Agar Beli Saham Tak Seperti Beli Kucing Dalam Karung

180663

Sebagian investor mungkin masih menganggap membaca laporan keuangan itu susah. Padahal, saat kita membeli saham, kita harus tahu informasi yang berkaitan dengan perusahaan yang akan kita beli sahamnya, agar tak seperti membeli kucing dalam karung.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sebagian investor mungkin masih menganggap membaca laporan keuangan itu susah. Mereka tidak memahami perlunya mengetahui mana saham yang secara value masih murah, ataupun mengetahui kinerja perusahaan ini atau itu bagus atau tidak. Padahal, saat kita mengalokasikan dana untuk investasi atau dalam praktiknya kita membeli saham, kita harus tahu informasi yang berkaitan dengan perusahaan yang akan kita beli sahamnya. Sehingga, kelak pembelian saham yang kita lakukan tidak seperti membeli kucing dalam karung.

Beli Saham Bukan Kucing Dalam Karung - illustrasi

Abaikan Rumor Yang Tak Jelas Kebenarannya

Masih banyak diantara investor saham yang membeli berdasarkan rumor. Perusahaan X akan diakuisisi perusahaan Jepang, sehingga harganya akan terkerek naik. Begitu mendengar rumor tersebut, mereka terpancing hingga memutuskan untuk membeli saham X. Alasannya, jika nanti harganya terkerek naik, maka akan dapat keuntungan.

Memang benar mereka akan dapat untung kalau ternyata rumor tersebut terbukti kebenarannya. Tapi kalau tidak, bisa saja malah menanggung rugi karena harga saham X turun. Atau, lebih parah lagi, tidak bisa menjual saham X karena saham tersebut tidak likuid.

Tidak ada yang bisa menjamin kepastian kebenaran akan rumor yang beredar. Karena bisa saja rumor-rumor yang berkembang tersebut sengaja dibuat oleh sekelompok orang yang punya kepentingan tertentu. Rumor tersebut dibuat dan disebarkan meskipun kelak tidak terbukti kebenarannya. Tujuannya, ya untuk merealisasikan kepentingan mereka. Sehingga, ketika rumor tersebut datang dan berkembang, sebaiknya kita cari tahu dulu benar atau tidaknya. Atau, kalau kita tidak mau repot mencari tahu kebenarannya, mendingan abaikan saja rumor tersebut. Simpel, dan kita tidak akan pusing dengan rumor.

Abaikan Nama Besar

Banyak juga diantara kita yang membeli saham berdasarkan nama besar perusahaan. Padahal, kita tidak tahu bagaimana value saham itu. Yang kita tahu hanyalah, sudah membeli perusahaan yang punya nama besar dan dikenal diseluruh pelosok dunia.

Membeli saham perusahaan berlandaskan nama besar bisa saja masih lebih baik, daripada membeli saham berdasarkan rumor. Misalnya, kita membeli TLKM (PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk) karena TLKM itu perusahaan besar dan dikenal dimana-mana. Atau kita membeli ICBP (PT Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk) karena Indomienya sudah dikenal hingga ke Timur Tengah. Atau membeli SMGR (PT Semen Indonesia, Tbk) karena iklan semennya sering muncul di televisi sehingga terdengar akrab di masyarakat.

Kita boleh-boleh saja membeli perusahaan berdasarkan nama besar seperti contoh diatas. Karena, kemungkinan perusahaan-perusahaan besar tersebut untuk dilikuidasi atau bangkrut sangat kecil. Kita juga bisa terhindar dari risiko tidak bisa menjual kembali saham kita. Karena, kebetulan saham perusahaan-perusahaan tersebut masuk kategori Blue Chip yang sahamnya tiap hari ditransaksikan. Setiap hari pasti ada orang yang mau beli. Asalkan saja bursanya buka, maka jika kita perlu uang, saham kita bisa dijual.

Namun, kita tidak tahu apakah saat kita jual saham itu nanti, harga jualnya lebih tinggi dari harga saat kita beli. Kita pun tidak tahu apakah harga jual ternyata lebih rendah dari harga saat dulu kita beli. Karena, pertimbangan saat membeli hanya nama besar atau image perusahaan. Kita tidak melihat harga saham saat kita beli masih murah harganya atau sudah premium (mahal).

Beli Saham Murah, Jual Mahal

Memang tidak ada yang bisa menjamin jika kita membeli saham yang murah, pasti kita akan bisa menjual saham tersebut dengan harga yang lebih mahal dan akan untung. Juga tidak ada yang menjamin jika kita membeli diharga yang mahal, maka kita akan terpaksa menjualnya dengan harga yang murah dan merugi. Dalam market, tidak ada yang bisa menjamin hal itu. Saham mahal pun bisa saja naik lagi.

