Apa Itu Pola Three Line Strike?

288212

Pola Three Line Strike memang jarang terlihat dalam chart. Namun, apabila Anda menemukan pola ini, maka kemunculannya dapat dimanfaatkan untuk bertrading.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sebelum menentukan posisi terbaik untuk entry, trader biasanya akan melakukan analisa terlebih dahulu, baik itu secara fundamental maupun teknikal. Analisa fundamental mengacu pada berita-berita yang dapat berpengaruh terhadap pergerakan harga, mulai dari sisi ekonomi hingga politik. Sementara analisa teknikal mengacu pada beberapa perhitungan secara matematis, melalui bantuan chart harga. Adapun salah satu chart yang banyak digunakan oleh trader adalah chart candlestick.

Dalam penggunaanya untuk trading, chart candlestick banyak memberikan kemudahan. Biasanya, pergerakan harga dalam satu periode digambarkan dalam bentuk satu candle utuh, berikut dengan level OHLC yang jelas. Pun, beberapa body candle yang bervariasi dapat membentuk suatu pola dengan beragam manfaat dan indikasinya.

pola three line strike

Berbicara mengenai pola candlestick, ada satu jenis pola yang bisa Anda gunakan untuk menandai terjadinya Reversal. Hampir mirip dengan Three Black Crows, tetapi pola ini memiliki perbedaan pada formasi candle penyusunnya. Nah, pola yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah pola candle Three Line Strike.

 

Mengenal Pola Candle Three Line Strike

Pola candle Three Line Strike tergolong sebagai salah satu pola candle yang kemunculannya dalam chart dapat dibilang rare alias jarang. Namun, sekalinya muncul, maka indikasi Reversal yang ditunjukkan oleh candle ini sangat akurat. Bahkan menurut Bulkowski dalam situs thepatternsite.com, pola Three Line Strike ini memiliki tingkat akurasi hingga 65%. Sebagaimana pola candle yang lain, Three Line Strike juga terdiri atas dua jenis, yaitu Bullish Three Line Strike dan Bearish Three Line Strike.

 

1. Bullish Three Line Strike

Bullish Three Line Strike cenderung mengindikasikan terjadinya pembalikan arah menuju ke bawah (Bearish Reversal). Karena mengindikasikan Bearish Reversal, maka pola candle ini biasanya terbentuk dalam rangkaian tren naik (Uptrend).

Jika Anda menemukan formasi tiga candle dalam rangkaian tren naik, bukan berarti formasi tersebut termasuk dalam Bullish Three Line Strike. Ada beberapa syarat lain yang harus terpenuhi, antara lain:

  • Ketiga candle penyusunnya adalah candle Bullish.
  • Masing-masing candle Bullish harus memiliki level harga OHLC yang selalu lebih tinggi daripada candle sebelumnya.
  • Terbentuk candle Bearish setelah adanya 3 candle Bullish pada rangkaian tren naik, dengan level harga Close di bawah level harga Open candle pertama. Dengan kata lain, besar candle keempat harus menutupi body 3 candle Three Line Strike.

Contoh pola Bullish Three Line Strike dapat dilihat pada gambar chart berikut ini:

bearish three line strike

Jika kondisi di atas telah memenuhi pola candlestick triple yang Anda temukan dalam chart, maka besar kemungkinan pola tersebut adalah Bullish Three Line Strike.

 

2. Bearish Three Line Strike

Apabila Bullish Three Line Strike menyatakan terjadinya Bearish Reversal, maka pola yang dapat Anda gunakan untuk menandai Bullish Reversal adalah pola Bearish Three Line Strike. Sama seperti saudaranya, pola ini juga harus terbentuk dari formasi 3 candle, dengan syarat-syarat yang hampir sama pula dengan pola candle sebelumnya.

Secara lebih jelas, syarat terbentuknya pola Bearish Three Line Strike dijelaskan sebagai berikut:

  • Bearish Three Line Strike terbentuk dalam rangkaian tren menurun (Downtrend).
  • Ketiga candle penyusun harus merupakan candle Bearish.
  • Masing-masing candle Bearish harus memiliki level harga OHLC yang selalu lebih rendah daripada candle sebelumnya.
  • Terbentuk candle Bullish setelah adanya 3 candle Bearish pada rangkaian tren menurun, dengan level harga Close di atas Open candle pertama.

Chart di bawah ini adalah contoh pola Bearish Three Line Strike pada pair USD/JPY dengan timeframe Daily.

bullish three line strike

Jika kondisi di atas telah memenuhi pola candlestick triple yang Anda temukan dalam chart, maka besar kemungkinan pola tersebut adalah Bearish Three Line Strike.

 

 

Tips Trading Menggunakan Pola Three Line Strike

Untuk menyusun strategi trading setelah menemui pola Three Line Strike dalam chart, maka ikuti beberapa tips berikut ini:

  1. Tentukan pola Three Line Strike yang terbentuk, apakah termasuk Bullish Three Line Strike atau Bearish Three Line Strike. Ketahui pula syarat-syarat terbentuknya pola Three Line Strike, apakah sudah terpenuhi atau belum.
  2. Tentukan posisi entry yang tepat berdasarkan kemunculan pola Three Line Strike. Meskipun Reversal sudah mulai bisa terdeteksi, ada baiknya Anda menunggu kemunculan candle konfirmator setelah pola Three Line Strike.
  3. Jika candle konfirmator (candle keempat) sudah muncul, pastikan jika entry posisi Anda sudah di-set sesuai dengan rencana trading serta manajemen trading (Risk Management dan Money Management).

