Advertisement

iklan

Antara Prestasi Akademik Dan Prestasi Trading

Memahami seluruh teori dalam forex belum tentu akan menjamin Anda sukses bertrading.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Awal saya memutuskan untuk melakukan trading, saya merasa yakin bahwa saya akan (segera) sukses di bidang trading forex ini. Well, memang terdengar seperti kesombongan ya? Yah, sebenernya (asli) gak saya sengaja. Hanya saja, dulu saya mengira kalo memahami dan mempelajari bagaimana melakukan trading kurang lebihnya akan sama dengan saya dulu belajar tentang teori-teori ekonomi tentang market, hukum permintaan-penawaran, sampai teori-teori portofolio serta analisis investasi plus berbagai macam teknik statistik, yang kebetulan bisa saya pahami dengan relatif mudah.

prestasi
Berbekal pengalaman pribadi saat kuliah, saya yang terlanjur menerasa diri sebagai fast learner, segera masuk ke dunia forex trading dengan semangat dan keyakinan tinggi bahwa saya akan segera sukses menjadi expert trader. Sungguh keyakinan yang terlampau tinggi ternyata.

Mau tau hasil trading saya di bulan pertama? Bener-bener sukses…MC! Belajar trading bagi saya pribadi sungguh merupakan pengalaman yang "lain dari pada yang lain". Kalo mau berterus terang, di forex trading inilah saya bener-bener merasakan "tidak tau apa-apa" dan juga "bukan siapa-siapa" bahkan merasa "tidak tau harus berbuat apa". Hihihi! Komplit deh pokoknya. Beruntung, perasaan-perasaan di atas (yang kalo dirangkum menjadi dua kata adalah "gagal total"), tidak membuat saya kemudian menyerah. Justru bagi saya kegagalan total itu menjadi tantangan tersendiri yang lumayan bikin penasaran.

Jadi, mulailah saya belajar dengan cara pandang dan keyakinan baru, bahwa ternyata, prestasi akademik (di bidang ilmu ekonomi sekalipun) tidak menjamin kelancaran dalam belajar trading. Ok saya tetap sepakat, bahwa kecerdasan memang diperlukan untuk lebih cepat memahami kondisi market. Trader yang sukses jelas trader yang cerdas. Tapi, cerdas di sini tidak selalu dikonotasikan dengan prestasi akademik yang cemerlang. Saya jadi tahu dan bisa paham bahwa ada temen trader yang bergelar master sekalipun, pernah mengalami kegagalan total di awal-awal belajar trading. Ada yang bilang, trading itu lebih dipengaruhi aspek psikologis daripada teknik.

Awalnya saya skeptis dengan pernyataan itu. Namun akhirnya saya mengakui bahwa meskipun aspek teknis jelas hal yang mutlak dikuasai untuk menjadi trader yang baik, akan tetapi aspek psikologis dalam prakteknya memang yang akhirnya menentukan. Itulah mengapa, ada pendapat juga yang menyatakan bahwa psikolog justru akan cenderung lebih bisa menjadi trader yang baik dibanding dengan ahli ekonomi.

Tentu saja ini bukan berarti anda harus lulusan psikologi untuk mejadi trader yang sukses. Juga bukan berarti bahwa anda yang lulusan sekolah ekonomi dan mempunyai nilai atau prestasi akademik yang bagus kemudian akan gagal menjadi trader loh. Saya cuma ingin meyampaikan bahwa ternyata, untuk menjadi trader yang sukses tidak cukup hanya berbekal ilmu dasar tentang bagaimana memahami market dan statistik, tetapi lebih kepada kematangan psikologis.

Jadi, buat temen-temen trader yang kebetulan punya latar belakang pendidikan ekonomi dan statistik, jangan dulu merasa terlalu yakin bahwa anda akan dengan cepat sukses di forex trading ini. Ok, anda mempunyai kelebihan pemahaman analisis fundamental (ekonomi) dan statistik (teknik), tetapi bagaimanapun anda harus mengasah kematangan psikologis terlebih dulu sebelum melakukan investasi yang besar dan mengandalkan forex trading sebagai profesi.

Juga, bagi temen-temen trader yang tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan statistik, jangan keburu putus asa dan berkecil hati. Dalam belajar trading, yang terutama diperlukan adalah kemauan, ketelatenan dan kesabaran. Percaya deh, latar belakang pendidikan dan prestasi akademik tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi trading kok. So, never, never, never give up!

Awalnya, Greenpips merupakan ibu rumah tangga biasa. Namun, kemudian mengenal forex di perguruan tinggi, dan setelah itu memutuskan membuat tesis mengenai Expert Advisor. Paling suka menggunakan Fibonacci dalam trading.


Aini Z
iya... jadi buat calon 2 trader dari latar belakang apapun yang merasa punya psikologis bagus ayo buruan deh belajar trading forex, peluang suksesnya gede tuh katanya...
Didi Yuliano
Mungkin trading forex ini perlu dikategorikan kedalam jenis ilmu yang lain. Karena memang cuma orang2 khusus yang bisa paham dan sukses di sini. Kenyataannya, berapa banyak sih trader profesional yang benar-benar trade for living dan sudah punya banyak pengalaman serta terbilang banyak profit? Tidak banyak kan? Mengetahui kenyataan seperti ini, jelas trader apalagi yang masih baru akan merasa kecil hati dan merasa usahanya akan sia-sia. Jadi bagaimana menghadapi situasi seperti ini?
Si Bima
@Didi: Tujuan trader nyemplung di dunia perforekan ini kan beda2. Enggak semua mau langsung jadiin forek sbg sumber penghasilan utama. Yg jelas, enggak masuk akal banget kalo sampe trading belom bener2 paham tapi udah nganut konsep trading 4 living.

Ane pikir cuman dikit orang yg kayak gitu karna emang masih banyak trader yg lebih nganggap forek sebagai cara dapetin profit sampingan. Makanya yg bener2 serius belajar mahamin forek juga enggak terlalu banyak. malah lebih banyak trader yg belajar sepahamnya aja asal tradingnya udah dapet profit.
Edi Eryadi
belajar forex semacam menggabungkan sedikit unsur ekonomi fundamental, ditambah sedikit statistikal, dan sisanya dilengkapi sama disiplin, ketekunan belajar, dan mental trading yang mumpuni. jika ingin sukses, semua aspek itu mesti diatur sebaik mungkin agar bisa seimbang dan dijadikan sebagai senjata trading yang ampuh
Si Bima
@Edi: Bener bung, justru karna di forek enggak perlu terlalu masuk jauh ke teori2 aslinya, makanya belajar ini enggak diperluin ahli ekonomi atau yg semacamnya. Tapi tetep aja susah karna butuh ketelatenan dan kondisi emosi yg bagus. Banyak unsur disini, jadinya belajar forex itu gampang2 susah sekaligus susah2 gampang.......
Rembulan
Trading di forex itu selain mengandalkan analisa teknikal juga selebihnya dari intuisi dari pengalaman trading kita selama bertahun-tahun. Faktor kedua tersebut yang susah dipelajari, mau tidak mau kita harus berkorban waktu dan modal hanya untuk sampai pada tahap di mana kita tidak usah terlalu repot berpikir A-Z hanya untuk menempatkan suatu posisi trading... karena intuisi kita sudah terasah...

Nah maka dari itu, nilai atau pencapaian akademik kita tak akan terlalu berpengaruh pada trading, karena trading forex itu sendiri bukan disiplin ilmu yang kita akan dapatkan di mata perkuliahan konvensional.