Apa Itu Suku Bunga

122127

Suku bunga adalah biaya atas pinjaman yang bisa berimbas luas bagi fundamental ekonomi suatu negara.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Sering sekali kita mendengar kata suku bunga dalam berita ekonomi dan keuangan. Sebenarnya apa sih suku bunga itu? Siapa yang menentukan suku bunga naik atau turun? Atau bagaimana suku bunga mampu mempengaruhi perekonomian? Artikel ini akan membahas khusus seputar suku bunga beserta penjabarannya secara lebih jelas.

Suku bunga adalah persentase tertentu yang diperhitungkan dari pokok pinjaman yang harus dibayarkan oleh debitur dalam periode tertentu, dan diterima oleh kreditur sebagai imbal jasa. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada pemberi pinjaman (kreditur) karena telah merelakan debitur (peminjam dana) untuk mendapatkan manfaat dari dana yang dimilikinya, alih-alih menggunakannya untuk tujuan lain.

Apa Itu Suku Bunga - ilustrasi

 

Suku Bunga Dalam Perekonomian

Dalam penggunaannya di masyarakat, suku bunga umumnya dapat disaksikan pada produk-produk perbankan. Bunga dalam hal ini memungkinkan masyarakat yang kekurangan dana untuk meminjam dana dari bank. Begitupun sebaliknya, masyarakat yang kelebihan dana akan menyimpan dana ke bank atau lembaga keuangan lainnya. Masyarakat yang meminjam dana dibebankan bunga sebagai "harga" dari dana yang dipinjam. Jadi, suku bunga adalah biaya atas pinjaman.

Bank berperan sebagai "jembatan" antara kelompok masyarakat yang mengalami kelebihan dana dengan kelompok lainnya yang membutuhkan dana. Sejalan dengan itu, bank bertindak sebagai kreditur terhadap nasabah peminjam, sekaligus bertindak sebagai debitur terhadap nasabah penabung. Oleh karenanya, bank memiliki kewajiban membayar bunga simpanan kepada nasabah penabung, selain harus pula menagih bunga kredit kepada nasabah peminjam.

Ilustrasi Suku Bunga

Apabila siklus ini putus, misalnya karena terjadi kredit macet massal, maka bank-bank akan kolaps karena tak mampu membayar bunga ataupun mengembalikan dana pokok milik nasabah peminjam. Insiden seperti ini pernah terjadi di Indonesia pada era krisis moneter 1997/1998 yang mengakibatkan runtuhnya banyak sekali bank, berakhir dengan diluncurkannya bailout oleh pemerintah (BLBI), likuidasi sejumlah bank, dan merger beberapa bank lainnya (termasuk yang kini menjadi Bank Mandiri).

Sebabnya, sebagian besar dana yang dikelola oleh perbankan adalah Dana Pihak Ketiga (DPK), atau dengan kata lain dana nasabah yang dititipkan ke bank melalui produk-produk seperti tabungan, deposito, dan giro. Dana milik bank sendiri biasanya terbatas sesuai kewajiban modal minimum yang ditentukan oleh bank sentral, dan nominalnya jauh lebih kecil ketimbang total DPK yang terhimpun. Dalam hal ini, untuk mencegah terjadinya insiden yang tak diinginkan, bank sentral mengemban tugas untuk menjaga stabilitas perbankan dan sistem keuangan nasional.

 

Naik-Turunnya Suku Bunga

Fluktuasi suku bunga berpengaruh pada keinginan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Secara teoritis, makin rendah suku bunga, maka semakin tinggi keinginan masyarakat untuk meminjam uang di bank. Artinya, pada tingkat suku bunga rendah maka masyarakat akan lebih terdorong untuk meminjam uang di bank untuk memenuhi kebutuhan maupun untuk melakukan ekspansi usaha. Sebaliknya, saat suku bunga tinggi, maka masyarakat akan lebih cenderung menyimpan uang di bank daripada menggunakannya untuk berbelanja dan memperluas bisnis.

