Apa Itu DEX (Bursa Terdesentralisasi)?

Bursa kripto yang selama ini kita kenal ternyata tidak mendukung prinsip kripto sebagai mata uang terdesentralisasi. Solusi sesungguhnya ada di DEX atau bursa terdesentralisasi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bitcoin, mata uang kripto berbasis Blockchain pertama, diciptakan sebagai sistem pembayaran peer-to-peer yang memungkinkan penggunanya untuk mentransfer nilai tanpa peran otoritas ataupun pihak ketiga manapun. Karena jaringan penambang terdistribusi dan sebagian pengguna juga bertanggung jawab atas pemrosesan transaksi, dipastikan bahwa masalah seperti penyensoran, penipuan, dan lainnya bisa diminimalkan dalam ekosistem Bitcoin.

Mekanisme penerbitan otomatis Bitcoin melalui penambangan juga berusaha untuk menghilangkan kontrol pencetakan uang dari pihak otoritas. Namun, banyak pengguna kini telah menyimpang dari tujuan utama Bitcoin, dan justru mempercayakan Bitcoin pada layanan pihak ketiga seperti bursa kripto.

Bursa seperti itu biasanya tersentralisasi. Meskipun tidak senada dengan tujuan Bitcoin sebagai mata uang yang terdesentralisasi, layanan bursa memang bisa mempermudah transaksi, penyimpanan, dan perdagangan Bitcoin. Namun, bursa-bursa seperti ini juga menghadirkan risiko yang cukup mengkhawatirkan. Peretasan merupakan kejadian yang sering terjadi di lingkup mata uang kripto, sebagian besar karena pembobolan terhadap sistem keamanan bursa. Kasus peretasan Bitfinex contohnya, telah menyebabkan ribuan pengguna kehilangan aset kripto mereka.

Kasus di atas tidak serta merta menghapuskan peran bursa kripto. Bagaimanapun juga, kita tetap perlu menukarkan mata uang kita dengan kripto atau sebaliknya, untuk melakukan transaksi ataupun perdagangan. Jadi bagaimana kita bisa menukarkan koin kita tanpa risiko yang biasanya dimiliki oleh bursa kripto? Jawabannya adalah memilih bursa yang terdesentralisasi.

Apa itu bursa terdesentralisasi

 

Apa Itu Bursa Terdesentralisasi?

DEX (Decentralized Exchange) adalah bursa yang tidak bergantung pada layanan pihak ketiga untuk menyediakan layanan penyimpanan, transfer, pertukaran, maupun perdagangan kripto. Sebaliknya, perdagangan terjadi langsung antara pengguna (peer-to-peer) melalui proses otomatis. Sistem ini dapat dicapai dengan membuat token proxy (aset kripto yang mewakili mata uang tertentu) atau melalui sistem Escrow multi-signature yang terdesentralisasi.

 

Manfaat DEX

Manfaat paling jelas dari bursa terdesentralisasi adalah sifat "mandiri". Anda tidak perlu bingung mempertimbangkan keamanan bursa, karena dana akan disimpan di Dompet Anda sendiri, bukan Dompet yang disediakan bursa.

Dompet Bitcoin

(Baca juga: 7 Penyedia Dompet Bitcoin Terbaik)

Keuntungan lain dari model bursa terdesentralisasi adalah privasi yang diberikan. Pengguna tidak diharuskan untuk mengungkapkan detail pribadi mereka kepada siapa pun, kecuali jika metode bursa melibatkan transfer bank. Dalam hal ini, identitas Anda hanya diungkapkan kepada pengguna yang bertransaksi dengan Anda.

Selanjutnya, hosting bursa terdesentralisasi didistribusikan melalui node, sehingga tidak ada risiko downtime server. Selain itu, karena DEX ada di seluruh jaringan komputer, maka sistemnya akan menjadi jauh lebih rumit untuk diretas.

Perdagangan pada DEX hadir dengan banyak manfaat yang membuatnya menarik bagi pengguna mata uang kripto. Yang paling penting, DEX menghancurkan ekosistem bursa yang masih tersentralisasi, menghilangkan peran perantara, dan memungkinkan perdagangan bebas langsung antar pihak. Ini cocok dengan filosofi desentralisasi dan misi kripto secara umum.

 

Kelemahan DEX

DEX secara inheren lebih rumit daripada bursa-bursa kripto pada umumnya. Ini mengarah pada tantangan dalam implementasi dan kegunaan yang belum ditangani sepenuhnya oleh DEX. Dari permasalahan ini, muncullah beberapa kelemahan berikut:

 

1. Kegunaan

Tantangan pertama dan terbesar dari DEX adalah ramah pengguna. Jika ingin mendaftar di DEX, pengguna biasanya membutuhkan koneksi ke dApp terlebih dulu. Dalam kasus yang paling sederhana, Anda mungkin hanya perlu mengatur dompet MetaMask, mengisi Dompet itu, lalu terhubung dengan dApp DEX berbasis Ethereum.

