Apa Itu Indeks PMI Manufaktur?

178319

Indeks PMI Manufaktur adalah indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan para manajer bisnis di sektor manufaktur, sehingga berdampak di pasar saham dan pasar forex.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Purchasing Managers' Index atau PMI adalah indikator ekonomi yang dibuat dengan melakukan survey terhadap sejumlah Purchasing Manager di berbagai sektor bisnis. Angka indeks PMI tinggi menunjukkan optimisme pelaku sektor bisnis tersebut terhadap prospek perekonomian ke depan. Indeks yang paling diperhatikan investor dan analis adalah untuk sektor manufaktur yang disebut indeks PMI Manufaktur (Manufacturing PMI); dan sektor jasa yang disebut indeks PMI sektor Jasa (Services PMI).

Hampir semua negara industri maju merilis indikator ini dari berbagai lembaga survey termasuk negara-negara mata uang utama. Di Inggris, kawasan Euro, dan Jepang, indikator ini dirilis oleh Markit Group. Di Amerika Serikat oleh Institute for Supply Management (ISM) dan Markit Group; sedangkan di China terdapat indeks PMI versi resmi (official PMI) dan PMI Caixin.

Indeks PMI Manufaktur


Cara Membaca Indeks PMI

Indeks PMI dianggap investor di sektor ini sebagai leading indicator bagi keadaan perekonomian secara keseluruhan, agar bisa memperoleh gambaran mengenai hasil penjualan, upah tenaga kerja, persediaan barang, dan tingkat harga. 

Sebagai acuan bagi pembacaan indeks PMI, digunakan angka 50.0. Apabila angka indeks di atas 50.0, berarti sektor yang disurvey tengah mengalami ekspansi (pertumbuhan); sedangkan jika angka indeks di bahwa 50.0, berarti sektor yang disurvey sedang mengalami kontraksi (perlambatan). Selain itu, kenaikan dan penurunannya juga dapat dimaknai sendiri.

Indeks PMI Manufaktur

Penurunan indeks PMI Manufaktur, misalnya, menunjukkan tingkat permintaan konsumen yang melemah. Jika penurunan berlangsung terus menerus, maka bisa disimpulkan kalau perekonomian, khususnya sektor manufaktur, sedang mengalami perlambatan (slow down). Sebaliknya, kenaikan indeks PMI Manufaktur berarti para Purchasing Manager optimis akan prospek sektor manufaktur ke depan, sekaligus berarti perekonomian sedang pulih atau tumbuh.

 

Perhitungan Indeks PMI Manufaktur

Indeks PMI Manufaktur dihitung berdasarkan hasil dari beberapa survey yang dihimpun menjadi sebuah bilangan tergantung dari salah satu jawaban yang mungkin dari setiap pertanyaan yang diajukan. Pertanyaan dan jawaban bisa berbeda untuk setiap lembaga survey, tetapi pertanyaan yang pokok untuk sektor manufaktur adalah:

  • Jumlah pesanan baru (new orders)
  • Output hasil produksi (factory output)
  • Jumlah tenaga kerja (employment)
  • Waktu pengiriman dari pemasok bahan atau material (suppliers’ delivery time)
  • Ketersediaan barang-barang penunjang produksi yang dibeli (stocks of purchases)

Jawaban yang umum adalah: ada perbaikan (improvement) atau tidak berubah (no change).

Formula untuk menghitung indeks PMI Manufaktur ditentukan dari bobot masing-masing pertanyaan, kemudian dikalikan 1.0 untuk jawaban improvement, 0.5 untuk no change dan 0 untuk kemerosotan atau bertambah buruk (deterioration). Jika hasil akhir angka indeks di atas 50.0 menunjukkan ekspansi sektor manufaktur, sedangkan angka di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi atau penurunan output sektor manufaktur.

Waktu Rilis Indeks PMI Manufaktur

Indeks PMI Manufaktur umumnya dirilis sebulan sekali pada setiap awal bulan. Rilis data pada bulan ini akan memuat hasil survey dari bulan lalu. Namun, khusus untuk kawasan Euro ada dua rilis, yaitu Flash dan Final. Flash adalah estimasi angka indeks untuk bulan yang sedang berjalan dan biasanya dirilis pada minggu ke-3 bulan berjalan. Di beberapa wilayah lain, Flash PMI disebut juga indeks PMI Preliminer.


Pengaruh Indeks PMI Terhadap Harga Saham Dan Nilai Tukar Mata Uang

Kenaikan indeks PMI Manufaktur menunjukkan optimisme pelaku bisnis manufaktur, sehingga menarik investor untuk masuk ke sektor ini. Di pasar saham, khususnya harga saham-saham sektor ini, akan cenderung naik. Sementara itu, nilai tukar mata uang negara tersebut di pasar forex akan cenderung naik akibat sentimen positif pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.

