OctaFx

iklan

Analisa Fundamental Bawa 3 Orang Ini Jadi Trader Legendaris

273481

Analisa fundamental penting tapi sering dilupakan. Padahal ini adalah acuan trader dan investor profesional dalam menentukan strategi memperoleh keuntungan.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa fundamental, penting tapi seringkali dilupakan. Selama menjadi trader, kapan terakhir kali Anda menelisik berita ekonomi untuk mendapat informasi mengenai kondisi ekonomi negara-negara pair major terkini? Tahukan Anda, bahwa 3 orang (yang awalnya) awam ini mampu menjadi trader legendaris dengan mengandalkan ketajaman analisa fundamental?

3 trader legendarisAnalisa fundamental pada praktiknya sebenarnya berpangkal pada ketelitian trader untuk mengevaluasi "nilai hakiki" (intrinsic value) pada suatu instrumen finansial. Dari situ trader fundamentalis dapat mendeteksi sejauh mana mispricing (kesenjangan harga) telah bergerak menjauh dari nilai hakikinya. Mereka dapat mengantongi profit dalam jumlah besar karena sesuai dengan hukum permintaan versus persediaan harga akan terkoreksi kembali ke posisi nilai hakiki tersebut.

Anda masih tidak percaya terhadap keampuhan analisa fundamental? Simak dulu pengakuan tiga trader legendaris berikut.


Inilah Pandangan 3 Trader Legendaris Terhadap Analisa Fundamental

Analisa Fundamental sebenarnya telah menjadi pegangan para trader profesional sebelum analisa teknikal menjadi populer. Hal tersebut dikarenakan mispricing seringkali terjadi di kala banyak trader lain tidak mendapat akses berita atau informasi secara lengkap. Jadi tidak heran bila harga suatu instrumen finansial (saham, komoditas, dsb) seringkali "tergoreng" sampai pada titik harga nadirnya.

Di situlah para fundamentalis handal menganalisa harga sejati dari instrumen hasil "goreng-gorengan" tersebut. Mereka memasang posisi dari titik harga nadir, lalu posisi dipertahankan sampai harga kembali terkoreksi ke harga hakikinya.

 

1. Benjamin Graham

Masalah harga hakiki vs. mispricing dibahas secara mendetail oleh salah satu trader legendaris, Benjamin Graham, dalam bukunya "Security Analysis" pada tahun 1934 dan "The Intelligent Investor" pada tahun 1949. Hingga saat ini, kedua buku tersebut masih dicetak karena dinilai sebagai salah satu panduan investasi klasik terbaik.

Benjamin Graham menyebutkan bahwa harga-harga saham di bursa kebanyakan salah, dan tidak mencerminkan nilai hakiki suatu perusahaan. Meskipun opini tersebut kontroversial, namun seringkali pada kenyataannya terbukti karena keberadaan insider trading yang memaanfatkan orang dalam untuk mendapat informasi aktual.

Oleh karena itu Benjamin Graham seringkali mengingatkan untuk waspada ketika harga tiba-tiba melesat naik ataupun turun tajam. Sebagai investor cerdas Anda harus meniliti dengan analisa fundamental; apakah perubahan harga fluktuatif tersebut sejatinya mencerminkan nilai hakikinya atau sekedar hanya "goreng-gorengan" belaka.

 

2. Warren Buffet

Buah tidak jatuh dari pohonnya. Warren Buffet menurunkan prinsip-prinsip analisa fundamental dari gurunya, Benjamin Graham. Kedua trader legendaris tersebut menekankan esensi analisa fundamental sebagai penentu nilai intrinsik suatu instrumen finansial/sekuritas.

Warren Buffet mampu mengeruk profit dalam jumlah fantastis setiap tahunnya karena kelihaiannya dalam menganalisa fundamental nilai intrinsik suatu perusahaan dengan prinsip Value Investing. Dengan prinsip tersebut dia dapat menemukan "Hidden Gems" pada skema investasinya. Permata tersembunyi tersebut antara lain adalah perusahaan-perusahaan tak populer atau terlupakan dengan rasio P/E dan P/B rendah, namun memiliki banyak asset potensial. Biasanya harga saham perusahaan-perusahaan tersebut akan tergelincir setelah melewati periode IPO.

