Apa Itu Altcoins?

Banyak yang kurang memahami mengenai pengertian apa itu Altcoins (Altcoin), meski sering disebut-sebut bersama istilah Bitcoin dan mata uang kripto.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sepanjang tahun 2017, kita seringkali melihat maupun membaca kata-kata Altcoins pada beberapa situs yang menyediakan data dan pembahasan mengenai Cryptocurrency (mata uang kripto). Banyak yang kurang memahami secara akurat mengenai bagaimana cara kerja Altcoin disini, tetapi setidaknya hampir seluruh pelaku pasar kripto mengetahui dan akrab dengan Bitcoin.

Bagi para pemula di pasar kriptografi, mungkin akan terkejut saat mengetahui bahwa sebenarnya hingga saat ini sudah ada ribuan jenis kripto yang dikenal sebagai Altcoin. Altcoin adalah faset yang menarik dari lansekap kriptografi, namun tidak diperuntukkan untuk semua orang. Ada beberapa kripto yang bahkan hanya diciptakan berjumlah 42 keping saja, dan bernilai 4 kali lipat dari harga Bitcoin saat ini.

Pada pembahasan kali ini, kita akan mencoba mengupas tentang Apa itu Altcoins dan mengapa mereka begitu penting dalam keberlangsungan pasar mata uang kripto.

Apa Itu Altcoins

 

Apa Itu Altcoins?

Kata Altcoin bisa diartikan pada dua kepanjangan yaitu "Alternative Bitcoin" dan "Alternative Coin". Sedangkan Altcoins merupakan kata jamak dari Altcoin yang menunjukkan jumlahnya yang banyak. Pada awalnya Altcoin memang dimaksudkan untuk berperan sebagai Alternative Bitcoin, karena setidaknya sampai batas tertentu, kebanyakan Altcoin diharapkan dapat "mengganti" atau "memperbaiki", setidaknya satu komponen kekurangan yang dimiliki Bitcoin.

Contoh saja, saat ini Bitcoin sedang mengalami masalah skalabilitas yang menyebabkan validasi transaksi menjadi sangat terlambat, dan biaya transaksi menjadi sangat mahal. Mengutip dari data Blockchain.info, saat ini minimum proses validasi 1 transaksi di Bitcoin memiliki rentang waktu 38 menit, sedangkan maksimumnya dapat mencapai hingga 1,188 menit (19.8 jam); waktu yang relatif lama untuk sebuah transaksi. Kemudian, biaya transaksi rata-rata untuk setiap transaksi pada Bitcoin saat ini membutuhkan biaya sekitar $35 - $41. Angka yang tidak masuk akal pada saat kita ingin mentransfer $100 senilai Bitcoin, tetapi memerlukan $35 untuk biaya transaksinya (sekitar 30%). Hal inilah yang kemudian membuat peran Altcoin sangat dibutuhkan saat ini.

Dari berbagai masalah tersebut, beberapa Altcoin bahkan sudah menyediakan fasilitas hampir bebas biaya transaksi ataupun bebas transaksi, dan juga menawarkan skalabilitas yang super besar. Sebut saja IOTA yang saat ini menempati ranking ke-7 dari keseluruhan mata uang kripto yang beredar. IOTA memiliki biaya transaksi micro, artinya hanya kisaran 0.00001 IOT yang dibebankan untuk setiap transaksi.

Contoh lainnya adalah NEM (XEM) yang sudah memperkenalkan fitur skalabilitas tinggi dan transaksi bebas biaya dengan menggunakan saluran saham milik mereka sendiri. Skalabilitas yang ditawarkan oleh NEM (XEM) adalah mampu untuk memproses jutaan transaksi per-detiknya, sedangkan transaksi bebas biaya dapat dilakukan dengan menyimpan beberapa keping NEM pada suatu akun, sehingga bisa dianggap seperti "bunga" untuk keberlangsungan jaringan NEM.

Sekarang ada sekitar 1,373 Altcoins yang sudah tercipta dan beredar di pasar global (menurut data dari Coinmarketcap.com). Bahkan dalam sebulan terakhir, angka Altcoin naik sekitar 13 koin baru, dari awal bulan Desember 2017 sejumlah 1,360 menjadi 1,373 pada akhir bulan Desember.

Peringkat Altcoins

 

Saat ini, Altcoins yang menduduki posisi paling atas adalah :

  • Ethereum (ETH) dengan fitur Smart Contracts.
  • Ripple (XRP) dengan fitur adopsi multi chain dan perbankan konvensional.
  • Bitcoin Cash (BCH), mata uang kripto hasil Hard Fork 1 Agustus 2017 yang memiliki tinggal skalabilitas empat kali lipat dari Bitcoin Classic (BTC).
  • Litecoin (LTC), yang diunggulkan sebagai Bitcoin versi baru, tanpa masalah skalabilitas, dan dengan proses transaksi yang super cepat.

Memang sebagian besar Altcoins tidak lebih dari klon Bitcoin, hanya mengubah karakteristik kecil saja seperti kecepatan transaksi, metode distribusi ataupun algoritma hashing dan mining (pertambangan). Sebagian besar koin yang tidak memiliki "manfaat dan keunggulan unik", bahkan tidak bisa bertahan lama dan lenyap tanpa bekas.

