Advertisement

iklan

Apa Itu Kredit Multiguna?

Kini banyak bank menawarkan Kredit Multiguna (KMG). Ini adalah jenis kredit yang bisa digunakan untuk beragam kebutuhan.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Kini perbankan sudah banyak menawarkan berbagai macam produk kredit untuk membantu masyarakat dalam pembiayaan, salah satunya adalah jenis pembiayaan yang bersifat konsumtif. Kini produk kredit konsumtif berkembang cukup baik dengan ditandai oleh adanya penyediaan jenis kredit untuk kebutuhan akan perumahan, kendaraan bermotor, pendidikan hingga biaya untuk merenovasi rumah pun ada. Tapi selain itu, ada juga istilah "Kredit Multiguna". Apa itu Kredit Multiguna?

Kredit Multiguna

 

Dalam rangka untuk meningkatkan jumlah dan variasi dari produk kredit konsumtif serta memanfaatkan potensi pasar saat ini, sebagian besar bank-bank membuat produk perbankan seperti Kredit Multiguna (KMG). Jenis Kredit Multiguna ini merupakan salah satu fasilitas kredit dari bank yang bisa dimanfaatkan nasabahnya untuk keperluan pembiayaan pendidikan, kesehatan, renovasi rumah bahkan bisa digunakan untuk kebutuhan konsumtif misalnya untuk membeli mobil, barang elektronik, biaya traveling dan pernikahan.

Rata-rata plafon dana pada beberapa bank untuk jenis kredit multiguna ini adalah pada kisaran Rp 2 juta sampai dengan Rp 2 Miliar. Sedangkan terkait dengan syarat pengajuan kredit, beberapa bank memberikan persyaratan dasar yang hampir sama yaitu nasabah haruslah WNI, memiliki penghasilan tetap minimal dua tahun dengan usia paling tidak adalah 21 tahun. Sedangkan batas pelunasan kredit maksimal berusia 55 tahun untuk karyawan serta 60 tahun untuk pengusaha atau pensiunan.

 

1.Ciri-ciri Kredit Multiguna

Salah satu ciri-ciri dari kredit multiguna adalah masa pinjaman kredit ini tidak begitu lama, yakni sekitar 1-10 tahun saja. Selain itu, bunga pada kredit multiguna juga cukup bervariasi yaitu antara 9 sampai 12 persen. Kisaran tingat bunga tersebut hanya akan berlaku selama enam hingga dua tahun. Sedangkan bunga selanjutnya akan mengacu pada bunga pasar dan bisa dilihat dari tingkat suku bunga Bank Indonesia.

Disamping itu, kredit multiguna juga mengharuskan debiturnya untuk menyertakan aset sebagai jaminan dan nilai dari aset ini tidak boleh lebih rendah dari besaran uang yang dipinjamkan oleh bank. Contoh aset yang bisa dijadikan jaminan untuk pinjaman adalah seperti aset properti. Anda dapat menggunakan sertifikat aset properti seperti sertifikat rumah, ruko, gudang, dan tanah.

Selain itu, kendaraan bermotor juga dapat digunakan sebagai pinjaman, beberapa orang umumnya akan menggunakan mobil untuk agunan kredit multiguna karena mobil bisa bernilai sampai dengan Rp 100 juta lebih dengan tenor maksimal lima tahun. Contoh aset populer lain yang biasa dijadikan agunan adalah emas dan dan surat berharga serta saham.

Kredit Multiguna

 

Khusus untuk barang agunan, proses dalam pengajuan kredit multiguna dengan menjadikan emas sebagai jaminan relatif lebih cepat, dibanding jenis jaminan lainnya. Hal tersebut bisa terjadi karena proses taksiran dari nilai emas bisa dilakukan oleh bank secara langsung. Terkait jumlah yang diterima, umumnya hanya sebesar 85 persen dari nilai emas tersebut.

Sementara itu, Anda juga bisa menjadikan surat berharga dan Saham untuk memperoleh dana dari produk kredit multiguna. Syaratnya adalah surat berharga serta saham yang digunakan sebagai jaminan itu harus masih tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

 

2. Kelebihan Dan Kekurangan Kredit Multiguna

Kelebihan utama dari kredit multiguna yaitu jenis kredit ini mempunyai limit pinjaman tinggi sehingga jangka waktu untuk melaksanakan proses pembayaran utang semakin panjang. Hal tersebut dikarenakan oleh adanya syarat untuk menggunakan aset sebagai jaminan. Selain itu, kredit multiguna juga lebih fleksibel karena bisa dipakai untuk berbagai macam kebutuhan, baik tujuan konsumtif maupun bisnis atau modal usaha.

