iklan

Apa Itu Indeks PMI Manufaktur?

Penulis

Indeks PMI Manufaktur adalah indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan para manajer bisnis di sektor manufaktur, sehingga berdampak di pasar saham dan pasar forex.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Purchasing Managers' Index atau PMI adalah indikator ekonomi yang dibuat dengan melakukan survey terhadap sejumlah Purchasing Manager di berbagai sektor bisnis. Angka indeks PMI tinggi menunjukkan optimisme pelaku sektor bisnis tersebut terhadap prospek perekonomian ke depan. Indeks yang paling diperhatikan investor dan analis adalah untuk sektor manufaktur yang disebut indeks PMI Manufaktur (Manufacturing PMI); dan sektor jasa yang disebut indeks PMI sektor Jasa (Services PMI).

Hampir semua negara industri maju merilis indikator ini dari berbagai lembaga survey termasuk negara-negara mata uang utama. Di Inggris, kawasan Euro, dan Jepang, indikator ini dirilis oleh Markit Group. Di Amerika Serikat oleh Institute for Supply Management (ISM) dan Markit Group; sedangkan di China terdapat indeks PMI versi resmi (official PMI) dan PMI Caixin.

Indeks PMI Manufaktur


Cara Membaca Indeks PMI

Indeks PMI dianggap investor di sektor ini sebagai leading indicator bagi keadaan perekonomian secara keseluruhan, agar bisa memperoleh gambaran mengenai hasil penjualan, upah tenaga kerja, persediaan barang, dan tingkat harga. 

Sebagai acuan bagi pembacaan indeks PMI, digunakan angka 50.0. Apabila angka indeks di atas 50.0, berarti sektor yang disurvey tengah mengalami ekspansi (pertumbuhan); sedangkan jika angka indeks di bahwa 50.0, berarti sektor yang disurvey sedang mengalami kontraksi (perlambatan). Selain itu, kenaikan dan penurunannya juga dapat dimaknai sendiri.

Indeks PMI Manufaktur

Penurunan indeks PMI Manufaktur, misalnya, menunjukkan tingkat permintaan konsumen yang melemah. Jika penurunan berlangsung terus menerus, maka bisa disimpulkan kalau perekonomian, khususnya sektor manufaktur, sedang mengalami perlambatan (slow down). Sebaliknya, kenaikan indeks PMI Manufaktur berarti para Purchasing Manager optimis akan prospek sektor manufaktur ke depan, sekaligus berarti perekonomian sedang pulih atau tumbuh.

 

Perhitungan Indeks PMI Manufaktur

Indeks PMI Manufaktur dihitung berdasarkan hasil dari beberapa survey yang dihimpun menjadi sebuah bilangan tergantung dari salah satu jawaban yang mungkin dari setiap pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan dan jawaban bisa berbeda untuk setiap lembaga survey, tetapi pertanyaan yang pokok untuk sektor manufaktur adalah:

  • Jumlah pesanan baru (new orders)
  • Output hasil produksi (factory output)
  • Jumlah tenaga kerja (employment)
  • Waktu pengiriman dari pemasok bahan atau material (suppliers’ delivery time)
  • Ketersediaan barang-barang penunjang produksi yang dibeli (stocks of purchases)

Jawaban yang umum adalah: ada perbaikan (improvement) atau tidak berubah (no change).

Formula untuk menghitung indeks PMI Manufaktur ditentukan dari bobot masing-masing pertanyaan, kemudian dikalikan 1.0 untuk jawaban improvement, 0.5 untuk no change dan 0 untuk kemerosotan atau bertambah buruk (deterioration). Jika hasil akhir angka indeks di atas 50.0 menunjukkan ekspansi sektor manufaktur, sedangkan angka di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi atau penurunan output sektor manufaktur.

Waktu Rilis Indeks PMI Manufaktur

Indeks PMI Manufaktur umumnya dirilis sebulan sekali pada setiap awal bulan. Rilis data pada bulan ini akan memuat hasil survey dari bulan lalu. Namun, khusus untuk kawasan Euro ada dua rilis, yaitu Flash dan Final. Flash adalah estimasi angka indeks untuk bulan yang sedang berjalan dan biasanya dirilis pada minggu ke-3 bulan berjalan. Di beberapa wilayah lain, Flash PMI disebut juga indeks PMI Preliminer.


Pengaruh Indeks PMI Terhadap Harga Saham Dan Nilai Tukar Mata Uang

Kenaikan indeks PMI Manufaktur menunjukkan optimisme pelaku bisnis manufaktur, sehingga menarik investor untuk masuk ke sektor ini. Di pasar saham, khususnya harga saham-saham sektor ini, akan cenderung naik. Sementara itu, nilai tukar mata uang negara tersebut di pasar forex akan cenderung naik akibat sentimen positif pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Selain itu, komponen Employment dalam laporan indeks PMI Amerika Serikat yang dilaporkan oleh ISM, biasanya digunakan pula sebagai prediktor bagi data Non Farm Payroll. Karena data Non Farm Payroll (NFP) berdampak sangat tinggi di pasar forex, maka pengumuman indeks PMI bisa mempengaruhi pergerakan Dolar AS menjelang rilis NFP.

178319
Penulis

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Teguh Harianto
Biasanya leading indicator seperti index pmi ini tingkat akurasi-nya untuk memprediksi arah pergerakan harga berapa tinggi yah? Lebih baik mana dibanding indikator seperti NFP dan CPI?

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone