Apa Beda Hot Wallet Dan Cold Wallet Untuk Bitcoin?

Jika ingin mula bertransaksi menggunakan Bitcoin, pengguna harus berkenalan dengan dompet kripto yang ternyata dibagi menjadi Hot Wallet atau Cold Wallet. Apa maksudnya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sistem perbankan tradisional telah mengajarkan kita satu pelajaran berharga: mengamankan uang Anda adalah hal yang paling penting untuk dilakukan. Itulah sebabnya, bank memiliki pintu anti-peluru, penjaga keamanan, brankas yang dilindungi berbagai sensor, pemindai biometrik canggih, dan sebagainya.

Namun ironisnya, campur tangan manusia justru menjadi salah satu kekurangan terbesar dalam sistem keamanan bank. Karena itulah, muncul sistem desentralisasi Bitcoin sebagai jawaban dari permasalahan tersebut. Melalui fitur yang disebut Cryptowallet atau dompet kripto virtual, para pemilik uang kripto bisa menyimpan aset mereka tanpa memerlukan tempat penyimpanan dan sistem pengamanan fisik.

Namun tahukah Anda? Dompet kripto ternyata terbagi menjadi dua jenis, yaitu Hot Wallet dan Cold Wallet. Nah, artikel kali ini akan membahas Apa Beda Hot Wallet dan Cold Wallet Untuk Bitcoin.

Hot Wallet Dan Cold Wallet Bitcoin

 

 

Hot Wallet Untuk Bitcoin

Karakteristik Hot Wallet atau Soft Wallet mirip dengan rekening cek. Seseorang dapat menggunakan Hot Wallet untuk mengakses dana, melakukan pembayaran, dan melakukan transaksi instan. Wallet ini selalu terhubung ke internet dan menjamin aksesibilitas yang sangat mudah. Namun, fitur khusus ini bisa menjadi bumerang, karena dunia Online selalu rentan terhadap berbagai tindak peretasan.

Karena Hot Wallet selalu terhubung ke internet, resiko peretasan dan penipuan jadi meningkat. Kemunculan kasus seperti phishing dan peretasan kini menjadi semakin lazim. Oleh karena itu, disarankan agar pengguna kripto membatasi jumlah dana yang mereka simpan di Hot Wallet untuk Bitcoin.

Penipuan Bitcoin

(Baca Juga: 5 Kasus Penipuan Uang Kripto Terbesar

 

Ada tiga fitur utama dari Hot Wallet, yaitu:

  1. Sebagian besar layanan bersifat gratis.
  2. Sangat mudah diakses.
  3. Sangat intuitif dan mudah digunakan.


Cold Wallet Untuk Bitcoin

Dalam penggunaannya, Cold Wallet jauh lebih aman daripada Hot Wallet. Cold wallet bersifat offline, sehingga tidak ada kesempatan bagi pelaku kejahatan ataupun peretas untuk dapat mengambil dana di dalamnya. Cold Wallet dapat berupa dompet kertas (Paper Wallet) atau dompet perangkat keras (Hardware Wallet).

 

Paper Wallet

Menggunakan Paper Wallet artinya menyimpan koin Anda di komputer yang belum pernah terhubung ke Internet. Cara ini sangat aman karena komputer yang digunakan untuk menghasilkan kunci pribadi tidak rentan terhadap serangan cyber. Dompet tipe ini dapat memberi Anda keyakinan bahwa dana Anda akan tetap aman untuk waktu yang sangat lama.

 

Hardware Wallet

Ketika Anda membandingkan Hot Wallet dan Cold Wallet, maka Cold Wallet yang berbentuk perangkat keras (Hardware) adalah pilihan paling unggul. Wallet tipe ini memiliki kekuatan dan kehandalan, sepadan dengan harganya yang cukup mahal. Selain itu, Wallet ini adalah pilihan yang sangat baik ketika Anda ingin memastikan keamanan uang dalam jangka panjang.

