Apa Itu Trading Gerilya?

Trading gerilya merupakan teknik trading berisiko tinggi yang membutuhkan kecermatan dalam melakukan entry dan exit pasar dengan cepat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Banyak teknik yang bisa digunakan untuk memanen Dolar dari pasar forex, salah satunya adalah menggunakan teknik trading gerilya. Kata gerilya itu sendiri sering dikaitkan dengan siasat pertempuran yang tidak terikat secara resmi pada ketentuan perang (biasanya dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan secara tiba-tiba). Jumlah prajurit yang terlibat dalam perang gerilya pun biasanya berjumlah kecil, tapi masing-masing dari mereka terlatih untuk melakukan pertempuran secara cepat, fokus, dan sangat efektif.

Dikutip dari Investopedia, trading gerilya merupakan teknik entry dan exit di pasar forex dengan sangat cepat untuk memperoleh profit secara singkat, serta pengaturan risiko yang seminim mungkin. Dengan kata lain, teknik trading gerilya ini menggunakan Time Frame yang sangat pendek, bahkan lebih pendek dari seorang Scalper. Seorang trader yang menggunakan teknik ini biasanya akan melakukan transaksi di pasar forex berulang kali dalam satu sesi trading. Hal itu bukanlah masalah mengingat mereka sangat jarang menahan posisi dalam beberapa menit.

Teknik trading gerilya memang terdengar cukup menarik, tapi sangat berisiko. Karena itu, trader pemula umumnya tidak dianjurkan untuk menggunakan teknik trading gerilya. Di sisi lain, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesuksesan dari trading gerilya ini, antara lain komisi rendah, Leverage tinggi, dan tak kalah pentingnya yakni Spread rendah. Inilah yang kemudian membuat trading gerilya sangat cocok digunakan pada pair paling likuid, karena Spread-nya paling rendah.

Pentingnya Spread dalam trading gerilya

 

Karakteristik Trading Gerilya

Sebagaimana dijelaskan di atas, cara kerja dari trading gerilya adalah mendapatkan keuntungan rendah untuk tiap transaksi yang dibuka. Sementara itu, guna memperbesar keuntungan dan meminimalkan risiko, trader gerilya akan membuka banyak posisi secara bersamaan dalam satu sesi trading. Jadi, poinnya adalah buka banyak posisi dalam satu waktu, kemudian segera tutup posisi secara cepat. Berdasarkan pola tersebut, ditemukan beberapa karakteristik dari trading gerilya, antara lain:

 

1. Semakin Lama Menahan Posisi, Semakin Besar Risikonya

Loss bisa terjadi karena banyak faktor, salah satunya adalah menahan posisi terlalu lama, atau tidak segera menutup posisi ketika sudah floating profit. Trader gerilya akan mengantisipasi hal tersebut dengan menahan posisi tidak melebihi jangka waktu beberapa menit. Pasalnya, jika sudah terlanjur menerapkan teknik trading gerilya, dan waktu yang dihabiskan pada satu sesi trading terlalu lama, maka risikonya juga akan lebih besar.

 

2. Keuntungan Dan Kerugian Sama-Sama Kecilnya

Seorang trader gerilya biasanya sudah puas dengan profit 10 - 20 pips saja per satu transaksi. Tidak seperti Scalper yang mungkin menargetkan profit dua kali lipatnya, yakni di kisaran 25 - 50 pips. Oleh karena itu, target kerugian juga akan diatur sebanding dengan target profit yang didapatkan, yakni di level 10 - 20 pips, atau bisa separuhnya.

 

3. Membuka Banyak Posisi Jelang Rilis Berita

Menjelang rilis berita, biasanya pasar akan bergerak sangat volatile. Hal ini sudah umum terjadi ketika ada data ekonomi penting yang dirilis, seperti Non-Farm Payroll, Interest Rate, CPI, dan lain sebagainya. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh para trader gerilya untuk memanen profit lebih cepat. Mereka akan membuka kurang lebih 20 sampai 25 posisi sekaligus saat situasinya kondusif.