Berikut ini adalah contoh salah satu entry posisi saat terbentuk pola Bearish Three Line Strike:

memanfaatkan pola Three Line Strike

 

Indikator Pelengkap Pola Candle Three Line Strike

Dalam menentukan posisi trading yang tepat, Anda dapat juga menggunakan bantuan indikator teknikal, baik itu indikator penunjuk arah tren atau indikator konfirmasi arah tren. Jika ingin mengetahui arah pergerakan tren yang akan terbentuk, Anda dapat menggunakan indikator Simple Moving Average (SMA). Sementara indikator yang bisa digunakan untuk mengkonfirmasi arah tren adalah Oscillator seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD).

 

1. Simple Moving Average (SMA)

SMA mengukur harga rata-rata dalam suatu periode waktu secara sederhana. Adapun harga yang digunakan sebagai acuan pengukuran bergantung pada kebutuhan analisa, bisa harga pembukaan (Open), harga penutupan (Close), harga tertinggi (H), harga terendah (L) atau harga median (H+L) / 2. Untuk analisa praktis, biasanya digunakan harga penutupan (Close).

Biasanya, SMA terdiri atas dua garis Moving Average dengan periode yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing trader. Pada contoh chart di bawah ini, SMA yang digunakan berperiode 6 (SMA-6) dan berperiode 20 (SMA-20). Biasanya, SMA dengan periode lebih kecil cenderung lebih sensitif terhadap pola pergerakan harga, tetapi sulit digunakan untuk membaca tren secara keseluruhan.

indikator SMA

Dalam kaitannya dengan pola Three Line Strike, indikator SMA ini dapat digunakan untuk mengetahui terjadinya Reversal dari perpotongan (crossing) antara kedua garis SMA. Pada chart di atas, SMA-6 memotong SMA-20 dari bawah ke atas bersamaan dengan munculnya pola Three Line Strike. SMA dengan periode kecil (SMA-6) kemudian berada di atas SMA-20, yang menandakan harga ada kecenderungan untuk bergerak menuju Uptrend.

Berdasarkan pola pergerakan garis SMA yang ditunjukkan pada chart AUD/USD di atas, maka dapat dikatakan bahwa Bearish Reversal bisa terkonfirmasi apabila SMA berperiode kecil berada di bawah SMA berperiode lebih besar. Sebaliknya, Bullish Reversal dapat terkonfirmasi apabila terjadi crossing antar kedua garis SMA dari bawah ke atas, sehingga SMA berperiode kecil berada di atas SMA berperiode lebih besar.

Meskipun pada kondisi ini Bearish Reversal hampir terkonfirmasi, ada baiknya Anda menggunakan indikator tambahan lain agar analisa semakin akurat.

 

2. Indikator MACD

Indikator kedua yang bisa digunakan sebagai pelengkap indikator SMA adalah indikator MACD (Moving Average Convergence Divergence). Mengapa? Hal ini karena arah tren yang ditunjuk oleh indikator SMA akan lebih terkonfirmasi jika dilengkapi dengan sinyal serupa dari indikator kekuatan tren.

Tampilan indikator MACD terdiri atas dua garis EMA (Exponential Moving Average) berperiode 12 (EMA-12) dan periode 26 (EMA-26). Sehubungan dengan munculnya pola Three Line Strike, indikator MACD ini dapat digunakan sebagai pelengkap konfirmator Reversal. Apabila muncul pola Three Line Strike sebagai penanda Reversal, maka biasanya MACD akan mengkonfirmasi Reversal dengan adanya crossing antara kedua garis EMA.

indikator MACD

Jika EMA-12 memotong EMA-26 dari atas ke bawah, maka crossing tersebut mengindikasikan Bearish Reversal, sehingga entry yang tepat untuk diambil adalah entry SELL. Sementara jika crossing antara EMA-12 dengan EMA-26 terjadi dari bawah ke atas, maka Bullish Reversal baru saja terkonfirmasi. Dengan demikian, entry yang tepat untuk diambil adalah entry BUY.

Selain melalui crossing antara EMA-12 dengan EMA-26, Reversal juga bisa dikonfirmasi berdasarkan perpindahan bar MACD dari posisi negatif ke positif, atau sebaliknya. Pada chart di atas, munculnya pola Bearish Three Line Strike ditandai dengan perpindahan momentum dari posisi negatif (bar merah) ke positif (bar hijau). Perpindahan inilah yang menjadi konfirmasi bahwa Bullish Reversal baru saja terjadi.

 

Akhir Kata

Adanya pola Three Line Strike dalam chart dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan trading selanjutnya. Karena memiliki kecenderungan indikasi Reversal, maka Anda dapat meraup profit maksimal dari kondisi yang menguntungkan ini. Sayangnya, banyak trader yang tergiur untuk profit sebanyak-banyaknya, lantas bablas menjadi seorang trader serakah dan tidak memperhatikan konfirmasi sinyal dengan lebih teliti. Padahal, trading dengan mengedepankan emosi sangat tidak dibenarkan.

Untuk itu, gunakan analisa yang mumpuni dalam setiap proses pengambilan keputusan dalam trading. Anda juga bisa mencoba menyusun sistem trading yang sederhana tetapi profitable sebagai guidance selama bertrading.

 

Tahukah Anda, ternyata pola candle penanda Reversal tak hanya Three Line Strike sebagaimana yang baru saja kita bahas. Ada beberapa pola lain yang tak kalah hebatnya dalam menunjukkan indikasi Reversal. Sebut saja Three Black Crows, Evening Star, serta beberapa pola lain. Jika tertarik, Anda dapat berkunjung ke artikel berjudul "Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal" untuk ulasan selengkapnya.

Alumnus Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya yang sudah mengenal dunia jurnalistik sejak SMP. Sempat aktif sebagai Editor dan Reporter di UKM Pers UWKS, kini bekerja sebagai salah satu Online Journalist di seputarforex.com.