OctaFx

iklan

Antara Stop Loss, Take Profit, Dan Trailing Stop

117319

Salah satu cara untuk menentukan level Stop Loss dan Take Profit adalah dengan menggunakan fasilitas Trailing Stop. Bagaimanakah penerapannya?

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

"Saya punya masalah dengan cara menggunakan Stop Loss dan Take Profit, karena saya tidak mau rugi besar dalam trading forex ini. Kira-kira, bagaimana caranya pakai Stop Loss dan Take Profit ini ya? Terima kasih."

Sebagai seorang trader, baik yang masih newbie maupun yang sudah profesional sekalipun, menghindari risiko adalah suatu hal yang wajib dilakukan. Tentu tak ada seorang pun yang ingin mencoba peruntungan dalam forex tapi berakhir merugi, 'kan? Untuk itu, perlu adanya suatu batasan terhadap kerugian yang mungkin timbul, hingga batas terendah keuntungan yang bisa dicapai dengan mudah. Dalam forex, kedua pengertian tersebut dinamakan Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP).

Stop Loss dan Take Profit

 

Apa Itu Stop Loss Dan Take Profit?

Stop Loss adalah nilai batasan harga terendah yang ditentukan untuk membatasi kerugian. Saat pergerakan harga menyentuh nilai ini, maka sistem secara otomatis akan menutup order atau posisi tersebut. Meskipun Stop Loss dirancang khusus untuk membatasi kerugian yang mungkin timbul, nyatanya keputusan memasang SL ini menjadi pilihan yang tidak nyaman bagi kebanyakan trader.

Mengapa? Sebab dengan memasang Stop Loss, itu artinya Anda berisiko menutup posisi dalam keadaan rugi, ketika harga masih terkoreksi. Akibatnya, tidak jarang trader yang mengabaikan Stop Loss selama bertrading. Padahal jika dipelajari lebih dalam, kerugian tersebut lebih dikarenakan oleh ketidaktahuan trader akan cara menggunakan Stop Loss dengan benar.

Sementara itu, istilah lain yang memiliki pengertian hampir mirip dengan Stop Loss adalah Take Profit. Bedanya, Take Profit digunakan untuk membatasi keuntungan yang akan di dapat. Apabila order yang sedang profit terkena batasan tersebut, maka posisi akan tertutup otomatis.

"Lho, kenapa profit harus dibatasi?"

Mungkin bagi sebagian orang, memperoleh profit tinggi tanpa memberi batasan akan mendatangkan keuntungan yang lebih banyak. Namun, tujuan utama Take Profit adalah agar profit dapat teramankan. Tentunya dalam menentukan Take Profit ini hendaknya mengacu pada analisa yang sudah dibuat, sehingga level TP yang di-set juga bisa realistis.

take profit yang realistis

 

Cara Menggunakan Stop Loss Dan Take Profit Dalam Trading

Jika Anda termasuk trader yang ingin mengetahui cara menggunakan Stop Loss untuk mengendalikan risiko kerugian, maka tiga opsi berikut ini kiranya layak untuk Anda simak:

 

1. Stop Loss Manual

Stop Loss Manual digunakan apabila Anda ingin membatasi kerugian dengan menutup posisi sendiri di platform trading, saat harga ternyata sudah jauh bergerak ke arah yang berlawanan dengan harapan. Satu hal yang perlu diingat dari cara menggunakan Stop Loss ini adalah jangan sekali-kali Anda lengah atau meninggalkan aktivitas trading. Penerapan Stop Loss Manual membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan tingkat tinggi. Jika tidak, maka jangan bersedih jika Loss bisa lebih besar dari yang Anda perkirakan.

