Acuan Trading Pakai Price Action VS News, Pilih Mana?

264931

Ini dia nih hot topik buat para trader kawakan, dari sekian lama kita betrading. Apakah trading sebaiknya murni dari berita terhangat atau cukup dari price action saja?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ini dia nih hot topik buat para trader kawakan. Dari sekian lama kita betrading, mana sih acuan trading paling "ngeh" menurut kalian masing-masing? Apakah modal kalian bertrading murni dari berita terhangat atau ketrampilan membaca pola perubahan harga dari price action?

Price Action vs News

Sebelum loncat sana-sini, kita sepakati dulu kalo acuan bertrading itu pada esensinya berakar dari analisa teknis dan fundamental, dengan kata lain kita tidak usah mendebatkan indikator A sampai Z atau pengaruh inflasi terhadap kebijakan bank sentral, biar saja itu jadi bahasan topik lain.

Kalo gitu acuan trading macem gimana nih yang bakal kita ulas?

Secara garis besar, ada dua macam tipe acuan trading, yaitu; naked chart (chart polosan) dan systematic chart (chart dilengkapi dengan analisa berdasarkan indikator dan berita).

 

Mau Polosan Atau Pakai Asesoris Lengkap?

Supaya jelas ciri khas, kelebihan dan kekurangan masing-masing acuan trading, kita urai dulu satu per satu:

A) Price Action Setup (plain, naked chart)
Karena notabene chart-nya polosan, sudah pasti sumber informasinya pun terbatas. Fokus informasi tentu saja dari grafik perubahan harga, umumnya pola candlestick jadi senjata utama bagi para trader dengan acuan trading polosan seperti ini.

price action

Eits, karena polosan, bukan cuma trader newbie yang pakai Price Action Setup, master trader seperti Niall Fuller menggadang Price Action Setup sebagai acuan trading terbaik karena kemudahan dan kesederhanaanya.

Kelebihannya, fokus bertrading menjadi terarah karena sumber utama informasi tidak lain adalah grafik perubahan harga itu sendiri, tidak perlu bingung satu sumber informasi kontra atau tumpang tindih dengan informasi lain. Titik utamanya cuma perlu bermodalkan pemahaman Price Action sebagai refleksi kekuatan buyer vs seller dan support-resistance level untuk menentukan entry dan exit.

Kekurangannya, justru trader newbie akan mengalami kesulitan dalam menggunakan acuan trading ini. Kurangnya petunjuk dalam menentukan kapan mereka harus merespon sinyal seringkali menjebak mereka ke dalam posisi tak menguntungkan.

B) News Trading (systematic chart)
News Trading sangat sulit diterapkan ke dalam naked chart, karena mengikuti berita saja biasanya belum tentu cukup untuk menunjukkan kapan trader harus entry dan exit pasar sesuai dengan prediksi. Itulah alasan kenapa news trading bergantung kepada indikator lain untuk mengonfirmasi kontinuitas dan reversal trend.

news

Indikator momentum-oscillator (RSI, MACD, OBV, dll) umumnya menjadi andalan bagi trader dengan dasar news trading. Mereka menggunakan indikator-indikator tersebut untuk memastikan apakah pergerakan harga berubah sesuai sentimen pelaku pasar terhadap berita terbaru atau justru berbalik arah melawan prediksi.

Kelebihannya, penggunaan indikator akan memperjelas sinyal-sinyal untuk membuka dan menutup posisi. Selama trader memiliki sistem pengaturan dan display indikator tertata rapi, bahkan trader newbie bisa langsung "klop" dengan referensi news trading.

Kekurangannya, seringkali fake signal dimunculkan oleh satu indikator terhadap indikator lainnya, bukannya mendapat sinyal jernih, malah terjebak noise, apalagi kalau indikator-indikatornya cuma asal pasang tumpang-tindih sana-sini, buntutnya justru membuat trader bimbang untuk menentukan posisi open dan exit.

messy chart

 

Mari Merenung Sejenak

Terlepas dari debat mana acuan trading terbaik (nggak bakal ada ujungnya), tiap trader memiliki kecenderungan untuk berperforma lebih baik dengan acuan trading tertentu, bahkan sah saja jika ada trader yang mengombinasikan news trading dengan bantuan price action sebagai pembantu strategi entry-exit-nya.

Perhatikan bahwa tidak ada kunci absolut atau lembar contekan untuk mencatat rekor trading terbaik. Jalan terbaik untuk menuju profit konsisten adalah menemukan metode paling sesuai untuk masing-masing trader. Pertanyaannya, kan harus coba-coba dulu tuh, mau pilih yang mana!?

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.