Apa Itu Trading Option Saham

124488

Banyak orang sering salah paham antara apa itu option saham (Stock Options), saham biasa, dan Binary Options. Berikut ini penjelasannya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Stock Options, atau yang dalam bahasa Indonesia disebut Kontrak Option Saham, sebenarnya adalah produk derivatif di pasar modal yang berbentuk hak untuk menjual atau membeli suatu saham pada harga tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Jadi, kalau kita beli option suatu saham, maka itu berarti kita hanya membeli hak atau kewajiban untuk membeli atau menjual saham pada harga tertentu; sama sekali bukan berarti kita memiliki saham tersebut.

Setiap transaksi Stock Options harus menyebutkan secara spesifik:

  1. Nama saham yang diperjanjikan.
  2. Harga exercise, yaitu harga kesepakatan untuk menjual atau membeli saham dalam kondisi pasar seperti apapun.
  3. Jangka waktu berlakunya option (expiry date atau tanggal kadaluarsa).
  4. Jenis kontrak option itu, apakah Call atau Put.

Karena mempunyai expiry date, maka Stock Options mempunyai time value of money. Artinya, semakin dekat dengan expiry date, maka harganya semakin murah.

Kontrak Option Saham

Untuk memahami konsep option saham, perhatikan contoh berikut:

Si Fulan membeli sebuah rumah senilai Rp1 Miliar. Rumah tersebut belum dibangun, sehingga si Fulan hanya membayar uang tanda jadi sebesar Rp 25 juta. Namun, tak lama kemudian, dikabarkan bahwa daerah tempat rumah tersebut berada akan diratakan untuk dijadikan jalan tol baru. Jika hal itu benar, maka daerah itu bisa jadi kelak akan dapat dijual dengan harga lebih tinggi lagi. Namun, kabar itu baru rumor dan si Fulan lebih membutuhkan rumah daripada probabilitas keuntungan yang belum jelas kapan bisa didapatkan. Oleh karenanya, si Fulan memilih untuk memindahtangankan tanda jadi yang mewakili hak atas rumah tersebut pada orang lain.

Dalam hal ini, si Fulan belum benar-benar memiliki rumah itu, melainkan baru memiliki hak untuk membeli rumah setelah jadi. Apabila hak yang awalnya dibeli dengan harga Rp 25 juta itu bisa dijual pada orang lain dengan harga Rp 30 juta, misalnya, maka si Fulan akan untung Rp 5 juta. Sedangkan jika hak tersebut hanya terjual dengan harga Rp 10 juta, berarti ia merugi.

Coba ganti kata "rumah" dengan "saham", maka bisa diperoleh ilustrasi option saham. Namun, pada praktek sesungguhnya bisa lebih rumit, karena akan ada Buyer dan Seller untuk masing-masing kontrak Put dan Call.

 

Apa Beda Stock Options dengan Saham?

Stock Options merupakan aset derivatif atau turunan dari saham dan memiliki tanggal kadaluarsa, sehingga tak merepresentasikan kepemilikan dalam bentuk apapun atas sebuah perusahaan. Option memungkinkan kita untuk mendapatkan keuntungan, tak peduli apakah harga sedang naik (bullish), menurun (bearish), atau stagnan. Biasanya, options digunakan sebagai suatu cara untuk lindung nilai (hedging) atau spekulasi, bukan sebagai suatu sarana investasi jangka panjang.

Di sisi lain, saham merupakan sarana investasi jangka pendek maupun panjang, karena merepresentasikan porsi kepemilikan kita pada suatu perusahaan dan tidak ada tanggal kadaluwarsanya. Pemilik saham dapat mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen (pembagian sebagian keuntungan perusahaan) dan Capital Gain apabila berhasil menjual saham pada harga lebih tinggi dibanding harga belinya.

Sebagai ilustrasi, berikut ini contoh kepemilikan saham:

Si Fulan membeli sebuah rumah senilai Rp1 Miliar bersama tiga orang kawannya, John, Smith, dan Fulanah. Masing-masing menyumbangkan 25 persen dari dana yang dibutuhkan untuk membeli rumah tersebut, atau sebesar Rp250 juta. Setelah itu, rumah dijadikan tempat kos dengan pendapatan bersih Rp40,000,000 per tahun. 

Pendapatan tersebut akan dibagi rata Rp10 juta sebagai dividen bagi si Fulan, John, Smith, dan Fulanah. Ini bisa menjadi pendapatan jangka panjang yang terus menerus bagi si Fulan.