 

4. Bergantung Pada Analisa Teknikal

Karena fokusnya adalah trading jangka sangat pendek, maka trader gerilya biasanya bergantung pada Analisa Teknikal untuk menentukan kapan waktu terbaik memasuki pasar. Mereka biasanya mahir dalam memperkirakan pergerakan grafik harga 1 menit dengan bantuan beberapa indikator, misalnya Moving Average untuk menentukan trend, dan Oscillator untuk menentukan volume Overbought dan Oversold.

Analisa Teknikal

(Baca juga: Arti Oversold Dan Overbought Dalam Trading)

 

5. Mengedepankan Spread Atau Komisi Rendah

Karena harus bergegas keluar dari pasar, teknik trading gerilya sangat mengedepankan rendahnya komisi dan Spread dalam bertrading. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal tersebut, antara lain pair mata uang, serta pemilihan brokernya. Biasanya, trader tipe ini akan masuk di pair mayor seperti EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, USD/JPY dan USD/CHF. Kenapa? Karena pair tersebut terjamin likuiditasnya serta memiliki spread yang rendah. Broker yang dipilih pun juga harus tepat. Trader gerilya akan mengutamakan broker dengan Spread rendah (bahkan Zero Spread) dan komisi yang kecil, guna memuluskan aksi trading gerilya-nya.

 

6. Tidak Dianjurkan Untuk Pemula

Kemampuan untuk menjadi seorang trader gerilya sukses tidak diperoleh secara instan. Butuh perjuangan keras dan jam terbang tinggi untuk mengasah ketajaman intuisi dalam bertrading secara gerilya. Dengan pengalaman cukup, trader tipe ini akan bisa menghadapi berbagai situasi buruk yang terjadi saat harga bergerak di luar rencana. Bagi pemula, teknik ini sangat tidak disarankan karena risikonya sangat tinggi. Terlebih lagi saat harga tiba-tiba bergejolak (naik atau turun dengan kecepatan tinggi), sementara newbie masih harus berpikir what to do next? Dalam kondisi blank seperti itu, risiko kehilangan modal dengan cepat pun semakin besar.

 

7. Saat Pasar Terlalu Ganas, Wait And See Adalah Pilihan Tepat

Dalam kondisi tertentu, harga akan bergerak terlalu fluktuatif sehingga sulit sekali untuk memprediksi titik entry yang tepat. Teknik trading gerilya sangat memperhitungkan secara matang berbagi potensi risiko yang bisa terjadi. Pada saat kondisi pasar sangat fluktiatif, risiko loss pun semakin meningkat. Oleh karena itu, wait and see bisa menjadi solusi yang tepat. Trader tipe ini akan kembali melancarkan aksinya saat pasar sudah tenang dan pergerakan harga lebih mudah diidentifikasi.

 

Contoh Trading Gerilya

Bagaimana penerapan dari trading gerilya tersebut? Berikut simulasinya:

Seorang trader gerilya memiliki Balance sebesar 5000 Dolar di akun Zero Spread. Dia akan membuka 10 posisi sebesar masing-masing 1 Lot di pair EUR/USD dengan ketentuan spesifikasi sebagai berikut:

Setiap Pips Bernilai: 10 Dolar

Spread: 0 Pips Per Entry

Komisi: 25 Dolar Per 10 Lot (1,000,000 volume transaksi)

Take Profit: 10 Pips

Stop Loss: 5 Pips

Beberapa saat kemudian, hasilnya pun keluar. Dari 10 transaksi tersebut, diperoleh 7 kali win dan 3 kali loss. Maka total keuntungan bersih yang didapatkannya adalah sebagai berikut:

Win Trading: 7 x (10 Pips x 10 Dolar) = 700 Dolar

Loss Trading: 3 x (5 Pips x 10 Dolar) = 150 Dolar

Gross Profit (Profit Kotor) = 700 Dolar - 150 Dolar = 550 Dolar

Komisi Trading = 25 Dolar

Net Profit (Profit Bersih) = Gross Profit - Komisi Trading = 550 Dolar - 25 Dolar = 525 Dolar.