Umpamanya, Anda membuka posisi Buy EUR/USD pada harga 1.2000. Anda sudah berniat akan menutup posisi jika harga bergerak ke 1.2050 (profit 50 pip) dan mencapai profit, atau jika Loss karena harga turun ke kisaran 1.1975 (loss 25 pip). Namun, ternyata Anda tidak standby di depan komputer saat harga meluncur turun, dan baru sadar untuk menutup posisi ketika harga sudah menyentuh 1.1900. Akibatnya, kerugian jadi membengkak hingga 100 pip.

 

2. Stop Loss Otomatis

Definisi Stop Loss Otomatis merujuk pada penentuan level harga tertentu, dimana posisi trading akan tertutup secara otomatis jika sudah mencapai level tersebut. Cara menggunakan Stop Loss otomatis biasanya diterapkan di semua platform trading, salah satunya di MetaTrader 4. Anda hanya perlu menulis angka yang sudah diperhitungkan pada kolom SL. Nantinya, jika harga ternyata tidak bergerak ke arah yang Anda inginkan, maka posisi trading akan otomatis tertutup begitu mencapai level SL ini, meskipun Anda tidak sedang online di depan komputer.

 

3. Menggunakan Trailing Stop

Selain menggunakan fitur Stop Loss Otomatis yang muncul dalam eksekusi order, Anda juga bisa memakai fasilitas Trailing Stop. Apabila menggunakan Stop Loss, maka sudah pasti Anda akan menutup posisi trading dalam kondisi rugi. Namun jika memakai Trailing Stop, maka bisa tetap mendulang profit biarpun harga bergerak ke arah yang tak terduga. Perhatikan contoh ilustrasi berikut:

Misalkan Anda set Trailing Stop di angka 20 poin dan melakukan order buy di harga 1.3000. Jika kemudian harga naik ke 1.3021, maka trailing akan terpicu dengan cara mengaktifkan SL secara otomatis di harga 1.3001. Dengan asumsi jarak Trailing Stop adalah 20 pips, yaitu dari 1.3021 ke 1.3001, kita masih mendapatkan 1 pips profit jikalau harga tiba-tiba turun dan SL tersentuh.

Apabila kemudian harga naik ke 1.3030, maka SL juga otomatis mengikuti kenaikan tersebut dan berada di 1.3010. Jadi bisa dikatakan, semakin banyak kenaikan harga, semakin besar pula keuntungan yang bisa dikunci oleh trailing stop.

Katakanlah setelah menyentuh 1.3030, harga turun tajam hingga melewati level entry 1.3000. Order Anda tetap aman karena akan ter-close secara otomatis oleh SL di level 1.3010. Bukannya rugi, Anda justru masih bisa mengamankan profit 10 pip.

cara menentukan stop loss

Di samping pentingnya cara menggunakan Stop Loss dan Trailing Stop selama trading, Anda juga perlu memperhatikan level Take Profit. Bagaimanakah caranya?

 

1. Menggunakan Perhitungan Risk Reward Ratio

Risk Reward Ratio dalam forex memiliki peranan penting sebagai salah satu praktik Money Management selama bertrading. Trader yang menerapkan perhitungan Risk Reward Ratio pada setiap posisi tradingnya secara disiplin, biasanya akan mendapatkan profit yang konsisten.

Hal pertama yang seharusnya dilakukan trader sebelum mengatur strategi trading adalah menghitung risiko yang berani ditanggung agar hasil tradingnya realistis. Sehingga, dapat dikatakan bahwa Anda perlu menentukan level Stop Loss terlebih dahulu, baru kemudian Take Profit sesuai dengan Risk Reward Ratio yang direncanakan. Misalnya level Stop Loss Anda sebesar 50 pip, maka dengan rasio 1:2, level Take Profit Anda adalah sebesar 100 pip.