Misalnya saja PT Tower Bersama Infrastructure Group, Tbk (Kode saham TBIG). Siapa yang tidak kenal perusahaan ini, perusahaan besar dengan menara yang tersebar diseluruh tanah Indonesia. Awal tahun 2014, saham ini dijual diharga berkisar Rp 5.800,-. Jika melihat harga wajarnya, seharusnya saham ini dijual dengan harga Rp 831,-. Jadi, saat pasar menghargai TBIG dengan harga Rp 5.800,-, harga tersebut sudah 7 kali dari harga wajarnya.

Ternyata harganya masih naik terus. Di akhir bulan Mei 2014, harga saham TBIG di pasar berkisar di angka Rp 7.175,-. Dengan kata lain, selama tahun 2014 berjalan, harga saham ini sudah naik 24%. Atau jika melihat kelipatan dari harga wajarnya, harga sekarang sudah hampir 9 kali lipat dari harga wajarnya.

Harga Saham Tinggi - ilustrasi
Contoh lain, PT Salim Invomas Pratama, Tbk (kode saham SIMP). Bagi para ibu, pasti sering menggunakan minyak goreng atau margarin keluaran perusahaan ini. SIMP merupakan salah satu perusahaan minyak sawit dan olahannya besar di Indonesia. SIMP juga termasuk member of indofood group. Awal tahun, harga saham ini di Bursa Efek Indonesia di transaksikan di harga Rp 780,-. Atau jika kita melihat harga wajarnya, seharusnya saham ini bisa ditransaksikan di harga Rp 864,-. Sehingga, jika SIMP ditransaksikan di kisaran Rp 780,-, bisa diartikan kalau harga dipasar ditransaksikan dibawah harga wajarnya.

Kalau dibandingkan dengan sekarang, jika kita membeli SIMP di awal tahun dengan harga Rp 780,- bisa kita sebut murah. Karena, saat ini di pasar ditransaksikan pada harga Rp 1.000,-, sudah naik 29% sejak awal tahun. Meski sudah naik lumayan tinggi, namun harga yang diperdagangkan masih dikisaran 1,2 kali lipat dari harga wajarnya. Masih murahkah? Jika dibandingkan dengan TBIG yang sudah naik 7 kali bahkan sekarang sudah 9 kali lipat dari harga wajarnya, harga saham SIMP yang baru 1,2 kali lipat dirasa masih murah. Apakah pasti untung jika membeli saham ini? I don’t know. Tidak ada yang bisa memastikan apakah saham yang kita beli diharga yang murah bisa dijual mahal, atau sebaliknya jika kita beli mahal bisa–bisa saat kita jual harganya akan murah.

Kenali Informasi Perusahaan

Karenanya, bagi investor saham sangat perlu mengetahui informasi – informasi yang berkaitan dengan perusahaan yang akan kita beli sahamnya. Informasi tersebut bisa saja berkaitan dengan bagaimana manajemen mengelola perusahaan tersebut, bagaimana manajemen menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan, serta bagaimana posisi harga sahamnya di pasar.

Meski kita tidak bisa memastikan masa depan saham yang dibeli, paling tidak jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti krisis 2008, maka saham yang kita beli dengan harga murah tersebut tidak turun lebih dalam lagi. Mengingat, saham tersebut secara PBV nya sudah diambang wajar. Namun, jika kita beli saham dengan harga yang premium (sudah mahal), besar kemungkinan ketika market berguncang, saham–saham tersebut akan berguguran. Akan turun dan turun terus hingga menyesuaikan fundamental harga yang sewajarnya.

Selain itu, untuk memastikan bahwa saham yang kita beli dengan murah bukan saham murahan, kita bisa memastikan dengan mencari informasi tentang manajemenperusahaan tersebut, bagaimana manajemen mengelola perusahaan, dan bagaimana strategi manajemen menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan. Setelah itu, kita bisa melihat hasil strategi-strategi tersebut pada laporan keuangan. Bagaimana posisi salesnya, bagaimana cost of good sold nya dan lain sebagainya. Keseriusan atau komitmen manajemen dalam menumbuhkan dan mengembangkan perusahaan biasanya tercermin dari laporan keuangan yang mereka publikasikan.

Sebagai investor ada baiknya jika kita selalu membaca laporan keuangan untuk memahami fundamental saham yang dibeli. Diantara informasi penting yang bisa diambil adalah mana saham yang secara value masih murah, juga mengetahui kinerja perusahaan ini atau itu bagus atau tidak. Sehingga, ketika kita membeli saham, tidak seperti membeli kucing dalam karung. Dan akhirnya, harapan keuntungan dari investasi yang kita lakukan akan benar-benar bisa didapatkan.

 

Artikel ini juga telah diunggah di Instagram dan bisa dilihat di sini. Agar tetap terhubung dengan Update konten Seputarforex di Instagram, Follow kami di IG: @Seputarforex.

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.