Ambillah Apa Yang Diberikan Pasar

187649

Salah satu alasan mengapa banyak trader yang mengalami kerugian adalah karena mereka mengharapkan bisa membeli segelas susu dari toko yang hanya menjual orange juice.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Jika Anda pergi ke sebuah toko dengan maksud membeli segelas susu segar, tetapi ternyata toko tersebut tidak menyediakan susu, hanya menjual orange juice. Apa yang akan Anda lakukan? Ada 3 kemungkinan:
1. Meninggalkan toko itu dan pergi ke toko lain yang menjual segelas susu
2. Meninggalkan toko tersebut dan tidak jadi membeli susu
3. Membeli segelas orange juice dari toko itu.
Pada akhirnya pilihan Anda akan tergantung dari apakah Anda memang membutuhkan susu. Jika Anda perlu minuman dengan kandungan gizi tinggi maka Anda akan memilih opsi 1 atau 2, tetapi jika Anda hanya ingin menghilangkan rasa haus, maka Anda bisa memilih opsi 3. Analogi susu dan orange juice ini bisa diterapkan juga dalam trading forex.
            Ambillah Apa Yang Diberikan

Salah satu alasan mengapa banyak trader yang mengalami kerugian adalah karena mereka mengharapkan bisa membeli segelas susu dari toko yang hanya menjual orange juice. Trading adalah methodical atau mengikuti metode tertentu. Ini artinya kita telah menyiapkan rencana dan strategi kapan akan buy atau sell. Rencana ini mencakup keadaan pasar tertentu yang sesuai dengan strategi kita. Mengharapkan satu strategi bisa berjalan pada kondisi pasar yang berubah-ubah adalah tidak realistis. Strategi yang bisa berjalan dengan baik pada saat krisis tahun 2008-2009 cenderung gagal jika diterapkan pada masa recovery saat ini.

Dua kondisi pasar yang layak untuk trading adalah trending dan sideways (ranging). Strategi untuk kondisi trending sangat populer dan digunakan oleh sebagian besar trader forex. Hal ini disebabkan karena keadaan trending relatif mudah untuk diidentifikasi dan lebih profitable. Kondisi sideways (ranging) memerlukan 2 level sebagai pembatas range dan biasanya menjadi favorit bagi trader pemula yang baru belajar cara menentukan level support dan resistance. Mereka trading dengan strategi buy pada support dan sell pada resistance.

Meski kedua kondisi pasar tersebut relatif mudah untuk diidentifikasi tetapi banyak trader yang merugi karena mereka menggunakan strategi yang salah pada suatu kondisi pasar tertentu. Setelah trader mempunyai strategi yang menurutnya paling bisa diandalkan, ia harus mengidentifikasi pada kondisi pasar yang bagaimana strateginya bisa berjalan dengan baik, kemudian tunggu hingga pasar ‘memberi’ kondisi yang diinginkan.

Dengan analogi diatas, jika strategi Anda pas untuk kondisi sideways, sama dengan Anda akan membeli segelas susu karena Anda memang sedang membutuhkan minuman bergizi tinggi (atau pasar yang sideways). Jika kondisi pasar masih trending seharusnya Anda tidak masuk pasar hingga keadaan berubah menjadi sideways.

Banyak trader yang mempunyai berbagai macam strategi. Mereka mengamati pergerakan beberapa pasangan mata uang  favoritnya, misalnya EUR/USD, dan masuk pasar dengan strategi yang telah disiapkan untuk EUR/USD. Hal ini sama dengan Anda membeli orange juice karena lebih tertarik pada minuman untuk menghilangkan rasa haus daripada kandungan spesifik yang ada pada minuman tersebut, atau Anda lebih tertarik trading pada EUR/USD (menghilangkan rasa haus) dari pada trading dengan strategi tertentu (minuman untuk menghilangkan rasa haus).