Dari contoh trading gerilya di atas, terlihat betapa ketatnya Money Management yang harus diterapkan, tak lupa selalu disipin dengan Stop Loss. Mengapa? Bayangkan saja, jika Win Rate berkurang dari 70% menjadi 60%, maka net profit sudah berkurang menjadi $375 saja.

 

Syarat Menjadi Trader Gerilya

Siapapun sebetulnya bisa menjadi seorang trader gerilya. Tapi ingatlah satu hal ini, apapun yang dipilih, baik itu menjadi Scalper, Swinger, atau trader gerilya, semua tidak luput dari risiko. Jadi untuk bisa sukses dalam trading gerilya, beberapa sifat di bawah ini harus dimiliki:

 

1. Bisa Mengambil Keputusan Secara Cepat Dan Akurat

Hal paling utama yang wajib dimiliki trader gerilya adalah mengambil keputusan secara cepat dan akurat dalam waktu singkat. Terdengar sulit, tapi pada kenyataanya inilah yang harus dilakukan. Pasar forex terkenal sering berubah-ubah terutama di time frame kecil, sehingga trader pun harus mampu beradaptasi dengan situasi ini secara cepat.

 

2. Bisa Trading Tanpa Emosi

What's done is done. Yang berlalu biarlah berlalu. Seorang trader gerilya yang sukses harus masuk ke pasar tanpa melibatkan emosi sama sekali. Jadi, saat open posisi ternyata banyak loss-nya, mereka tidak boleh terlalu menyesal atas keputusan yang telah dibuat. Sebaliknya, kalau profit banyak, mereka juga harus mampu menahan diri dari sikap greedy atau serakah, yang bisa memicu nafsu untuk melakukan Overtrading

Emosi Trading

(Baca juga: Cara Mengatasi Emosi Dalam Trading)

 

3. Selalu Mengedepankan Money Management

Setiap trader gerilya harus tahu persis berapa ketahanan dana yang dimilikinya. Bahkan perhitungan Money Management juga perlu dicatat di jurnal trading, dan diterapkan secara ketat saat masuk pasar forex. Hal ini penting supaya bisa mengetahui persis berapa Lot yang aman untuk ditransaksikan saat membuka posisi, serta mampu membuat gambaran jelas mengenai berapa total loss dan total profit yang akan didapatkan saat keluar dari pasar dengan kecepatan tinggi.

 

4. Pengalaman Trading Yang Mumpuni

Dibutuhkan pengalaman yang memakan waktu bertahun-tahun untuk menguasai teknik trading gerilya. Mereka harus sudah merasakan berbagai situasi sulit dan tekanan tinggi pada saat masuk di pasar forex. Mulai dari gagal profit, Margin Call, salah open posisi, dan lain sebagainya. Terkadang rasa percaya diri terhadap peluang profit yang ada di depan mata bisa sirna seketika saat pasar bergerak melawan posisi. Dengan adanya pengalaman trading yang mumpuni, akan membuat trader tipe ini tahan banting dan memiliki mental kuat untuk menghadapi kerasnya persaingan pasar forex. 

 

Tips Trading Gerilya

Agar tidak terjerumus pada lubang buaya (atau mengalami loss yang fatal),  beberapa hal perlu dipersiapkan dalam melakukan trading gerilya, antara lain sebagai berikut:

 

1. Kuncinya Adalah Stop Loss

Disiplin dalam trading harus ditegakan dengan baik, khususnya dalam mengatur Stop Loss. Kenapa? Karena kecepatan trading gerilya bisa membuat trader kewalahan dalam mengawasi posisi floating secara manual. Dengan demikian, SL yang bisa berjalan secara otomatis dalam membatasi kerugian tentu sangat dibutuhkan. Hal ini juga memastikan bahwa semua posisi yang dibuka memiliki jumlah risiko yang masih bisa diterima sesuai batas toleransi risiko.

