Apa Beda Bias Dan Prediksi Trading Forex?

288671

Serupa tapi tak sama, bias dan prediksi trading ternyata memiliki risiko berbeda. Ada yang sebaiknya dilakukan, tapi ada pula yang sepantasnya ditinggalkan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Saat membaca berbagai ulasan maupun analisa forex, Anda pasti sering menjumpai kata "bias trading" ataupun "prediksi trading". Sama-sama bersifat perkiraan, ternyata ada perbedaan mendasar di antara kedua istilah tersebut. Bahkan, perbedaan ini bisa menjelaskan mana jenis perkiraan yang boleh dan tidak boleh Anda miliki.

Menurut pemahaman Dr. Pipslow dari Babypips, prediksi trading forex merupakan pernyataan yang menerawang hal-hal di masa depan. Membuat prediksi trading sama artinya dengan mengharapkan hasil tertentu. Dalam trading forex, beranggapan bahwa suatu pair akan diperdagangkan pada harga tertentu dalam suatu waktu merupakan contoh sebuah prediksi.

Prediksi trading forex

Sementara itu, bias adalah kecenderungan atau pandangan. Memiliki suatu bias trading artinya Anda yakin bahwa pergerakan harga di arah tertentu relatif lebih mungkin terjadi, dibandingkan dengan kemungkinan pergerakan lainnya. Contoh paling sederhana dalam hal ini adalah memiliki outlook bullish atau bearish pada suatu pasangan mata uang.

Jadi bisa dikatakan, perbedaan utama dari bias dan prediksi trading forex terletak pada keterbukaan trader terhadap prospek lainnya; prediksi trading cenderung lebih tertutup karena lebih ditentukan oleh ekspektasi pribadi, sementara bias trading lebih terbuka terhadap kemungkinan lain karena perkiraannya masih bersifat relatif.

 

Bias Atau Prediksi Trading, Mana Yang Lebih Berbahaya?

Bagi seorang trader forex, Anda wajib mengembangkan bias daripada sekedar membuat berbagai macam prediksi trading forex. Memiliki bias adalah suatu hal yang sangat wajar, terutama apabila Anda memiliki outlook yang sudah didukung oleh faktor-faktor teknikal maupun fundamental.

Sebaliknya, prediksi trading cenderung berbahaya jika dijadikan sebagai satu-satunya acuan dalam membuat keputusan transaksi. Alasannya? Tentu saja karena prediksi trading forex bertumpu pada ekspektasi Anda sendiri. Nyatanya, membuat prediksi bisa dilakukan dengan mudah tanpa memperhitungan perilaku pasar maupun perubahan yang bisa terjadi.

 

Trading Itu Lebih Dari Sekedar Membuktikan Prediksi

Apabila Anda hanya berambisi membuktikan prediksi trading, maka jangan heran bila posisi Anda justru akan "dihabisi" oleh market. Ujaran John Maynard Keynes ini dengan tepat menggambarkan situasi tersebut:

"Market yang susah ditebak bisa bertahan lebih lama daripada ketahanan dana Anda."

Dengan kata lain, sebagai seorang trader yang hanya merupakan satu bagian kecil dari pasar forex, sebaiknya jangan menantang market yang tak bisa diketahui kemana arahnya. Bagaimanapun juga, tugas seorang trader adalah untuk mengambil keuntungan dari pergerakan market, bukan membuktikan prediksinya benar atau salah.

Sayangnya, anggapan seperti itulah yang serungkali tertanam di benak para trader pemula.

Misalnya saja, seorang trader memperkirakan jika EUR/USD akan melemah karena sinyal indikator MA dan RSI yang digunakannya mengindikasikan demikian. Perkiraan ini ia gunakan sebagai prediksi yang menurutnya perlu dibuktikan kebenarannya. Tanpa memperhatikan bahwa pada saat yang sama juga sedang ada rilis data berdampak tinggi yang lebih baik dari ekspektasi, ia langsung Open Sell pada pair EUR/USD.

Ini merupakan salah satu kesalahan paling umum yang biasanya dilakukan para newbie. Mereka beranggapan bahwa trading forex sukses itu ditentukan dengan membuat prediksi arah harga yang benar. Padahal, kunci kelangsungan seorang trader juga bergantung pada manajemen risiko dan psikologi trading yang tepat, bukan hanya benar tidaknya prediksi yang dipasang.

Satu lagi persepsi yang keliru dari para pemula adalah menganggap bahwa pandangan dan posisi trading mereka dapat mempengaruhi pasar. Padahal sebenarnya, market bukanlah sesuatu yang bisa dikendalikan seorang trader ritel. Partisipan pasar terdiri dari beragam pihak, mulai dari pemerintah, bank besar, perusahaan multinasional, spekulator, investor, hingga trader-trader lainnya. Jika nilai transaksi bank-bank raksasa yang menjadi pemain terbesar di pasar forex saja bisa mencapai ratusan miliar dolar per hari, apalah arti posisi trader receh yang biasanya masuk dengan lot-lot mini dan mikro.