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Suprana Djaya
kupikir judulnya agak dikit menipu. karena ambillah jadi kupikir akhirnya trader kudu bisa nerima kondisi market dan trading sesuai kondisi itu. ternyata disini ada pilihanya juga untuk nggak ambil atau nggak masuk pasar dan nunggu sampai kondisi harga sesuai .. karna harga itu trenya berubah2 maka banyak kesempatan bisa dimanfaatkan. jadi sebenernya mana yg lebih baik antara mengambil apa yg diberikan dgn berhenti trading dulu dan menunggu sampai kondisinya sesuai?
Martin S
@ Suprana Djaya:
Maksudnya jika Anda hanya punya strategi untuk sideways maka ketika kondisi pasar sedang trending Anda tidak harus masuk, tunggu sampai pasar sideways. Kecuali kalau Anda punya 2 strategi tersebut maka Anda bisa selalu masuk dengan mengidentifikasi kondisi pasar dengan tepat, jadi ketika pasar memberi trending maka Anda gunakan strategi trending, ketika pasar memberi sideways Anda gunakan strategi sideways.
Dimas Bekti
Sampe sekarang masi senengan disideways. Dulu sempet suka sama tren tapi sering salah entri. Pas coba disideways ternyata lebih banyak yg berhasil trus lebih enak juga karna santai. Kalo nyimak dari artikel ini kayaknya trading sideways itu buat pemula terus tren trader buat yg sudah advance. Apa bener begitu? Berarti biar bisa betul2 berkembang tradingnya tetep dikemudian hari mesti perlu belajar trading disemua kondisi ya?
Martin S
@ Dimas Bekti:
Kondisi sideways relatif lebih mudah untuk diidentifikasi karena hanya ada 2 batasan range yaitu level support dan resistance, sedang pada kondisi trending Anda harus memperhatikan level breakout dan retracement sesuai dengan teori Elliot wave.
Dalam jangka panjang biasanya para trend follower atau mereka yang trading berdasarkan trend akan lebih profitable dibandingkan mereka yang hanya trading ranging (sideways). Jadi Anda seharusnya juga berlatih untuk trading pada kondisi pasar trending, carilah strategi yang tepat.
Fikri Sulaiman
iya, emang sblm enter itu periksa dulu pasarnya lagi seperti apa. lagi tren atau lagi ranging. baru terus bisa diputusin mau tetep enter apa enggak terus mau pake strategi yang gimana. mau periksa kondisi marketnya itu, paling baik di tf apa ? biasanya ada yang pakai banyak tf, tapi ane lihat tf beda kondisinya juga beda. baiknya gimana apa pakai satu tf atau perlu pakai banyak tf ? tolong jawabanya untuk yang berilmu tentang ini...
Martin S
@ Fikri Sulaiman:
Untuk melihat arah trend sebaiknya menggunakan 1 level diatas time frame trading Anda (ke yang lebih tinggi). Jadi misal Anda trading di time frame H1 (1 jam), maka lihat ke tf H4 (4 jam) atau daily. Sebaiknya menggunakan lebih dari satu time frame. Ada teori yang menggunakan 3 time frame, yaitu tf 1 level diatas tf trading dan tf 1 level dibawahnya. Untuk lihat trend melihat tf yang lebih tinggi, dan untuk cari momentum entry pakai tf yang lebih rendah. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Sistem Trading Triple Screen
Kelana
Biasanya market sedang sideways atau trending akan langsung terlihat di suatu chart pada time frame tertentu. Kadang ini juga bisa diperjelas dengan indikator tren dan semacamnya. Tentang trading dengan time frame yang berbeda itu biasanya dilakukan dengan mengandalkan time frame acuan dan time frame yang lebih tinggi. Time frame yang lebih tinggi biasanya untuk melihat tren jangka panjang sedangkan time frame acuan untuk entry posisi. Ini supaya untuk bisa entry mengikuti tren yang sebenarnya.
Martin S
@ Kelana:
Benar, time frame yang lebih tinggi untuk melihat trend, dan untuk mencari posisi entry yang tepat bisa melihat pada tf yang lebih rendah. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Sistem Trading Triple Screen
M Ardan
lihat perbandingan ini berarti pilihan ke2 untk tetap masuk meskipun tidak sesuai sama kondisi yg sesuai itu berarti tdk terlalu bermutu jadinya. ini berlaku untk trader yg hanya punya 1 strategi di kondisi tertentu aja atau juga berlaku untk trader yg jg bisa menyesuaikan di kondisi market apapun? karena kalau disamakan dgn menerima orange juice yg disini dikatakan kurang bergizi dibanding susu, berarti waktu mencoba entri di kondisi yg tidak biasanya itu kita seperti coba/memaksa masuk meskipun kita tau peluangnya bakal lebih kecil.
Martin S
@ M Ardan:
Maksudnya ketika kondisi pasar sideways Anda tidak harus entry dengan strategi untuk pasar trending, dan sebaliknya ketika kondisi pasar trending Anda tidak harus entry dengan menggunakan strategi untuk pasar sideways. Sesuaikan dengan pemberian (atau kondisi) pasar.

Anda trading tentunya tidak hanya sekedar entry (asal minum untuk menghilangkan dahaga), tetapi juga ingin bisa profit (meminum minuman sesuai dengan yang sedang Anda butuhkan).
Hari
luar biasa...kenapa ini gak kepikir ya? Mati-matian bertahan pada satu rule. Pantes loss terus.
Yeni
Masa sih bang? Bukannnya sudah jamak dimana-mana kalo trader harus punya backup? Tak ada yang pasti di industri keuangan termasuk forex bukan?
Yoyo Martino
Baru masuk ya kang? Jangan fanatik sama sistemnya kang. Improvisasi penting di bisnis beginian.
Danu W
Tapi gimana kita tau arah tren? Apa kita pakai analisa para ahli?
Terry
Waduh kenapa harus gitu mas? Ndak perlu itu...Yakin donk sama sistemnya. Tentukan tren sendiri dan percayai itu. Inget yang disampaikan bapak penulis di atas. Trading itu berdasar metode. Metode antara seorang dengan yang lain bisa berbeda. Yang satu sangat logikal sedang lainnya bisa saja hanya mengandalkan insting.
Martin S
@ Danu W:
Untuk mengetahui arah trend adalah dengan mengamati trading chart, bisa dengan bantuan tools dan indikator teknikal. Tools yang biasa digunakan adalah garis trend atau channel trend, dan indikator yang biasa digunakan adalah moving averages, ADX atau MACD. Sebagai salah satu referensi Anda bisa baca: Mengukur Kekuatan Trend Dengan Indikator ADX