Katakanlah si Fulan suatu saat butuh uang, maka ia dapat pula menjual 25 persen porsi kepemilikannya atas rumah tersebut pada orang lain. Jika ia dapat menjualnya dengan harga lebih tinggi Rp250 juta, maka ia mendapatkan keuntungan dari Capital Gain. Namun, jika ternyata ia tak bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi dari Rp250 juta, berarti ia merugi.

Dalam hal ini, saham serupa dengan 25 persen porsi kepemilikan si Fulan tersebut. Ia benar-benar memilikinya, bukan sekedar hak saja.

 

Apa Beda Stock Options dengan Binary Option?

Binary Option dan Stock Option sama-sama sering disingkat sebagai "option" saja. Beberapa istilah dalam Binary Option dan Stock Option pun memiliki makna yang mirip. Contohnya: expiry, Put, dan Call. Namun, keduanya memiliki substansi dan legitimasi yang jauh berbeda.

Stock Option biasanya diregulasi oleh otoritas pasar finansial setiap negara. Di sisi lain, Binary Option merupakan pertaruhan atas spekulasi apakah harga suatu aset akan naik atau turun, dan merupakan turunan dari perdagangan aset derivatif yang tidak diatur oleh otoritas pasar modal manapun. Aset yang dijadikan pertaruhan dalam Binary Option pun tak terbatas pada saham saja, melainkan bisa berupa komoditas, forex, cuaca, atau bahkan hasil pertandingan sepak bola.

Apabila kita gunakan ilustrasi rumah yang tadi, maka Binary Option dapat diumpamakan seperti ini:  

Si Fulan memperkirakan harga rumah di lokasi tertentu akan naik dalam tempo 24 jam (expiry), sehingga ia membuka opsi Call atas rumah tersebut dengan mempertaruhkan uang Rp100,000. Rumah itu sendiri sebenarnya bukan milik si Fulan dan ia tak punya hak apapun atas rumah itu. Hanya saja, broker yang bertindak sebagai bandar berjanji akan memberikan payout 100% jika tebakannya benar. Walaupun, broker juga tidak memiliki rumah itu dan tak punya hak apapun atasnya.

Apabila setelah 24 jam ternyata harga benar-benar naik, maka si Fulan akan mendapatkan kembali uang Rp100,000 yang dipertaruhkannya, plus payout senilai Rp100,000. Namun, apabila ternyata harga tidak naik, maka uang Rp100,000 yang dipertaruhkan itu akan hangus dan si Fulan takkan mendapatkan payout sepeserpun.

Dilihat dari gambaran ini saja, jelas sekali perbedaan antara Stock Options dan Binary Option.

 

Bagaimana Cara Trading Option Saham di Indonesia?

Trading saham maupun trading Binary Option sama-sama sudah umum dilakukan di Indonesia. Namun, apakah bisa trading option saham di Indonesia? bagaimana caranya?

Hingga saat artikel ini ditulis, pasar saham Indonesia sebenarnya tidak membuka kemungkinan untuk dilakukannya trading option saham. Namun, ada beberapa kalangan tertentu yang mempraktekkan trading option saham di pasar AS lewat broker-broker AS yang menerima klien dari seluruh dunia. Broker-broker tersebut biasanya memfasilitasi trading multi-aset, baik forex, futures, maupun options. Contohnya Interactive Brokers, Ameritrade, TastyWorks, dan lain sebagainya.

Orang-orang yang ingin trading option saham perlu mendaftar atau buka akun di broker-broker tersebut, kemudian menyetorkan dana tertentu sebagai modal awal. Keuntungan yang diperoleh bisa ditarik melalui Bank Wire (transfer antar bank). Namun, perhatikan bahwa option bukanlah aset investasi yang diciptakan bagi trader pemula. Referensi yang tersedia pun umumnya hanya dalam bahasa Inggris, misalnya buku "Get Rich With Options". 

Trader pemula disarankan mulai dengan belajar forex atau investasi saham terlebih dahulu. Sebaiknya, trading option saham hanya dilakukan jika Anda sudah benar-benar paham mengenai cara kerja pasar keuangan; jangan asal mendaftar ke broker untuk deposit dana saja.

 

Setujukah Anda mengenai ulasan di atas? Sampaikan pendapat Anda pada kolom komentar di bawah ini. 

Aisha telah melanglang buana di dunia perbrokeran selama nyaris 10 tahun sebagai Copywriter. Saat ini aktif sebagai trader sekaligus penulis paruh waktu di Seputarforex, secara khusus membahas topik-topik seputar broker dan layanan trading terkini.