Dalam konteks perekonomian internasional, perubahan suku bunga juga dapat mempengaruhi persepsi dan minat investor asing untuk membawa dananya masuk ke suatu negara. Umpama suku bunga di Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, maka investor asing akan lebih tertarik untuk menanamkan dana di Indonesia dengan harapan dapat memperoleh imbal hasil lebih tinggi. Sedangkan jika suku bunga di Indonesia lebih rendah, maka investor asing akan lebih kurang tertarik untuk menanamkan modal di sini. Malah, jika suku bunga terlalu rendah, salah-salah investor domestik bisa ikut-ikutan melarikan dananya ke luar negeri (baca juga: Pengaruh Suku Bunga Terhadap Perekonomian Suatu Negara).

Dengan mempertimbangkan berbagai motivasi masyarakat tersebut diantara bermacam-macam pertimbangan lainnya, bank sentral akan mengatur naik-turunnya suku bunga acuan serta referensi suku bunga simpanan (Deposit Facility) dan pinjaman (Lending Facility) secara berkala. Perubahan suku bunga acuan dapat digunakan oleh bank-bank umum sebagai salah satu referensi dalam penentuan suku bunga bagi nasabah. Dalam prakteknya, suku bunga yang berlaku pada produk perbankan yang sampai ke tangan masyarakat seringkali tidak sama persis dengan yang telah ditentukan oleh bank sentral; tetapi suku bunga acuan menjelaskan stance (posisi) bank sentral, sehingga bank-bank umum akan cenderung mengikuti arah kenaikan atau penurunannya. 

 

Penentuan Suku Bunga Oleh Bank Sentral

Dalam ilmu kebanksentralan, suku bunga acuan merupakan salah satu instrumen kebijakan moneter untuk mengendalikan jumlah uang beredar dalam sebuah perekonomian. Konkritnya:

  • Ketika bank sentral ingin meningkatkan jumlah uang beredar, maka mereka akan menjalankan kebijakan moneter longgar, salah satunya dengan menurunkan suku bunga. Kebijakan ini umumnya diambil untuk menanggulangi masalah penurunan inflasi atau terjadinya deflasi yang mengakibatkan terancamnya pertumbuhan ekonomi. Apabila lebih banyak uang beredar, maka masyarakat akan lebih terdorong untuk berbelanja dan melakukan ekspansi bisnis, sedemikian hingga diharapkan dapat menggairahkan perekonomian kembali.
  • Ketika bank sentral ingin mengurangi jumlah uang beredar, maka mereka akan menjalankan kebijakan moneter ketat, salah satunya dengan menaikkan suku bunga. Kebijakan ini umumnya diambil untuk menanggulangi kenaikan inflasi yang melebihi ekspektasi. Namun, kenaikan suku bunga tak dapat dilakukan secara sembarangan karena peningkatan biaya pinjaman dapat berefek buruk bagi perusahaan-perusahaan maupun individu.

