Apa Itu Vanilla Options?

Tak jauh beda denga rasa es krim vanilla yang cenderung biasa, Vanilla Options merupakan model trading options paling dasar dan sederhana. Seperti apa cara tradingnya?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pernahkah Anda mendengar tentang vanilla option? Jika Anda sudah memahami mekanisme trading options secara umum, maka tak akan sulit mempelajari cara tradingnya. Mengapa? Karena Vanilla Options adalah trading options itu sendiri. Istilah Vanilla Options digunakan untuk menggambarkan trading options yang paling dasar, sederhana, dan tak banyak aturan. Persis seperti rasa es krim vanilla yang cenderung biasa dan tak memiliki ciri khas seperti rasa coklat atau stroberi.

apa itu vanilla options
Masih belum jelas? Untuk mempermudah pemahaman, langsung saja kita mulai belajar dari trading option itu sendiri. Pada dasarnya, option adalah hak untuk membeli atau menjual suatu instrumen trading. Jadi apabila Anda membeli option EUR/USD, maka Anda hanya memiliki hak untuk membeli atau menjual EUR/USD. Hak untuk membeli dinamakan Call Option, sementara hak menjual disebut sebagai Put Option. Ada beberapa istilah penting lain dalam trading options, diantaranya adalah:

  • Strike price: Target harga
  • In-the-money: Istilah "menang", misalnya ketika call option terjual di harga yang lebih tinggi dari strike price
  • Out-of-the-money: Istilah loss dalam trading options, contohnya saat call option terjual di harga yang lebih rendah dari strike price
  • Expiration date: Tenggat waktu yang membatasi masa aktif berlakunya option. Saat masa aktif ini habis, maka option yang Anda pegang otomatis terjual
  • European Option: Option hanya bisa dijual saat expiration date habis
  • American Option: Option bisa dijual sebelum expiration date habis
  • Premium: Bisa juga disebut sebagai komisi trading. Premium dihitung dari lama expiration date dan tingkat volatilitas pasar. Semakin tinggi volatilitas dan lama expiration date-nya, maka semakin mahal pula biaya premium option.

Untuk mempermudah pemahaman Anda, coba perhatikan contoh trading Vanilla Options berikut ini:

Saat ini EUR/USD sedang berada di level 1.1000, dan Anda memperkirakan jika dalam seminggu pair tersebut akan naik. Maka dari itu, Anda membeli call option dengan expiration date satu minggu dan mengatur strike price di 1.1020. Biaya premium yang dikenakan saat itu adalah 0.0050 atau 50 pip.

Seminggu kemudian, EUR/USD ternyata menanjak lebih tinggi dari strike price dan berada di 1.1100 saat call option Anda tertutup. Dalam situasi tersebut, maka option Anda sudah in-the-money sebanyak 100 pips. Jika dikurangkan dengan biaya premium, maka profit bersih Anda adalah sebesar 50 pips. Sebaliknya, andaikata EUR/USD tak mampu bergerak lebih tinggi dari strike price saat expiration date habis, maka Anda dalam posisi out-of-the-money dan hanya akan kehilangan biaya premium sebesar 50 pips.

Contoh dasar itulah yang dinamakan Vanilla Options. Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa harus dinamakan Vanilla Options jika caranya sama dengan trading options biasa? Mengapa tidak disebut dengan "trading options" saja untuk menghindari kebingungan?

Faktanya, trading options kini telah banyak berkembang dan sangat bervariasi tergantung dari cara tradingnya. Ada Barrier Options yang memiliki pengaturan target harga sendiri untuk mengaktifkan eksekusi option (mirip pending order dalam spot trading), ada pula Asian Options yang menghitung harga rata-rata untuk menentukan kondisi in-the-money. Ragam options inilah yang kemudian memicu munculnya istilah Vanilla Options, untuk membedakan trading options dasar dengan jenis lainnya.

Jenis Vanilla Options

Dari segi instrumen trading, Vanilla Options kemudian dibagi menjadi beberapa macam lagi. Ada FX Vanilla Options yang memperjualbelikan hak buy atau sell pair forex seperti contoh di atas, ada pula Stock dan Commodity Vanilla Options yang berkaitan dengan transaksi di pasar saham serta komoditas. Nah, dari sekian banyak ragam Vanilla Options yang diperbincangkan, FX Vanilla Options menjadi jenis paling umum dan banyak ditawarkan broker forex online.

fx vanilla options

 

Mengapa FX Vanilla Options Banyak Diminati?

Ada 3 alasan mengapa Vanilla Options dapat menjadi pilihan tepat bagi trader forex:

  1. Risiko terbatas, namun profit bisa tak terhingga. Sesuai dengan contoh trading sebelumnya, jika in-the-money maka profit dihitung dari besar pergerakan harga dikurangi biaya premium. Namun apabila out-of-the-money, kerugian hanya sebatas biaya premium saja. Di samping itu, risiko loss sudah diketahui sebelum Anda membeli option karena akan tercantum di platform saat hendak melakukan eksekusi.

  2. Lebih fleksibel dari binary options. Vanilla Options memberi kebebasan untuk menentukan sendiri strike price sebagai target harga, sementara binary options cenderung menempatkan harga open sebagai strike price. Penentuan strike price bisa menjadi bagian dari strategi trading, sehingga keluwesan FX Vanilla Options dalam hal ini tentu bisa memberikan peluang lebih bagi keberhasilan trading Anda.