 

2. Trading Mengikuti Trend

Trading dengan mengikuti trend adalah strategi terbaik bagi trader gerilya. Apabila Anda seorang news trader, silahkan mengikuti perkembangan berita ekonomi terbaru di Kalender Forex. Misalnya, baru-baru saja diumumkan rilis data ekonomi AS yang positif. Biasanya, USD akan langsung bergerak long, sementara lawannya entah itu EUR, GBP, AUD, dan NZD akan bergerak short. Rilis data semacam ini biasanya menjadi pertanda munculnya sebuah trend baru, dan posisi entry sebaiknya dibuka mengikutinya.

apa itu trading gerilya

Apabila Anda seorang Teknikalis, perubahan trend bisa diidentifikasi dengan menggunakan indikator Moving Average dan konfirmasi Price Action. Perubahan trend dapat dikenali ketika harga bergerak menyeberangi garis MA dan ditutup di bawah atau di atasnya. Setelah itu, konfirmasi diperoleh apabila terbentuk formasi candlestick yang menandakan penerusan atau pembalikan harga.

 

3. Terapkan Teknik Averaging Dalam Kondisi Tertentu

Membatasi loss yang terjadi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah menerapkan teknik Averaging Down. Penerapan strategi Averaging Down adalah sebagai berikut. Misal posisi pertama dibuka dengan entry Buy. Ternyata harga turun dan floating minus pun terjadi. Di sinilah teknik Averaging Down bisa diaplikasikan untuk mencegah floating minus kian melebar, yakni dengan membuka posisi Buy lagi pada rentang interval harga tertentu. Harapannya adalah saat posisi Buy kedua tersebut di buka, harga akan bergerak naik dan bisa mengobati loss yang terjadi di posisi awal.

Lakukan teknik Averaging ini dengan analisa yang cermat, dan selalu pastikan arah pergerakan harga dengan menggunakan Indikator Momentum atau Indikator Trend.

 

Kesimpulan

Trading gerilya tidaklah semudah yang dibayangkan. Teknik ini boleh diterapkan jika sudah memiliki jam terbang tinggi dalam trading, serta modal yang memadai. Bagi trader pemula yang ingin mencoba teknik ini, disarankan berlatih Scalping terlebih dahulu. Dengan berlatih Scalping, trader akan bisa mengidentifikasi timing yang tepat untuk melakukan entry dan exit. Apabila sudah siap melakukan trading gerilya, selalu utamakan Money Management di atas segalanya.

 

Tahukah Anda bahwa selain trading gerilya, masih ada lagi teknik trading lainnya yang bisa Anda aplikasikan? Misalnya teknik breakout trading, news straddling, trend riding, dan lain sebagainya. Semuanya bisa Anda pelajari secara lengkap di artikel: 7 Strategi Trading Forex Terbaik Menurut Grace Cheng.

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.


Dona
Tradingnya pro, cuman sultan yg berani buka banyak posisi dalam satu waktu
Pum Pum
Betul gan, ini teknik trading paling mengerikan yg pernah saya tau. Masa buka 10 posisi dalam satu waktu, dengan kecepatan segitu. Susahnya di kecepatan gan. Karena ndak semua trader tanggap dan memiliki kecepatan yang mumpuni.
Andika
@Dona Pemula juga bisa, asalkan paham money management. Dan seperti yang dijelasin di atas, yang dimainkan adalah stop loss nya krn kalau telat dikit saja, harga bergerak melawan prediksi, loss bs semakin besar.
Rendy Siantita
Scalper tingkat dewa, ilmunya para suhu nih.
Dwi Harya
Pernah coba trading gerilya, buka 10 posisi sekaligus. RR 100 points : 200 points. Semua posisi saya kalah kena SL Hunter.