 

Perbandingan Hot Wallet dan Cold Wallet Untuk Bitcoin

Jika membuat perbandingan antara Hot Wallet dan Cold Wallet, perlu diingat bahwa kedua dompet tersebut digunakan untuk tujuan berbeda, sehingga terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara keduanya, antara lain:

  • Keamanan
    Ketika kita berbicara tentang keamanan, Hot Wallet kalah unggul dibandingan Cold Wallet untuk Bitcoin. Karena Hot Wallet selalu terhubung ke internet, maka teknologi ini lebih rentan terhadap peretasan, phishing, dan kejahatan cyber sejenisnya.
  • Kecepatan transaksi
    Hot Wallet khusus dibuat untuk pembayaran instan, transaksi cepat, dan operasi fleksibel. Sebaliknya, Cold Wallet dibuat untuk menyimpan koin dalam jumlah besar untuk jangka waktu lama. Jadi apabila membandingkan Hot Wallet vs Cold Wallet dalam hal kecepatan transaksi, tentu saja Hot Wallet akan lebih bisa diunggulkan.
  • Jumlah dana yang dapat dioperasikan
    Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jumlah dana yang bisa disimpan dalam masing-masing Wallet mata uang kripto. Hot Wallet hanya bisa menyimpan uang dalam jumlah terbatas, sementara Cold Wallet dapat menyimpan mata uang kripto sebanyak mungkin. Karena itu, Cold Wallet lebih unggul jika digunakan untuk menyimpan koin dalam jumlah besar.

 

Contoh Hot Wallet Dan Cold Wallet Bitcoin

Banyaknya dompet kripto di pasar membuat para pengguna baru bingung menentukan pilihan. Berikut ini contoh Hot Wallet dan Cold Wallet Bitcoin yang banyak digunakan:

Hot Wallet Bitcoin

  1. Exodus
    Salah satu fitur yang membuat Exodus menonjol adalah platform yang sangat intuitif dan mudah digunakan. Hot Wallet yang satu ini memiliki tampilan grafis menarik dan menyediakan pelayanan pelanggan yang dapat dihubungi.
  2. Coinpayments
    Hot Wallet yang diterima luas oleh masyarakat ini mendukung lebih dari 75 jenis uang kripto. Seperti mayoritas Hot Wallet yang beredar di pasaran, Coinpayments gratis dan tidak rumit untuk dinavigasi. Tidak hanya itu, Coinpayments memiliki kemampuan untuk melakukan pembelian secara online.
  3. Electrum
    Electrum adalah salah satu merek tertua yang dikenal untuk menyimpan berbagai macam uang kripto. Jika Anda berencana untuk mengubah PC yang diinstal, Anda hanya perlu menginstal ulang perangkat lunak pada PC baru dan kemudian memasukkan Seed (string kata acak) yang dihasilkan pada awal pembuatan dompet.
  4. Blockchain.info
    Blockchain.info, dengan 100 juta transaksi selesai dari 15 juta pengguna, bisa dibilang merupakan dompet cryptocurrency paling populer yang tersedia. Alasan mengapa Blockchain.info menjadi populer adalah karena sistemnya yang transparan. Hot Wallet ini bisa memberikan lapisan keamanan berganda dan tahan terhadap aksi peretas akun.


Cold Wallet Bitcoin

  1. Trezor
    Dalam waktu singkat, Trezor telah menjadi salah satu Cold Wallet paling aman dan paling terpercaya. Bagi pengguna Bitcoin yang memiliki rencana untuk menginvestasikan sejumlah besar uang dalam kripto, disarankan untuk menggunakan Trezor. Cold Wallet ini berbentuk seperti kalkulator digital yang sangat kecil, dilengkapi layar built-in yang menampilkan Pin dan informasi sensitif lainnya, sehingga tidak rumit untuk dibawa bepergian.
  2. Ledger S Nano
    Selain Trezor, Ledger S Nano adalah Cold Wallet yang menawarkan keamanan serta kecanggihan lebih unggul. Dompet perangkat keras ini menawarkan desain yang ramping dan trendi, serta memiliki layar untuk melihat Pin seperti Trezor. Kelebihannya, Ledger S Nano menggunakan aplikasi Ledger Chrome sendiri yang mengautentikasi dan mengotorisasi transfer.

 

Dompet Mana Yang Dibutuhkan?

Jika Anda berencana untuk trading atau baru mengenal kripto, dan tidak siap untuk membeli bentuk proteksi penyimpanan yang lebih mahal, Anda bisa menggunakan Hot Wallet. Sebaliknya, Cold Wallet digunakan untuk Anda yang serius dengan investasi kripto, karena memiliki kelebihan HODL jangka panjang.

 

Dompet mata uang kripto (Cryptowallet) yang terbagi menjadi 2 yaitu Hot Wallet dan Cold Wallet, memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Meskipun diharapkan bisa menjadi solusi keamanan dalam transaksi masa depan, risiko peretasan mata uang crypto (Cryptojacking) adalah masalah utama yang dihadapi inovasi-inovasi ini. Karena itu, Anda perlu mengetahui juga mengenai info Cryptojacking dan cara mengatasinya.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.