  3. Pelengkap strategi hedging. Keraguan yang menyelimuti pengambilan posisi trading bukanlah hal baru. Jika Anda trading di spot forex namun tak terlalu yakin dengan peluang keberhasilan posisi order, maka FX Vanilla Options bisa menjadi jalan keluar untuk memecahkan kebuntuan itu. Katakanlah Anda mempunyai bias bullish untuk USD/JPY, namun karena beberapa sebab, Anda masih ragu dengan potensinya. Anda sudah membuka order buy, namun untuk berjaga-jaga Anda bisa membeli call option USD/JPY pada FX Vanilla Options, untuk mengantisipasi kemungkinan harga naik dari posisinya saat ini.

 

Dimana Trading FX Vanilla Options?

Beberapa contoh broker yang sudah mengembangkan layanannya dengan FX Vanilla Options adalah:

1. SaxoBank
Platform trading FX Vanilla Options di SaxoBank dikenal konsisten dan handal. Tersedia banyak pilihan pair forex di broker ini, mulai pair mayor hingga eksotis. Hanya saja, syarat margin dan komisi SaxoBank kerap dianggap terlalu mahal bagi trader baru, sehingga platform FX Vanilla Options di broker ini cenderung lebih cocok bagi trader berpengalaman.

2. IG
FX Vanilla Options juga bisa ditemukan di broker IG, khususnya di bagian Options trading yang sebenarnya juga mencakup pasar saham dan indeks saham. Anda bisa mencoba model trading FX Vanilla Options di platform IG dengan akun demo gratis.

3. FXDD Global
Broker satu ini menyediakan fasilitas trading spot forex dan FX Vanilla Options dalam satu platform WebTrader bertajuk FXDD Options Trader. Tak cuma mewadahi trading option dan spot dalam satu platform, FXDD Global juga memberikan beragam fitur menarik, seperti built-in strategy optimizer, simulator risiko, dan akun demo gratis.

4. AvaTrade
AvaTrade mengembangkan brand AvaOptions sebagai penyedia FX Vanilla Options yang bisa dicoba secara gratis di akun demo. Dibanding SaxoBank dan FXDD Global, AvaOptions lebih akrab bagi trader kecil karena mampu mengakomodasi ukuran trading mulai dari 10k.

5. Easy-Forex
Lebih dari pair forex, easy-forex juga membuka trading Vanilla Options dengan instrumen komoditas. Namun demikian, FX Vanilla Options tetap menjadi prioritas layanan yang ditawarkan, terlihat dari banyaknya macam pair forex seperti pair mayor, minor, dan eksotis di broker ini. Selain itu, platform easy-forex juga mengakomodasi fitur American Option yang memperbolehkan trader menutup posisi option sebelum expiration date habis.

Kesimpulan

Vanilla Options sebenarnya mudah dipahami jika Anda sudah mengerti dasar-dasar trading options. Satu keunikan yang menonjol dari model trading itu adalah limit risiko dan potensi profitnya yang tak terbatas. Melihat kemudahan dan keunggulan itu, ditambah banyaknya layanan yang dikembangkan di broker forex, tak heran jika FX Vanilla Options tumbuh menjadi alternatif menarik bagi trader spot forex atau forex binary options.

Alumni Sastra Inggris Universitas Negeri Surabaya yang sekarang menjadi pengisi konten artikel di seputarforex.com. Aktif menulis tentang informasi umum mengenai forex, juga terinspirasi untuk mengulas profil dan kisah sukses trader wanita.


Fran
hmm..dengan kata lain, biaya premium yg 50pips seperti stop lossnya...terus selama seminggu, optionnya ngga bisa di close kalo sdh profit? Ada kemungkinan khan harga turun setelah profit..
Galuh
Kalau di platform yang menyediakan trading cara American Options, maka tentunya bisa. Owner (pemilik) option bisa menutup optionnya sebelum expiration date habis.
Begadang
hmm, bedanya vanilla options sama trading option dengan kapital itu apa ya? soalnya setahu saya binary option kan seperti "mempertaruhkan" kapital yng kita pasang, terus ketika harga bergerak dari posisi open (meskipun hanya 1 pip), selama itu searah dengan posisi kita, itu masih bisa klaim payout. Kalo seperti ini sih dikurangi premium dan untung kita dari besaran pip, yah sama aja kita trading forex reguler pake SL otomatis.
Galuh
Kalau dibandingkan dengan binary options, maka premium ini cukup bisa disamakan dengan kapital-nya binary options, karena sama-sama menjadi risiko fixed yang sudah bisa diketahui sebelum trading . Namun bedanya, premium ini dihitung dalam satuan pips sedangkan kapital didenominasikan dalam USD. Selain itu, kapital dalam binary options ditambahkan dengan rate payout saat menghitung net profit, sementara premium justru dikurangkan dengan besar pergerakan harga, karena benar-benar berfungsi sebagai biaya trading. Meskipun premium option sekilas mirip SL, tapi trading options jelas berbeda dari trading forex biasa. Kalau di forex kita benar-benar membeli atau menjual instrumennya, sedangkan di trading options kita hanya membeli hak untuk bisa membeli atau menjual instrumen trading.
Nely Nuraeini
Maaf kami saya pemula saya tdk tau cara bermainnya seperti apa bersedia KK untuk berbagi ilmunya?
Galuh
Silahkan diresapi materi yang terkandung dalam artikel di atas. Untuk mengetahui Vanilla Options lebih lanjut, Anda bisa menelusuri artikel-artikel tentang trading option, belajar pada trader profesional yang berpengalaman trading option, atau mencoba akun demo option di broker-broker yang telah disebutkan di atas.