Advertisement

iklan

Apa Itu Sistem Trading BBMA OA?

Penulis

+ -

Sedang kebingungan memilih indikator trading? Sistem trading BBMA OA bisa jadi salah satu pilihan. Simak cara setting, pemahaman dasar, dan jenis-jenis entry-nya di artikel berikut.

iklan

iklan

Terdiri dari indikator BB dan 5 Moving Averages, BBMA Oma Ally (OA) merupakan sistem trading buatan seorang trader asal Malaysia bernama Oma Ally. Setelah melalui penelitian dan pengujian selama bertahun-tahun, beliau membantu banyak trader sejak 2010 dengan sistem ciptaannya ini.

Di kalangan trader Indonesia sendiri, BBMA OA sudah mulai populer sejak beberapa tahun lalu. Saking populernya, sistem trading ini sampai mempunyai komunitas khusus gabungan trader dari beberapa negara.

Mengapa begitu populer? Beberapa kalangan di komunitas mengatakan, bahwa BBMA OA memiliki tingkat ketajaman entry, waktu floating yang rendah, dan bisa entry berlapis-lapis.

BBMA Oma Ally

 

BB Dan MA Dengan Banyak Fungsi

Sebelum memasuki BBMA OA lebih dalam, berikut indikator-indikator yang digunakan beserta setting-nya:

Setting BBMA OA

 

1. BB

BB (Bolinger Bands) merupakan indikator yang sangat penting dalam BBMA OA. BBMA OA, BB memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  • BB Untuk Melihat Volatilitas Pasar Dan Sebagai SnR Dinamis

Seperti yang telah dituliskan di atas, BB dapat digunakan sebagai pengukur volatilitas dan sentimen atau kecenderungan pasar. Nah, untuk melihat volatilitas ini, hal yang harus Anda perhatikan adalah bentuk dari BB tersebut, apakah termasuk Bollinger Bands Mengembang atau Bollinger Bands Mendatar.

BB Mendatar dan Menghilang

Bollinger Bands Mendatar adalah saat Top dan Low BB cenderung sejajar. Kecenderungan datar seperti itu mengindikasikan, bahwa market sedang dalam kondisi ranging atau sideway. Salah satu ciri yang paling jelas dari Bollinger Bands Mendatar adalah harga yang sering mondar-mandir dari Top ke Low BB, atau sebaliknya.

Perhatikan gambar di bawah ini, bagaimana garis Top atau Low BB membatasi harga dan me-reject-nya seperti Support and Resistance, pada saat Bollinger Bands Mendatar.

Reject BB

Sedangkan Bollinger Bands Mengembang adalah ketika harga berhasil menembus Top atau Low BB dan diakhiri dengan close Candle di luar BB. Hal ini bisa menjadi sinyal bahwa market akan melanjutkan pergerakan harga ke arah yang sama. Perhatikan gambar di bawah ini saat candle harga berhasil menembus dan close di luar BB yang sedang mengembang.

 

  • BB Untuk Melihat Arah Trend

Bila untuk melihat volatilitas dan menjadi SnR dinamis Anda hanya butuh garis Top dan Low Bollinger saja, lalu apa fungsi dari Mid BB? Garis tengah BB berfungsi sebagai batas penentu trend. Coba Anda perhatikan gambar di bawah ini.

Uptrend dan Downtrend

Saat pasar sedang uptrend, maka harga cenderung berada pada bagian atas Mid BB. Begitupun sebaliknya, pada saat sedang downtrend, maka harga condong ada di bagian bawah Mid BB.

 

2. Moving Average

Moving Average atau biasa disebut MA, merupakan indikator yang merata-rata harga dalam satu periode waktu tertentu di pasar. Secara umum, Moving Average juga berfungsi sebagai pembaca arah trend, serta sebagai Support dan Resistance yang dinamis.

 

3 Jenis Entry BBMA OA

Dalam BBMA OA, terdapat dua kondisi yang harus selalu diperhatikan. Kondisi pertama adalah saat MA 5 atau 10 keluar dari Top atau Low BB. Kedua, kondisi saat terdapat candlestick yang close di luar BB. Keadaan-keadaan ini yang mendasari 3 jenis entry dalam BBMA OA.


1. Extreme

Dalam keadaan kenaikan atau penurunan harga, bukan hanya candle saja yang dapat keluar dari Top atau Low BB, garis MA pun dapat keluar dari BB. Extreme adalah keadaan saat MA 5 atau 10 keluar dari Top atau Low BB. Extreme yang valid ini ditandai dengan beberapa hal.