Pemain utama di pasar forex

(Baca juga: 10 Pemain Utama Dalam Industri Forex)

 

Hindari Prediksi Trading Forex, Belajarlah Membentuk Bias

Penjelasan di atas sudah cukup menguraikan betapa prediksi trading bisa menyesatkan trader untuk memiliki persepsi yang kurang tepat. Jika terbiasa mengandalkan prediksi, maka trader tak akan mampu mengenali atau merespon perubahan pasar yang tidak sesuai dengan perkiraannya. Kekurangan ini tidak hanya berakibat kerugian pada posisi trading, tapi juga hilangnya kesempatan mencetak profit pada peluang-peluang yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk mengeruk pips.

Sebagai seorang trader forex, Anda dianjurkan untuk memiliki bias, bukan prediksi trading forex. Setiap informasi yang masuk dalam pertimbangan trading Anda, sebaiknya diproses dengan pikiran terbuka dan pandangan yang senantiasa fleksibel. Namun demikian, perlu diperhatikan pula bahwa bias trading juga memiliki jebakan tersendiri bagi trader yang tidak hati-hati. Apa sajakah itu?

 

3 Hal Yang Perlu Diwaspadai Dalam Membentuk Bias Trading

Mempunyai bias bullish, bearish, atau netral adalah hal yang lumrah dalam trading. Namun, perlu dipastikan juga bahwa bias trading yang Anda miliki berasal dari pertimbangan objektif, dan tidak dipicu oleh kelima hal berikut:

 

1. Terjebak Di Situasi Terkini (Recency Bias)

Kondisi ini biasanya dialami trader yang terlalu sibuk mengamati kondisi fundamental atau Price Action terkini, sampai ia lupa bahwa dalam trading ada yang namanya Big Picture Analysis untuk menarik bias garis besar yang lebih bisa diandalkan. Kecenderungan seorang trader untuk bertindak selepas mengalami winning streak atau losing streak juga bisa mengarah pada Recency Bias yang berbahaya.

 

2. Terpengaruh Opini Kelompok (Herding Bias)

Bagi Anda yang bergabung di komunitas trader atau sering berdiskusi dengan rekan sesama trader, memperhatikan bias-bias trader lain mungkin sudah jadi rutinitas sehari-hari. Namun, Anda juga perlu belajar membatasi diri agar tidak ikut terbawa arus opini dari sekelompok trader, karena bias trading yang hanya terbentuk dari keyakinan mayoritas tidak akan bisa dipertanggungjawabkan kerugiannya.

Bahaya Herding Bias

(Baca juga: 5 Manfaat Join Di Komunitas Trader Forex)

Bagaimanapun juga, Anda adalah seorang trader forex yang mengelola akun sendiri, menanggung kerugian sendiri, dan menikmati profit sendiri. Jadi meskipun sering beriskusi dengan trader lain, usahakan agar bias trading Anda tetap berasal dari pertimbangan diri sendiri, bukan yang diarahkan oleh keyakinan kelompok atau Herding Bias.

 

3. Terlalu Percaya Diri (Attribution Bias)

Dalam trading forex, Attribution Bias terjadi ketika Anda terlalu yakin pada keahlian dalam memperoleh profit dari beberapa trading sebelumnya. Ketika didominasi oleh kecenderungan ini, maka Anda akan menganggap posisi yang profit sebagai jelmaan dari kehebatan Anda, sementara posisi Loss disebabkan oleh faktor-faktor selain kesalahan Anda sebagai trader.

Terlalu percaya diri seperti ini juga akan berakibat fatal, karena ujung-ujungnya yang Anda buat nanti bukanlah bias trading, melainkan prediksi trading forex yang Anda yakini pasti benar.

 

Akhir Kata

Seorang ahli psikologi trading bernama Dr. Brett Steenbarger pernah berkata, "Trading-lah pada kondisi market yang sedang terjadi, bukan pada kondisi market yang terbentuk dalam angan-angan Anda."

Sekali lagi, bisnis ini namanya trading forex, bukan prediksi forex. Pada akhirnya, hasil trading tidak akan mencerminkan akurasi prediksi Anda, tapi kemampuan Anda beradaptasi dengan perubahan pasar dan cara memanfaatkan peluang trading darinya.

 

Selain bias dan prediksi trading, Anda juga perlu mengenal dasar-dasar trading lainnya berupa Bull dan Bear di pasar forex. Dua komponen ini sangat erat kaitannya dengan bias trading bullish ataupun bearish yang Anda tentukan nantinya. Untuk itu, silahkan langsung berkunjung ke artikel Apa Yang Dimaksud Dengan Bull Dan Bear?

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.