Advertisement

iklan

Apa Itu Strategi Third Candle?

Penulis

+ -

Sebagai salah satu pola candle reversal, strategi Third Candle cukup bisa diandalkan dalam kondisi market trending. Pelajari selengkapnya di artikel bawah ini.

iklan

iklan

Candlestick memang merupakan elemen utama dari strategi price action. Salah satu teknik trading andalan price action yang cukup efektif untuk bisa Anda gunakan adalah strategi Third Candle.

Selain efektif, strategi pola candlestick ini juga sederhana dan mudah terbaca. Seperti apakah pola strategi Third Candle tersebut? Bagaimana cara menemukan dan menggunakannya? Adakah tips dan trik khusus saat trading memakai strategi ini? Simak penjelasan detailnya berikut ini.

Third Candlestick


Mengenal Strategi Third Candle

Strategi Third Candle adalah salah satu strategi candlestick yang memanfaatkan 3 candle searah sebagai konfirmasi pembalikan tren. Mungkin Anda akan mengira bahwa pola ini adalah Three White Soldiers atau Three Black Crows, namun ternyata berbeda.

Memang secara umum bentuknya hampir mirip dengan kedua pola tersebut, namun strategi Third Candle memiliki aturan dan ciri-ciri khusus dari setiap candlesticknya. Berdasarkan bentuk formasinya, strategi Third Candle mempunyai 2 jenis pola yaitu Bullish Third Candle dan Bearish Third Candle.


Bullish Third Candle

Bullish Third Candle adalah strategi Third Candle sebagai sinyal pembalikan arah atau reversal dari turun menjadi naik. Berikut langkah-langkah pembentukan polanya:

Bullish Third Candle

  • Candle 0 (nol) adalah candle bearish terakhir dari arah tren turun sebelumnya.
  • Candle pertama harus berjenis candle bullish dengan harga terendah (low) yang lebih rendah daripada sumbu bawah candle 0.
  • Lalu candle kedua juga harus tetap bullish untuk mengkonfirmasi arah dari candle pertama. Apabila candle kedua ini sudah terbentuk, maka pembalikan arah dari turun menjadi naik sudah valid.
  • Candle ketiga juga merupakan candle bullish sebagai sinyal entry buy. Entry posisi buy, sesaat setelah candle kedua selesai.


Bearish Third Candle

Sama seperti Bullish Third Candle, Bearish Third Candle juga merupakan formasi Third Candle pembalikan arah, namun dari naik menjadi turun. Berikut pembentukan pola formasinya:

Bearish Third Candle

  • Candle 0 (nol) harus merupakan candle bullish terakhir dari arah tren naik sebelumnya.
  • Candle pertama harus bearish dengan harga tertinggi (high) lebih tinggi dari high candle 0.
  • Kemudian candle kedua juga harus tetap bearish sebagai konfirmasi arah dari candle pertama. Setelah candle kedua terbentuk, maka trend reversal dari naik menjadi turun sudah valid.
  • Terakhir, candle ketiga adalah candle bearish untuk entry sell.


Skenario Entry Strategi Third Candle

Anda bisa tanpa ataupun menggunakan indikator untuk mengeksekusi skenario entry pada strategi Third Candle. Seperti apa caranya? Berikut di bawah ini adalah penjelasan lengkap penggunaan strategi Third Candle.


1. Strategi Third Candle Tanpa Indikator

Dalam Price Action, strategi Third Candle bisa menjadi sinyal entry juga. Namun, meski memang bisa tanpa indikator, strategi ini tetap tidak bisa berdiri sendiri sebagai salah satu pola candle reversal terakurat.

Ada beberapa urutan bertahap agar strategi ini bisa diterapkan dengan benar, yaitu menentukan struktur harga, menentukan level penting, dan sinyal entry menggunakan Third Candle.


Menentukan Struktur Harga dari High dan Low

Pertama-tama, Anda harus menentukan struktur harga terlebih dahulu. Cara menentukan struktur harga adalah dengan melihat harga tertinggi (high) dan harga terendah (low) yang baru saja terbentuk.

Third Candle

Kondisi market trending mempunyai ciri-ciri yang mudah dikenali. Anda cukup melihat terbentuknya pola harga higher high jika uptrend atau lower low jika downtrend. Sedangkan pada kondisi market sideways, harga akan cenderung bergerak naik-turun tanpa membentuk higher high ataupun lower low.

Gunakan strategi ini hanya di saat kondisi market sedang tren. Pada market trending, harga akan langsung melanjutkan tren setelah mengalami penolakan (rejection) di level penting. Dengan demikian, maka peluang berhasil menjadi lebih besar.

Tapi, jangan gunakan strategi ini pada kondisi market sideways. Dalam kondisi market sideways atau ranging, harga akan cenderung bolak-balik pada range tertentu dan banyak ditemukan false breakout. Akibatnya, peluang harga melanjutkan setelah tertolak di level penting menjadi lebih kecil dan menyebabkan tingkat keberhasilannya rendah.


Menentukan Level Penting Menggunakan SnR dan Trendline

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah menentukan level penting sebagai area entry sell maupun buy. Lalu bagaimana cara menentukan level penting tanpa bantuan indikator? Dalam kondisi market trending, Anda bisa menggunakan support dan resistance sebagai area untuk entry yang potensial.

Third Candle

Untuk tren naik, Anda harus menggunakan resisten yang telah tertembus dan menjadi support sebagai area entry buy. Sedangkan pada tren turun, gunakan resisten yang sebelumnya support untuk Anda jadi area entry sell.

Lalu bagaimana jika kondisi trending yang terjadi tidak terlalu kuat dan cenderung berbentuk channel? Jika hal tersebut yang terjadi, Anda bisa menggunakan trendline dari channel tersebut untuk entry posisi.