Di mana trader-trader umum mulai melepas saham pada perusahaan-perusahaan "hidden gems" tersebut, Warren Buffet justru mempertimbangkan untuk membeli saham di saat harga hakikinya sebenarnya lebih tinggi dari harga terendahnya (harga listing di bursa).

Dari situ Warren Buffet mendapatkan return dalam jumlah besar karena dengan membeli harga saham murah dalam volume raksasa, akhirnya perusahaan bak permata tersembunyi tadi mulai bangkit meningkatkan performa output produksinya.

Sebagai trader ritel Anda akan menemukan kesulitan dalam menirukan langkah-langkah investasi sang trader legendaris karena keterbatasan modal. Alternatifnya Anda dapat berinvestasi pada hedge funds dengan kebijakan investasi yang meniru langkah-langkah Warren Buffet.

 

3. George Soros

Jika Anda sudah lama bergelut dalam trading Forex, pasti Anda sudah pernah mendengar nama trader legendaris, George Soros. Salah satu kiprahnya dalam pasar Forex adalah peristiwa "Black Wednesday" di mana dia berhasil mengantongi USD 1 Milyar dan memaksa Bank Sentral Inggris (BoE) keluar dari mekanisme ERM (cikal bakal Euro).

Kesuksesan George Soros terletak pada aplikasi teori refleksif di mana dia mendeteksi gelembung-gelembung ekonomi pada suatu negara yang sudah mencapai titik nadirnya. Semakin cepat perekonomian suatu negara berekspansi melebihi kapasitas fundamentalnya, maka kemungkinan negara tersebut terperosok resesi akan semakin besar. Misalnya saat AS mengalami resesi akibat housing bubble pada tahun 2007.

Teori refleksif pada dasarnya juga masih berpangkal pada analisa fundamental. Mispricing pada pasar Forex relatif sering muncul terutama pada saat rilis news berdampak tinggi. Dengan teori refleksif, trader profesional mampu "menyaring" noise akibat rilis berita tersebut dengan analisa fundamental.

 

Kesimpulan

Analisa teknikal belakangan ini menjadi sangat populer karena tersedianya panduan penggunaan beragam indikator ataupun analisa grafis pada chart. Akibatnya, banyak trader pemula lebih mendahulukan belajar analisa teknikal daripada analisa fundamental. Toh kata mereka belajar analisa fundamentalis itu sulit dan "ruwet".

Meskipun begitu, analisa fundamental sebenarnya tidak dapat dilepaskan dari proses analisa pasar forex jangka pendek atau jangka panjang. Karena ketrampilan untuk menemukan dan memantau mispricing vs intrinsic value secara ekslusif hanya diperoleh dari ketajaman analisa fundamental.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami di forum tanya jawab berikut.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.

Hendy
Maaf pak kenapa kadang kadang berita belum di rilis tapi dampaknya sudah mendahului di grafik chart apa karena perbedaan waktu antara indonesia dengan negara lain sementara jam di forekfacktory sudah di bikin sama dengan yg ada di komputer kita.
Rani S.
kalau mengenai perbedaan waktu sebenarnya bukan masalah, karena berita dirilis secara global dan serentak, kita hanya perlu mencocokkan jam kita dengan jam rilis berita sesuai yang tercantum di sumbernya.

Yang sebenarnya jadi masalah itu sebenarnya data-data rilis berita tersebut memang sudah "bocor" jauh hari sebelum sempat dirilis publik, sudah menjadi rahasia umum di kalangan para trader-trader profesional. Jadi sebenarnya tidak heran jika ada investor besar yang berani ambil posisi dengan periode jangka panjang untuk mengambil kesempatan dari "bocornya" info yang belum rilis publik tersebut
Supriyanto
Sangat menarik analisa fundamental, sayang saya belum tahu dari mana saya harus memulai belajar analisa fundamental tersebut, dan saya aku bahwa analisa teknikal sering tak berdaya menghadapi analisa fundamental
Seputarforex
Mulai belajar dari artikel sini, gan: Trading Forex Menggunakan Berita Fundamental
Lusi
Saya pernah dengan kalau mereka sudah berbicara, maka pasar akan bergerak sesuai kata2 mereka.