 

2. Menentukan TP Berdasarkan Kondisi Harga

Level TP terbaik dapat ditentukan saat pasar sedang trending maupun saat ranging (sideways). Ketika pasar sedang trending dengan kuat, Anda bisa mendapatkan profit yang signifikan dengan menggeser Stop Loss (Trailing Stop). Sementara ketika pasar sedang ranging, level Take Profit dapat ditentukan dengan melihat formasi Pin Bar yang terbentuk pada kedua batas range (batas atas dan batas bawah).

cara menentukan Take Profit

 

Antara Stop Loss, Take Profit, Dan Trailing Stop

Dari kedua pembahasan mengenai cara menentukan level SL dan TP di atas, ada satu kesamaan antar keduanya: Trailing Stop. Trailing Stop didefinisikan sebagai fasilitas trading yang membantu Anda menyesuaikan Stop Loss dengan lebih sistematis dan otomatis saat trading masih berjalan. Bagaimana Trailing Stop dapat digunakan untuk menentukan level SL maupun TP?

Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, Anda dapat menggeser Trailing Stop untuk menghindari risiko Loss yang terlalu besar, serta untuk mengamankan profit yang telah diperoleh. Dapat dikatakan bahwa Trailing Stop adalah strategi yang sangat efektif untuk "mengunci" keuntungan, yang pada dasarnya merupakan tujuan utama dari Take Profit.

Secara garis besar, Trailing Stop dapat membantu Anda mengamankan profit ketika market bergerak searah dalam jangka waktu lama. Sayangnya, Trailing Stop juga akan menghilangkan profit yang telah Anda peroleh sebelumnya ketika market berubah arah.

 

Meskipun Trailing Stop dapat digunakan untuk menghindari risiko yang terlalu besar, ternyata penggunaan secara terus menerus bagi pemula dapat mengakibatkan sindrom TTSD (The Trailing Stop Dilemma). Untuk menghindarinya, ketahui kiat-kiat menentukan trailing stop di artikel berjudul "5 Cara Mudah Menentukan Trailing Stop".

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.


Rudi Purwanto
Ane biasanya pake fibo buat nentuin stop loss dari level suport atau resistan.. kalo masih pake pivot point kadang masih ada lebihnya jadi potensi reversalnya lebih besar.
Fikri Nj
Cara menentukan stop los dr pola candle itu maksudx gimana? Kok gaada keteranganx sama sekali? Buat yang masih awam tambah bikin bingung nih keteranganx..
Arfin Kusuma
digambar dah dikasih keterangan itu, stop loss bisa dibawah ujung sumbu candle apalah itu. ane cuma paham itu posisi harga terendah aja. kalo dihubungin sama bentuk polanya kurang tau lagi. emang ada teori khusus trading sama pola candle. tapi banyakan yang cari stop loss dari liat candle cuma diliat posisi ujung - ujungnya aja macem gambar di atas. semisal ada pola khusus yang sinyalkan reversal atau semacemnya tempatin stop loss di ujung candle bisa lebih meyakinkan
Hadi Susanto
@fikri nj. skdr bagi2 info aja gan, sapa tau bisa bantu,
emang sebenernya klo dari pola candle bnyk yg bisa diambil contoh bwt dsr pertimbngn stop loss, kdg ada pngruh jg dr kondisi psr yg lg tren/sideways aja, ni info dsni mantep gan ket.nya lengkap soal pnentuan lvl stop loss. moga2 berguna.
Fikri Nj
@Hadi: Wah bagus itu sumber informasix. keterangan dan penjelasanx lebih lengkap dan mudah dipahami. Tapi apa ada lagi ya perhitungan lebih lanjut soal penentuan stop loss dr margin? Setelah dilihat2 ternyata cara hitungan di atas juga masih kurang jelas itu...
Hari Santoso
Penghitungan stop loss dari position sizing lebih baik didasarkan pada money management yang juga memperhitungkan equity dan ukuran trading pada akun. Kalau melihat tujuan awal stop loss yang memang untuk membatasi kerugian, cara ini akan lebih tepat karena perhitungannya langsung didasarkan pada manajemen resiko terhadap balance kita yang ditampilkan dalam nilai mata uang.