D-App

(Baca juga: Ethereum vs Cardano: Perbandingan Dua Platform D-App Unggulan)

 

2. Alat Trading Sederhana

Bursa tersentralisasi biasanya dapat menawarkan fitur-fitur menarik, seperti halnya margin trading hingga platform eksklusif yang dilengkapi dengan beragam indikator. Selain itu, terdapat pula news feed dan info pasar kripto lain yang tersaji secara all-in-one, untuk mempermudah trading kripto para kliennya. Fasilitas-fasilitas seperti itu sama sekali tidak mungkin disediakan di DEX, karena model perdagangan di bursa ini hanya mencakup fitur untuk membeli atau menjual aset saja.

 

3. Likuiditas Rendah

DEX hanya mewakili sekitar satu persen dari volume perdagangan pasar mata uang kripto. Akibatnya, hanya perdagangan volume rendah yang mungkin dilakukan. Tidak ada likuiditas yang cukup untuk memungkinkan perdagangan bervolume tinggi.

 

4. Latensi

Ketika Anda melakukan perdagangan di bursa, Anda pasti ingin mendapatkan eksekusi secepat mungkin. Jika tidak, Anda bisa mengalami kerugian karena perubahan harga yang signifikan dalam waktu singkat. Sayangnya, DEX sejauh ini telah menunjukkan waktu eksekusi yang lambat, karena semua Order akan disebar dulu di seluruh jaringan yang terdesentralisasi. Akibatnya, perubahan harga antara waktu pemesanan dan waktu eksekusi bisa terjadi.

 

5. Front-running

Karena Anda harus menyiarkan pesanan Anda ke seluruh jaringan untuk melakukan perdagangan, ada peluang bagi pengguna-pengguna nakal di jaringan yang memiliki koneksi cepat. Mereka dapat melompat mendahului pesanan Anda dan membeli koin dengan harga lebih rendah, untuk kemudian menjualnya kembali ke pengguna lain. Dikenal sebagai front-running, praktik ini sejatinya merusak prinsip bursa terdesentralisasi itu sendiri.

 

Contoh Bursa Terdesentralisasi

Meskipun masih butuh waktu lama untuk membangun bursa desentralisasi yang berfungsi maksimal dan mudah digunakan, saat ini sudah ada beberapa proyek yang telah menghadirkan DEX.

 

Bitsquare

Bitsquare adalah bursa terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual Bitcoin dengan mata uang fiat ataupun kripto lain. Karena bersifat sebagai DEX, Bitsquare tidak mengharuskan Anda untuk menitipkan dana ke pihak ketiga atau perantara. Bitsquare mengandalkan sistem Escrow multi-signature yang terdesentralisasi untuk memastikan bahwa semua perdagangan dilakukan dengan transparan.

Bitsquare

 

Bitshares & Openledger

Bitshares adalah platform kripto yang sudah mengorbitkan mata uang kripto sendiri, yakni Bitshares (BTS). Dengan menggunakan platform Bitshares, pengguna dapat memperdagangkan BTS dan Market Pegged Assets (aset kripto yang dipatok ke mata uang atau komoditas lain dan dapat dikonversi kapan saja). Sementara itu, Openledger adalah versi Bitshares berbasis Web. Baik Bitshares maupun Openledger beroperasi pada Blockchain yang sama.

 

NXT

NXT adalah salah satu proyek Crypto 2.0 pertama, yang platformnya memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan aset kripto. Akan tetapi, mata uang kripto yang dapat diperdagangkan di sini hanyalah koin NXT. Peralihan antar aset juga tidak dimungkinkan di sini.

 

CounterParty DEX

CounterParty (XCP) adalah lapisan Smart Contract meta-koin yang menyematkan data ke dalam transaksi Bitcoin reguler. Ketika memperdagangkan aset kripto di bursa ini, protokol Counterparty bertindak sebagai layanan Escrow terdesentralisasi yang menyimpan dana sampai sampai pengguna lain melakukan pembayaran Bitcoin manual menggunakan Dompet Counterparty.

 

Masa Depan Bursa Terdesentralisasi

Masih ada hambatan teknis yang dihadapi DEX, sehingga bursa desentralisasi saat ini masih belum terlalu diminati. Kemungkinan besar, perusahaan-perusahaan kripto akan menciptakan solusi dengan model hibrida. Untuk saat ini, sudah ada beberapa inovasi seperti Atom Swaps, Lightning, dan solusi berlapis lainnya yang bisa membuat hibrid antara desentralisasi dan sentralisasi menjadi lebih mudah.

 

Desentralisasi bisa dimungkinkan karena Blockchain adalah teknologi Open Source. Temukan info selengkapnya mengenai teknologi tersebut dalam artikel berjudul Mengapa Teknologi Open Source Penting Bagi Mata Uang Kripto?

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.