Selain itu, komponen Employment dalam laporan indeks PMI Amerika Serikat yang dilaporkan oleh ISM, biasanya digunakan pula sebagai prediktor bagi data Non Farm Payroll. Karena data Non Farm Payroll (NFP) berdampak sangat tinggi di pasar forex, maka pengumuman indeks PMI bisa mempengaruhi pergerakan Dolar AS menjelang rilis NFP.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


arrow up arrow down
Taufiq Heart
Terima kasih banyak atas informasinya. Saya jadi benar2 tau tentang PMi manufaktur dan kenapa ini penting buat pergerakan harga di pasar forex :)
Sugondo
Klo untuk PMI jasa perhitungannya gimana gan?
Bian Ananda
Kenapa pihak yg menggelar survei PMI dan merilis datax ini beda2 untuk tiap wilayah Amerika, Eropa, dan Cina? Apakah PMI ini ada pengaruhnya untuk inflasi juga? Mohon penjelasannya master..
Dea Aprilia
PMI Manufaktur selalu bisa membawa dampak perubahan yang cukup besar karena mengindikasikan arah sentimen terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Saya ingin bertanya tentang apa-apa saja yang bisa digolongkan ke sektor manufkatur ini. Kalau jasa mungkin sudah jelas. Dan bagaiman korelasinya dengan data produksi seperti produksi manufaktur, industri, dll. Karena biasanya juga ada data tersendiri yang menampilkan hasil rilis data produksi seperti itu. Terakhir, kalau biasanya ada beberapa indikator fundamental yang tingkat pengaruhnya tidak sama di tiap-tiap negara, apakah PMI manufaktur ini punya pengaruh yang sama pentingnya di tiap-tiap negara?
Adi Pamujo
Mskipun PMI diitung oleh lembaga2 yg beda2, tp apakah nnti standar tngah yg disepakati bs ttp sama yaitu 50.0? kl hasil data yg rilis ttp stagnan tp masih ada diatas 50.0 bgaimana pngruhny utk mata uang? disini yg lbh brpngaruh apakah hsil PMI yg diukur dr lvl standar 50.0 itu atau ttp selisih hsil aktual dgn forecas sblumny?
Martin S
@ Bian Ananda:
Perusahaan yang melakukan survey semacam ini ada beberapa dan mereka bersaing. Yang terkenal adalah Markit yang ada hampir di semua negara industri. Kalau di Eropa yang berdampak data yang dari Markit, sedang di AS data dari ISM (Institute for Supply Management), dan di China Markit bekerja sama dengan HSBC. Indeks PMI mencerminkan estimasi para purchasing manager terhadap kondisi perekonomian kedepan, terutama perkembangan sektor manufaktur. Jadi kalau indeks PMI tinggi maka diperkirakan aktivitas perekonomian diwaktu mendatang akan tinggi dan inflasi akan naik.
Martin S
@ Dea Aprilia:
- Yang termasuk dalam manufacturing adalah produksi dengan menggunakan mesin-mesin, tenaga kerja yang cukup banyak dan dalam skala besar, misalnya pabrik pembuatan mesin otomotif, pabrik pengolahan baja, pabrik bahan kimia, pabrik pengolahan pulp menjadi kertas dan lainnya. - Indeks PMI adalah angka optimisme atau pesimisme, jadi korelasinya terhadap data produksi adalah positif. Kalau indeks PMI naik maka produksi seharusnya naik, dan sebaliknya. - Tidak juga. Di Jepang indeks PMI kurang berdampak, demikian juga di Australia, Canada dan Selandia Baru. Indeks PMI paling berdampak di Inggris dan kawasan Euro, dan diAS untuk indeks ISM.
Martin S
@ Adi Pamujo:
- Ya, standard-nya tetap 50.0, baik dari Markit, HSBC-Markit (khusus China) maupun ISM (khusus AS).
- Yang berpengaruh adalah hasilnya dibandingkan dengan level standard 50.0. Meskipun naik tapi kalau masih dibawah angka 50.0 maka akan kurang berdampak dibandingkan jika hasil rilisnya naik dan diatas 50.0.
Dea Aprilia
Terima kasih atas jawabannya,
Lebih lanjut lagi, apa yang menyebabkan PMI ini kurang berdampak di negara Jepang, Australia, dll?
Martin S
@ Dea Aprilia :
Karena masalah kepercayaan investor dan pelaku pasar terhadap hasil survey tersebut. Di negara-negara industri yang sudah maju, investor dan pelaku pasar lebih percaya pada perusahaan survey lokal. Ini terbukti dari dampak rilis datanya terhadap indeks saham dan nilai tukar mata uang negara tersebut, seperti indeks Nikkei dan JPY yang akan lebih terpengaruh oleh rilis indeks Tankan Manufacturing yang dirilis oleh Bank of Japan (BoJ) daripada Markit Manufacturing PMI. Demikian juga ISM (Institute for Supply Management) Manufacturing PMI akan lebih berdampak pada USD, dan indeks Ivey PMI Canada yang dirilis oleh Richard Ivey School of Business Canada akan lebih berdampak pada CAD. Untuk AUD yang berdampak adalah indeks NAB Business Confidence yang dirilis oleh National Australia Bank (NAB), dan Selandia Baru ada indeks NZIER Business Confidence yang dirilis oleh New Zealand Institute of Economic Research (NZIER) dan berdampak pada NZD.
Frederick
salam kenal bang martin. betul juga yang abang bilang. markit survey emang spertinya gak dipercaya lg kayaknya. beberapa kali saya mencoba mengambil "kepercayaannya" dalam mensurvey PMI, contoh di England..gak direspon sama pasar walau dengan hasil "positif" jadi mending ambil posisi pas rilis berita selesai jadi ketahuan kemana harga mo "bersentimen"
Heri Sulaiman
tp yg dimaksud disini kan ketidakpercayaan pasar lokal trhdp hasil survey dr pihak asing. jadi ya wajar, kenapa markit nggak diandalkan sebagai lembaga survey yg menerbitkan hasil PMi di luar zona euro, bukannya karena markit skrg sudah kurang dipercaya bahkan untuk hasil PMI di kawasannya sendiri.