Bank Indonesia biasa mengadakan Rapat Dewan Gubernur setiap bulan untuk membahas outlook ekonomi, mengevaluasi kesesuaian suku bunga acuan dengan kondisi ekonomi terkini, serta memutuskan akan merubah suku bunga atau tidak. Federal Reserve (bank sentral Amerika Serikat) menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) untuk membahas hal serupa setiap sekitar 5-6 pekan sekali. Demikian pula bank-bank sentral lain dari seluruh dunia memiliki schedule yang nyaris sama, meski periode-nya berbeda-beda.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Teguh Sudrajat
Terimakasih gan bermanfaat sekali, sekalian mau tanya apa suku bunga untuk menabung sama dengan suku bunga untuk meminjam..??
Eric Jayadi
sepertinya enggak sama gan, disini ada contoh berita suku bunga bi yang dinaikkan 0.25% , tapi masing2 bwt suku bunga pinjaman sm simpanan hasil akhirnya beda. secara pengertian memang mestinya kan seperti itu, mungkin tingkat perubahannya sama, mengikuti acuan dari bank sentral, tapi rate aktualnya mungkin beda (mestinya sih bunga simpanan lebih rendah kali ya dari bunga pinjaman)...
Dwi Sofyan
Tolong dijelaskan lagi mengenai kontrol bank sentral yang mengatur peredaran uang dengan suku bunga ini, terima kasih.
Eric Jayadi
pengaturan tingkat suku bunga ini adalah salah satu bentuk kebijakan moneter dari bank sentral untuk mengatur jumlah uang beredar di masyarakat. pengaturan ini dilakukan untuk mengatur pertumbuhan ekonomi agar berada di level yang stabil. dengan suku bunga yang naik, otomatis bunga pinjaman juga akan naik, ini jelas bisa membuat minat peminjam, yang biasanya adalah para pemilik usaha, jadi menurun. pada akhirnya ini juga akan menyebabkan kegiatan produksi menurun, dan laju pertumbuhan pun juga akan berkurang. sebaliknya kalau suku bunga diturunkan, akan banyak pemilik usaha yang melakukan pinjaman untuk semakin mengembangkan bisnisnya, karena bunga pinjaman yang harus mereka bayarkan jadi berkurang. saat bisnis dapat berkembang, angka produksi pun juga akan meningkat dan bisa menstimulus pertumbuhan ekonomi. berkurang atau bertambahnya pinjaman yang dipengaruhi oleh suku bunga bank itu dapat juga diartikan sebagai fluktuasi peredaran uang di masyarakat.
Abdulprasetyono
emg suku bunga naik ada akibat baik n buruknya, demikian pula sm suku bunga turun juga ada efek positip n negatipnya. makanya peran bank sentral disini mesti bisa menetapkn keputusan disaat yg tepat utk menaikturunkan suku bunga ini. karna kalau tepat bisa berdampak baik, sdngkn kalau tdk tepat maka efeknya bs buruk.
Fedi Syalala
hmmm... kl ngeliat poin 1 dr fungsi suku bunga mnurut Sunariyah, mustix kan suku bunga jg diartiin sbg harga simpanan. dmn pihak yg mnbunglah yg mnrima imbal hsil dr bank dlm wujud bunga simpanan. atau nih semustix bsa dilengkapi jg sm pnjls soal bunga simpanan. krn efek kenaikan suku bunga ini adlh positif utk investor dn negatif utk peminjam. sdgkn utk mata uang sndiri naikx suku bunga jls mendorong nilai tukar, mskipun ini efekx bs mnghmbt prtumbuhan.
Purnomo
Penasaran ini, saat ini kan para investor masih dibingungkan dengan ketidakpastian hasil keputusan FOMC, seandainya AS jadi menaikkan suku bunga lalu bagaimana pengaruh yang akan terjadi? 
Adnan F
Pengaruh positif atau negatifnya suku bunga tergantung pada situasi dan kondisi ekonomi pada negara tersebut dan juga ekonomi global saat itu . Setahu ku kalau misalnya suku bunga di AS dinaikan oleh ketua FOMC mungkin ada pertimbangan khusus dan tertentu mengapa suku bunga harus dinaikkan di AS.
Satria
oalah jadi begitu bang @Adnan, bener sih ya kalau saat sedang terjadi ekonomi melemah dan melambat tidak mungkin suku bunga dinaikan, nanti yang ada banyak perusahaan dan  pabrik yang collapse, jadi ya seperti bunuh diri..
Alfian D
Masih tetep bingung ini, memang tepat kalau kenaikan suku bunga atau penurunan suku bunga tergantung pada kondisi perekonomian global, tapi kalau misalnya AS jadi menaikkan suku bunga kira-kira berdampak positif atau negatif? lalu bagaimana efeknye ke Indonesia?
Agi Akbar
Bantu jawab @Alfian, jika the Fed menaikan suku bunga maka akan ada beberapa sektor industri di Indonesia yang terkena imbas akan kenaikan suku bunga dan deprisiasi kurs rupiah. Apalagi industri elektronik, properti, otomotif dan beberapa sektor lainnya yang masih bergantung pada bahan baku impor karena daya beli masyarakat lemah karena pertumbuhan ekonomi di tengah-tengah kenaikan suku bunga the Fed tesebut.
Hamba Allah
Izin copas gan untuk tugas sekolah