Namun, jika tidak mempunyai jaminan atau agunan, sudah bisa dipastikan Anda tidak akan bisa memperoleh pinjaman dari produk kredit multiguna ini. Sehingga secara otomatis mimpi untuk mendapatkan kredit mutiguna harus dihilangkan karena tidak realistis. Oleh karena itu, solusi lain yang mungkin bisa diambil adalah menggunakan kredit tanpa anggunan.

 

3. Perbedaan Kredit Multiguna Dan Kredit Tanpa Agunan

Perbedaan yang paling mencolok dari kredit multiguna dan kredit tanpa agunan adalah dilihat dari segi jaminannya. Seperti yang sudah kita tahu bahwa kredit multiguna harus menyertakan jaminan dan konsekuensinya adalah jika Anda gagal membayar kredit tersebut, maka aset akan disita.

Sementara itu, sesuai dengan namanya, kredit tanpa agunan (KTA) tidak membutuhkan si peminjam untuk menyertakan jaminan. Akan tetapi, bisa saja jika sudah tak bisa membayar utang, aset yang dimiliki akan melayang karena disita oleh bank.

Kredit Tanpa Agunan

 

Disamping itu, karena KTA tidak memerlukan jaminan maka bunga pinjaman relatif tinggi bila dibandingkan dengan bunga kredit multiguna. Tak hanya itu saja, tenor untuk angsuran kredit tanpa anggunan juga lebih pendek daripada kredit multiguna yakni sekitar 1-2 tahun saja dengan jumlah maksimum pinjaman tersebut juga relatif kecil yaitu hanya sekitar 100 juta.

Untuk itu jenis kredit tanpa agunan ini cenderung digunakan untuk keperluan yang sifatnya lebih mendesak, misalnya untuk bayar perbaikan atau renovasi rumah saat bocor, karena biarpun bunga-nya tinggi tapi proses pencairan dari kredit tanpa anggunan ini relatif lebih cepat apabila dibandingkan dengan proses pencairan kredit multiguna.

 

4. Perbedaan Kredit Multiguna Dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Kredit multiguna berbeda sekali dengan kredit Pemilikan Rumah (KPR) karena KPR merupakan salah satu produk pembiayaan kredit untuk keperluan pembelian tempat tinggal yang dijual oleh para developer. Selain itu, KPR juga memungkinkan Anda untuk memenuhi kebutuhan konsumtif dengan menjaminkan rumah sebagai agunannya. Jenis KPR ini menawarkan skema pembiayaan hingga 90 persen dari harga properti tersebut.

Selain itu, kredit multiguna bisa dimanfaatkan untuk keperluan modal bisnis atau usaha, tapi kredit pemilikan rumah tidak bisa. Hal tersebut disebabkan oleh adanya fakta bahwa KPR termasuk ke dalam jenis kredit konsumtif saja, jadi tujuan pengajuan KPR adalah khusus untuk kebutuhan yang bersifat konsumtif dan tidak diizinkan oleh bank untuk modal bisnis yang bersifat produktif.

 

Kesimpulan

Setelah memahami apa itu kredit multiguna dan perbandingan jenis kredit tersebut dengan jenis kredit lain seperti KTA serta KPR, maka pilihan saat ini berada di tangan Anda. Sebelum memutuskan untuk mengajukan kredit, sebainya Anda mempertimbangkan dengan hati-hati sesuai dengan kebutuhan dan cobalah untuk menghitung dengan memanfaatkan fasilitas simulasi pembayaran dari bank terlebih dahulu agar Anda tahu kemampuan untuk membayarnya.

Jika sudah mantap mengajukan permohonan kredit, pihak bank nantinya akan melakukan analisis untuk menentukan apakah pengajuan kredit tersebut akan diterima ataukah tidak. Proses analisis tersebut akan menggunakan BI Checking untuk melihat riwayat kredit Anda. Oleh karena itu, pastikan bahwa riwayat kredit Anda di bank berjalan lancar dan baik agar kemungkinan pengajuan kredit dapat diterima oleh bank.

 

Pernah menempuh pendidikan di Fakultas Sastra, jurusan Sastra Inggris konsentrasi Linguistik, Unversitas Negeri Malang. Menyukai bidang kepenulisan dan dunia penerjemahan ekonomi dan bisnis sejak tahun 2013 silam. Saat ini menjadi jurnalis di Seputarforex yang bertanggung jawab untuk menulis berita emas dunia, forex, dan saham.

Maret 2019
BANK KPR Mikro
BANK CENTRAL ASIA 9.90% -
BANK DANAMON INDONESIA 10.25% 17.00%
BANK MANDIRI 10.25% 17.75%
BANK NEGARA INDONESIA 10.50% -
BANK RAKYAT INDONESIA 9.98% 17.50%
BANK TABUNGAN NEGARA 10.50% -
Selengkapnya