Dalam kondisi channel naik, level harga untuk entry buy menggunakan garis channel yang ditarik dari harga terendah (higher low) ke harga terendah (higher low) selanjutnya. Kemudian tunggu harga koreksi turun ke area trendline yang telah dibuat terlebih dahulu untuk entry buy.

Sedangkan pada kondisi channel turun, level harga entry sell menggunakan garis channel yang ditarik dari harga tertinggi (lower high) ke harga tertinggi (lower high). Tunggu harga koreksi naik ke area trendline terlebih dahulu untuk entry sell. Penentuan level penting ini dilakukan agar Anda tidak terjebak dengan sinyal entry palsu yang bisa membuat kerugian.


Sinyal Entry dengan Third Candle

Setelah menentukan level penting, baik menggunakan SnR ataupun trendline channel. Maka langkah terakhir adalah entry menggunakan sinyal dari terbentuknya Third Candle. Entry-lah menggunakan sinyal Third Candle sesuai dengan arah tren yang sedang berlangsung.

Third Candle

Apabila kondisi harga sedang uptrend, maka sinyal entry yang digunakan adalah Bullish Third Candle. Stop Loss diletakkan di bawah harga terendah (higher low) candle pertama.

Sebaliknya, jika dalam kondisi harga sedang downtrend, gunakan Bearish Third Candle sebagai sinyal entry. Letakkan Stop Loss di atas harga tertinggi (lower high) candle pertama.


2. Strategi Third Candle dengan Indikator

Ketika membahas strategi trading dengan indikator, tentu akan ada banyak contoh yang bisa digunakan. Namun kali ini, indikator yang akan digunakan sebagai contoh untuk strategi Third Candle ini adalah Moving Average dan Fibonacci Retracement sebagai alat bantu melihat level.

Untuk kedua indikator tersebut, Anda bisa menerapkannya melalui tiga tahapan yaitu:

  • Menentukan struktur harga memakai Moving Average.
  • Menentukan level penting menggunakan Fibonacci Retracement.
  • Sinyal entry menggunakan Third Candle.


Menentukan Struktur Harga Menggunakan Moving Average

Dalam menentukan struktur harga menggunakan Moving Average, Anda cukup mengikuti aturan sederhana berikut ini:

Third Candle

  • Jika harga berada di atas garis MA, artinya tren sedang naik dan Anda bisa mencari level untuk entry posisi buy.
  • Sebaliknya, jika harga berada di bawah garis MA, artinya tren sedang turun. Anda bisa mencari level untuk entry posisi sell.
  • Tapi kalau harga dan garis MA bolak-balik menyilang dalam waktu dekat, artinya harga sedang sideways. Tidak disarankan untuk entry posisi ketika sedang sideways.

 

Menentukan Level Penting dengan Fibonacci Retracement

Setelah Anda bisa menentukan struktur dan mengetahui arah tren harga, maka langkah selanjutnya adalah menentukan level penting sebagai area sell dan buy. Apabila harga tren naik, maka Fibonacci Retracement ditarik dari harga terendah (low) ke harga tertinggi (high).

Begitupun sebaliknya, jika harga dalam kondisi tren turun, maka penarikan Fibonacci Retracement dimulai dari harga tertinggi (high) ke harga terendah (low).

Third Candle

Bila telah terlihat level penting dari Fibonacci, maka Anda perlu ingat bahwa area level penting yang bagus untuk entry adalah 38.2% (0.382), 50.0% (0.5), dan 61.8% (0.618). Pada ketiga area level penting itulah Anda harus menunggu sinyal untuk entry posisi.

Baca Juga: Cara Menarik Garis-Garis Fibonacci Dalam Forex Trading

 

Menentukan Entry dengan Sinyal Third Candle

Langkah terakhir adalah eksekusi entry posisi jika sudah terbentuk sinyal valid, yaitu pola Third Candle di salah satu dari tiga level penting yang sudah ditentukan di atas.

Third Candle

Jika telah terbentuk Bullish Third Candle pada saat harga koreksi ke level Fibonacci Retracement 0.382-0.618, Anda bisa segera entry posisi buy. Begitupun sebaliknya, entry posisi sell kalau sudah terbentuk Bearish Third Candle, saat harga terkoreksi ke level Fibonacci Retracement 0.382-0.618.


Catatan Penting

Sebelum Anda mencoba strategi ini, ada 2 hal penting yang harus diperhatikan, yaitu candle kelima dan berita. Bila sampai pada candle kelima harga masih berada di sekitar harga entry Anda, maka posisi tersebut harus segera ditutup.

Mengapa? Sebab, kemungkinan besar harga tidak kuat untuk reversal trending atau mungkin akan sideways, sehingga lebih rentan mengenai Stop Loss.

Selain itu, strategi ini juga tidak direkomendasikan untuk trading news. Karena itu, penting untuk wait and see sekitar 30 menit sebelum dan setelah keluarnya berita penting, semisal seperti Non-Farm Payroll atau pengumuman suku bunga acuan The Fed.

 

Ingin mendeteksi reversal bearish? Anda bisa memanfaatkan strategi pola candlestick Gravestone Doji yang sering diandalkan oleh para trader price action. Bagaimana caranya? Simak artikel berjudul Bagaimana Cara Menggunakan Pola Candlestick Gravestone Doji? berikut.

298097
Penulis

Lulusan Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Menggeluti dunia penulisan sejak bergabung dengan Lembaga Pers Mahasiswa tahun 2009. Mulai tertarik dengan dunia forex dan kripto, setelah lulus kuliah hingga sekarang sembari trading.