tapi terlepas dari itu, apa betul memang sekarang ini survey markit kurang berpengaruh? bukannya respon pasar yg kurang itu hanya karna ada faktor lain yg lebih berpengaruh dr hasil data itu?
Martin S
@ heri sulaiman:
Markit (Markit Economics) sebagai lembaga survey masih berpengaruh, terutama di Inggris dan kawasan Euro. Dampaknya terhadap GBP dan EUR masih tinggi.
Martin S
@ frederick: - setahu saya indeks PMI di Inggris biasanya berdampak tinggi terhadap GBP, memang tidak selalu tetapi seringnya berdampak. Di Inggris ada 3 indeks PMI dari Markit yang dirilis setiap bulan yaitu indeks Manufacturing PMI, indeks Construction PMI dan indeks Services PMI, ke 3 nya berdampak tinggi. Sedang di kawasan Euro yang berdampak tinggi adalah indeks Flash Manufacturing PMI Jerman (dari Markit) yang juga dirilis setiap bulan. - kalau mau trade by news dengan indeks PMI Markit, bisa masuk saat rilis berita2-berita tsb.
Aan
Oalah jadi PMI juga akan berdampak pada tingkat inflasi, tapi Pak kira-kira apa ada hubungan antara PMI dan CPI kan kedua indikator ekonomi tersebut juga merupakan indikator yang bisa mempengaruhi tingkat inflasi?
Martin S
@ Aan:
Consumer Price Index (CPI) memang indikator inflasi, dan indeks manufacturing PMI bisa mempengaruhi inflasi. Hubungannya karena kalau dari hasil survey indeks manufacturing PMI naik berarti diperkirakan aktivitas sektor manufaktur akan naik juga.

Naiknya aktivitas manufaktur akan menyebabkan permintaan material dan perlengkapan produksi meningkat yang berarti Producer Price Index (PPI) akan naik. Naiknya PPI akan dibebankan ke konsumen yang artinya CPI juga akan naik.
Heksa
Pak Martin..nanya. Bukankah nilai industri manufacturing di AS sudah tak sebesar saat sebelum era globalisasi populer? Bukankah sekarang justru industri jasa yang mendominasi GDP AS? Apakah khusus industri jasa ada pengukurannya? Terimakasih sebelumnya pak.
Martin S
@ Heksa: Sektor manufaktur di AS masih signifikan dan diperhatikan pasar terutama indeks ISM Manufacturing. Untuk sektor jasa, di AS yang berdampak tinggi adalah indeks ISM Non-Manufacturing yaitu yang dirilis oleh Institute for Supply Management (ISM) berdasarkan survey terhadap 400 purchasing manager di AS mengenai kondisi bisnis diluar sektor manufaktur. Selain itu ada juga indeks Services PMI versi Markit, tetapi kurang berdampak. Komponen tenaga kerja dari indeks ISM Non Manufacturing tersebut sering digunakan untuk memprediksi perubahan angka Non Farm Payrolls (NFP). Baca juga:Keandalan Data ADP Dan ISM Untuk Memprediksi NFP
Teguh Harianto
Biasanya leading indicator seperti index pmi ini tingkat akurasi-nya untuk memprediksi arah pergerakan harga berapa tinggi yah? Lebih baik mana dibanding indikator seperti NFP dan CPI?