Extreme BBMA OA

Keadaan yang dicontohkan di atas adalah syarat minimal sebuah kondisi extreme dinyatakan valid. Keadaan tersebut adalah:

  • MA 5 atau 10 keluar dari Top atau Low BB.
  • Terdapat candle reversal yang close di dalam BB atau sekedar di bawah ataupun atas MA 5.

Namun karena entry ini yang bersifat ekstrim dan berbahaya, maka terdapat Take Profit wajib di MA 5 atau 10. Ini adalah kewajiban yang tidak boleh dilanggar. Dari contoh yang disajikan di atas, MA 5 Low keluar dari Low BB, maka TP wajibnya adalah MA 5 Top. Begitu semisal yang keluar adalah MA 10 Top, maka TP wajibnya adalah MA 10 Top.

Kebanyakan sinyal extreme ini hanya digunakan sebagai tanda awal bahwa suatu trend akan segera habis. Sehingga sedikit trader yang menggunakan entry jenis ini.

 

2. Market Hilang Volume (MHV)

Market Hilang Volume atau MHV hanya akan berlaku setelah terjadinya extreme. MHV adalah kondisi saat harga sudah mulai kehabisan tenaga untuk meneruskan perjalanan. MHV biasanya memiliki ciri-ciri candlestick yang tidak akan mampu menembus kembali Top atau Low BB. Untuk contoh MHV bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

MHV

Jika dicermati dari bentuk polanya, MHV bisa membentuk beberapa chart pattern, seperti Double Top, Triple Top, Head and Shoulder, dan Inverse Head and Shoulder. Namun, karena memiliki jenis bentuk yang banyak, Anda disarankan untuk tidak terburu-buru entry menggunakan sinyal ini. Sebagai tips, tandai setiap harga tertinggi yang tidak dapat menembus Top atau Low BB lagi.

 

3. Reentry

Sebelum memasuki jenis entry yang terakhir ini, Anda harus mengerti sedikit perihal Candlestick Arah (CSA) dan Candlestick Momentum (CSM).

  • Candlestick Arah (CSA)

Candlestick arah merupakan sinyal awal perubahan harga yang biasanya terjadi setelah extreme dan MHV. CSA pada BBMA OA berfungsi sebagai salah satu panduan Anda untuk mengetahui arah pergerakan harga dalam jangka waktu dekat. CSA sendiri terbagi 2 yaitu CSA awal dan Kukuh. CSA awal adalah candlestick yang hanya melewati MA 5 dan 10 saja. Sedangkan CSA Kukuh adalah candlestick yang melewati MA 5, 10, dan Mid BB.

 

  • Candlestick Momentum (CSM)

Candlestick Momentum merupakan sinyal awal dari suatu market yang mulai memiliki kekuatan untuk bergerak. CSM ini ditandai dengan Candlestick yang breakout atau close di luar BB (Top maupun Low).

CSA dan CSM ini merupakan sinyal hanya untuk persiapan entry, bukan langsung entry pada saat CSA atau CSM muncul. BBMA OA mewajibkan trader hanya entry posisi pada MA5/10 High atau Low saja. Sebagai contoh Jika terjadi CSM pada Top BB, Anda harus menunggu di MA 5 atau 10 Low dulu untuk entry buy.

Menurut Oma Ally, reentry adalah jenis entry paling aman untuk dilakukan oleh pemula. Apalagi kalau itu dilakukan sesuai dengan arah trend terkini.

 

Trading dengan BBMA OA

Lalu, bagaimana cara trading dengan BBMA OA? Anda harus mulai latihan untuk menguasai satu per satu jenis entry, terutama yang reentry bila masih baru. Bila ingin trading dengan semua entry yang dijelaskan di atas, harap dilakukan jika benar-benar sudah menguasai masing-masing jenis entry, baik urutan terjadi dan setupnya, serta jangan lupa entry posisi hanya di MA 5 atau 10, High maupun Low.

BBMA OA

 

Selain menggunakan BBMA OA, Anda juga bisa trading menggunakan Supply and Demand yang tak kalah akuratnya. Bagaimana konsepnya? Simak panduan lengkap di artikel berikut ini.

298010
Penulis

Lulusan Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Menggeluti dunia penulisan sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa tahun 2009. Mulai tertarik dengan dunia forex dan kripto, setelah lulus kuliah hingga sekarang sembari trading.