Salah satu pengecualian (klon Bitcoin) yang dapat bertahan hingga kini adalah Litecoin (LTC), satu diantara Altcoins yang diciptakan pertama kali. Selain menggunakan algoritma hashing yang berbeda dari Bitcoin, Litecoin memiliki jumlah unit mata uang yang jauh lebih tinggi. Sehingga Litecoin bahkan dicap sebagai "Perak Untuk Emas Bitcoin", atau alternatif terbaik untuk Bitcoin. Hal ini terbukti bahwa sampai saat tulisan ini dibuat, belum pernah ada masalah yang dialami oleh Litecoin, ataupun Hard Fork kerentanan pada Litecoin.

Namun, beberapa Altcoins justru berinovasi dengan eksperimen dengan fitur yang lebih dibutuhkan dan tidak dimiliki oleh Bitcoin. Sebagai contoh, Darkcoin dan Monero mengimplementasikan transaksi anonim sepenuhnya. Artinya, transaksi melalui Darkcoin dan Monero tidak akan dapat dilacak oleh siapapun.

Selain itu, inovasi yang diterapkan pada beberapa platform Altcoins bisa dilihat dari beberapa contoh seperti BitShares yang menggambarkan dirinya sebagai "versi mata uang kripto yang adil dalam perdagangan". Kemudian ada juga Ripple yang berfungsi sebagai penyambung protokol, dapat digunakan untuk melakukan pembayaran Cross-Chain atau Lintas Batas kepada mata uang kripto lain, mata uang Fiat (USD, GBP, EUR dan lain sebagainya), bahkan kepada komoditas seperti Emas, Perak dan lain sebagainya.

Beberapa ekosistem Altcoins lain, seperti CounterParty dan Mastercoin bahkan memanfaatkan dasar penciptaan blockchain Bitcoin untuk keamanan tingkat tinggi pada platform mereka.

Macam-Macam Altcoins

 

Peran Penting Altcoins

Banyak pendapat dari Bitcoin Mania yang mengatakan bahwa Altcoins sebenarnya tidak dibutuhkan sama sekali, dan mereka tidak akan berhasil menyaingi infrastruktur Bitcoin sebagai penggagas dan pencetus blockchain untuk pertama kali. Namun, Altcoins tetap memiliki peran yang sangat penting mengingat "Decentralized" adalah salah satu tujuan Bitcoin yang paling utama, dan Altcoins men-desentralisasi komunikasi kriptografis lebih jauh lagi.

Selain itu, Altcoins memungkinkan pengembang untuk bereksperimen dengan berbagai fitur unik lain, meskipun memang Bitcoin mampu untuk menyalin fitur unik tersebut jika pengembang dan komunitas menginginkannya.

Altcoins juga berfungsi sebagai "pecut" untuk pengembang Bitcoin agar selalu mempertahankan kredibilitasnya sebagai mata uang kripto yang paling berharga, jika tidak ingin disalip oleh juniornya yang memiliki segudang inovasi dan manfaat yang unik.

 

Apa Altcoin Pertama Yang Diciptakan?

Pasti banyak yang tidak mengetahui apa sebenarnya Altcoin yang pertama kali diciptakan menyusul penciptaan Bitcoin pada tahun 2009. Sebut saja "Namecoin" yang dibuat pada bulan April 2011 silam. Namecoin merupakan Altcoin pertama kali yang diciptakan dengan tujuan mendesentralisasi registerasi nama domain, yang membuat sensor internet jauh lebih sulit.

Selama beberapa tahun, Namecoin berhasil mempertahankan nilainya di Sepuluh Besar Mata Uang Kripto yang beredar. Namun, saat ini kita tidak akan menemukannya pada jajaran tersebut, karena Namecoin saat ini tenggelam hingga ke peringkat 190.

 

Perlukah Saya Berinvestasi di Altcoins?

Baru-baru ini kita mengetahui bahwa perubahan nilai hampir keseluruhan Altcoins dapat berubah drastis dalam sekejap, sehingga resiko yang ditawarkan menjadi sangat besar. Bahkan, Bitcoin sejauh ini tetap menjadi kripto yang paling stabil dengan votalitas harga yang reguler.

Sebagai perbandingan, Altcoins secara eksponensial lebih mudah untuk berubah, karena mereka memiliki kerentanan terhadap manipulasi harga, dimana supply besar biasanya dipegang oleh beberapa gelintir orang saja. Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan harga naik secara drastis, maupun turun secara drastis dalam waktu yang sangat singkat seperti yang baru terjadi sepekan ini.

Jadi, untuk menghindari kehilangan semua uang yang anda investasikan pada Altcoins, sebaiknya fokuskan investasi jangka panjang pada koin yang diyakini memiliki potensi besar dan menunjukkan kestabilan dalam pergerakan nilainya. Dan, bukan hanya pertumbuhan nilainya saja yang diperhatikan, tetapi proses penurunan nilainya juga harus turut diwaspadai. (Baca juga: Penjelasan Tentang Investasi Cryptocurrency)

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.