Contoh perhitungan ini dari salah satu artikel di sf juga, seperti misalnya besar account $1000, dan akan buka posisi buy EUR/USD sebanyak 4000 unit atau per pip-nya sebesar $0.4. Jika resiko yang ditetapkan 2% dari modal, berarti $1000 X 2% = $20, maka besarnya stop loss = $20 / $0.4 = 50 pip.
Andika M
klo dipahami sbnernya trailing stop nggak betul 2 mengubah stop loss jd profit. ini tetap aja membatasi kerugian tpi maksudnya setelah udh dapat profit sekian pips dulu. jdi ketika kna trailing stop ato stop loss yg sdh digeser hsilnya bukan rugi tp ada profit. tp profitny lbh sedikit dr yg sebelumny krn order diclose stlh hrg berbalik.
Slamet Edi
Disini judul nya stop loss take profit ma trailing stop, tapi penjelasan take profit nya kurang banget malah hampir gak ada. Dicara ambil keuntungan tau2 aja ada TP bagi yg masih awam bakal bingung tuh apa TP, dn asal nya darimana. Kenapa perlu dipake terus dapet rasio 1:1 dst itu dihitung drmn..
Anis Fajriyanto
to slamet maklum aja gan ni yg tukang bikin artikel irit kata jadi semua isinya to the poin aja wkwkwk . ni tulisan maksudnya buat mereka yang bukan pemula kali
Herry
Buat yang masih pada penasaran karena disini kurang lengkap ini ada yang lebih bagus soal cara-cara menentukan stop loss Beberapa Cara Menentukan Stop Loss

Disitu yang ada ambil stop loss menurut equity stop (loss maksimal per trade), pola chart, margin, sama volatilitas. Dilihat keseluruhan kayanya antara pola chart, price action maupun pivot poin bisa dirangkum sebagai cara ambil stop loss dari analisa teknikal. sementara yang equity stop, margin, dn volatilitas bisa jadi tip baru utk dipertimbangkan .

Semoga bisa bantu
May
Contohnya aneh  gmn bisa profit 50 kalau TP tak tersentuh, malah kenal SL ya rugilah
Ade Nurdiansyah
Contoh diatas itu memakai trailing stop. Lihat posisi ordernya dan ada di level berapa harga sekarang...
TP memang belum tersentuh, tapi harga sudah naik 50 pips. Itu artinya posisi buy memang sudah profit 50 pips.
Begini, trailing stop itu fungsinya adalah untuk mengunci keuntungan. Jadi seumpama kita pasang buy dan harga memang sempat naik, tapi belum sempat menyentuh TP harga malah turun lagi. Yang seperti itu kan cukup disayangkan apalagi kalau harga terus turun menyentuh stop loss, maka di sinilah manfaat trailing stop dipakai
Dengan trailing stop, stop loss itu bisa disesuaikan untuk mengunci profit.
Contoh di atas terlihat memasang TP sebesar 90 pip, SL 30 pip. Trailing stop diatur untuk mengunci profit saat harga sudah naik 50 pip.
Katakanlah harga sudah naik melewati 1.3550, maka SL dipindah ke level tersebut, tidak lagi di 1.3470. Kemudian harga terus naik sampai 1.3580, tapi berikutnya justru anjlok sampai di bawah 1.3500. Kalau tidak diadakan penyesuaian stop loss dengan trailing stop, maka posisi buy tersebut jelas akan rugi. Tapi dalam kasus ini, karena sudah menggunakan trailing stop yang memindahkan stop loss di 1.3550 maka order tersebut terclose di level itu dan bisa profit 50 pip.
Rachmat
Dalam kasus ini, SL - .... bisa berubah menjadi SL + .

Kesimpulannya  :

SL di bawah BUY menjadi SL diatas BUY. dengan catatan harga memang bergerak terus keatas
SL di atas SELL  menjadi SL di bawah SELL. dengan catatan harga memang bergeral terus kebawah