjang. Akan tetapi, ini juga masih belum cukup untuk dikatakan sebagai fakta. Mari lihat fakta berikutnya.

3. Paper Penelitian Tentang Kemampuan Spekulator Taiwan
Berdasarkan paper penelitian berjudul “The Cross-Section of Speculator Skill: Evidence from Taiwan” yang ditulis oleh Barber, Lee, Liu and Odean yang dipublikasikan pada tanggal 14 Februari 2011 di the Social Science Research Network. Menggunakan data dari Bursa Efek Taiwan, performa day trader selama 15 tahun, dari 1992-2006 dievaluasi. Kutipan dari halaman 13 paper tersebut cukup relevan:

"Dalam rata-rata tahunan, 360,000 individu memilih untuk melakukan day trading. Sekitar 13 persen dari mereka mendapatkan profit bersih. Sedangkan hasil dari analisis kami menunjukkan bahwa kurang dari 2 persen dari day trader tersebut (1000 dari 360,000) telah mampu untuk bertrading dengan baik secara konsisten."

Statistik tersebut sangat mencuri perhatian, dimana hanya 2 persen trader yang bisa profit dengan konsisten. Meski begitu, satu hal yang perlu diingat adalah, penelitian tersebut hanya fokus pada day trader dan tidak melihat gaya trading yang lain.

Baiklah, berikutnya, kita akan diajak untuk melihat bukti dari pihak brokernya sendiri. Dengan begitu, faktor gaya trading akan lebih luas di sini.

4. Regulasi CFTC AS, FCA, dan CySEC
The U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memperkenalkan sebuah regulasi pada bulan Oktober 2010, yang memaksa broker-broker AS untuk menurunkan jumlah leverage yang biasa ditawarkan kepada para kliennya. Leverage yang diijinkan adalah 50:1 untuk pair-pair mata uang mayor dan 20:1 untuk pair mata uang lainnya.

Broker-broker forex AS pun juga diharuskan untuk mentransparansikan persentase akun forex aktif yang benar-benar profitable. Berikut ini data yang berhasil dihimpun oleh Forex Magnates untuk kuartal pertama tahun 2011:

akun-trading-forex-versi-cftc-2011
Dari grafik tersebut nampak bahwa rata-rata, kurang dari 25 persen akun trading yang bisa dikatakan untung. Namun, data tersebut belum juga bisa merepresentasikan 95 persen akun trading forex di dunia, mengingat bahwa CFTC adalah regulator AS. Negeri Paman Sam merupakan negara dengan populasi trading forex ritel terendah. Lagipula data tersebut merupakan data tahun 2011.

Nah, untuk tahun 2016 ini, aturan terbaru sudah terbit. FCA yang merupakan regulator forex Inggris, resmi melarang broker penyedia trading CFD untuk menyediakan bonus akun baru dan membatasi leverage, sama seperti yang dilakukan oleh CFTC. FCA menyebutkan bahwa analis mereka menemukan 82% klien firma CFD mengalami kerugian pada produk tersebut.

Sedangkan CySEC Siprus dengan tegas memerintahkan broker forex untuk berhenti memberikan promosi bonus deposit. Selain itu, leverage default broker pun diminta untuk dipasang pada 1:50 saja, meskipun trader bisa memilih leverage lebih tinggi. CySEC menyebut upaya perlindungan klien dari ketidakjujuran dan ketidak-adilan sebagai dasar pemberlakuan regulasi tersebut. 

 

Kesimpulan Dari Data-Data Penunjang

Dari penyelidikan tersebut, belum ada yang cukup bisa memastikan bahwa 95 persen trader forex kehilangan uangnya. Yang pasti hanyalah untuk day trader, bahwa hanya ada kurang dari di persen akun trading yang tercatat mendapat profit konsisten. Akan tetapi, ini bukanlah fakta yang mengejutkan mengingat day trading memang metode pendekatan pasar yang sangat "stressful" dan melelahkan.

Oleh karena itu, pernyataan bahwa 95 persen trader forex rugi alias kehilangan uangnya karena trading adalah salah. Mengapa? Karena belum ada data benar-benar valid yang menunjukkan bahwa persentase trader yang merugi, persis mencapai 95 persen.

Pernyataan yang benar adalah: Persentase trader forex yang kehilangan uangnya karena trading forex terbukti sangat tinggi.

Lalu apakah tak ada upaya yang bisa ditempuh atau setidaknya agar bisa bertahan untuk mendapatkan profit dari trading forex? Tentu saja ada. Banyak sekali. Tetapi ingat, itu tidak mudah ya, Traders! Kerugian adalah bagian dari usaha. Risiko tidak bisa dihindari, tetapi bisa diminimalisasi. Caranya? Tentu saja dengan manajemen risiko yang baik.

Tetap semangat, Traders!

Nadia adalah trader forex part-time yang menyukai analisa fundamental. Penyuka instrumen gold ini gemar memburu promosi dan bonus dari broker-broker forex. Saat ini, Nadia sedang mendalami trading saham.


Rahja
Intinya walaupun angkanya tidak terang2an terbukti tapi kemungkinan loss memang masih jauh lebih besar daripada kemungkinan menang. Yah, memang itulah resiko Forex, untung besar, resikonya pun tak kalah besar

Itu kenapa saya biasanya cuma trading forex menggunakan dana yang memang benar2 nganggur, jadi kalaupun loss, ya bisa direlakanlah istilahnya.